Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS PERFORMANSI MODUL RADIO TRANSCEIVER RFM95W MENGGUNAKAN SISTEM KOMUNIKASI BERGERAK SECARA REAL-TIME DI AREA URBAN KOTA PONTIANAK Fikri Shaumanadri; Neilcy Tjahjamooniarsih; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub; F. Trias Pontia W; Fitri Imansyah
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52520

Abstract

Kebutuhan akan suatu komunikasi sangat meningkat mengikuti perkembangan populasi manusia, sehingga untuk mencukupi kebutuhan itu memerlukan jaringan komunikasi yang besar. Wireless merupakan jaringan tanpa kabel yang banyak diminati dan mudah diintegrasikan dengan peralatan – peralatan elektronik. Salah satu teknologi tersebut adalah modul transceiver RFM95W, yaitu sebuah modul seri LoRa (Long Range) dengan kualitas tinggi, seperti penggunaan daya rendah, tahan inteferansi, serta jangkauan komunikasi yang jauh. Pada penelitian ini menggunakan modul transceiver RFM95W untuk mengetahui performansi komunikasi dari modul tersebut dengan menggunakan sistem komunikasi bergerak dan menganalisis kinerja transceiver RFM95W dengan pengujian variasi pola pergerakan, yaitu pola melingkar dan pola lurus, dan variasi kecepatan dari pengujian tersebut akan terlihat nilai RSSI, SNR, PDR, ToA, dan Throughput yang berbeda - beda pada area urban. Hasil nilai RSSI terhadap perubahan kecepatan pada pengujian dengan pergerakan berdasarkan pola pergerakan melingkar, dan lurus diperoleh semakin cepat kecepatan bergerak dapat menurunkan hasil RSSI dan SNR yang dihasilkan dan memperpanjang hasil ToA. Dari hasil RSSI dan SNR yang menurun dapat mempengaruhi transmisi pengiriman dan penerimaan data sehingga ratio PDR pola melingkar, yaitu 92% sedangkan pada pola lurus 100% dari hasil tersebut bahwa pada pola melingkar terdapat banyak penghalang antara transmitter dengan receiver sedangkan pola lurus lebih minim penghalang antara transmitter dengan receiver. Pada perubahan data Throughput berpengaruh pada banyaknya data yang dapat diterima dalam interval waktu tertentu meskipun pola pergerakan yang dilakukan tetap sama
ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN 4G LTE OPERATOR HUTCHISON 3 DI RUMAH SAKIT UMUM UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK Wondo Eki Setyawan; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.44497

Abstract

Perkembangan telekomunikasi saat ini sangat pesat, maka dari itu diperlukan adanya peningkatan kualitas performansi jaringan 4G LTE (Long Term Evolution). Untuk mengetahui performansi jaringan 4G LTE maka dilakukan walk test untuk mengukur performansi jaringan 4G LTE di Rumah Sakit Umum Universitas Tanjungpura  Pontianak dengan menggunakan aplikasi G-NetTrack Lite berdasarkan 3 parameter yaitu RSRP (Reference Signal Received Power), RSRQ (Reference Signal Received Quality) dan SINR (Signal Interference to Noise Ratio). Hasil penelitian di Gedung A telah diketahui nilai RSRP pada lantai 1 sebesar -107,31 dBm (sangat buruk), lantai 2 sebesar -105 dBm (sangat buruk) dan lantai 3 sebesar -103,13 dBm (sangat buruk). RSRQ lantai 1 sebesar 12,12 dBm (baik), lantai 2 sebesar -12 dBm (baik) dan lantai 3 sebesar -13,33 dBm (baik). Untuk nilai SINR lantai 1 sebesar 0,47 dBm (buruk), lantai 2 sebesar 0,06 dBm (buruk) dan lantai 3 sebesar -0,78 dBm (sangat buruk). Hasil penelitian di Gedung B  telah diketahui nilai RSRP pada lantai 1 sebesar -103,5 dBm (sangat buruk), lantai 2 sebesar -99,67 dBm (sangat buruk) dan lantai 3 sebesar -104 dBm (sangat buruk). Untuk nilai RSRQ lantai 1 sebesar 11,75 dBm (baik),  lantai 2 sebesar -13,17 dBm (baik) dan lantai 3 sebesar -15,33 dBm (buruk). Untuk nilai SINR lantai 1 sebesar 2,25 dBm (buruk), lantai 2 sebesar -0,93 dBm (sangat buruk) dan lantai 3 sebesar 0,27 dBm (buruk). Kualitas sinyal di Rumah Sakit Umum Universitas Tanjungpura Pontianak dalam kategori buruk karena dipengaruhi banyaknya penghalang antara MS (Mobile Station) atau HP (handphone) dengan BTS (Base Transceiver Station) seperti sekat-sekat antar ruangan pada Rumah Sakit Umum Universitas Tanjungpura Pontianak.
PROTOTIPE HOP FREKUENSI LORA RELAY UNTUK MENAMBAH JARAK JANGKAUAN Yosua Perdana Sianturi; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub; F. Trias Pontia W; Fitri Imansyah
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.64490

