Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS DETERMINAN PENDAPATAN PETANI PADI DI KECAMATAN TANJUNG MORAWA Ade Firmansyah Tanjung; Arina Ruzanna; Fadhliani; Asih Makarti Muktitama; Anis Nugrahawati; Ahmad Rizki Harahap
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 3 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v3i2.821

Abstract

Perkembangan kemajuan ekonomi pedesaan tergantung pada daya dukung serta keberagaman komoditas pertanian yang ada. Tantangan dan hambatan sektor pertanian di pedesaan masih menjadi masalah yang paling prioritas untuk segera diselesaikan. Upaya keberadaan dari sektor pertanian diharapkan dapat memberikan dampak yang meluas bagi perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat pedesaan.Tujuan penelitian untuk menganalisis determinan pendapatan petani padi sawah di Kecamatan Tanjung Morawa. Dalam penelitian ini yang dijadikan responden adalah petani padi. Metode analisis data dalam penelitian menggunakan analisis regresi linier berganda. Dari hasil penelitian dalam menganalisis determinan pendapatan petani padi sawah, ada beberapa faktor yang secara signifikan mempengaruhi pendapatan petani padi yaitu luas panen, hasil produksi dan biaya produksi.
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAKAN AYAM PEDAGING SISTEM CLOSED HOUSE DI PETERNAKAN BINAAN PT. CIOMAS ADISATWA Khairul Akbar; Dede Ruslan; Sutejo Perangin Angin; Ade Firmansyah Tanjung
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v7i1.952

Abstract

Peternakan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk membudidayakan ternak agar mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut. Saat ini sistem peternakan dengan konsep closed house lebih direkomendasikan oleh para peternak, karena beberapa peternak telah membuktikan bahwa dengan menggunakan sistem closed house mampu meningkatkan kualitas daging ayam tersebut dan memiliki daya saing yang lebih baik sehingga keuntungan peternak semakin besar. Analisis pendapatan sangat perlu dilakukan pada usaha peternakan ayam karena dengan melakukan analisis pendapatan pada usaha peternakan tersebut pelaku usaha dapat mengetahui besar pendapatan yang diperolehnya dan menjadi lebih selektif mengenai prospek usaha peternakan ayam pedaging dimasa yang akan datang. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Pendapatan yang diterima usaha peternakan ayam pedaging ini dalam sekali proses produksi adalah sebesar Rp.93.641.479, yang diperoleh dari hasil pengurangan total penerimaan dengan total biaya produksi usaha peternakan ayam pedaging tersebut. Sedangkan nilai R/C ratio yang diperoleh usaha peternakan ayam pedaging dengan sistem closed house di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai yaitu sebesar 1,16. Nilai R/C ratio 1,16 dapat diartikan bahwa setiap Rp.100 biaya yang dikeluarkan maka diperoleh penerimaan sebesar Rp.116.
ANALISIS TINGKAT INFLASI TERHADAP INVESTASI DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI SUMATERA UTARA Ahmad Rizki Harahap; Ade Firmansyah Tanjung
Jurnal Edueco Vol. 6 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Prodi Pendidikan Ekonomi Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/edueco.v6i1.154

Abstract

Penelitian ini dengan tujuan mengetahui pengaruh tingkat inflasi dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi Sumatera Utara pada periode 2001-2021. Jenis data yang diperlukan yaitu jenis data sekunder yang dimaksud ialah data yang sudah jadi atau dipubikasi diambil dari data BPS (Badan Pusat Statistik) Sumatera Utara dan penelitian ini diolah menggunakan metode OLS (Ordinary Least Square ) yang terdapat dalam analisis regresi berganda. Hasil penelitian menjelaskan bahwa inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi Sumatera Utara sedangkan investasi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu jika inflasi tinggi dapat berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara begitu juga dengan investasi jika mengalami kenaikan maka akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi.
PENDAMPINGAN KEGIATAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI LINGKUNGAN POLSEK MEURAH MULIA Cut Rozana Sari; Ade Firmansyah Tanjung; Fadhliani Fadhliani; Septiarini Zuliati; Anis Nugrahawati; Sakral Hasby Puarada
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3658-3664

