Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH AKTIVITAS FISIK, PARITAS DAN USIA TERHADAP RUPTURE PERINIUM DI TPMB SARI MEILINA Intiyaswati, Intiyaswati; Primihastuti, Dianita
Bahasa Indonesia Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Kebidanan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/keb.v14i1.719

Abstract

Pendahuluan : Rupture Perineum merupakan robekan yang terjadi pada perineum pada saat persalinan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh dari aktivitas fisik, paritas dan usia terhadap rupture perineum di TPMB Sari Meilina. Metode : Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre eksperimen one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu post partum di TPMB Sari Meilina dengan teknik non probability sampling diperoleh sampel 20 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi untuk mengetahui aktifitas fisik dan data sekunder dari buku register laporan persalinan untuk mengetahui usia, paritas, dan kejadian rupture perineum. Variabel independen dalam penelitian ini adalah aktivitas fisik, paritas, usia sedangkan Variabel dependen dalam penelitian ini adalah intensitas ruptureperineum. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α = 0,05.Hasil : Hasil uji statistik dengan menggunakan uji wilcoxson diketahui bahwa besarnya nilai p-value 0,000 lebih kecil dari nilai α = 0,05 (.000 < 0,05)sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh aktivitas fisik, paritas, usia terhadap rupture perineum di TPMB Sari Meilina. Menurut hasil perhitungan dalam uji wilcoxon signed rank test terdapat kolom tingkatan yaitu mean rank dan sum of rank sserta kategori negative ranks ,positive ranks, dan ties. Dalam penelitian ini, didapatkan hasil jumlah dari negative ranks adalah 19a yang berarti terdapat 19 responden yangada pengaruh terhadap aktivitas fisik, paritas dan usia terhadap rupture perineum. Pada kategori positive ranks menunjukkan nilai 0b yang artinya tidak ada pengaruh terjadinya rupture perineum.Diskusi :pertugas kesehatan mampu meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
PENERAPAN LATIHAN PRENATAL GENTLE YOGA DAN INHALASI AROMATERAPI LAVENDER DALAM MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR IBU HAMIL Rhomadona, Shinta Wurdiana; Primihastuti, Dianita
Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i2.1135

Abstract

Semakin bertambahnya usia kehamilan maka kualitas tidurnya dapat berkurang. Dilaporkan bahwa sekitar 60% ibu hamil trimester akhir mengalami kelelahan dan >75% mengalami gangguan tidur. Namun keluhan tersebut sering diabaikan, padahal hal tersebut dapat mengakibatkan peningkatan risiko hipertensi gestasional, diabetes, prematuritas, dan depresi pascapersalinan. Gangguan tidur juga dapat menyebabkan fetal distress pada janin dengan ditandai peningkatan denyut jantung janin yang jika dibiarkan akan membuat bayi hiperaktif dan depresi. Upaya-upaya untuk mengatasi gangguan tidur ini adalah dengan kombinasi yoga dan inhalansi aromaterapi lavender. Oleh karena itu peneliti memperkirakan penerapan prenatal gentle yoga  dan  inhalasi aromaterapi lavender akan lebih efektif dapat mempengaruhi kualitas tidur pada ibu hamil. Desain penelitian menggunakan quasy experiment (two group pre-post test design), pada ibu hamil trimester III di BPM Lita Anggraeni, Surabaya sebanyak 30 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dengan kuisoner skala  Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) versi bahasa Indonesi untuk mengetahui kualitas tidur responden. Terdapat pengaruh signifikan kombinasi latihan prenatal gentle yoga dan inhalasi aromaterapi lavender dalam meningkatkan kualitas tidur pada kelompok perlakuan dengan nilai p =0,011 atau p <0,05.  Ada perbedaan signifikan kualitas tidur dikelompok perlakuan dan dikelompok kontrol, yaitu nilai p =0,004 atau p <0,05. Gerakan pada Prenatal gentle yoga dan aroma lavender dapat mendorong dan merangsang pengeluaran endorfin yang berdampak tubuh rileks dan timbul rasa nyaman sehingga dapat mudah untuk tertidur. Dengan berlatih kombinasi prenatal gentle yoga serta inhalasi aromaterapi lavender secara rutin dapat meningkatkan kualitas tidur secara alamiah, mudah dan aman tanpa pengobatan farmakologi yang dapat menganggu kesehatan ibu dan janin. Kata kunci: Kehamilan, Kualitas Tidur, Lavender, Yoga DOI: 10.5281/zenodo.4771694
PENGGUNAAN PEANUT BALL UNTUK MENGURANGI NYERI PERSALINAN DAN MEMPERLANCAR PROSES PENURUNAN KEPALA JANIN PADA PERSALINAN KALA I DI BPM WILAYAH SURABAYA Primihastuti, Dianita; Romadhona, Shinta Wurdiana
Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i1.1137

