Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Strategi Pembentukan Karakter Siswa Melalui Program Dokter Cilik Berbasis Kaderisasi Kesehatan Jeki Pornomo; Jasmin Ambas; Nurul Anisa; Mitha Rahmilah; Mujtahidah, Mujtahidah
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.562

Abstract

Masa anak-anak merupakan periode emas yang sangat menentukan pola perilaku dan nilai-nilai yang akan dianut sepanjang hidup. Seiring perkembangan kebutuhan masyarakat, sekolah tidak cukup hanya mengajarkan pengetahuan kognitif melainkan juga harus menyediakan wahana bagi siswa dalam membangun karakter positif dan keterampilan hidup. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pembentukan karakter siswa sekolah dasar melalui optimalisasi program Dokter Cilik berbasis kaderisasi kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi edukasi interaktif, praktik langsung, evaluasi dan seleksi kader kesehatan. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada siswa. Pembahasan menyoroti peranan program dalam membangun nilai tanggung jawab, kepedulian sosial serta pentingnya pelibatan berbagai pihak. Monitoring berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor diidentifikasi sebagai solusi atas kesenjangan keberlanjutan kaderisasi. Penguatan model kaderisasi dan sinergi sekolah, keluarga serta tenaga kesehatan direkomendasikan untuk keberhasilan jangka panjang.
Analisis Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Diabetes Mellitus Berdasarkan Instrumen MMAS-8 di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar: Analysis of Medication Adherence Among Patients with Diabetes Mellitus Based on the MMAS-8 Instrument at Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital, Makassar Jasmin Ambas; Andi Atssam Mappanyukki; Dian Anggraeni Rachman; Samsiana
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9292

Abstract

Peningkatan beban penyakit Diabetes Melitus (DM) di Indonesia ditunjukkan oleh hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang melaporkan prevalensi DM sebesar 11,7% pada penduduk usia ?15 tahun. Tren ini menandakan urgensi penguatan manajemen kepatuhan pengobatan di fasilitas layanan kesehatan, termasuk rumah sakit rujukan nasional seperti RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Tujuan penelitian untuk memberikan gambaran kepatuhan minum obat pasien DM. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional yang bertujuan menggambarkan tingkat kepatuhan minum obat pasien DM tipe 2 dan karakteristik demografisnya. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) terhadap 84 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara deskriptif untuk menilai distribusi kepatuhan berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan. Sebagian besar pasien menunjukkan kepatuhan rendah (58,33%), sedangkan kepatuhan sedang sebesar 22,62% dan kepatuhan tinggi 19,05%. Kepatuhan lebih tinggi ditemukan pada responden berusia <60 tahun, berpendidikan tinggi, dan berstatus bekerja. Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien DM di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar masih rendah. Diperlukan intervensi edukatif dan konseling rutin berbasis literasi kesehatan, terutama bagi pasien usia lanjut dan tidak bekerja, untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan dan hasil klinis jangka panjang.
Penerapan Participatory Action Research dalam Edukasi Gizi Melalui Demonstrasi Pengolahan Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting di Bonto Perak Widyaningsih, Yasinta Indah; Jasmin Ambas; Andi Nurzakiah Amin; Mahendri Deayu Putri; Nurfalia Harfah
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service program addressed persistent nutritional problems among vulnerable groups by strengthening knowledge and practical skills related to complementary feeding using local food sources. The activity aimed to enhance community awareness and behavioral readiness in preventing stunting through a Participatory Action Research (PAR) approach. The program was implemented in [insert location] and involved approximately 50 participants, including pregnant women, mothers of children under five, adolescent girls, and community health volunteers. Educational sessions were combined with a hands-on cooking demonstration of a locally adapted complementary food, Kue Lumpur, enriched with milkfish (Chanos chanos), moringa leaves, and pumpkin to increase nutrient density. Data were collected through pre-test and post-test assessments to evaluate changes in participants’ knowledge. The results demonstrated a substantial improvement, indicated by a marked increase in the proportion of participants achieving the “good” knowledge category and a notable reduction in the “poor” category. These findings show that the integration of clinical nutrition education with practical food preparation effectively enhances comprehension and promotes healthier feeding practices. Overall, the program highlights the potential of community-driven, participatory approaches to support stunting prevention efforts at the grassroots level.
Pelatihan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Berbasis QR Code di Kelurahan Anrong Appaka Rachman, Dian Anggraeni; Istiqamah, Nurul Fajriah; Haeril; Ambas, Jasmin; Wahyudin
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.568

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan dan kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan teknologi QR Code pada tanaman obat keluarga (TOGA) di Kelurahan Anrong Appaka. Kegiatan terdiri dari sosialisasi pentingnya TOGA, pelatihan pembuatan dan pemasangan QR Code, serta praktik pemanfaatan informasi digital berbasis QR Code. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan identifikasi, serta motivasi masyarakat dalam mengembangkan dan menggunakan TOGA sebagai alternatif kesehatan keluarga. Implementasi QR Code efektif memudahkan akses informasi, memperkuat edukasi kesehatan tradisional, dan mendorong partisipasi lintas generasi. Inovasi ini direkomendasikan untuk direplikasi dalam program edukasi kesehatan berbasis teknologi sederhana di masyarakat lain.
Sustainable Publich Health Financing dalam Perspektif Green Economy Ambas, Jasmin; Handayani , Meliana; Fitri, A.Ulfiana
Journal of Public Health Indonesian Vol. 2 No. 6 (2026): MARCH-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/7rhg1k15

