Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

STUDI KOMPARATIF KUALITAS SINYAL MODUL TRANSCEIVER SX1278 TERHADAP MODUL CC1101 : KASUS PENGIRIM DATA SENSOR GAS LPG Ria Guswana; Jannus Marpaung; Bomo Wibowo Sanjaya; Fitri Imansyah; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.55367

Abstract

Pada Era perkembangan teknologi pengiriman sinyal pendeteksi kebocoran gas bisa melalui teknologi nirkabel, yaitu teknologi yang memungkinkan orang-orang untuk berkomunikasi, mengakses aplikasi dan informasi tanpa menggunakan kabel, agar mendapatkan kualitas sinyal yang baik modul transceiver yang digunakan adalah Modul Transceiver SX1278 dan Modul CC1101.  Tujuan dari penelitian adalah mengidentifikasi performa sistem komunikasi Modul Transceiver SX1278 dan Modul CC1101 pada jarak jangkauan yang sama dan mengidentifikasi performa kedua modul dalam mentransmisikan data sensor gas LPG.  Menguji parameter dan performansi RSSI dari  Modul Transceiver SX1278 dan Modul CC1101 dengan posisi transmitter dan receiver berjarak 10m, 30, 60m dan 90m dengan masing masing percobaan dilakukan pada kondisi LOS (Line of Sight) dan NLOS (Non-Line of Sight).  Jarak 10 - 60 meter Modul CC1101 lebih unggul dari Modul Transceiver SX1278.  Jarak 10-60 meter Modul CC1101 masuk kategori sangat kuat sampai sangat baik, sedangkan Modul Transceiver SX1278 masuk kategori sangat baik sampai buruk untuk pengujian LOS.  Jarak 90 meter Modul Transceiver SX1278 lebih unggul dikarenakan masih menerima data dari transmitter, sedangkan Modul CC1101 tidak menerima data dari transmitter.  Setiap pertambahan jarak 30 meter pada pengujian performansi Modul Transceiver SX1278 dan Modul CC1101 nilai RSSI semakin menurun, ini artinya semakin jauh jarak transmitter dan receiver semakin buruk sinyal yang diterima.  Pengujian setiap sensor pada masing-masing perangkat  memiliki pembacaan data yang baik sesuai dengan kinerja dan pendeteksian pada masing – masing sensor gas LPG.  Jarak yang dipakai untuk memonitoring dilingkungan sebenarnya sejauh 60 Meter dengan nilai rata-rata RSSI untuk kondisi LOS pada SX1278 adalah -107.2 dBm sedangakan CC1101 sebesar -62.6 dBm.  Nilai rata-rata RSSI untuk kondisi NLOS pada SX1278 sebesar -111.7 dBm sedangkan CC1101 adalah -63 dBm.
IMPLEMENTASI SISTEM KOMUNIKASI TRANSCEIVER 915 MHz UNTUK MONITORING SUHU DAN ON-OFF AC (AIR CONDITIONER) Amanda Setia Wani; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub; Fitri Imansyah; Ade Elbani
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.62998

Abstract

Di dalam ruangan laboratorium telekomunikasi sudah pastinya banyak terdapat alat-alat untuk melakukan praktikum telekomunikasi. Alat-alat praktikum sangat sensitif dengan kondisi suhu didalam ruangan tersebut. Rekaman suhu harus dapat dibaca, disimpan dan harus mudah didapatkan jika diperlukan kembali. Selama ini pemantauan suhu dalam ruangan laboratorium dilakukan secara manual. Diperlukan sebuah sistem untuk monitoring suhu dari jarak jauh sehingga operator ataupun asisten laboratorium yang bertugas tidak harus hadir ke dalam ruangan laboratorium. Untuk mengatasi permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya, penulis mengusulkan pengembangan dalam sistem monitoring suhu menggunakan sistem komunikasi transceiver 915 MHz. Untuk mengatasi permasalahan yang telah dijelaskan sebelumnya, penulis mengusulkan pengembangan dalam sistem monitoring suhu menggunakan sistem komunikasi transceiver 915 MHz. Tujuan tugas akhir ini adalah merancang dan mengimplementasikan sistem komunikasi transceiver 915 Mhz untuk on-off AC dan monitoring suhu di ruangan Laboratorium Telekomunikasi Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura. Pada pengujian dengan jarak  ± 25m didapatkan nilai RSSI -76 dBm hingga sampai -78 dBm. Walaupun nilai RSSI yang didapatkan tidak stabil tapi pada bagian ini dikategorikan nilai yang baik dengan kondisi N-LOS (Non Line of Sight). Nilai RSSI yang tidak stabil disebabkan oleh kondisi pada saat pengiriman data yaitu adanya hambatan berupa dinding dan bangunan-bangunan. Adapun paket data yang dikirimkan dan yang diterima memiliki nilai yang sama, yang artinya pada jarak ± 25m Lora transmitter berhasil mengirimkan paket data dan LoRa receiver  berhasil menerima paket data dengan baik. Jenis antena yang digunakan untuk mendukung kinerja LoRa sangat mempengaruhi kualitas pengiriman data. Jika memakai antena ominidirectional dengan jangkauan yang luas maka data akan terkirim dengan cepat dan nilai RSSI akan cukup stabil.
PRAPENGOLAHAN CITRA MENGGUNAKAN FILTER GABOR BERBASIS GRAPHICAL USER INTERFACE (GUI) UNTUK PENGENALAN WAJAH Nadia Arista; Redi Ratiandi Yacoub; Dedy Suryadi; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52586