Abstract

Setiap warga negara mempunyai hak untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan bukan menjadi kekhawatiran terkait dengan kedaulatan atau ketersediaan pangan. Pemerintah harus mempunyai rencana untuk menjamin ketahanan, kemandirian, dan kecukupan pangannya sendiri dan meramalkan perubahan yang akan terjadi baik secara domestik maupun global. Pangan berkembang seiring dengan kesempatan dan pergantian peristiwa secara mekanis. Tujuan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Polsek Meurah Mulia di Kabupaten Aceh Utara adalah untuk meningkatkan produktivitas pekarangan dan pemanfaatan tanaman pangan, khususnya tanaman cabai dan brokoli. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2023. Alat yang digunakan adalah cangkul, garpu, gunting, dan polibag. Kegiatan P2L diikuti oleh anggota kepolisian di Polsek Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara sehingga anggota kepolisian di Polsek Meurah Mulia dapat memahami teknik budidaya pertanian, khususnya tanaman cabai yang merupakan komoditas andalan Indonesia. Tahapan kegiatan meliputi (1) memberikan pemaparan tentang program P2L terhadap ketahanan pangan dan (2) memberikan demonstrasi dan pelatihan P2L. Peserta sangat antusias dan berperan aktif ketika mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pengabdian. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan edukasi memanfaatkan lahan pekarangan menjadi pekarangan pangan lestari demi mewujudkan ketahanan pangan di masyarakat.
PENDAMPINGAN KEGIATAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI LINGKUNGAN POLSEK MEURAH MULIA Cut Rozana Sari; Ade Firmansyah Tanjung; Fadhliani Fadhliani; Septiarini Zuliati; Anis Nugrahawati; Sakral Hasby Puarada
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3658-3664

Abstract

Setiap warga negara mempunyai hak untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan bukan menjadi kekhawatiran terkait dengan kedaulatan atau ketersediaan pangan. Pemerintah harus mempunyai rencana untuk menjamin ketahanan, kemandirian, dan kecukupan pangannya sendiri dan meramalkan perubahan yang akan terjadi baik secara domestik maupun global. Pangan berkembang seiring dengan kesempatan dan pergantian peristiwa secara mekanis. Tujuan kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Polsek Meurah Mulia di Kabupaten Aceh Utara adalah untuk meningkatkan produktivitas pekarangan dan pemanfaatan tanaman pangan, khususnya tanaman cabai dan brokoli. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2023. Alat yang digunakan adalah cangkul, garpu, gunting, dan polibag. Kegiatan P2L diikuti oleh anggota kepolisian di Polsek Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara sehingga anggota kepolisian di Polsek Meurah Mulia dapat memahami teknik budidaya pertanian, khususnya tanaman cabai yang merupakan komoditas andalan Indonesia. Tahapan kegiatan meliputi (1) memberikan pemaparan tentang program P2L terhadap ketahanan pangan dan (2) memberikan demonstrasi dan pelatihan P2L. Peserta sangat antusias dan berperan aktif ketika mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pengabdian. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan edukasi memanfaatkan lahan pekarangan menjadi pekarangan pangan lestari demi mewujudkan ketahanan pangan di masyarakat.
PROFITABILITY ANALYSIS OF BAKED BUSINESS IN DEWANTARA DISTRICT, NORTH ACEH REGENCY (CASE STUDY: BUNDA LISA'S MILK SPONGE CAKE BUSINESS) Frisko Mende Karina Padang; Muhammad Authar; Riani; Zuriani; Ade Firmansyah Tanjung
Jurnal Mahasiswa Agribisnis Vol. 5 No. 1 (2026): July
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jma.v5i1.26905

