Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KOMBINASI HERBAL STEAM BATH DAN PIJAT ENDORPHIN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI WILAYAH SURABAYA Shinta Wurdiana Rhomadona; Dianita Primihastuti
Bahasa Indonesia Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v11i2.373

Abstract

Pentingnya memberikan ASI telah memiliki bukti kuat(1). Namun kenyataanya, banyak kendala dalam penerapanya(2). Data menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif di Indonesia sebesar 89,4%(2020). Salah satu penyebabnya stres yang dialami ibu akan menghambat pelepasan hormon oksitosin, jika terjadi stres refluks oksitosin akan terhambat akibat pelepasan adrenalin oleh hormon stres yang mempengaruhi produksi ASI(3). Faktor fisik akibat komplikasi ataupun kelelahan setelah melahirkan juga berdampak pada produksi ASI(4)(1). Metode non-farmakologik yang dapat membantu menstimulasi produksi ASI adalah dengan herbal steam bath(5). Ini merupakan budaya kearifan lokal yang sampai saat ini masih dilestarikan di berbagai wilayah Indonesia sebagai terapi pada ibu nifas. Alternative lain yang memiliki tujuan serupa dengan herbal steam bath adalah pijat endorphin yang dapat merangsang hipofisis posterior untuk menghasilkan oksitosin, sehingga hal ini dapat meningkatkan produksi ASI(6). Penerapan kedua metode ini kepada ibu nifas diharapkan mampu meningkatkan produksi ASI. Tujuan penellitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kombinasi herbal steam bath dan pijat endorphin terhadap produksi ASI ibu nifas di wilayah surabaya. Desain penelitian ini adalah quasy experiment (two group pre-post test design). Penelitian ini dilakukan pada ibu nifas di TPMB wilayah Surabaya. Penelitian dilakukan selama 6 bulan dari bulan Juni 2022 – November 2022. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kelompok perlakuan diberikan intervensi selama 1 minggu sebanyak 2x yaitu Herbal Steam Bath selama 5-20 menit, sedangkan pijat endorphin selama 20 menit. Pijat oksitosin dilakukan pada kelompok kontrol selama 1 minggu dengan frekuensi 2 kali dalam seminggu selama 20 menit. Masing-masing kelompok diberikan pre test dan post test untuk mengetahui produksi ASI dengan indikator peningkatan BB bayi, peningkatan frekuensi BAK dan BAB. Analisis data dengan wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kombinasi mandi uap herbal dan pijat endorphin terhadap peningkatan produksi ASI dengan nilai =0,000 atau < 0,05. Terdapat perbedaan produksi ASI yang signifikan pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai =0,000 atau < 0,05. Kesimpulan: Dengan melakukan kombinasi mandi uap herbal dan pijat endorphin secara teratur dapat meningkatkan produksi ASI.
The Effect of Herbal Steam Bath to Increasing Breast Milk Production in Postpartum Mothers Shinta Wurdiana Rhomadona; Dianita Primihastuti
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 2 No. 6 (2022): December
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v2i6.184

Abstract

The importance of breastfeeding has strong evidence[1]. But in reality, there are many obstacles in its implementation[2]. Data shows that exclusive breastfeeding in Indonesia is 89.4% (2020). Physical factors due to complications or fatigue after giving birth also have an impact on breast milk production, so mothers tend to fail to exclusively breastfeed[3][1]. A non-pharmacological method that can reduce postpartum stress, increase comfort and body fitness so as to help stimulate breast milk production is the herbal steam bath.[4]. This is a culture of local wisdom that is still preserved in various parts of Indonesia as a therapy for postpartum mothers. The purpose of this study was to analyze the effect of herbal steam bath on breast milk production for postpartum mothers in Surabaya. The design of this study was a quasi-experimental (two group pre-post test design). This research was conducted on postpartum mothers in Surabaya. The study was conducted for 6 months. Determination of the sample using purposive sampling technique. The treatment group was given intervention for 1 week as much as 2x, namely Herbal Steam Bath for 5-20 minutes. Endorphin massage was performed in the control group for 1 week with a frequency of 2 times/week for 20 minutes. Each group was given a pre-test and post-test to determine the production of breast milk with indicators of increased baby weight, increased frequency of urination and defecation. Data analysis with independent T-test and Mann Whitney. The results showed that there was a significant effect of herbal steam baths on increasing breast milk production with a value of = 0.012 or <0.05. There was a significant difference in milk production in the treatment group compared to the control group with a value of = 0.004 or <0.05. Conclusion: By doing of herbal steam baths it can increase milk production.
Pemberdayaan Kader Lansia Melalui Pelatihan Kesehatan Dan Pelatihan Hidroponik Taufan Citra Darmawan; Saut Horas Hamonangan Nahampun; Dianita Primihastuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i2.379

