Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PERAN BK DALAM MEMBANGUN KEMANDIRIAN DAN DISIPLIN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Dimas eka putra; Leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemandirian dan disiplin belajar merupakan dua sikap penting yang sebaiknya mulai ditumbuhkan sejak siswa berada di jenjang sekolah dasar. Namun pada kenyataannya, banyak siswa masih menunjukkan sikap bergantung pada guru, kurang inisiatif dalam mengerjakan tugas, dan cenderung belum mampu mengatur waktu belajar dengan baik. Dalam situasi seperti ini, layanan bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran strategis sebagai pendukung tumbuhnya kesadaran diri dan rasa tanggung jawab siswa terhadap proses belajarnya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran BK dapat diterapkan secara sederhana namun bermakna di lingkungan sekolah dasar untuk mendorong terbentuknya kemandirian dan disiplin belajar. Artikel ditulis dengan metode studi pustaka menggunakan berbagai jurnal dan buku sebagai referensi utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan BK melalui bimbingan klasikal, konseling individual, serta pembiasaan perilaku positif di kelas mampu menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter belajar siswa yang lebih mandiri dan disiplin.
PERAN STRATEGIS BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENGELOLAAN EMOSI ANAK DI LINGKUNGAN SEKOLAH DASAR ., Suci Rahayu; leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan cara layanan bimbingan dan konseling serta strategi pengelolaan emosi anak dilakukan di tingkat pendidikan dasar. Kepercayaan diri, keterampilan sosial, dan kemampuan anak dalam mengekspresikan serta mengendalikan emosi merupakan bagian penting dari pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan. Layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membantu anak menghadapi berbagai tantangan sosial dan emosional. Penulisan jurnal ini menggunakan metode kajian pustaka, berdasarkan hasil dari berbagai jurnal ilmiah, buku psikologi perkembangan, serta sumber kebijakan pendidikan, diketahui bahwa layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar umumnya dilakukan oleh guru kelas atau guru BK. Layanan ini mencakup konseling individu, kelompok, serta konseling klasikal dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan anak, baik dalam aspek pribadi, sosial maupun belajar. Dalam hal pengelolaan emosi, guru berperan sebagai pendidik dan model perilaku yang membantu siswa memahami, menyampaikan, serta mengendalikan emosi secara tepat. Strategi yang digunakan meliputi pembiasaan perilaku positif, pemberian motivasi, serta menciptakan suasana kelas yang nyaman. Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa penerapan layanan bimbingan dan konseling serta strategi pengelolaan emosi di tingkat SD telah menunjukkan dampak positif terhadap perkembangan sosial dan emosional siswa. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kelanjutan dan memperkuat layanan ini sebagai bagian integral dari sistem pendidikan dasar yang holistik.
STRATEGI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR UNTUK MENGATASI PERILAKU BULLYING juspa sari, Elka Juspa Sari; Leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perundungan adalah masalah yang rumit dan serius yang mempengaruhi perkembangan sosial serta emosional anak-anak di sekolah dasar. Fenomena ini tidak hanya dipicu oleh faktor pribadi, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, pendidikan, media, dan rekan-rekan. Artikel ini menguraikan pendekatan yang digunakan oleh guru bimbingan dan konseling (BK) untuk mengatasi perilaku bullying di kalangan siswa sekolah dasar. Melalui metode konseling yang terencana—melalui langkah identifikasi, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian—guru bimbingan dan konseling memiliki dalam mencegah dan menangani perilaku bullying. Tujuan dari layanan ini adalah untuk mendukung siswa dalam mengenali diri mereka, beradaptasi dengan lingkungan, serta mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Studi ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung bagi para siswa.
PERAN GURU KELAS DALAM MEMBERIKAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR : Untari Okta Novia; leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis peran guru kelas dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling guna mengatasi kesulitan belajar siswa seklah dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengkaji berbagai sumber literatur ilmiah selama sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru kelas memiliki peran sentral dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling, meskipun sebagian besar belum memiliki latar belakang pendidikan khusus di bidang tersebut. Jenis layanan yang diberikan meliputi layanan dasar, responsif, perecanaan individu, dukungan sistem, konseling individu dan kelompok, hingga layanan referensi. Strategi yang diterapkan meliputi pendekatan individual, pembelajaran remedial, dukungan emosional, serta kolaborasi dengan orang tua dan pihak sekolah. Faktor pendukung terlaksananya layanan BK antara lain kesadaran guru, dukungan kepala sekolah, dan komunikasi yang efektif, sedangkan hambatan utama meliputi minimnya pelatihan serta keterbatasan sarana. Oleh karena itu, diperlukan dukungan institusional dan peningkatan kapasitas guru untuk mengoptimalkan layanan BK di sekolah dasar.
PERANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM DOMAIN PENGEMBANGAN DIRI SISWA DI SEKOLAH DASAR Muhammad Danil Adli; leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): JPWI-MEI
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan bimbingan dan konseling sekolah merupakan salah satu bentuk layanan interpersonal yang memiliki posisi penting untuk membantu siswa mengatasi masalah yang dihadapi serta berperan dalam memfasilitasi perkembangan dan potensi yang dimiliki siswa. Penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling diharapkan mampu membantu individu memahami diri sendiri, orang lain, dan lingkungannya. Selain itu, layanan ini juga membantu seseorang melakukan penyesuaian dalam merealisasikan fungsi kehidupan dan memenuhi kebutuhan yang dimiliki. Guru bimbingan dan konseling sebagai bagian penting dari pendidikan nasional Indonesia, tidak hanya berpikir tentang menyelesaikan masalah-masalah patologis atau masalah penyesuaian yang sifatnya kuratif saja. Layanan bimbingan dan konseling juga harus lebih luas lagi, yaitu pengembangan diri siswa secara menyeluruh, sebagaimana yang diharapkan oleh negara dalam UU pendidikan. Dengan demikian, guru bimbingan dan konseling secara sadar memberikan kontribusi bagi peningkatan martabat bangsa dan citra bangsa di dunia internasional. Sejalan dengan UU No. 20/2003 dan Renstra Depdiknas, Sunaryo (1996 dan 2009a) mengemukakan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling harus berupa intervensi sistematik dan sistemik terhadap perkembangan diri manusia yang terorganisasi, terstruktur, dan terlembaga dalam pendidikan. Pengembangan pribadi ini meliputi pengembangan kecerdasan diri, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, kecerdasan moral, dan pengetahuan diri (self-knowledge), yang menjadi kekuatan dalam diri manusia untuk mencegah timbulnya perilaku bermasalah di dalam masyarakat.
ANALISIS KEBUTUHAN AKADEMIK, SOSIAL, DAN EMOSIONAL PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR UNTUK PENGEMBANGAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING Ilham Rhamadan; Leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): JPWI-NOVEMBER
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kebutuhan akademik, sosial, dan emosional yang dihadapi oleh peserta didik kelas III di SDN 05 Aia Daliak sebagai dasar untuk pengembangan program layanan bimbingan dan konseling yang terstruktur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif di dalam kelas, wawancara mendalam dengan guru kelas sekaligus pelaksana bimbingan, Yesi Estafiza, S.Pd., serta dokumentasi berupa catatan anekdotal terhadap 16 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai kebutuhan yang belum terlayani secara optimal karena ketiadaan guru bimbingan dan konseling khusus. Kebutuhan akademik yang teridentifikasi meliputi kesulitan konsentrasi dan kurangnya motivasi belajar. Dari segi sosial, ditemukan adanya siswa yang cenderung menyendiri dan kesulitan berinteraksi. Secara emosional, beberapa siswa menunjukkan kurangnya rasa percaya diri dan kesulitan mengelola emosi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mendesaknya pengembangan layanan bimbingan dan konseling yang komprehensif di tingkat sekolah dasar, yang dapat diintegrasikan oleh guru kelas melalui pelatihan khusus untuk menjawab kebutuhan fundamental peserta didik.
