Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : KURVATEK

PENENTUAN KENAIKAN TEGANGAN PADA KONDUKTOR PHASA PASCASAMBARAN PETIR DI PUNCAK MENARA SUTET-500 kV Budi utama
KURVATEK Vol 2 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v2i1.534

Abstract

Besaran tegangan lebih pada konduktor fasa ketika terjadi sambaran petir di puncak menara transmisi yang dikaitkan dengan amplitudo arus petir adalah hal yang sulit ditentukan. Padahal data besaran tegangan lebih sangat penting dalam memprediksi kinerja petir pada saluran transmisi, perhitungan tegangan flashover pada isolator suspensi, dan penentuan intensitas medan listrik pada jalur transmisi tegangan ekstra tinggi.  Tulisan ini mennyajikan sebuah metoda perhitungan tegangan lebih dengan menggunakan komputer dimana sebuah “aliran-penghubung-naik” untuk sebuah sambaran petir ikut dipertimbangkan. Hasil akhirnya adalah bahwa hubungan antara arus petir, parameter menara, dan pemunculan tegangan lebih dapat disajikan melalui beberapa kurvanya
PENGARUH TAHANAN-JENIS TANAH PADA TEGANGAN LANGKAH YANG DITIMBULKAN OLEH SEBUAH SAMBARAN PETIR Budi utama
KURVATEK Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v3i2.897

Abstract

Abstraks                Tulisan ini menganalisis penyebaran tegangan langkah disekitar sebuah struktur menara Base Transceiver Station (BTS) pascasambaran petir di puncaknya. Tegangan langkah diinvestigasi terhadap setiap perubahan komposisi tahanan-jenis (resistivity) tanah yang diakibatkan oleh musim kemarau dan hujan. Perhitungan dikerjakan dengan menggunakan perangkat (pemogram) Matlab dengan menyele saikan model persamaannya. Analisis ini menggambarkan bahwa besaran tegangan langkah bervariasi dengan perubahan nilai ‘tahanan jenis’ tanah ketika musim kemarau dan selama musim hujan terjadi. Pada musim hujan dan di akhir musim hujan tegangan langkah yang muncul relativ sangat kecil diban dingkan dengan pemunculan tegangan langkah saat  di penghujung musim kemarau dimana terjadi hujan pertama kali. Hasilnya sangat penting bagi negara seperti Indonesia di mana tingkat presipitasi (curah hujan) umumnya tinggi  di sebagian besar negara. Kata Kunci  :  Menara-BTS, Tegangan-Langkah, Petir.
DAMPAK SALURAN TRANSMISSI TEGANGAN EKSTRA TINGGI 500 kV PADA KENDARAAN TANGKI PEMBAWA BAHAN BAKAR FLAMMABLE Budi Utama
KURVATEK Vol 4 No 1 (2019): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v4i1.1114

Abstract

Abstraks                                Telah dikerjakan suatu simulasi komputer melalui program Matlab dalam penentuan tegangan pe nyalaan (Igition Voltage) utk kendaraan tangki pembawa bahan bakar cair (Premium dan Liquified Petro leum Gas, LPG). Juga telah dihitung nilai tegangan terbuka yang ditimbulkan oleh intensitas medan listrik, serta membadingkan tegangan penyalaan yang dimiliki oleh tangki dengan tegangan terbuka yang muncul ketika kendaraan tangki melewati kawasan bermedan listrik. Objek penelitian terdiri dari 3 unit kendaraan tangki pembawa bahan bakar masing masing dengan kapasitas volume 5 000 liter dan 16 000 liter isi bahan bakar jenis premium dan  9 500 kg isi bahan bakar jenis LPG.  Hasil penelitian menunjukan bahwa tegangan penyalaan yang dimiliki oleh masing masing tangki adalah : 3014.15 Volt utk tangki 5 000 liter isi premium, 2 773 Volt utk tangki 9 500 kg  isi LPG dan 2 818.66 Volt utk tangki 16 000 liter isi premium. Terungkap dalam penelitian bahwa kendaraan tangki gas LPG kapasitas volume 9 500 kg mempunyai batasan tegangan penyalaan paling rendah, yaitu sebesar 2 773.93 Volt dgn medan listriknya 2 042.66 V/m.
ANALISIS AWAL KEBAKARAN TANGKI 36 T-102 PERTALITE PADA KAWASAN REFINERY UNIT IV CILACAP – JAWA TENGAH Budi Utama; Wayan Suparta; Dulhadi Dulhadi
KURVATEK Vol 7 No 1 (2022): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v7i1.3129

