Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENTINGNYA LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR TERHADAP PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK: PENTINGNYA LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR TERHADAP PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK Rangga, Rangga leonardi; Leni murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): JPWI-NOVEMBER
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v1i3.86

Abstract

Penelitian ini itu bertujuan untuk mengetahui pentingnya layanan bimbingan konseling di sekolah dasar terhadap perkembangan peserta didik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan instrumen wawancara. Subjek penelitian ini adalah empat orang guru kelas sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Sangat dirasakan penting dan dibutuhkan layanan bimbingan konseling diterapkan pada sekolah dasar yang diperankan oleh guru BK secara langsung untuk membantu melaksanakan tugas perkembangannya, membantu menyelesaikan masalah/hambatan yang dialami agar peserta didik dapat bertumbuh sebagai pribadi dengan segala kebutuhannya, dapat mengaktualisasikan dirinya, mengembangkan bakat minatnya serta seluruh potensi yang dimiliki Guru kelas tetap memiliki peran sebagai guru bimbingan konseling dan perlu terus meningkatkan wawasan serta keterampilannya dalam mendampingi dan mengenali karakteristik kebutuhan peserta didik di kelasnya
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR Fani Dwi Rosyta; Leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): JPWI-NOVEMBER
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v1i3.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya layanan bimbingan konseling di sekolah dasar terhadap perkembangan peserta didik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan instrumen wawancara. Subjek penelitian ini adalah empat orang guru kelas sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Sangat dirasakan penting dan dibutuhkan layanan bimbingan konseling diterapkan pada sekolah dasar yang diperankan oleh guru BK secara langsung untuk membantu melaksanakan tugas perkembangannya, membantu menyelesaikan masalah/hambatan yang dialami agar peserta didik dapat bertumbuh sebagai pribadi dengan segala kebutuhannya, dapat mengaktualisasikan dirinya, mengembangkan bakat minatnya serta seluruh potensi yang dimiliki (2) Guru kelas tetap memiliki peran sebagai guru bimbingan konseling dan perlu terus meningkatkan wawasan serta keterampilannya dalam mendampingi dan mengenali karakteristik kebutuhan peserta didik di kelasnya. (3) Masih banyak masalah/hambatan yang terjadi di sekolah dasar, maka sangat dibutuhkan kolaborasi dari pihak guru kelas, guru BK, maupun orang tua untuk mendampingi, membimbing peserta didik dalam menuntaskan tugas-tugas perkembangan dengan baik.
PELAKSANAAN BIMBINGAN BELAJAR DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BELAJAR SISWA DI SD Difa Nikita; Leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menganalisis pelaksanaan program bimbingan belajar agar dapat meningkatkan keterampilan belajar para peserta didik, dengan menerapkan teori pengawasan yang dijelaskan oleh Oemar Hamalik. Hasil ini menunjukkan bahwa program bimbingan belajar dirancang dengan sistematis untuk meningkatkan keterampilan berpikir sistematis, dan kemandirian belajar. Pengawasan menurut teori Hamalik terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut, yang dilaksanakan secara terus-menerus. Hambatan utama yang dihadapi mencakup perbedaan kemampuan peserta didik, kekurangan waktu, dan sumber daya. Refleksi dan evaluasi menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar sebesar 20% dalam waktu dua bulan. Sebagai langkah selanjutnya, program perbaikan, keterlibatan orang tua, dan pelatihan bagi guru dilaksanakan. Penelitian ini menekankan signifikansi model pengawasan Hamalik dalam meningkatkan efektivitas bimbingan belajar yang mendukung pembelajaran yang terfokus pada siswa serta pengembangan keterampilan.
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR : Kajian teori Sandra Lidia; Leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has had a significant impact on the education sector, including on guidance and counseling services at the elementary school level. The purpose oh this article is to analyze the functions and benefits of using digital media to support the effectiveness of guidance and counseling services in elementary schools. The writing method is carried out by a literature study that examines various sources, journals, and relevant trusted references. The findings of the study indicate that digital media such as educational videos, communication platforms, and interactive applications, facilitate the delivery of materials, and expand access to guidance and counseling services. However, the success of their use is highly dependent on teacher readiness, available technological facilities, and support from the school environment. Therefore, the use of digital media needs to be balanced with teacher training and the provision of adequate facilities. This article is expected to be a reference in the development of guidance and counseling services that are responsive to technological advances.
PERAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENGATASI HAMBATAN KONSENTRASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR : kajian teori Rina Efriyani; Leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ability to concentrate during learning plays a crucial role in supporting the success of the educational process at the elementary school level. Learning concentration is defined as a student’s ability to focus attention on learning materials continuously for a certain period. However, in practice, many elementary school students experience concentration difficulties, as indicated by their inability to stay focused, frequent distractions from the surrounding environment, and low learning motivation. These concentration barriers not only affect academic achievement but also influence the students' social and emotional development at school. To address this problem, group counseling services emerge as a preventive and developmental guidance strategy. Group counseling is conducted in small group settings that allow students to explore problems together, share experiences, and receive emotional support from peers and counselors. Through guided discussions, relaxation techniques, social simulations, educational games, and self-reflection, students are assisted in identifying the causes of their concentration problems and finding appropriate solutions. Various literature studies show that the consistent and systematic implementation of group counseling has a significant impact on improving students’ concentration abilities. In addition, this service can increase intrinsic motivation, reduce learning anxiety, and foster more disciplined study habits. Therefore, integrating group counseling services into guidance and counseling programs at elementary schools is highly recommended as an effective effort to overcome learning concentration barriers among students.
PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENGATASI GANGGUAN EMOSI DAN KONSENTRASI BELAJAR PADA SISWA SD Berliana Dwi Kenanga; Leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di sekolah dasar, tidak semua siswa dapat belajar dengan nyaman dan fokus. Beberapa di antara mereka sering kali mengalami kesulitan mengendalikan emosi, mudah menangis, mudah marah, atau bahkan tidak bisa diam di kelas. Hal ini tentu memengaruhi konsentrasi belajar mereka dan bisa berdampak pada prestasi akademik maupun hubungan sosial dengan teman dan guru. Melalui artikel ini, penulis mencoba membahas bagaimana layanan bimbingan dan konseling (BK) dapat diterapkan untuk membantu siswa yang mengalami gangguan emosi dan kesulitan konsentrasi. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode studi pustaka dari berbagai jurnal dan buku pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan BK, khususnya dalam bentuk konseling individual atau kelompok, dapat membantu siswa mengenali dan mengelola emosinya dengan lebih baik, sehingga proses belajar pun menjadi lebih optimal. Namun, keterbatasan guru dalam pengetahuan dan pelatihan BK di sekolah dasar menjadi tantangan yang harus segera diatasi.
STRATEGI LAYANAN KLASIKAL UNTUK MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Refalia Bafadal; Leni murni hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi layanan bimbingan klasikal dalam mengembangkan kemandirian belajar siswa sekolah dasar. Kemandrian belajar merupakan kemampuan penting yang perlu ditanamkan sejak dini agar siswa mampu bertanggung jawab terhadap proses belajarnya secara aktif. Layanan klasikal menjadi satu pendekatan yang dapat menjangkau seluruh siswa sekaligus dan memberikan penguatan pada aspek kognitif, afektif, dan metakognitif siswa. Penulisan artikel ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber jurnal ilmiah terbaru yang relevan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan layanan klasikal yang terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan siswa mampu meningkatkan kepercayaan diri, kedisiplinan, dan pengelolaan waktu belajar siswa secara mandiri. Selain itu, strategi seperti diskusi kelompok, permainan edukatif, serta refleksi belajar terbimbing dalam layanan klasikal terbukti efektif mendorong siswa lebih bertanggung jawab dan aktif dalam pembelajaran. Artikel ini merekomendasikan perlunya pelatihan dan penguatan kapasitas guru BK agar layanan klasikal dapat diimplementasikan secara optimal di sekolah dasar.
MEMBERIKAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING KEPADA ANAK-ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Andini Nadya Putri; Leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) merupakan individu yang memerlukan perhatian dan pendekatan yang berbeda dalam pendidikan. Artikel ini membahas strategi menangani ABK melalui layanan bimbingan dan konseling (BK) yang dirancang secara individual dan inklusif. Dengan pendekatan kolaboratif antara guru, konselor, dan orang tua, ABK dapat mengembangkan potensi mereka secara optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisis kebutuhan dan tantangan dalam layanan BK terhadap ABK. Hasilnya menunjukkan bahwa dukungan emosional, pemahaman terhadap karakteristik ABK, dan perencanaan layanan yang terstruktur menjadi kunci keberhasilan.
PERAN GURU KELAS DALAM MEMBANTU SISWA SEKOLAH DASAR MENGATASI KESULITAN MEMBACA MELALUI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING. falsa, Silpa Eka Fitri; Leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas peran guru kelas dalam membantu siswa sekolah dasar mengatasi kesulitan membaca melalui layanan bimbingan dan konseling. Kesulitan membaca merupakan salah satu hambatan utama dalam proses belajar yang dapat memengaruhi keberhasilan akademik siswa. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, dengan mengkaji berbagai literatur, jurnal, dan artikel ilmiah yang berkaitan. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru kelas memiliki peran penting dalam memberikan bimbingan belajar, pendekatan individual, serta kolaborasi dengan orang tua guna menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Strategi yang digunakan guru meliputi penggunaan media menarik, metode pembelajaran multisensoris seperti metode Fernald dan metode alfabetik, serta pelaksanaan program remedial dan pemberian motivasi. Layanan bimbingan dan konseling oleh guru kelas juga mencakup bimbingan pribadi dan sosial untuk menumbuhkan minat dan sikap positif terhadap membaca. Dengan penerapan layanan ini secara konsisten, siswa diharapkan dapat mengatasi kesulitan membaca secara bertahap dan meningkatkan keterampilan literasinya.
PENERAPAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL SISWA SEKOLAH DASAR Alhafizi, Farhan Fikri; Leni murni hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaksi sosial merupakan aspek penting dalam perkembangan siswa sekolah dasar. Banyak siswa mengalami hambatan dalam menjalin hubungan sosial dengan teman sebayanya, baik karena kurangnya keterampilan sosial maupun rasa percaya diri yang rendah. Salah satu layanan bimbingan yang dapat membantu mengatasi masalah tersebut adalah layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan layanan bimbingan kelompok sebagai upaya meningkatkan interaksi sosial siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis jurnal-jurnal ilmiah nasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa bimbingan kelompok yang dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan menyenangkan dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan berinteraksi, seperti kerja sama, empati, komunikasi, dan adaptasi sosial. Guru dan konselor sekolah memiliki peran penting dalam merancang dan melaksanakan layanan bimbingan kelompok yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Diharapkan layanan ini dapat diterapkan secara rutin di sekolah dasar guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih harmonis dan inklusif.