Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING (BK) Mutia Anisa; Leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedisiplinan merupakan aspek penting dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu mengikuti proses belajar dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dapat meningkatkan kedisiplinan siswa di sekolah. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan bimbingan dan konseling dengan dua siklus tindakan. Subjek penelitian adalah siswa di Sekolah Dasar. Instrumen yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling dengan layanan kelompok teknik terbukti mampu meningkatkan kedisiplinan siswa, ditunjukkan dari peningkatan skor kedisiplinan siswa dari siklus I ke siklus II. Temuan ini pentingnya peran guru BK dalam membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai disiplin melalui pendekatan yang tepat.
OPTIMALISASI PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR: Kajian Teoretis mengenai Strategi Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Kualitas Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar Rieva Auzirah Rianto; Leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak positif terhadap siswa melalui pemberian bimbingan konseling kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengeksplorasi diri berdasarkan kebutuhan potensi, minat dan bakat salah satu tujuan dalam layanan bimbingan dan konseling adalah untuk mengembangkan bakat, motivasi dan prestasi belajar siswa. Metode Penelitian yang digunakan metode kualitatif deskriptif berupa wawancara kuesioner melalui media. Dengan adanya bimbingan konseling, tentu akan sangat membantu meningkatkan kualitas kepribadian peserta didik yang baik. Bimbingan konseling juga memiliki beraneka ragam metode atau cara dalam meningkatkan kualitas kepribadian peserta didik seperti metode bimbingan kelompok, program home room, karya wisata, dan lain sebagainya  
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Putri, Cici Fadila; Leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): JPWI-NOVEMBER
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran penting guru bimbingan dan konseling (BK) dalam mendukung perkembangan peserta didik di sekolah dasar, mencakup aspek akademik, emosional, sosial, dan moral. Layanan BK membantu siswa mengembangkan potensi, memahami diri sendiri, serta mencegah masalah sejak dini. Namun, pelaksanaannya di sekolah dasar masih kurang optimal karena beban kerja guru dan terbatasnya tenaga konselor profesional. Penulisan dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka yang bersumber dari jurnal, buku, dan kebijakan pendidikan yang relevan. Program dan layanan BK di sekolah dasar ditujukan untuk membantu siswa dalam menghadapi permasalahan pribadi, sosial, dan akademik. Analisis menunjukkan bahwa guru BK, baik profesional maupun guru kelas yang menjalankan fungsi konseling, berperan penting dalam mengatasi kesulitan belajar, membentuk perilaku positif, meningkatkan interaksi sosial, dan menanamkan kedisiplinan. Hasil kajian menyimpulkan bahwa kolaborasi antara guru BK, guru kelas, dan orang tua sangat dibutuhkan untuk menciptakan layanan BK yang efektif dan berkelanjutan.
MANFAAT BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI SISWA Ayu Herma Nengsih; Leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): JPWI-NOVEMBER
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bimbingan dan konseling merupakan layanan penting yang diberikan kepada siswa sejak dini, terutama di tingkat Sekolah Dasar. Layanan ini bertujuan untuk membantu siswa dalam mengenali dan mengembangkan potensi dirinya, mengambil keputusan secara bijak, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber pustaka terkait bimbingan dan konseling di sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah dasar berperan signifikan dalam membantu siswa memahami dirinya, merancang masa depan yang positif, dan beradaptasi dengan lingkungan secara sehat.
Bimbingan dan Konseling Bukan Hanya untuk Masalah (Mengungkap Manfaat Bimbingan dan Konseling dalam Pengembangan Diri) Mhd Dimasif; Leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): JPWI-NOVEMBER
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v1i3.119

Abstract

Selama beberapa tahun terakhir, layanan bimbingan dan konselor (BK) di sekolah sering dianggap terbatas sebagai cara untuk mengatasi perilaku menyimpang siswa. Meskipun demikian, BK memainkan peran strategis dalam mendukung pengembangan diri setiap siswa. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan berbagai manfaat BK bagi pembentukan karakter siswa dalam hal emosional, sosial, akademik, dan profesional. Terbukti bahwa BK meningkatkan kesehatan mental, menciptakan nilai-nilai positif, dan membantu perencanaan masa depan melalui pendekatan preventif, pengembangan, dan kolaboratif. Data dari Kementerian Kesehatan, UNICEF, dan Kemendikbudristek menunjukkan bahwa layanan BK yang humanistik dan adaptif diperlukan untuk mengatasi perubahan digital dan tantangan lainnya. Artikel ini juga menekankan pentingnya perubahan paradigma masyarakat bahwa BK berlaku untuk semua siswa yang ingin berkembang menjadi orang yang tangguh dan berkarakter, bukan hanya siswa yang bermasalah.