Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Booklet Berbasis Game Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Materi Keberagaman Aktivitas Ekonomi Riska Dwi Wahyuni; Nasution; Hendri Prastiyono; Muhammad Ilyas Marzuqi
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 4 No. 4 (2024): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembaharuan perangkat ajar dalam implementasi kurikulum merdeka sangat perlu dilakukan, dikarenakan pada saat ini banyaknya peserta didik yang cenderung mudah bosan dan kurang tertarik untuk mempelajari materi yang diajarkan di kelas, terutama dalam mata pelajaran IPS. Penggunaan bahan ajar dapat memperkaya proses pembelajaran, meningkatkan efisiensi, dan meningkatkan pengetahuan akan materi yang diajarkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahan ajar booklet berbasis game based learning pada materi keberagaman aktivitas ekonomi yang digunakan secara layak, praktis, dan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development dengan menggunakan desain penelitian One group pretest-posttest design. Dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu: Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation. Hasil dari penelitian ini menekankan bahwa: (1) Bahan ajar booklet berbasis game based learning yang dikembangkan memperoleh indeks validitas Aiken V sebesar 0,76 yan dapat dikartikan sebagai “Layak” . (2) Bahan ajar booklet berbasis game based learning dinyatakan “Cukup Efektif” untukmeningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII berdasarkan hasil pretest dan posttest melalui Uji Paired Sample T-Test memperoleh hasil Sig (2 tailed) 0,000 < 0,05 yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima dan Uji N-Gain memperoleh hasil 67.57% dengan kategori cukup efektif.
Pemanfaatan Desa Wisata DAM Pleret 1904 Kabupaten Pasuruan Sebagai Sumber Belajar IPS Bima Yudhantara Saputra; Sukma Perdana Prasetya; Agus Suprijono; Hendri Prastiyono
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Wisata DAM Pleret 1904, yang terletak di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, memiliki potensi besar sebagai sumber belajar untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), khususnya dalam materi Sejarah Indonesia pada Masa Kolonial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi Desa Wisata DAM Pleret 1904 sebagai sumber belajar IPS yang meliputi aspek sejarah, geografi, ekonomi, serta sosial dan budaya serta untuk menganalisis kendala dan merumuskan upaya dalam memanfaatkan Desa Wisata DAM Pleret 1904 sebagai sumber belajar IPS. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan objek wisata. DAM Pleret, yang dibangun pada masa kolonial oleh pemerintah Belanda, menyimpan nilai sejarah penting untuk mempelajari sistem kolonial dan dampaknya terhadap masyarakat. Secara geografis, situs ini memberikan wawasan terkait pengelolaan sumber daya alam, yang relevan dalam pembelajaran geografi. Di sisi lain, analisis ekonomi dan sosial tentang pengaruh kebijakan kolonial terhadap masyarakat lokal menawarkan bahan ajar mendalam untuk IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Wisata DAM Pleret 1904 memiliki potensi signifikan sebagai sumber belajar yang komprehensif. Pembelajaran berbasis objek wisata ini dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai dinamika sejarah, geografi, ekonomi, dan sosial masa kolonial. Media pembelajaran berupa objek wisata mampu memperkaya pengalaman belajar siswa dengan menghubungkan teori yang diajarkan di kelas dengan kondisi nyata. Dengan demikian, DAM Pleret 1904 tidak hanya berfungsi sebagai situs sejarah, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan pemahaman holistik terhadap materi IPS secara kontekstual dan bermakna bagi siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran JPM (Jenga Pemberdayaan Masyarakat) Pada Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Shinta Aulia Putri; Sukma Perdana Prasetya; Nuansa Bayu Segara; Hendri Prastiyono
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era globalisasi merupakan era dimana kelangsungan hidup manusia akan terus berkembang dalam kurun waktu yang panjang. Dengan minimnya ketersediaan media pembelajaran, proses pembelajaran IPS sering dilakukan melalui ppt, ceramah dan bercerita pada setiap pertemuan menjadikan siswa merasa mengantuk dan akurang antusias ketika proses pembelajaran IPS. Sehingga perlu adanya pengembangan, penggunaan media pembelajaran dan hiburan yang menarik motivasi siswa dalam belajar untuk menumbuhkan minat belajar dan antusias yang kuat dalam mengikuti proses pembelajaran IPS. Pengembangan media pembelajaran JPM dilakukan sebagai upaya menumbuhkan minat belajar siswa dengan metode Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE yang ada lima tahap didalamnya Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. Hasil pengembangan dan penelitian menunjukkan bahwa: 1) Media pembelajaran JPM sangat layak digunakan untuk meyampaikan materi pembelajaran IPS dengan dasar validasi ahli media dan ahli materi pembelajaran; 2) Media pebelajaran JPM sangat praktis digunakan dalam proses pembelajaran IPS dengan dasar penilaian praktisi pendidik serta dapat menumbuhkan minat belajar yang tinggi terhadap siswa pada dasar respon angket minat belajar oleh siswa dengan kualifikasi sangat tinggi untuk menumbuhkan minat belajar siswa dalam proses pembelajaran IPS.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL UNTUK MEMPERKUAT PEMBELAJARAN IPS Fanny Syaifulloh Yusuf; Niswatin; Hendri Prastiyono; Ali Imron