Abstract

Special challenges for the elderly in the health sector such as the emergence of degenerative problems, non-communicable diseases, and mental health problems as well as economic problems in the form of reduced work productivity, limited employment opportunities, and poverty are the biggest threats to the welfare of the elderly. Most of the elderly in the Mojotengah, Menganti, Gresik areas only do their daily activities at home. Many elderly people experience health problems but do not seek treatment due to distance and financial constraints. Therefore it can be said that the area has the potential to develop the potential of the elderly. The purpose of this activity is to form elderly cadres and conduct training on health checks and pioneering a hydroponic business as a means to improve the standard of living of the elderly The implementation method is carried out by forming elderly cadres aged over 55 years. 30 residents were selected to become elderly cadres who then carried out 2 trainings consisting of training on inspection and use of medical devices as well as hydroponic training. Activities are carried out once a month. The results of the implementation of the empowerment of the elderly in the Mojotengah area replace Gresik, namely that cadres have been formed. Cadres are not only at the RW level but also representatives of each RT. After training on the use of medical devices in collaboration with the puskesmas, the elderly cadres who had been trained were able to apply these activities. Besides that, after the hydroponic training, most of the plants managed to grow quite well, the plants produced can be consumed, only the quality of the plants produced is still not optimal due to differences in temperature and air quality, so that in the future it is hoped that further programs can be carried out related to the problem of hydroponic planting and marketing.
PEMBERIAN MP-ASI OPTIMAL DALAM UPAYA MENCEGAH KEJADIAN STUNTING Dianita Primihastuti; Shinta Wurdiana Rhomadona; Intiyaswati Intiyaswati
Bahasa Indonesia Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/kep.v11i2.400

Abstract

Stunting menurut WHO didasarkan pada indeks panjang badan / tinggi badan dibanding umur dengan batas nilai kurang dari -2 SD (Standart deviasi). Negara Indonesia menduduki peringkat kelima dunia untuk jumlah anak dengan kondisi stunting. Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak terdiri dari Faktor genetik dan lingkungan.Salah satu faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi yaitu pemberian MP-ASI, dimana MPASI merupakan faktor predisposisi yang penting diberikan pada bayi sejak usia 6 bulan untuk menopang kecukupan gizinya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian makanan pendamping ASI terhadap kejadian stunting di wilayah putat jaya Surabaya. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian observasional analitik korelatif dan case control sebagai desain penelitian. Besar sampel yaitu 64 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi square, dengan nilai P < 0,05. Hasil penelitian ini yaitu ada hubungan pemberian makanan pendamping ASI dengan kejadian stunting (p value = 0,001).Kesimpulan: Terdapat Hubungan yang signifikan antara makanan pendamping ASI dengan kejadian stunting diwilayah Putat Jaya Surabaya.
SOSIALISASI SADARI SEBAGAI LANGKAH AWAL PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA DI WILAYAH KEDINDING TENGAH SEKOLAHAN, SURABAYA Dianita Primihastuti; Intiyaswati Intiyaswati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/pengabmas.v3i2.403

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan keganasan pada jaringan payudara yang dapat berasal dari epitel duktus maupun lobulusnya. Berdasarkan Pathological Based Registration di Indonesia, KPD menempati urutan pertama dengan frekuensi relatif sebesar 18,6%. Di Indonesia, lebih dari 80% kasus ditemukan berada pada stadium yang lanjut, dimana upaya pengobatan sulit dilakukan. Periksa payudara sendiri atau SADARI hingga saat ini merupakan cara deteksi dini kanker payudara yang cukup efektif. SADARI mudah dilakukan dan bisa diterapkan kepada semua usia, baik remaja dan wanita dewasa. Tujuan : melakukan sosialisasi pendidikan kesehatan melalui SADARI pada warga di wilayah Kedinding Tengah Sekolahan sebagai upaya deteksi dini kanker payudara Metode: Penyuluhan berupa ceramah dan simulasi dengan menggunakan powerpoint dan leaflet. Hasil : Kegiatan berjalan dengan baik dan optimal. Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman responden yang sebelum diberikan penyuluhan pengetahuan kurang sebanyak 20 responden (66,60 %) dan setelah diberikan penyuluhan menjadi cukup sebanyak 23 Responden (77 %) dan baik sebanyak 2 responden (6,66%). Kesimpulan: Pengetahuan ibu usia subur semakin bertambah dalam melakukan SADARI.
STUDI TINGKAT PENGETAHUAN AKSEPTOR TENTANG EFEK SAMPING PIL KB KOMBINASI Dianita Primihastuti; Shinta Wurdiana Rhomadona; Intiyaswati Intiyaswati
Bahasa Indonesia Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Kebidanan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/keb.v12i1.497

