Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Rancang Bangun Prototipe Pemantau Kekeruhan Air Dan Pengaturan Pakan Ikan Louhan Pada Akuarium Berbasis IOT Yulia Siska, Diah; Pranindito, Dadiek; Yuliantoro, Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmengevaluasi performa sensor Light Dependent Resistor(LDR) dalam sistem otomasi lampu jarak jauh sepedamotor yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT).Sistem ini dirancang untuk merespons intensitas cahayadi lingkungan sekitar, terutama dari arah kendaraanlain, guna mengatur kecerahan lampu secara otomatissehingga potensi silau dapat diminimalkan. Komponenutama yang digunakan meliputi sensor LDR,mikrokontroler NodeMCU ESP8266, layar OLED, sertakoneksi ke aplikasi Telegram melalui protokolkomunikasi MQTT.Proses kalibrasi dilakukan dengan membandingkankeluaran ADC dari sensor dengan pembacaan luxmenggunakan lux meter standar, dan menghasilkankorelasi linear dengan akurasi tinggi. Sistem diuji dalamrentang kecepatan kendaraan antara 10 hingga 70km/jam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa padakecepatan 10 km/jam tercatat intensitas cahaya sebesar69,26 lm/m², meningkat menjadi 278,63 lm/m² dikecepatan 20 km/jam, dan mencapai 378,77 lm/m² pada30 km/jam. Namun, pada 40 km/jam, intensitas turundrastis menjadi 50,71 lm/m², sedangkan pada kecepatan50 dan 60 km/jam, sistem tidak mendeteksi cahaya samasekali (0,00 lm/m²). Di kecepatan 70 km/jam, sensorkembali mendeteksi cahaya dengan intensitas sebesar73,16 lm/m².Secara keseluruhan, sistem menunjukkanresponsivitas dan akurasi yang baik dalam mendeteksicahaya sekitar serta mampu mengirimkan data secarareal-time melalui Telegram. Temuan ini mendukungefektivitas penggunaan sensor LDR dalam sistemotomatisasi lampu kendaraan, yang dapat meningkatkankeselamatan berkendara pada malam hari.Kata Kunci: LDR, ESP8266, IoT, lux meter,Telegram, MQTT, kecepatan kendaraan, kalibrasisensor
Rancang Bangun Smart Indoor Farming Berbasis Internet of Things Dengan Visible Light Communication Hasriya Putri, Elvina; Yuliantoro, Prasetyo; Pranindito, Dadiek
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan bercocok tanam pada lingkunganperkotaan menghadapi beberapa rintangan, sepertiketerbatasan ruang dan waktu. Hal ini dikarenakan lahan hijauyang semakin mengecil dan juga padatnya kesibukanmasyarakat yang tinggal di perkotaan. Hidroponik menjadisolusi bercocok tanam yang efisien di tengah keterbatasan lahandi perkotaan. Namun meskipun hidroponik menjadi solusiefisien untuk bercocok tanam di lahan terbatas, pemantauankualitas air seperti pH dan TDS masih dilakukan secaramanual. Hal ini menyebabkan ketidaktepatan dalampengaturan nutrisi, yang dapat menghambat pertumbuhantanaman dan mengurangi hasil panen. Contohnya, nilaikeasaman air yang tidak terkontrol dapat menyebabkan akarmembusuk atau tanaman keracunan nutrisi Hidroponik hadirsebagai salah satu solusi yang dapat dilakukan oleh masyarakatperkotaan untuk mengatasi keterbatasan lahan karena dapatdilakukan di dalam rumah. Namun, pemeliharaan hidroponikmemiliki cara pemantauan yang lebih rumit dibandingkantanaman biasa. Pada tanaman hidroponik, pemilik harusmelakukan pemantauan keasaman air dan juga nilai kualitasair yang dilakukan dengan alat ukur. Maka diperlukan sebuahsistem dengan tujuan untuk memudahkan pemilik hidroponikdalam melakukan pemantauan kualitas hidroponik nya. Sistemsmart indoor farming atau pertanian pintar didalam ruanganini dibuat agar pemilik hidroponik dapat melakukanpemantauan dari telepon seluler masing-masing denganmemanfaatkan teknologi visible light communication dan jugainternet of things. Sistem ini mampu mengirimkan data keaplikasi telegram pada telepon seluler pemiliknya denganmemanfaatkan cahaya lampu pada tanaman hidroponik.Kata kunci— Hidroponik, Kualitas air, Visible LightCommunication, Internet of Things
Analisis dan Simulasi Routing Border Gateway Protocol (BGP) Antar Autonomous System menggunakan Free Range Routing (FRR) Sahal Nurhidayah, Muhammad; Pranindito, Dadiek; Dyah Wahyuningrum, Reni
Jurnal Litek : Jurnal Listrik Telekomunikasi Elektronika Vol. 19 No. 2 (2022): Jurnal Litek, September 2022
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.326 KB) | DOI: 10.30811/litek.v19i2.11