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to explore the implementation of multicultural education in the education system in Indonesia, as well as its impact on character formation and tolerance among students. In this research, a qualitative approach was used with a case study method in several schools that implemented a multicultural education curriculum. Data was collected through in-depth interviews with teachers, students, as well as analysis of curriculum documents and school activities. The research results show that multicultural education plays an important role in increasing students' understanding of cultural, racial and religious diversity, as well as strengthening attitudes of tolerance and mutual respect between each other. However, challenges in its implementation include a lack of in-depth understanding of the concept of multiculturalism among educators, as well as limited facilities that support optimal implementation of the program. This research suggests the need for more intensive training for teachers and the development of supporting resources in order to create a more inclusive and harmonious educational environment.
Pengembangan LKPD Melalui Model Problem Based Learning Pada Materi Pelestarian SDA Dan SDM Untuk Meningktakan Keterampilan Berpikir Kritis : Pengembangan LKPD, Problem Based Learning, Berpikir Kritis, Materi Pelestarian SDA dan SDM Salsabila Nafila Wuyung Tari; Kusnul Khotimah; Nuansa Bayu Segara; Hendri Prastiyono
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui validitas dan efektivitas Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) melalui model Problem Based Learning pada materi pelestarian Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penerapan model Problem Based Learning pada desain LKPD digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis serta meningkatkan rasa ingin tahu dari peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah R&D (Research and Development). Penelitian ini menggunakan desain pengembangan dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu, analyze, design, develop, implement, dan evaluate yang berfokus pada pengembangan LKPD. Metode pengumpulan data yang dipakai ialah validasi, observasi, dan tes keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD model Problem Based Learning untuk melatih keterampilan berpikir kritis pada materi pelestarian SDA dan SDM dinyatakan layak dari segi validitas dan efektivitas, karena isi dari LKPD yang mencangkup materi pelestarian SDA dan SDM sesuai tampilan dan kualitas isi LKPD baik dari sisi efektivitas LKPD dinyatakan praktis dengan persentase observasi aktivitas peserta didik yang mencapai > 61%. Efektivitasnya juga terbukti dengan hasil pengujian One Sample Test yang menunjukkan nilai t hitung (T-Value) > t tabel dan P-Value (1-tailed) < 0,05, yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat diartikan terdapat peningkatan skor antara sebelum dan sesudah penggunaan LKPD. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan LKPD melalui model Problem Based Learning untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis pada materi IPS lainnya. Kata kunci : Pengembangan, LKPD, Problem Based Learning, Berpikir Kritis
The Pengaruh Media Pembelajaran Microsoft Power Point Interaktif Berbasis Motion Graphic Terhadap Minat Belajar IPS Dan Hasil Belajar Peserta Didik Di UPT SMPN 18 Gresik: Eksperimen Efektivitas Media Pembelajaran Power Point Berbasis Motion Graphic dalam Pembelajaran IPS Guna Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Peserta Didik Firdaus, Erlina; Ketut Prasetyo; Sukma Perdana Prasetya; Hendri Prastiyono
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh media pembelajaran Microsoft Power Point Interaktif berbasis Motion Graphic terhadap minat belajar IPS dan hasil belajar peserta didik Kelas VII-B. Penelitian ini dilaksanakan di UPT SMPN 18 Gresik pada tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan metode penelitian pre-eksperimen yaitu One-Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-B yang berjumlah 30 orang. Berdasarkan hasil analisis dari uji hipotesis penelitian terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran Microsoft Power Point Interaktif Berbasis Motion Graphic yaitu diperoleh nilai angket minat belajar IPS dilihat dari persentase pengelompokan kategori tergolong sangat tinggi yakni berkisar antara 85%-100% dengan jumlah 16 siswa. Selain itu pada hasil belajar pre-test maupun post-test peserta didik