Abstract

Sustainable public health financing has become an increasingly important issue in the context of global health system resilience and sustainable development. Many countries continue to face chronic underinvestment in primary health care and increasing financial pressures due to demographic changes, environmental risks, and emerging health crises. At the same time, the concept of the green economy has gained attention as an integrated framework that connects economic development, environmental sustainability, and social well-being. This study aims to analyze sustainable public health financing from a green economy perspective by examining how green financial instruments and sustainability-oriented policies can support resilient health systems. The study employed a qualitative approach using a systematic literature review of peer-reviewed articles published between 2020 and 2025 related to public health financing, green finance, and sustainable development. The findings indicate that integrating green finance instruments, such as green bonds, climate funds, and environmental taxation, can contribute to improving environmental quality, strengthening health infrastructure, and supporting long-term public health outcomes. However, the implementation of green finance in health systems remains constrained by regulatory limitations, institutional capacity gaps, and fragmented financing structures. Therefore, integrating green economy principles into public health financing frameworks can provide strategic pathways for developing resilient, equitable, and environmentally sustainable health systems.
IMPLEMENTASI PERAK SEHAT: INTEGRASI EDUKASI GIZI KLINIK, LEAFLET KODE QR, DAN DEMONSTRASI MASAK PANGAN LOKAL UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Widyaningsih, Yasinta Indah; Ambas, Jasmin; Amin, Andi Nurzakiah; Putri, Mahendri Deayu; Harfah, Nurfalia
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.3096

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem that affects children's physical growth and cognitive development, particularly during the first 1,000 days of life. The contributing factors include unbalanced nutrient intake, inadequate parenting practices, recurrent infections, and limited access to healthcare services. Preventing stunting requires a comprehensive strategy that enhances knowledge, fosters positive attitudes, and strengthens balanced nutrition practices within the community. This community service activity, titled “Implementation of PERAK SEHAT: Integration of Clinical Nutrition Education, QR Code Leaflets, and Local Food Cooking Demonstrations for Stunting Prevention,” aimed to improve participants’ knowledge, attitudes, and behavioral intentions related to balanced nutrition. The methods employed included interactive lectures, group discussions, and cooking demonstrations using local food ingredients, involving pregnant women, mothers of toddlers, and adolescent girls in Bonto Perak Village, Pangkajene and Islands Regency. Evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments to measure changes in knowledge, attitudes, and behavioral intentions. The results showed an increase in participants’ knowledge, positive attitude shifts, and stronger commitment to applying balanced nutrition principles. The digital leaflet served as a reinforcing medium that enabled participants to revisit the information at home. In conclusion, this activity proved to be an effective public health promotion strategy by integrating education and practical application to encourage positive behavioral changes related to balanced nutrition as an effort to prevent stunting.
Analisis Pengaruh Beban Kerja Dan Motivasi Perawat Terhadap Kualitas Pelayanan Di Ruang Rawat Inap RS Islam Faisal Makassar Tahun 2019. Misnawaty A. Muin; Rasyidin Abdullah; Jasmin Ambas
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i2.246

Abstract

Pelayanan keperawatan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Pelayanan Keperawatan merupakan cerminan dari pelayanan rumah sakit. Tenaga keperawatan bertanggungjawab memberikan pelayanan keperawatan yang optimal dalam meningkatkan dan mempertahankan mutu pelayanan keperawatan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan motivasi kerja perawat terhadap kualitas pelayanan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Islam Faisal. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 115 perawat, dan sampel sebanyak 89 orang dihitung menggunakan teknik Slovin yang terbagi di 8 ruang rawat inap di RS. Islam Faisal. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dianalisis dengan menggunakan program SPSS (statistic package for social science). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh positif beban kerja dan signifikan terhadap kualitas pelayanan di ruang rawat inap RS. Islam Faisal Makassar dengan nilai (p 0,002), (2) ada pengaruh positif motivasi dan signifikan terhadap kualitas pelayanan di ruang rawat inap RS. Islam Faisal Makassar dengan nilai (p 0,000), (3) ada pengaruh beban kerja dan motivasi kerja secara simultan terhadap kualitas pelayanan di ruang rawat inap RS. Islam Faisal Makassar dengan nilai 0,369 (36,9%) dengan p 0,000. Beban Kerja mempengaruhi kualitas pelayanan, sehingga beban kerja dan motivasi harus menjadi perhatian bagi pimpinan rumah sakit.
Generasi Remaja Bebas Diabetes melalui Edukasi Pola Hidup Sehat di Sekolah Walangadi, Zulkifli; Ambas, Jasmin; Anisa, Nurul; Samsiana; Rachman, Irwandi
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 2 (2026): Mei (sedang proses penerbitan)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i2.2143

Abstract

Diabetes mellitus is a non-communicable disease with a continuously increasing prevalence and poses a significant public health challenge. Early prevention efforts, particularly among junior high school adolescents, are essential to reduce the risk of developing diabetes in adulthood. This community service activity aimed to improve students’ knowledge of diabetes prevention through the adoption of a healthy lifestyle. The activity was conducted among 23 ninth-grade students at SMP Negeri 3 Bontonompo Selatan Satap Salajo. A pre-experimental design using a one group pretest–posttest approach was applied. The intervention consisted of contextual and interactive health education delivered through lectures, discussions, and question-and-answer sessions. Students’ knowledge levels were assessed using a 10-item questionnaire administered before and after the educational intervention. The results demonstrated an improvement in students’ knowledge, indicated by an increased proportion of students categorized as having good knowledge and a rise in the mean knowledge score from 59.13 in the pretest to 70 in the posttest. These findings indicate that school-based health education is an effective promotive and preventive strategy for early diabetes mellitus prevention.