Abstract

Keluarga berencana adalah suatu program pemerintah untuk menjarangkan/ merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi. pil KB, yaitu kontrasepsi yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan, mengandung hormon estrogen dan progesteron dengan cara minum pil setiap hari secara teratur. Selama ini masalah yang dihadapi para pengguna pil KB adalah efek samping pada masa adaptasi. Efek samping tersebut meliputi mual, perdarahan bercak, pusing, nyeri payudara, berat badan naik, amenorea, dan penurunan gairah seks. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan akseptor tentang efek samping pil KB Kombinasi. Berdasarkan tujuan penulis, desain penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif. Populasi penelitiannya adalah akseptor pil KB Kombinasi di PMB Any Iswahyuni, Amd. Keb Demak Surabaya pada tanggal 1-14 April 2023 sebanyak 32 akseptor. Sampel yang diambil dengan cara purposive sampling sebanyak 30 akseptor. Dari hasil penelitian ini didapatkan tingkat pengetahuan akseptor tentang efek samping pil KB Kombinasi di PMB Any Iswahyuni, Amd. Keb yaitu 3 akseptor (10%) berpengetahuan baik, 7 akseptor (23%) berpengetahuan cukup dan 20 akseptor (67%) berpengetahuan kurang, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan akseptor tentang efek samping pil KB Kombinasi di PMB Any Iswahyuni, Amd. Keb yang terbanyak adalah kurang. Dengan demikian diharapkan tenaga Kesehatan meningkatkan upaya-upaya untuk menambah pengetahuan akseptor pil KB Kombinasi di PMB Any Iswahyuni, Amd. Keb.
PENERAPAN LATIHAN PRENATAL GENTLE YOGA DAN INHALASI AROMATERAPI LAVENDER DALAM MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR IBU HAMIL Shinta Wurdiana Rhomadona; Dianita Primihastuti
Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i2.1135

Abstract

Semakin bertambahnya usia kehamilan maka kualitas tidurnya dapat berkurang. Dilaporkan bahwa sekitar 60% ibu hamil trimester akhir mengalami kelelahan dan >75% mengalami gangguan tidur. Namun keluhan tersebut sering diabaikan, padahal hal tersebut dapat mengakibatkan peningkatan risiko hipertensi gestasional, diabetes, prematuritas, dan depresi pascapersalinan. Gangguan tidur juga dapat menyebabkan fetal distress pada janin dengan ditandai peningkatan denyut jantung janin yang jika dibiarkan akan membuat bayi hiperaktif dan depresi. Upaya-upaya untuk mengatasi gangguan tidur ini adalah dengan kombinasi yoga dan inhalansi aromaterapi lavender. Oleh karena itu peneliti memperkirakan penerapan prenatal gentle yoga  dan  inhalasi aromaterapi lavender akan lebih efektif dapat mempengaruhi kualitas tidur pada ibu hamil. Desain penelitian menggunakan quasy experiment (two group pre-post test design), pada ibu hamil trimester III di BPM Lita Anggraeni, Surabaya sebanyak 30 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dengan kuisoner skala  Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) versi bahasa Indonesi untuk mengetahui kualitas tidur responden. Terdapat pengaruh signifikan kombinasi latihan prenatal gentle yoga dan inhalasi aromaterapi lavender dalam meningkatkan kualitas tidur pada kelompok perlakuan dengan nilai p =0,011 atau p <0,05.  Ada perbedaan signifikan kualitas tidur dikelompok perlakuan dan dikelompok kontrol, yaitu nilai p =0,004 atau p <0,05. Gerakan pada Prenatal gentle yoga dan aroma lavender dapat mendorong dan merangsang pengeluaran endorfin yang berdampak tubuh rileks dan timbul rasa nyaman sehingga dapat mudah untuk tertidur. Dengan berlatih kombinasi prenatal gentle yoga serta inhalasi aromaterapi lavender secara rutin dapat meningkatkan kualitas tidur secara alamiah, mudah dan aman tanpa pengobatan farmakologi yang dapat menganggu kesehatan ibu dan janin. Kata kunci: Kehamilan, Kualitas Tidur, Lavender, Yoga DOI: 10.5281/zenodo.4771694
PENGGUNAAN PEANUT BALL UNTUK MENGURANGI NYERI PERSALINAN DAN MEMPERLANCAR PROSES PENURUNAN KEPALA JANIN PADA PERSALINAN KALA I DI BPM WILAYAH SURABAYA Dianita Primihastuti; Shinta Wurdiana Romadhona
Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i1.1137