Abstract

This paper analyzes an induced lightning strike which is thought to have caused a fire in tank 36 T-102 (containing pertalite) at Pertamina refinery unit IV Cilacap – Central Java. This tank fire incident occurred when heavy rain was accompanied by a thunderstorm, on Saturday, November 13, 2021. The statement issued by BMKG that the fire occurred was caused by the phenomenon of lightning induction to the pertalite fuel storage tank, namely lightning induction at the first point a distance of 45 km and at the second point is 12 km. The analysis was carried out by simulation using the Matlab program which was oriented to determine the lightning induced voltage that invades the metal structure of the tank and compares it with the ignition voltage of the 36 T-102 tank. As an indicator parameter for the occurrence of ignition of flammable fuel, simulations of lightning induced voltages as far as 120 meters are also carried out for comparison parameters. The simulation results with comparison indicators revealed that there was a fire in the pertalite fuel tank in tank 36 T-102 it is not caused by lightning strikes as far as 45 km and as farl as 12 km but possibly due to induced lightning strikes in an area as far of hundreds of meters, the sample comparison indicator as far as 120 meters.
APPLICATION OF PHOTOVOLTAIC SOLAR POWER PLANT TO REDUCE OVER LOAD OF DISTRIBUTION SUBTS COMPLEX YOGYAKARTA CITY HALL ARE Dulhadi; Budi Utama
KURVATEK Vol 7 No 2 (2022): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v7i2.3139

Abstract

Kawasan komplek Balai Kota Yogyakarta dipasok listrik PLN 875 KVA dengan arus 3,977 kA, kebutuhan beban maksimal 3,389 kA, sehingga prosentase pembebanan mencapai 85,09 %. Dengan asumsi pertumbuhan beban 1% per tahun dikhawatirkan terjadi kolaps daya listrik, maka perlu penambahan daya listrik agar tidak terjadi kolaps. Potensi sumber daya listrik selain dari PLN yakni pemanfaatan energi baru terbarukan tenaga surya Fotovoltaik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut terlebih dahulu dilakukan perencanaan PLTS On Grid. Hasil perencanaan dengan area 1400 m2 didapat daya 204 kWp terdiri 648 panel surya dengan susunan 18 pasangan seri dan 12 paralel. Output tegangan AC pada fase R, S dan T masing – masing 228,63 Volt, 108,2 Ampere. Hasil kontribusi PLTS On Grid dalam bentuk daya AC sebesar 24,74 KVA memberikan tambahan daya 2,8272 %. Penambahan tersebut dapat menghemat biaya operasional sebesar Rp 9.826.300,- per bulan. Kata kunci: Kolaps, Perencanaan PLTS On Grid, Penghematan
MITIGASI KEGAGALAN INSULATION UDARA DI ZONA RIGHT OF WAY (ROW) PADA KETINGGIAN POHON PARASERIANTHES-FALCATARIA Utama, Budi; Yuliani, Oni; Handayani, Trie
KURVATEK Vol 5 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v5i1.1719

Abstract

Abstract Total blackouts (on August 04, 2019) in the Special Capital Region of Jakarta have an impact to daily the economy and the cessation of MRT (Mass Rapid Transit) public transportation services, as well as public communication systems. The determination of the value of the voltage gradient for knowing of the black-out was used the method of analyses to the exposure of the electric fields under the Extra High Voltage (EHV) transmission lines 500 kV, at the span of the tower T.434 and T.435 in Malon hamlet, Gunung-Pati village, districts of Gunung-Pati, Semarang city - central Java. The analysis of the electric field exposured has been carried out in a simulation using a Matlab softwere by solving the simultaneous equations model that corresponding to the tower configuration system and how many conductors were used. The results of the simulation showed that there was a failure of air insulation between phase conductors and the trees of Sengon (Paraserianthes-Falcataria) at a value of voltage gradient of 32 448.10 kV / m, 66 861.13 kV / m, and 33 129.75 kV / m, each were for the lateral distance of 10 m, 12 m, and 14 m from the tower axis T.434 and T.435. Keywords: Mitigation, ROW, Paraserianthes-Falcataria, Transmission-lines