PERAN KONSELOR DALAM MENANGANI MASALAH EMOSIONAL ANAK SEKOLAH DASAR Lestari, Olda Lestari; leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran penting konselor dalam menangani masalah emosional yang dialami oleh siswa sekolah sekolah dasar. Permasalahan emosional pada anak-anak di usia awal dapat memberikan dampak yang besar terhadap perkemabangan akademik, sosial, dan pribadi mereka. Untuk mengataisi isu ini, penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan melihat berbagai sumber yang berkaitan dengan fungsi konselor dan cara bimbingan konseling yang efektif. Temuan menunjukkan bahwa konselor menjabat berbagai peran, termasuk sebagai pendamping, fasilitator, agen perubahan, dan penghubung dalam meningkatkan kesejahteraan emosional siswa. Metode konseling yang diterapkan meliputi konseling individu, kelompok, bermain, keluarga, serta konseling yang dilakukan di sekolah. di penelitian ini menengaskan bahwa keaktifan dan kolaborasi konselor dengan guru dan orang tua dapat menciptakan suasana pendidikan yang mendukung perkembangan emosional anak secara maksimal.
PERAN GURU BK DALAM MENGIDENTIFIKASI KESULITAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Rizki Kurniawan; leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru bimbingan dan konseling (BK) dalam mengidentifikasi serta menangani kesulitan belajar yang dialami siswa sekolah dasar. Kesulitan belajar dapat disebabkan oleh berbagai faktor internal maupun eksternal yang berdampak pada pencapaian akademik siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka sebagai metode utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru BK memiliki tanggung jawab penting dalam mendeteksi tanda-tanda awal kesulitan belajar melalui kerja sama dengan guru kelas, orang tua, dan lingkungan sekolah. Selain itu, guru BK juga berperan dalam memberikan layanan konseling, informasi, serta rujukan untuk mendukung perkembangan akademik, sosial, dan pribadi siswa. Dengan identifikasi dan penanganan yang tepat, diharapkan siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih optimal dan terhindar dari risiko putus sekolah.
"LAYANAN BIMBINGAN & KONSELING UNTUK MEMBANTU SISWA SEKOLAH DASAR MENGELOLA RASA CEMAS SAAT UJIAN” Ifdil, Zonil Ahmad; Leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JPWI-AGUSTUS
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan saat ujian merupakan hal yang umum dialami oleh siswa sekolah dasar. Kondisi ini dapat mengganggu proses belajar, memengaruhi konsentrasi, dan berdampak pada hasil akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas bagaimana layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dapat membantu siswa SD dalam mengelola rasa cemas menghadapi ujian. Metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu studi pustaka dengan menelaah buku, jurnal, dan artikel ilmiah terkait layanan BK dan kecemasan belajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan BK, baik melalui konseling individu, kelompok, maupun teknik sederhana seperti relaksasi dan positive self-talk, terbukti efektif membantu siswa lebih percaya diri dan mampu mengendalikan kecemasannya. Peran guru kelas juga sangat penting dalam memberikan layanan konseling sederhana karena sebagian besar sekolah dasar belum memiliki guru BK khusus. Dengan layanan yang tepat, siswa diharapkan mampu menghadapi ujian dengan lebih tenang, percaya diri, dan optimal.
PERAN GURU KELAS DALAM LAYANAN BK UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SEKOLAH DASAR Ifdil Gibran; Leni Murni Hayati
Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia Vol. 1 No. 3 (2025): JPWI-NOVEMBER
Publisher : Jurnal Pendidikan Widyaswara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63879/jpwi.v1i3.85

Abstract

Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan psikologis anak usia sekolah dasar. Anak yang percaya diri cenderung lebih berani bertanya, berpendapat, mencoba hal baru, dan tidak mudah merasa rendah diri ketika menghadapi kesulitan belajar. Namun, dalam kenyataannya masih banyak siswa yang menunjukkan sikap pasif, takut berbicara di depan kelas, dan merasa tidak mampu bersaing dengan teman-temannya. Kondisi ini dapat menghambat perkembangan belajar dan hubungan sosial mereka di sekolah.Dalam situasi seperti ini, guru kelas memiliki peran strategis dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling (BK) secara sederhana namun bermakna. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peran guru kelas dalam membantu meningkatkan kepercayaan diri siswa melalui pendekatan layanan BK di sekolah dasar. Penulisan artikel dilakukan dengan metode studi pustaka, dengan mengkaji referensi dari jurnal dan buku pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dukungan emosional, komunikasi terbuka, pemberian afirmasi positif, dan keterlibatan aktif guru dalam proses pembelajaran dapat menjadi bentuk layanan BK yang efektif dalam menumbuhkan rasa percaya diri siswa sejak dini.