Abstract

Fase dalam persalinan dibagi menjadi 4 kala. Kala 1 Persalinan  inilah fase dimana terjadi penurunan bagian terbawah janin yang diikuti dengan bertambahnya kontraksi uterus. Pada kala I persalinan ibu mengalami kontraksi yang menyebabkan rasa nyeri dengan waktu yang lama. Peanut ball adalah bola yang digunakan dalam terapi fisik atau latihan sederhana yang berbentuk seperti kacang dan tepat di antara kaki wanita sehingga kedua kaki dapat membuka otot panggul untuk meningkatkan kemajuan persalinan dan memfasilitasi penurunan kepala janin. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh penggunaan peanut ball terhadap nyeri persalinan dan proses penurunan kepala janin pada persalinan kala I BPM (Bidan Praktik Mandiri) wilayah Surabaya. Metode penelitian menggunakan quasy experiment (post test only design). Sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Besar sampel kelompok kontrol dan perlakuan masing-masing 15 sampel. Prosedur pengambilan data dilakukan menggunakan  kuisioner, lembar partograf, dan skala NRS. Analisis data menggunakan Uji statistik Mann-Whitney. Intensitas nyeri persalinan pada ibu bersalin kala I fase aktif yang menggunakan peanut ball lebih rendah dari pada ibu bersalin yang tidak menggunakan peanut ball dengan nilai α =0,004 atau α <0,05. Ibu bersalin kala I fase aktif yang menggunakan peanut ball memiliki intensitas nyeri persalinan lebih rendah dan mengalami penurunan kepala lebih cepat dibandingkan dengan ibu yang tidak menggunakan peanut ball. DOI: 10.5281/zenodo.5202861
OPTIMALISASI PERAN PENGASUH DALAM MENDUKUNG TUMBUH KEMBANG ANAK MELALUI PROGRAM PELATIHAN TERSTRUKTUR DI YAYASAN PONDOK HAYAT Rhomadona, Shinta Wurdiana; Primihastuti, Dianita
Jurnal Booth Dharma Medika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Booth Dharma Medika
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/wb5nhp88

Abstract

Tumbuh kembang anak merupakan proses multidimensional yang mencakup aspek fisik, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional, terutama pada periode emas usia dini. Anak yang tinggal di panti asuhan memiliki risiko lebih tinggi mengalami hambatan perkembangan akibat keterbatasan figur pengasuhan individual dan stimulasi psikososial. Pengasuh memegang peran kunci dalam menciptakan lingkungan asuh yang mendukung tumbuh kembang anak, namun kompetensi pengasuh dalam memberikan stimulasi yang sesuai tahapan perkembangan masih bervariasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran pengasuh dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui program pelatihan terstruktur di Yayasan Pondok Hayat Surabaya. Kegiatan dilaksanakan pada Oktober–November 2025 dengan melibatkan 15 pengasuh. Metode yang digunakan adalah pelatihan terstruktur dan berbasis praktik, meliputi tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi, serta pendampingan tindak lanjut. Materi pelatihan mencakup konsep tumbuh kembang anak, stimulasi perkembangan sesuai usia, deteksi dini penyimpangan perkembangan, dan penerapan stimulasi dalam pengasuhan sehari-hari. Evaluasi dilakukan melalui pretest–posttest pengetahuan dan observasi keterampilan praktik pengasuh. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan pengasuh dari 55,3 menjadi 80,7. Observasi keterampilan menunjukkan sebagian besar pengasuh mampu melakukan stimulasi motorik, bahasa, dan sosial-emosional dengan kategori baik, meskipun penggunaan lembar pemantauan perkembangan masih berada pada kategori cukup. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan terstruktur efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengasuh, serta berpotensi meningkatkan kualitas pengasuhan dan tumbuh kembang anak di panti asuhan secara berkelanjutan.
HUBUNGAN BERAT BAYI LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTURE PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI TPMB LISTIANI DWI RAHAYU DRIYOREJO GRESIK Intiyaswati, Intiyaswati; Primihastuti, Dianita
Bahasa Indonesia Vol 14 No 2 (2025): Jurnal kebidanan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/qp04b367

