Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PREFERENSI HABITAT DAN RELUNG EKOLOGI KOMUNITAS IKAN TARGET DI SUNGAI KAPUAS BAGIAN HILIR Adijaya, Mardan
Akuatik Tropis (Akuatrop): Journal of Tropical Aquatic Resource Management (ISSN:3063-7414) Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v1i1.73584

Abstract

The Kapuas River is one of the main rivers that supports potential fish resources in West Kalimantan. However, currently the development of the Kapuas River watershed is starting to appear to be influenced by ecological pressure from the agricultural and industrial sectors which has an impact on decreasing the potential of several target fish species. The aim of this research is to determine the habitat preferences and ecological niches of target fish communities in the lower reaches of the Kapuas River. Sampling was carried out using a purposive sampling method at 3 stations, namely the mouth of the Kapuas River in Jungkat and Sungai Raya, Kubu Raya Regency and the downstream part of the Kapuas River in Tayan Hilir, Sanggau Regency. Fish sampling was carried out using gill nets (5/9 inch mesh size) at each station with 3 repetitions set for 2 hours. At each station, samples were also taken of environmental factors consisting of substrate type, temperature, pH, DO and biological factors, namely plankton. The results of research on habitat preferences and ecological niches of fish communities in the lower Kapuas River show that there are 25 target fish species. The fish community in Terentang waters is different from the fish community in the Raya River and the Kapuas River mura in Jungkat. The main factor that influences community differences in the downstream Kapuas River is the amount of salinity. Ecological niche analysis shows that most of the target fish in the downstream Kapuas River are fish that are 55% carnivorous and the remaining 10% are carnivores, 20% are omnivores and 10% are herbivores. The types of fish food in the lower reaches of the Kapuas River mainly consist of phytoplankton, zooplankton, crustaceans, fish, molluscs and annelids.
The diversity of plankton as bioindicators in Kakap River Estuary, West Kalimantan Widadi Padmarsari Soetignya; Patrisia Marniati; Mardan Adijaya; Yunita Magrima Anzani
Depik Vol 10, No 2 (2021): August 2021
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.10.2.21303

Abstract

Kakap River Estuary plays an essential role in the life organisms, but it is vulnerable to environmental changes and pollution caused by human activities. This study aims to assess the presence of plankton species, their abundance and diversity as aquatic ecological bio-indicators in Kakap River Estuary. Plankton and water samples were taken for three months, with a frequency of one sample per month, viz. in March, April and June 2020 from four sampling stations in Kakap River Estuary, West Kalimantan. A total of 34 species of plankton were observed from all sampling sites, and identified to belong to 18 classes. Chlorophyceae had the highest relative abundance among the phytoplanktons (40.10%), followed by Bacillariophyceae (21.86%) and Cyanophyceae (19.28%). Oscillatoria sp. and Hydrodictyon sp. were the most dominant phytoplankton species. There were 8 classes of zooplankton identified from all sampling stations throughout the research period. Hexanauplia had the highest relative abundance among the zooplanktons (36.56%) followed by Euglenophyceae (24.37%). The plankton diversity index (H ) values ranged between 2.33 -3.11. The plankton evenness index value ranged from 0.79 to 0.89 which indicates high plankton evenness at all samping stations, and this is supported by a low dominance index value at all stations ranging from 0.06-0.16. Station 1 had high Shannon-Wienner diversity index score, while for station 2, 3, 4, their scores were in the moderate level. Overall. the diversity index of the plankton from all sampling sites indicated that the quality of the water had no pollution to light pollution level.Keywords:PhytoplanktonZooplanktonWater quality
Evaluasi Kualitas Air Danau Liut Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat Kurniadi, Bambang; Adijaya, Mardan; Lubis, Angghina Choirunnisa
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9017