kelas VII-B dilakukan dengan menggunakan uji statistic non-parametrik Uji Wilcoxon Signed-Rank Test dan bantuan SPSS diperoleh nilai sig. (2- tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Artinya ada pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa. Dan berdasarkan pengkategorian nilai KKM Pelajaran IPS sebanyak 28 siswa yang tuntas dan sebanyak 2 siswa yang tidak tuntas belajar IPS. Selain itu menunjukkan hasil uji Spearman Rank Correlation dimana merupakan uji korelasi non-parametrik yang menunjukkan angka signifikan antara nilai angket minat belajar (post-test) dengan nilai tes hasil belajar (post-test) dengan nilai signifikansi (2-tailed) p = 0,113 > 0,05. Dalam hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada hubungan antara minat dengan hasil belajar.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS METAVERSE MENGGUNAKAN VIRTUAL REALITY (VR) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 2 TAMAN SIDOARJO Muhammad Hilmy Cahyadi; Sukma Perdana Prasetya; Muhammad Ilyas Marzuqi; Hendri Prastiyono
Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025): issue
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPS, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital telah memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan. Sistem pembelajaran konvensional dinilai kurang mampu memenuhi kebutuhan generasi saat ini yang cenderung lebih condong dengan teknologi dan lebih menyukai pengalaman belajar berbasis teknologi. Konsep metaverse hadir sebagai solusi inovatif dalam dunia pendidikan, menciptakan environment belajar virtual yang imersif dan memungkinkan terjadinya interaksi dan eksplorasi yang mendalam terhadap materi pelajaran. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), penggunaan teknologi metaverse dapat memperkuat pemahaman siswa terhadap konsep-konsep sosial dan budaya melalui pengalaman belajar yang kontekstual. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran berbasis metaverse dengan menggunakan Virtual Reality (VR) menjadi penting untuk mengatasi tantangan pembelajaran di abad ke-21. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model ADDIE, yang terdiri dari lima tahap: Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Desain penelitian ini menggunakan one group pre-test post-test. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran berbasis metaverse menggunakan VR dalam pembelajaran IPS serta menguji kelayakan dan efektivitasnya. Produk yang dikembangkan berupa museum virtual tiga dimensi yang diakses melalui aplikasi VRChat yang kemudian diisi dengan konten materi IPS kelas VIII. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 2 Taman. Media pembelajaran ini kemudian divalidasi oleh ahli media dan ahli materi, diuji coba terbatas, serta diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas. Subjek penelitian ini adalah dosen ahli media dan materi, guru IPS dan siswa SMP Muhammadiyah 2 Taman. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan dinilai sangat layak oleh para ahli dan mendapatkan tanggapan positif dari guru maupun siswa. Berdasarkan hasil evaluasi, media ini memiliki pengaruh pada taraf sedang, karena tingkat ketercapaian peserta didik berada pada kategori sedang dan tinggi, dan tidak terdapat peserta didik yang berada pada kategori rendah.
Revitalisasi Nasionalisme Pelajar Indonesia di Taiwan melalui Workshop Penguatan Nilai-nilai Identitas Bangsa: Penelitian Hasanah, Nurul; Nuansa Bayu Segara; Hendri Prastiyono; Durrotun Nafisah; Muhammad Ilyas Marzuqi; Dhimas Bagus Virgiawan; Agung Stiawan; Delnabila Dwi Olivia; Arina Eliana Fitria
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4162

Abstract

Studying abroad has become a strategic option for improving the quality of human resources capable of competing amid the rapid advancement of global technology and knowledge. Taiwan, as a country experiencing significant progress in education, technology, and economic development, has become an attractive study destination for Indonesian students. However, the impacts of this phenomenon indicate a tendency toward cultural assimilation that may lead to shifts in national identity, particularly toward Westernized characteristics. This condition highlights the need to strengthen national identity values among Indonesian students studying overseas. This PKM (Community Service Program) activity aims to provide insights into national identity while reinforcing a sense of pride and nationalism in the midst of global cultural influences. The implementation methods include workshops and sharing sessions with Indonesian students regarding their experiences in dealing with cultural challenges in Taiwan. The activities were conducted in three phases: preparation, implementation, and evaluation followed by follow-up actions. The results show an increased understanding among participants regarding the importance of preserving their identity as Indonesians, as well as the emergence of a commitment to internalize national identity values.