Abstract

Pendahuluan : Rupture perineum adalah perlukaan perineum yang terjadi saat bayi lahir. Berdasarkan fokus asuhan persalinan normal saat ini yang menganut paradigma pencegahan, maka segala bentuk perlukaan jalan lahir sebaiknya dicegah. Data persalinan di TPMB Listiani Dwi Rahayu menunjukkan peningkatan kejadian rupture perineum yaitu 16,88%  tahun 2024 menjadi 41% tahun 2025. Salah satu faktor yang berpengaruh yaitu berat bayi yang dilahirkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan berat bayi lahir dengan kejadian rupture perineum  pada persalinan normal. Metode : menggunakan metode analitik dengan desain Cross sectional dan menggunakan data sekunder. Populasi penelitian adalah 77 ibu bersalin multigravida tahun 2025 yang pengambilan sampelnya dilakukan secara probability sampling dan tipe yang digunakan simple random sampling dan didapatkan 64 responden. Kemudian dibuat tabel frekuensi, tabulasi silang dan diuji menggunakan Pearson Chi-Square dengan nilai kemaknaan α = 0,05. H1  diterima apabila p < α. Hasil : didapatkan ibu multigravida yang melahirkan bayi dengan berat 2500-4000 gram dan > 4000 gram mayoritas mengalami rupture perineum 71,43%. Sebaliknya ibu multigravida yang melahirkan bayi dengan berat < 2500 gram mayoritas tidak mengalami rupture perineum 59,1%. Dari hasil analisis data menggunakan uji Pearson Chi Square didapatkan nilai p (0,017) < α (0,05) maka Ho ditolak. Diskusi : bahwa terdapat hubungan berat bayi lahir dengan kejadian rupture perineum pada persalinan normal. Dengan demikian diharapkan petugas kesehatan mampu mendeteksi dini faktor resiko yang menyebabkan rupture perineum dan senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki khususnya dalam hal mencegah rupture perineum dengan cara mengikuti pelatihan APN, seminar kesehatan, dan pelatihan kelas ibu hamil.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN TEMPAT PERSALINAN PADA PASIEN HAMIL TRIMESTER IIIDI POLI RUMAH SAKIT PREMIER SURABAYA Primihastuti, Dianita; Santiasari, Retty Nirmala; Yuliana, Erna
Bahasa Indonesia Vol 14 No 2 (2025): Jurnal kebidanan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/hqghg822

Abstract

Latar belakang: jumlah pasien yang melahirkan di RS. Premier Surabaya dari April sampai  Juni 2024 mengalami penurunan, hal ini berbanding terbalik dengan jumlah kunjungan pasien hamil di poli kandungan yang jumlahnya sangat banyak. Perencanaan yang adekuat mencakup pemilihan tempat bersalin yang tepat, yang melibatkan pertimbangan seperti kualitas pelayanan, ketersediaan tenaga penolong, fasilitas yang dimiliki dan kemampuan pembiayaan, karena setiap klinik atau rumah sakit memiliki tarif yang berbeda. Sebab pemilihan tempat bersalin memberikan pengaruh terhadap keberhasilan proses persalinan serta perawatan yang diterima ibu baik selama pe$rsalinan hingga kelahiran bayi. Tujuan penelitian: mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pe$milihan tempat persalinan pada pasien ibu hamil Trimester III di poli RS Premier Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik, dengan sampel 65 orang dan diambil secara consecutive sampling. Data penelitian diperoleh dari hasil kuesioner dengan karakteristik responden (pekerjaan, pendidikan, penghasilan, jarak, pelayanan dokter, pelayanan perawat dan harga). Analisis bivariat dilakukan dengan uji Kruskal wallis. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil dari faktor pekerjaan ibu dengan nilai value p < 0.171, pendidikan ibu memiliki p > 0.028, status ekonomi  memiliki  p > 0.021, jarak memiliki p < 0.155, pe$layanan dokter memiliki p < 0.815, pelayanan perawat memiliki p < 0.660 dan harga memiliki p < 0.001, yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Diskusi: Pendidikan ibu, status ekonomi dan harga memiliki hubungan dengan pemilihan tempat persalinan. Sedangkan pekerjaan ibu, jarak, pelayanan dokter dan pelayanan perawat tidak memiliki hubungan dengan pemilihan tempat persalinan.