Abstract

Pengenalan wajah manusia merupakan cara untuk mengidentifikasi dan mengenali identitas seseorang, karena setiap manusia memiliki struktur wajah yang berbeda-beda. Filter gabor sangat baik untuk menghilangkan noise yang bersifat sebaran nomal, yang banyak di jumpai pada sebaran citra hasil proses digitasi menggunakan kamera karena merupakan fenomena alamiah akibat sifat pantulan cahaya dan kepekaan sensor cahaya pada kamera itu sendiri. Filter gabor adalah Filter blur yang menempatkan warna transisi yang signifikan dalam sebuah image, kemudian membuat warna-warna pertengahan untuk menciptakan efek lembut pada sisi-sisi sebuah image. Sehingga dalam penelitian dilakukan prapengolahan citra mengunakan filter gabor pada citra RGB yang terkontaminasi noise dengan tujuan untuk menghilangkan noise, memberikan efek halus dan blur agar citra dapat dikenali. Hasil penelitian yaitu filter gabor dapat menghilangkan noise, memberikan efek halus dan blur, namun filter ini dipengaruhi oleh banyaknya cahaya yang terdapat pada citra wajah tersebut. Persentase hasil citra baik sebesar 12,5%, persentase hasil citra sedang sebesar 75% dan persentase hasil citra buruk sebesar 25% data citra wajah.
PENGARUH KONDISI LINE OF SIGHT DAN NON LINE OF SIGHT TERHADAP PENGIRIMAN DATA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI LOW POWER WIDE AREA NETWORK Ahmad Supriyogo; Jannus Marpaung; Leonardus Sandy Ade Putra; Fitri Imansyah; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.55507

Abstract

LPWAN merupakan teknologi komunikasi nirkabel yang memiliki bit rate rendah untuk jarak yang jauh dan biaya rendah untuk karakteristik konsumsi daya yang lebih baik. LoRa beroperasi pada pita frekuensi Industrial, Scientific, and Medical (ISM) tidak berlisensi seperti pada frekuensi 2,4GHz, 868MHz, 915MHz, dan 433MHz tergantung pada regulasi masing-masing wilayah. Pada penelitian ini telah berhasil dirancang dan diimplementasikan teknologi LoRa untuk digunakan media transmisi data monitoring cuaca pada kondisi panas dan dingin. Data dari sensor cuaca seperti DHT11, anemometer, rain gauge yang telah diakuisisi oleh Arduino Nano pada sistem transmitter kemudian dikirimkan ke sistem receiver oleh bantuan LoRa dengan tipe RFM95W. Pada penelitian ini dilaukan dengan kondisi cuaca panas dan dingin dengan jarak maksimum yang dicapai. Data yang didapatkan pada pengujian komunikasi LoRa RFM95W berupa RSSI, SNR, dan ToA. Pada pengujian komunikasi LoRA RFM95W terdapat perubahan hasil performansi dari satiap kondisi parameter-parameter transmisi. Pada komunikasi LoRa RFM95W pada LOS dengan kondisi cuaca panas dan dingin menghasilkan jarak 100 meter sampai 1000 meter. Pada komunikasi LoRa RFM95W pada N-LOS dengan kondisi cuaca panas dan dingin menghasilkan jarak 100 meter sampai 500 meter. Pada performa LoRa dengan komunikasi line of sight (LOS) dengan kondisi cuaca panas dan dingin, semakin jauh jarak yang dapat dijangkau maka hasil RSSI dan SNR semakin berkurang dan nilai ToA bertambah naik yang artinya waktu transmisi menjadi lama. Pada performa LoRa dengan komunikasi non line of sight (N-LOS) dengan kondisi cuaca panas dan dingin, semakin jauh jarak yang dapat dijangkau maka hasil RSSI semakin bertambah dan berpengaruh pada perubahan SNR, serta hasil ToA bertambah naik yang dapat diartikan waktu transmisi menjadi lama.
IDENTIFIKASI PENGUKURAN INTENSITAS RADIASI MEDAN ELEKTROMAGNETIK PEMANCAR TELEVISI DAN PENGARUH TERHADAP KESEHATAN MANUSIA Elki Dwi Yanto; Fitri Imansyah; F. Trias Pontia W; Redi Ratiandi Yacoub; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.51368