Abstract

Perkembangan dunia teknologi yang begitu pesat membuat pertukaran data dalam komunikasi global sangatlah penting. Agar pertukaran data antar perusahaan dapat berkomunikasi satu dengan lainnya menggunakan perangkat yang memiliki nilai biaya rendah dan kehandalan yang tinggi, maka menerapkan metode routing Border Gateway Protocol (BGP) menggunakan Free Range Routing (FRR). FRR merupakan software yang dibuat dari kolaborasi antara cumulus foundation dan linux foundation yang difungsikan berjalan di layer network dan dapat menjalankan routing protocol BGP. Penelitian ini menggunakan protokol User Datagram Protocol (UDP) untuk memeriksa kualitas jaringan topologi 1 (4 FRR) dan topologi 2 (6 FRR) di berbagai ukuran data, yaitu 10 MB, 20 MB, 30 MB, 40 MB, dan 50 MB dengan menggunakan skenario tanpa failover dan failover. Pengujian topologi 1 dengan skenario tanpa failover menunjukan nilai rata-rata throughput 10,805 Mbps, rata-rata delay 3,441 ms, rata-rata jitter 0,747 ms, rata-rata packet loss 0%, pada skenario failover nilai rata-rata throughput 10,754 Mbps, rata-rata delay 100,039 ms, rata-rata jitter 0,928 ms, rata-rata packet loss 0,349%. Pengujian topologi 2 dengan skenario tanpa failover menunjukan nilai rata-rata throughput 10,797 Mbps, rata-rata delay 124,786 ms, rata-rata jitter 1,132 ms, rata-rata packet loss 0%, pada skenario failover dengan rute failover terbaik menunjukkan nilai rata-rata throughput 10,734 Mbps, rata-rata delay 445,864 ms, rata-rata jitter 1,096 ms, rata-rata packet loss 0,341%. Pada dua topologi pengujian, hasil dari parameter Quality of Service (QoS) menggunakan topologi 1 lebih baik daripada topologi 2. Hasil pengujian dikategorikan performa “sangat baik” pada skenario tanpa failover dan dikategorikan performa “sangat baik” hingga “sedang” pada skenario failover.
Analisis Kinerja Video Streaming menggunakan Gateway Load Balancing Protocol (GLBP) dan Hot Standby Router Protocol (HSRP) pada Jaringan IPv6 Pranindito, Dadiek; Pamungkas, Nurul Aziz; Arifwidodo, Bongga
InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan Vol 6, No 2 (2022): InfoTekJar Maret
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/infotekjar.v6i2.4208

Abstract

Video streaming merupakan sebuah konsep dalam mengirimkan data berupa video yang dilakukan secara broadcast dan terus-menerus ke perangkat penerima melalui jaringan. Dalam menjalankan layanan video streaming memerlukan kemampuan jaringan yang dapat bertahan dan tetap berjalan ketika terjadi kegagalan. Penggunaan mekanisme network redudancy dapat mengatasi masalah apabila salah satu jalur mati dengan menggunakan jalur cadangan yang akan secara otomatis menggantikan jalur utama. Pilihan protokol yang dapat mengatasi masalah kegagalan jaringan yaitu Gateway Load Balancing Protocol (GLBP) dan Hot Standby Router Protocol (HSRP). Pada penelitian ini dilakukan perbandingan antara kedua protokol tersebut dengan pengujian berdasarkan kualitas file video dengan resolusi 360p, 480p, 720p dan 1080p yang dijalankan pada jaringan dengan dan tanpa penggunaan skenario redundancy. Implementasi pengujian jaringan yang dilakukan adalah menggunakan sebuah server, sebuah klien, sebuah switch dan empat router yang dirancang menggunakan pengalamatan IPv6. Pengujian menggunakan parameter QoS yaitu, delay, packet loss, throughput dan jitter. Hasil pengujian didapatkan nilai QoS saat dijalankan layanan video streaming baik menggunakan protokol GLBP maupun HSRP didapatkan hasil baik sesuai standarisasi ITU-T G.1010. Pada saat digunakan skenario kegagalan jaringan, berdasarkan nilai delay, packet loss, throughput dan jitter protokol GLBP menunjukan hasil lebih baik dibandingkan HSRP
Anlisis QoS Open IMS Core berbasis Network Function Virtualization pada Protokol TCP Khoirunnidzom, Nizam; Pranindito, Dadiek; Ikhwan, Syariful
Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan IT Vol 4, No 1 (2019): JPIT, Januari 2019
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/jpit.v4i1.1254

Abstract

IP Multimedia Subsystem (IMS) is an NGN technology to convergence support of wireline and wireless networks with QoS guarantees. Therefore IMS is widely used by telecommunications operators. Increasing customers make operators overwhelmed by having to replace or add new devices to increase IMS capacity, which is less profitable for operators on the operational costs. The concept of Network Function Virtualization (NFV) is solve the problem. The concept changed of hardware-dedicated to software-dedicated in a virtual environment allows the NFV to be more flexible in increasing device capacity and can reduce dependence on hardware purchases. In this research IMS implemented using Open IMS Core and NFV infrastructure software using OpenStack. analysis based on QoS file transfer services and web servers by measuring parameters throughput, delay, jitter, and packet loss. Based on the measurement of QoS parameters obtained by traffic load of 0 Mbps, 10 Mbps, 20 Mbps, 30Mbps. The throughput average values on file transfer service are 0.2906 Mbit / s and 16.4366 Mbit / s on web server services. The delay average value on file transfer service is 25.5077 ms and 0.7708 ms on the web server service. The resulting jitter value is less than 1 ms. Percentage of packet loss is less than 1%.