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are an economic sector that plays a crucial role in supporting community economic growth, particularly in the food industry. One of the businesses operating in this sector is Bolu Susu Bunda Lisa in Dewantara District, North Aceh Regency, which produces various types of cakes such as milk sponge cake, banana cake, coconut cake, and bhoi, using wheat flour, eggs, sugar, and other supporting ingredients as the main raw materials. The decline in production since 2022, caused by rising raw material prices that were not followed by adjustments in selling prices, has led to a decrease in production volume and has affected both income and business efficiency. This study aims to analyze the profitability level of Bolu Susu Bunda Lisa using cost analysis, revenue, profit, Break Even Point (BEP), Margin of Safety (MOS), and Margin Income Ratio (MIR) approaches. The results show that the milk sponge cake product has a total production cost of Rp. 1,369,382.69 per production process, generating a profit of Rp. 340,617.31 with a profitability level of 20%. The coconut cake product has a total production cost of Rp. 424,438.56, with a profit of Rp. 85,561.44 and a profitability of 16.72%. The banana cake product has a total production cost of Rp. 428,570.73, generating a profit of Rp. 101,429.27 with a profitability level of 19.19%. Meanwhile, the bhoi product has a total production cost of Rp. 198,292.20, with a profit of Rp. 71,707.80 and the highest profitability level of 26.54%. Although all cake products contribute to the business revenue, there are differences in efficiency and profitability levels influenced by the production cost structure of each product. Products with lower production costs tend to have higher profitability levels compared to those with higher production costs, even if they generate greater revenue. This is due to differences in raw material usage, production processes, and cost efficiency for each type of product. Based on these findings, Bolu Susu Bunda Lisa business is still considered profitable and feasible for further development Keywords: BEP, Cake Business, MIR, MOS, MSMEs, Profitability.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN PINANG (Areca catechu L) DIKECAMATAN SAWANG Dewi Alya; Saral Hasby Puarada; Ade Firmansyah Tanjung; Suryadi; Muhammad Authar ND
Jurnal Mahasiswa Agribisnis Vol. 4 No. 1 (2025): July
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jma.v4i1.21479

Abstract

This research was conducted in Sawang District, North Aceh Regency, Riseh Tunong Village, Gunci Village, and Blang Teurakan Village. The samples taken were from the 3 villages as many as 20 farmers from Riseh Tunong Village, 15 farmers from Gunci Village and 13 farmers from Blang Teurakan Village. This study aims to 1) describe the general overview of areca nut marketing channels in Sawang District, North Aceh Regency. 2) analyze the efficiency of areca nut marketing in Sawang District, North Aceh Regency. The data used in this study is primary data obtained based on the results of observations and interviews conducted using questionnaires on sample farmers and traders and supported by secondary data from several literature. Based on the results of the research, it is known that areca nut marketing in Sawang District consists of 3 marketing channels, namely 1) channel I consists of farmers - wholesalers - end consumers/exporters, 2) channel II, namely farmers - collectors - final consumers/exporters, 3) channel III, namely farmers - collectors - wholesalers - end consumers/exporters. The results of the analysis of the most efficient marketing margin value are based on the size of the margin, namely channel I, which is Rp.2,800/Kg. the value of the farmer's share received by the largest farmer, namely in channel I, is 65% and the value of the profit-to-cost ratio in channel I Ï/C>1 is 3%.Keywords: Marketing Efficiency, Marketing Channel, Marketing Margin, Farmer's Share, Ï/C Ratio
STRATEGY DEVELOPMENT FARMING CHILLI RED IN PEMATANG BANDAR DISTRICT REGENCY SIMALUNGUN Amelia Junita; Ade Firmansyah Tanjung; Sakral Hasby; Setia Budi; Nopri Yanto
Jurnal Mahasiswa Agribisnis Vol. 4 No. 2 (2026): January
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jma.v4i2.26132

Abstract

This study was conducted in Pematang Bandar Subdistrict, Simalungun Regency, with the aim of analyzing strategies for developing red chili farming in embankment port Subdistrict t, Simalungun Regency, through a SWOT and QSPM analysis approach. Data was obtained from 21 red chilli farmer respondents using interviews, observations, and questionnaires. The SWOT analysis results showed that the identification of internal and external factors in red chilli farming in Pematang Bandar Subdistrict consisted of 4 internal strengths and 4 internal weaknesses, while external factors resulting in 3 opportunities and 3 threats. Based on the QSPM calculation results, the priority The strategy chosen is to improve the quality and quantity of production through the application of better cultivation technology, the use of superior seeds, and integrated pest control, with a total attractiveness score (TAS) of 6.68.