Abstract

Pemancar televisi merupakan komponen yang berperan sangat penting untuk media penyampaian informasi. Pemancar televisi sebagai media operator yang tersebar di kota Pontianak memiliki daya pancar yang mencakup area komunikasi yang diinginkan. Namun pada setiap pemancar televisi memiliki intensitas radiasi yang belum diketahui oleh masyarakat. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang identifikasi pengukuran intensitas radiasi medan elektromagnetik pemancar televisi dan pengaruh terhadap kesehatan manusia.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar intensitas radiasi yang dihasilkan oleh antena pemancar televisi dan mengetahui aman atau tidak radiasi tersebut untuk kesehatan masyarakat yang bertempat tinggal disekitaran pemancar tersebut.perancangan dilakukan melalui beberapa tahapan  yaitu pengumpulan data ,rancangan analisi data,perancanaan sistem identifikasi intensitas radiasi medan elektromagnetik pemancar televisi pada lokasi yang ditentukan.Pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan alat ukur GM3120 di ukur untuk dua pengukuran yaitu pengukuran medan listrik dan pengukuran medan magnet.Hasil pengukuran nilai intensitas radiasi diperoleh dengan melakukan perlakukan jarak 10 m, 20 m, dan 30 m dari pusat pemancar televisi ke alat ukur,yang kemudian dilakukan perbandingan hasil pengukuran dengan standar paparan radiasi yang telah ditetapkan oleh lembaga WHO yaitu ICNIRP. Berdasarkan rata-rata nilai yang dihasilkan oleh setiap pemancar televisi berada di range 0,72 sampai 0 µT. Intensitas radiasi yang paling besar terukur pada jarak tertentu adalah pada pemancar televisi RCTI,INEWS,MNC TV,GTV,SCTV sebesar 0,72 µT.METRO TV sebesar 0.2 µT dan pada pemancar televisi RUAI Tv sebesar 0,38 µT. Berdasarkan analisa penulis adapun pengaruh dari nilai pengukuran yang besar hal ini dikarenakan terdapat sumber radiasi lain yang terukur. adapun rata rata hasil pengukuran intensitas radiasi untuk jarak 10 m sebesar 0,084444 µT, sedangkan untuk nilai rata rata untuk jarak 20 m sebesar 0,1425 µT dan untuk jarak 30 m 0,1056 µT. Berdasarkan rata rata hasil pengukuran dapat disimpulkan bahwa nilai intensitas radiasi tidak melebihi standar paparan radiasi ICNIRP sehingga intensitas radiasi aman bagi kesehatan masyarakat yang bermukim disekitar pemancar televisi.
PERFORMANSI JARINGAN FIBER TO THE ACCESS POINT (FTTAP) PADA CCTV LALU LINTAS KOTA SINGKAWANG James Oloan Panggabean; Fitri Imansyah; F. Trias Pontia W; Redi Ratiandi Yacoub; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.53844