Abstract

Fase dalam persalinan dibagi menjadi 4 kala. Kala 1 Persalinan  inilah fase dimana terjadi penurunan bagian terbawah janin yang diikuti dengan bertambahnya kontraksi uterus. Pada kala I persalinan ibu mengalami kontraksi yang menyebabkan rasa nyeri dengan waktu yang lama. Peanut ball adalah bola yang digunakan dalam terapi fisik atau latihan sederhana yang berbentuk seperti kacang dan tepat di antara kaki wanita sehingga kedua kaki dapat membuka otot panggul untuk meningkatkan kemajuan persalinan dan memfasilitasi penurunan kepala janin. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh penggunaan peanut ball terhadap nyeri persalinan dan proses penurunan kepala janin pada persalinan kala I BPM (Bidan Praktik Mandiri) wilayah Surabaya. Metode penelitian menggunakan quasy experiment (post test only design). Sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Besar sampel kelompok kontrol dan perlakuan masing-masing 15 sampel. Prosedur pengambilan data dilakukan menggunakan  kuisioner, lembar partograf, dan skala NRS. Analisis data menggunakan Uji statistik Mann-Whitney. Intensitas nyeri persalinan pada ibu bersalin kala I fase aktif yang menggunakan peanut ball lebih rendah dari pada ibu bersalin yang tidak menggunakan peanut ball dengan nilai α =0,004 atau α <0,05. Ibu bersalin kala I fase aktif yang menggunakan peanut ball memiliki intensitas nyeri persalinan lebih rendah dan mengalami penurunan kepala lebih cepat dibandingkan dengan ibu yang tidak menggunakan peanut ball. DOI: 10.5281/zenodo.5202861
Combination of Herbal Steam Bath and Endorphin Massage to Increasing Breast Milk Production Shinta Wurdiana Rhomadona; Dianita Primihastuti
Journal of Midwifery Vol 8, No 1 (2023): Journal of Midwifery
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jom.8.1.12-23.2023

Abstract

The importance of breastfeeding has strong evidence. Complementary therapy that can increase milk production is to increase comfort and body fitness by using herbal steam baths. This is local wisdom that is still preserved in Indonesia as a therapy for postpartum mothers with water vapor. Another similar alternative is endorphin massage, which is a light touch therapy on the neck, back and arms that can trigger the release of endorphins that affect milk production. The purpose of this study was to estimate that the combination of the two methods would be more effective in influencing breast milk production. This research design is a quasi-experimental. The population in this study were postpartum mothers at the Independent Practice Midwife in Surabaya with a total sample of 40 which were divided into treatment and control groups, using purposive sampling technique. The treatment group was given intervention with a combination of herbal steam baths 2x/week for 5-20 minutes and endorphin massage 2x/week for 20 minutes, while the control group was not given. Each group was given a pre-test and post-test to determine the volume of breast milk production with indicators of increased baby weight, increased frequency of urination and defecation. Statistical test using Mann Whitney and Shapiro Wilk. The results showed that there was a significant effect of the combination of herbal steam baths and endorphin massage on increasing breast milk production with a value of α =0,000 atau α <0,05. There was a significant difference in milk production in the treatment group compared to the control group with a value of α =0,000 atau α <0,05. Conclusion: By doing a combination of herbal steam baths and endorphin massage regularly, it can increase milk production.
PEMBERIAN INFORMASI DALAM UPAYA MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN ANAK SEBELUM SIRKUMSISI MASAL Aristina Halawa; Eny Astuti; Ni Putu Widari; Dianita Primihastuti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.20338

Abstract

Kegiatan sirkumsisi sudah umum dilakukan namun anak yang menjalani sirkumsisi sering mengalami kecemasan karena kurangnya informasi yang benar tentang sirkumsisi dan mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan setelah sirkumsisi. Tujuan dari kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi kepada anak anak yang akan menjalani sirkumsisi sehingga mereka tidak lagi mengalami kecemasan yang nantinya dapat mempengaruhi perkembangan anak bila tidak diatasi. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di Pergudangan Jemundo Blok BB no 14 di Desa Jemundo Sidoarjo yang dihadiri oleh 20 anak yang akan menjalani kegiatan sirkumsisi massal. Anak yang akan menjalani sirkumsisi ini berasal dari warga Desa Jemundo RW V RT 23 : 3 anak, RT 24 : 4 anak, RT 25 : 4 anak dan peserta dari Panti Asuhan Immanuel Surabaya sebanyak 9 anak. Tingkat kecemasan anak diukur sebelum dan sesudah pemberian informasi tentang sirkumsisi dan tehnik mengurangi nyeri nafas dalam. Berdasarkan hasil kuisioner diketahui bahwa sebelum kegiatan pemberian informasi sebagian besar anak anak yang akan menjalani sirkumsisi mengalami tingkat kecemasan sedang yaitu sebanyak 11 anak (55%) sedangkan setelah pemberian informasi Sebagian besar anak anak tidak mengalami kecemasan dalam menjalani sirkumsisi yaitu 12 orang (60%). Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian informasi dapat menurunkan tingkat kecemasan anak anak yang akan menjalani sirkumsisi.