Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Terhadap Berbagai Jarak Tanam dan Pemberian Bokashi Zulfahmi, Reza; Aulia Putrantri, Desty; Adzania Lestari, Mustika
Mediagro: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 21 No 3 (2025): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v21i3.12761

Abstract

Sweet corn is a high-value horticultural commodity with steadily increasing market demand. This study aimed to evaluate the production of sweet corn under different plant spacing and bokashi application. The research was conducted at the Horticultural Experimental Garden of Politeknik Negeri Lampung from July to October 2024, using a two-factor Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications. The first factor was plant spacing, consisting of three levels: 100 cm × 20 cm (JT1), 80 cm × 20 cm (JT2), and 60 cm × 20 cm (JT3). The second factor was bokashi application, also consisting of three levels: no bokashi (B0), 2.5 kg/m² bokashi (B1), and 5.0 kg/m² bokashi (B2). The results indicated that planting distance had a significant effect on all observed parameters. Bokashi application significantly influenced all observed parameters except stem diameter and cob diameter. No significant interaction was observed between planting distance and bokashi application. The 80 cm × 20 cm planting distance produced the highest yield, reaching 14.25 tons/ha. Bokashi application improved plant growth and yield compared to the control. Keywords: Bokashi Biofertilier, Growth, Horticulture, Yield
Pelatihan Pembuatan Biofertilizer Bokashi sebagai Alternatif Substitusi Pupuk Kimia di Kabupaten Tulang Bawang Barat Zulfahmi, Reza; Putrantri, Desty Aulia; Lestari, Mustika Adzania
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i2.6914

Abstract

Farmers' dependence on chemical fertilizers remains a major problem in Indonesia's agricultural system, including in West Tulang Bawang Regency. The high price of chemical fertilizers and their negative impact on soil fertility have prompted the need for innovative, environmentally friendly, and sustainable alternatives. One solution is bokashi biofertilizer. This activity aims to enhance farmers' knowledge and skills in producing and utilizing bokashi biofertilizer independently, thereby reducing their dependence on chemical fertilizers and increasing the efficiency of agricultural waste utilization. The community service activity was carried out using a participatory method through several stages: situation analysis, outreach, hands-on bokashi production, and evaluation through pre- and post-tests. The materials used included straw, husks, livestock manure, bran, water, and EM4 solution, using simple tools easily accessible to farmers. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge and skills. The average pre-test score of 55% increased to 85% in the post-test. This activity also had positive socio-economic impacts, including increased farmer awareness of environmentally friendly agricultural practices, the formation of group initiatives to produce bokashi together, and savings of up to 30% on chemical fertilizer costs in the following planting season. Farmers demonstrated a positive attitude and commitment to continuing independent bokashi production. This activity contributed to the sustainability of the community empowerment program by promoting farmer independence, enhancing more productive organic waste management, and fostering the creation of a sustainable agricultural system in West Tulang Bawang Regency. Ketergantungan petani terhadap pupuk kimia masih menjadi persoalan utama dalam sistem pertanian di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Harga pupuk kimia yang tinggi serta dampak negatifnya terhadap kesuburan tanah mendorong perlunya alternatif inovatif yang lebih aman bagi lingkungan serta berkelanjutan. Biofertilizer bokashi menjadi salah satu solusi yang dapat dipilih. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memproduksi serta memanfaatkan biofertilizer bokashi secara mandiri, guna mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan limbah pertanian. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan metode partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu analisis situasi, sosialisasi dan penyuluhan, praktik langsung pembuatan bokashi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Bahan yang digunakan meliputi jerami, sekam, kotoran ternak, dedak, air, dan larutan EM4 dengan alat sederhana yang mudah dijangkau oleh petani. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada aspek pengetahuan dan keterampilan peserta. Nilai rata-rata pre-test sebesar 55% meningkat menjadi 85% pada post-test. Kegiatan ini juga memberikan dampak sosial ekonomi positif, antara lain meningkatnya kesadaran petani terhadap praktik pertanian ramah lingkungan, terbentuknya inisiatif kelompok untuk memproduksi bokashi bersama, serta penghematan biaya pupuk kimia hingga 30% pada musim tanam berikutnya. Petani menunjukkan sikap positif dan berkomitmen untuk melanjutkan produksi bokashi secara mandiri. Kegiatan ini berkontribusi terhadap keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat dengan mendorong kemandirian petani, pengelolaan limbah organik yang lebih produktif, serta terciptanya sistem pertanian yang berkelanjutan di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Transformasi Pertanian Konvensional Menuju Presisi: Studi Kasus Penerapan Rainwater Harvesting pada Gapoktan di Tulang Bawang Barat Aniessa Rinny Asnaning; Agiska Ria Supriyatna; Desty Aulia Putrantri
NEAR: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NEAR
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/nr.v5i1.3233

Abstract

Keterbatasan sumber daya air menjadi salah satu kendala utama dalam peningkatan produktivitas pertanian di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Sebagian besar petani hortikultura di wilayah ini masih mengandalkan curah hujan musiman dan penyiraman manual, sehingga berisiko mengalami penurunan hasil panen terutama pada musim kemarau. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada transfer teknologi pemanenan air hujan (Rainwater Harvesting) yang diintegrasikan dengan sistem irigasi cerdas hemat air (smart irrigation). Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui enam tahapan, yaitu sosialisasi dan pemetaan kebutuhan, pelatihan teknis dan manajerial, implementasi teknologi, pendampingan dan monitoring, evaluasi, serta penyusunan strategi keberlanjutan. Implementasi teknologi meliputi pembangunan sistem pemanenan air hujan berkapasitas 5.000 liter, penerapan irigasi cerdas di instalasi hidroponik, serta integrasi sensor IoT untuk monitoring kualitas dan ketersediaan air. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dengan rata-rata nilai pretest 42,3 meningkat menjadi 84,7 pada posttest. Secara teknis, sistem yang diterapkan mampu menampung rata-rata 4.200 liter air hujan per bulan, menghemat penggunaan air hingga 43%, dan meningkatkan produktivitas hortikultura sekitar 25% dibanding kondisi awal. Kesimpulannya, penerapan teknologi pemanenan air hujan dan smart irrigation terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi air, produktivitas pertanian, serta kapasitas kelembagaan petani.