Abstract

Teknologi yang digunakan serat optik saat ini pada umumnya adalah FTTx, dimana x merupakan titik pengguna jaringan serat optik. Pada penelitian ini FTTx diimplementasikan pada CCTV yang disebut sebagai Fiber To The Access Point dimana CCTV bertindak sebagai access point. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui performa dari jaringan FTTAP yang digunakan oleh CCTV lalu lintas Kota Singkawang. Data yang dikumpulkan dari berbagai pihak akan diolah untuk mendapatkan nilai link power budget dan rise time budget untuk menganalisis kelayakan sistem serta BER (Bit error rate) untuk mengetahui performansi sistem yang digunakan melalui aplikasi optisystem. Optisystem merupakan sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi serat optik dari central office hingga ke end-user. Dari hasil analisis 5 dari 6 CCTV yang dianalisis berdasarkan link power budget mempunyai kategori layak sementara 1 CCTV memiliki nilai loss 11,8004 dBm, yang berada sedikit diatas standar yang dimiliki oleh ICON+ yaitu 10 dBm sehingga memungkinkan terjadinya gangguan pada jaringan. Hasil analisis rise time budget seluruh CCTV dapat dikatakan layak karena keseluruhan nilai rise time budget yang didapat berada dalam standar nilai rise time budget yaitu tidak lebih dari 0,56 ns. Pada simulasi perangkat yang dilakukan dengan jarak terjauh dari OLT ke pengguna yaitu sejauh 17,001 Km dikatakan memiliki performa yang baik karena memiliki nilai BER sebesar 8,54375  dan nilai Q factor sebesar 11,4776.
PENGIRIMAN PAKET DATA DIGITAL DENGAN PEMBAGIAN BANDWIDTH MODUL TRANSCEIVER SX1276 PADA FREKUENSI 915 MHZ Billie Limnan; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub; Fitri Imansyah; Bomo Wibowo Sanjaya
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52080

Abstract

Salah satu faktor penting dalam keberhasilan budidaya ikan Arwana di tambak adalah aspek kualitas air yang tergambar pada beberapa parameter fisik antara lain suhu, derajat keasaman (pH), dan kekeruhan air yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan dan daya tahan ikan Arwana. Untuk itu, perlu melakukan pemantauan secara intensif yakni dengan merancang alat monitoring parameter air menggunakan teknologi Transceiver SX1276 frekuensi 915 MHz. Tujuan penelitian ini merancang sensor parameter air menggunakan teknologi Transceiver SX1276 sebagai media komunikasi dan menganalisis kinerja dalam Transceiver SX1276 dengan pengujian variasi ketinggian antena dan variasi parameter BW (Bandwidth), F (Frequency), SF (Spreading Factor), dan CR (Coding Rate) yang hasilnya akan mempengaruhi nilai RSSI, SNR, PDR, dan ToA pada lingkungan ruang terbuka dan keadaan LOS. Hasil pengambilan data komunikasi menggunakan beberapa variasi ketinggian yang paling baik yaitu 2 meter dengan parameter yang digunakan yaitu nilai F 915 MHz, CR 4/5, BW 250 kHz, dan SF 7 dimana nilai rata-rata yang didapat yaitu RSSI sebesar -103.33 dBm, SNR sebesar 8.33 dB, ToA sebesar 4.51 s, dan rasio PDR sebesar 100%. Rata-rata hasil data yang keluar dari sensor dengan tiga parameter air adalah suhu 27.33 ℃, pH 6.85, dan turbidity 30.17 NTU
RANCANG BANGUN SENTRAL TELEPON PORTABLE BERBASIS VOIP (VOICE OVER INTERNET PROTOCOL) MENGGUNAKAN RASPBERRY PI 4 M. Agil Fahmi; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.44560

Abstract

Penerapan teknologi VoIP dalam komunikasi suara memberikan manfaat yang luas bagi suatu komunitas yang menggunakan telepon, sebab dalam aktifitas berkomunikasi tidak lagi dikenakan biaya selama berbicara. Teknologi VoIP yang dibangun menggunakan Raspberry Pi sebagai komputer yang berfungsi memanage aktifitas komunikasi dan menyimpan data-data nomor telepon yang diaftarkan dan sebuah Router sebagai access point bagi perangkat yang sudah terdaftar dalam database Raspberry Pi. Raspberry Pi diprogram menggunakan software Kamailio sedangkan database menggunakan MySQL, sedangkan pada smartphome menggunakan aplikasi Zoiper. Pengujian yang dilakukan dengan variasi jarak antar router dan dua smartphone yang terhubung dengan metoda LOS dan NLOS. Saat smartphone sedang terhubung, parameter QoS diamati pada smartphone. Jarak efektif terbaik antara setiap smartphone terhadap router adalah 40 meter sehingga jarak antar smartphone menjadi 80 meter. Pada kondisi pengujian tersebut kualitas komunikasi tidak mengalami kendala atau berjalan dengan baik. Dari hasil yang diperoleh tersebut dilakukan peniliain persepsi atau subjektif yang disebut dengan MOS, dari 5 (lima) responden yang diinterview menyatakan VoIP yang dirancang telah bekerja dengan baik tanpa kendala dan merasa puas saat berkomunikasi.
ANALISIS QOS DAN SINPO UNTUK LAYANAN AUDIO VIDEO PADA JARINGAN INDIHOME DI KOTA SANGGAU Muhammad Nugrah Kusumah; Fitri Imansyah; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.61689