Abstract

Danau Liut merupakan danau oxbow yang berperan penting secara ekologis dan sosial sebagai penyangga fungsi ekosistem perairan serta sumber perikanan bagi masyarakat sekitar. Namun, karakteristik hidrologi yang relatif tertutup, perubahan konektivitas dengan sungai, serta meningkatnya tekanan aktivitas manusia menjadikan danau ini rentan terhadap degradasi kualitas air. Penurunan ukuran dan hasil tangkapan ikan yang dilaporkan oleh nelayan setempat mengindikasikan adanya penurunan kualitas habitat perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air Danau Liut.. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus–September 2024 di Danau Liut, Kabupaten Sintang, dengan pengambilan sampel pada tiga stasiun, yaitu inlet danau, lubuk engkadan, dan ujung danau. Parameter kualitas air yang dianalisis meliputi kedalaman, kecerahan, suhu, total suspended solid (TSS), oksigen terlarut (DO), pH, BOD₅, nitrat (NO₃–N), amonia (NH₃–N), dan total fosfor..Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerahan perairan rendah dan relatif seragam, mengindikasikan terbatasnya penetrasi cahaya akibat tingginya kandungan bahan organik terlarut dan warna perairan kecoklatan. Suhu perairan relatif stabil dan masih memenuhi baku mutu, demikian pula konsentrasi TSS dan DO yang umumnya berada dalam ambang baku mutu perairan danau Kelas III. Namun, nilai pH yang bersifat asam serta konsentrasi BOD₅ yang melebihi baku mutu menunjukkan adanya tekanan terhadap kualitas perairan yang berpotensi memengaruhi biota akuatik. Konsentrasi nitrat dan amonia menunjukkan ketersediaan nutrien nitrogen pada tingkat sedang yang diduga berasal dari dekomposisi bahan organik alami. Konsentrasi total fosfor yang melebihi baku mutu pada beberapa stasiun mengindikasikan akumulasi fosfor, yang pada kondisi danau oxbow berpotensi dilepaskan kembali dari sedimen dan meningkatkan risiko eutrofikasi.  Kata kunci: Danau liut, kualitas air, Kalimantan Barat
PEMANFAATAN PLANKTON DAN PERIPHYTON SEBAGAI BIOINDIKATOR LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA DI MUARA SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Marniati, Patrisia; Adijaya, Mardan; Padmarsari, Widadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.43551

Abstract

The Kakap River estuary is a densely populated estuary with various kinds of community activities, which have the impact of reducing water quality and causes pollution. To see the level of pollution in these waters, one of the methods used is using plankton and periphyton as bioindicators. The purpose of this study was to determine the class composition, and saprobic coefficient for plankton and periphyton in the Kakap River Estuary, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. The method used was purposive random sampling. The research location is divided into 4 stations based on the estimated opportunity opportunities information. The research was conducted in March, April and June 2020 at the Kakap River Estuary, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. Based on the research, the plankton composition found consisted of 10 phytoplankton classes and 8 classes including zooplankton. The periphyton composition found consisted of 8 classes. The saprobic coefficient of plankton is in the α / β-mesosaprobic phase with moderate pollution levels of organic and inorganic materials. The saprobic coefficients of the periphyton phase are in the α "“ mesosaprobic phase and the poly- microbic phase with the pollution level of heavy enough to very heavy organic matter. Key words: Plankton, Periphyton, Bioindicators, Organic Waste.
ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG KAWASAN EKOWISATA DANAU BELIBIS KABUPATEN SANGGAU KALIMANTAN BARAT irwan, irwan; Adijaya, Mardan; Hadinata, Fitra Wira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.68724

Abstract

Danau Belibis merupakan objek wisata yang terletak di Dusun Telabang, Desa Subah Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau. Kawasan ini awalnya merupakan tempat tambang emas yang dialih fungsikan sebagai tempat wisata karena sudah tidak digunakan untuk menambang emas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian wisata, daya dukung kawasan dan ekowisata Danau Belibis. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah wawancara, kuesioner pada bulan juni sampai agustus 2022 yang terdiri dari tiga stasiun dengan pengamatan menggunakan Purposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini pengunjung atau masyarakat berusia tujuh belas tahun keatas. Sampel yang digunakan sebanyak seratus responden, pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling. Hasil dari Analisis kesesuaian ekowisata dikelompokkan berdasarkan parameter yang telah ditetapkan. Hasil dari pengukuran wisata berkemah dinyatakan sesuai karna tipe hamparan daratan dan luas tepian danau yang mendukung kegiatan berkemah. Memancing di nyatakan sesuai karena sumberdaya ikan yang cukup melimpah. Berperahu, sepeda air, kano tergolong sesuai di karenakan kedalaman air yang tergolong aman serta penutupan tanaman air yang tidak menggangu aktifitas wisata. Duduk santai dan melihat pemandangan tergolong sangat sesuai karena pemandangan hutan yang khas dan asri serta memiliki pemandangn danau yang indah. Daya dukung kawasan untuk kegiatan wisata adalah 669 orang perhari dengan total luas area 1650m ². Berkemah di lakukan 89 orang dengan luas area 500m ². Wisata memancing ada 12 orang dengan luas area kolam yang dapat di gunakan 150m ². Wisata berperahu di danau dapat dilakukan pada luas area 150m ² dan dapat menampung 48 orang. Wisata sepeda air dapat menampung 96 orang dengan luas area 150m ². Wisata kano dapat di lakukan pada luas area 200m ² dapat menampung 64 orang. Wisata duduk santai dengan luas area 250m ² dapat menampung 200. Wisata melihat pemandangan dapat menampung 160 orang dengan luas area 250m ².