Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JTePP

EFEK BLANCHING TERHADAP KANDUNGAN PROKSIMAT PADA TEPUNG WORTEL (Daucus carota L.) Helilusiatiningsih, Nunuk
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 1 No 01 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTePP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan tepung wortel meliputi beta karoten, serat, protein, lemak, vitamin dan mineral serta zat bioaktif antioksidan. Blanching adalah metode proses pemanasan cepat untuk menginaktivasi enzim yang umum dilakukan dengan suhu kurang dari 100°C, dapat dilakukan dengan air, uap dan energi microwave. Tujuan penelitian adalah mempelajari efek blanching terhadap kandungan proksimat pada tepung wortel. Metode penelitian adalah uji kuantitatif dengan parameter kadar proksimat meliputi kadar air, kadar abu, lemak, protein, dan serat. Perlakuan percobaan ada 3 jenis yaitu tanpa blanching, blanching kukus dan rebus selama 10 menit. Hasil analisa proksimat pada tepung wortel tanpa blanching (TB) berturutan yaitu kadar air kadar abu, protein, lemak, serat dalam (%) yaitu 9,45; 3,21; 7,56; 4,23; 17,35, tepung BK yaitu 7,36; 2,19; 9,99; 5,87; 20,41, dan tepung BR yaitu 8,15; 2,98; 8,12; 5,12; 18,10. Jadi pengaruh blanching mempertahankan kadar proksimat lebih tinggi dibanding tanpa blanching, yang paling baik adalah dengan metode kukus menghasilkan tepung wortel yang tinggi kadar proksimatnya.
PENENTUAN KADAR MINERAL PADA ORGAN TANAMAN ROSELLA (Hibiscus sabdariffa) METODE AAS (Atomic Absorption Spectroscopy) helilusi, nunuk
Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian Vol 1 No 2 (2025): Jurnal Teknologi Pangan dan Produk Pertanian (JTEPP)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rosella dapat tumbuh dengan subur di Indonesia terutama daerah dataran tinggi,. Tanaman ini sangat dikenal saat ini karena kelopak bunga rosella dapat digunakan sebagai minuman kesehatan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan diuretik. Permasalahan yang belum dilakukan penelitian adalah kandungan mineral pada organ tanaman sebab setelah panen raya tanaman ini akan di cabut sehingga limbahnya berupa batang, akar, daun tidak banyak digunakan. Penelitian bertujuan mempelajari kandungan mineral pada batang, daun, akar, biji, kelopak bunga. Metode yang digunakan yaitu AAS, Hasil penelitian menunjukkan hasil secara berurutan Kadar mineral bunga : Kalium (K): 1456 mg/100g; Magnesium (Mg): 58 mg/100g; Kalsium (Ca): 337 mg/100g; Fosfor (P): 115 mg/100g; Besi (Fe): 2,3 mg/100g; Seng (Zn): 1,4 mg/100g. Kadar mineral biji : Kalium (K): 1287 mg/100g; Magnesium (Mg): 76 mg/100g; Kalsium (Ca): 225mg/100g; Fosfor (P): 165 mg/100g; Besi (Fe): 3,3mg/100g; Seng (Zn): 2,1 mg/100g. Kadar mineral daun : Kalium (K): 1.668mg/100g; Magnesium (Mg): 115 mg/100g; Kalsium (Ca): 424 mg/100g; Fosfor (P): 236 mg/100g; Besi (Fe): 4,3 mg/100g; Seng (Zn): 3,6 mg/100g. Kadar mineral batang: Kalium (K): 1.350mg/100g; Magnesium (Mg): 62 mg/100g; Kalsium (Ca): 243 mg/100g; Fosfor (P): 128 mg/100g; Besi (Fe): 2,5 mg/100g; Seng (Zn): 1,8 mg/100g. kadar mineral akar : Kalium (K): 857 mg/100g; Magnesium (Mg): 38 mg/100g; Kalsium (Ca): 166 mg/100g; Fosfor (P): 72 mg/100g; Besi (Fe): 1,8 mg/100g; Seng (Zn): 0,6 mg/100g.