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis parameter Quality of Service (QoS) pada jaringan IndiHome dengan mengukur parameter Throughput, Packet Loss, Delay, dan Jitter menggunakan software wireshark serta mengidentifikasi parameter SINPO (signal, interference, noise, propagation dan overall) pada saat melakukan Video Conference dan Video Streaming. Penelitian ini membahas tentang penyebab berkurangnya nilai parameter QoS pada jaringan IndiHome di Kota Sanggau serta pengaruhnya terhadap parameter SINPO pada paket Bandwidth 20 Mbps, 30 Mbps dan 50 Mbps. Dari semua rekapitulasi hasil pengukuran parameter QoS dan pengamatan parameter SINPO dapat disimpulkan bahwa nilai setiap parameter QoS dapat berbeda-beda pada setiap paket yang meliputi kategori buruk, sedang, bagus dan sangat bagus walaupun pada paket Bandwidth yang sama. Penyebab tinggi dan rendahnya nilai dari parameter QoS berbeda-beda, Throughput disebabkan oleh jumlah kedatangan paket yang terukur pada saat proses pengamatan, Packet Loss disebabkan oleh jumlah antrian yang melebihi kapasitas buffer pada setiap node, Delay disebabkan oleh nilai Throughput yang rendah dan jumlah paket yang terkirim sedangkan nilai Jitter dipengaruhi oleh nilai Delay. Faktor eksternal yang dapat menyebabkan berkurangnya nilai QoS adalah kondisi cuaca dan jumlah perangkat yang terhubung pada jaringan. Sedangkan hasil parameter SINPO dipengaruhi oleh baik atau buruknya nilai parameter QoS. Untuk menilai parameter SINPO memiliki cara yang berbeda untuk setiap parameternya. Signal dinilai berdasarkan suara dan gambar yang diterima, Interference dinilai berdasarkan gangguan yang terjadi, Noise dinilai berdasarkan hasil gambar yang diterima, Propagation dinilai berasarkan kualitas sinyal pada saat pengamatan dan Overall merupakan rata-rata dari parameter Signal, Interference, Noise dan Propagation. Untuk menanggulangi parameter Throughput yang memiliki nilai buruk dapat dilakukan dengan membagi beban traffic pada client koneksi internet menggunakan metode Link Balancing.
PERANCANGAN ANTENA HELICAL PADA RADIO TRANSCEIVER SX1276 PADA FREKUENSI 915 MHZ Dul Fitri; Jannus Marpaung; F. Trias Pontia W; Fitri Imansyah; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.51851

Abstract

LoRa merupakan modul transceiver yang bekerja pada rentang frekukensi 433 MHz sampai dengan 920 MHz. Modul ini bisa berkomunikasi dalam jangkauan jauh dengan treatment yang tepat. Salah satu solusi untuk mendapatkan jangkauan yang jauh adalah menambahkan antena pada sisi pemancar dan penerima untuk meningkatkan daya terima sinyal LoRa pada tempat-tempat yang memiliki sinyal dengan level daya rendah. Sehingga peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian dengan melakukan pengukuran RSSI dengan menambahakan antena helical untuk meningkatkan sinyal RSSI (Received Signal Strength Indication) pada ketinggian 40 meter kondisi LOS (Line Of Sight) di atas gedung kedokteran UNTAN Pontianak dan melakukan pengukuran dalam kondisi LOS (Line of sight) dan NLOS (Non Line Of Sight) Dikawasan Lab Telekomunikasi Fakultas Teknik UNTAN Pontianak. Pada penelitian ini dirancang sebuah antenna helical untuk meningkatkan sinyal RSSI pada pemancar dan penerima dengan jangkauan jarak jauh.