Abstract

Teknik LoRa relay adalah teknik komunikasi pada jaringan LoRa dengan menambahkan titik komunikasi baru sebagai penerima data dari LoRa pengirim kemudian data yang diterima dikirimkan kembali menuju LoRa penerima. Tujuan penelitian ini merancang prototipe hop frekuensi menggunakan teknologi LoRa Relay untuk menambah jarak jangkauan pengiriman data, untuk mengetahui keberhasilan dari penelitian ini maka dilakukan lima kali pengujian sistem komunikasi dengan mengambil parameter berupa data propagasi gelombang radio LoRa menggunakan dua skenario, yaitu LoRa Point to Point dan LoRa Relay. Hasil pengujian LoRa Point to Point pada jarak 1900 meter menunjukkan ketidakberhasilan komunikasi antara Tx dan Rx, indikator sinyal tidak berhasil didapatkan, demikian dengan SNR dan ToA. Hal ini disebabkan oleh kanal komunikasi antara Tx-Rx adalah NLOS (non line of sight) atau terdapat sejumlah penghalang sepanjang jangkauan 1900 meter tersebut. Tinggi antena Tx 20m sedangkan tinggi antena Rx 12m. Pada jalur komunikasi radio LoRa dengan jangkauan 1900 terdapat sejumlah penghalang seperti gedung dan pepohonan yang menyebabkan rambatan gelombang melemah bahkan kehilangan daya sehingga LoRa penerima tidak bisa mendemodulasi sinyal dari Tx. Hasil pengujian LoRa Relay pada jarak 2000 meter menunjukkan nilai RSSI terkecil adalah -118 dBm dan terbesar adalah -116 dBm, walaupun indikator daya yang diterima relatif sangat kecil namun masih berada di atas ambang daya terima yaitu sebesar -120 dBm. Demikian dengan indikator kerusakan sinyal terkecil 1,25 dB dan terbesar 1,75 dB. Sinyal yang diterima masih jauh dari kerusakan dengan ambang -20 dB, sehingga sinyal yang lemah masih bisa didemodulasi oleh perangkat Rx. Nilai ToA yang paling lambat adalah 1335 ms sedangkan yang tercepat adalah 1240 ms. Nilai ToA ini masih dalam batas normal, sebab penyetelan SF 12 akan menyebabkan sebaran sinyal yang semakin jauh dan membutuhkan daya yang besar namun berdampak pada sinyal yang ditransmisikan menjadi lebih lambat dibandingkan dengan nilai SG yang lebih kecil. Hal ini menunjukkan terjadi komunikasi antar Stasiun Pemancar ke LoRa Relay dan dari LoRa Relay ke Stasiun Penerima. Yang berarti terjadi komunikasi daari Stasiun Pemancar ke Stsaiun Penerima melalui perantara LoRa Relay. Indikator daya terima (RSSI), indikator kerusakan sinyal  (SNR) dan waktu propagasi pada LoRa Relay sedikit berbeda saat pengujian point to point namun perubahan tersebut tidak signifikan. Sedangkan indikator daya dari LoRa Relay ke Stasiun Pemancar semakin baik, demikian juga dengan indikator kerusakan sinyal dan waktu propagasi gelombang radio LoRa.
ANALISIS TRAFIK PANGGILAN SUARA PADA JARINGAN GSM BERDASARKAN PARAMETER KPI (KEY PERFORMANCE INDICATOR) Syarifuddin Mulyana; Fitri Imansyah; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.41952

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini berkembang sangat pesat dan terus berinovasi seiring perkembangan jaman. Saat ini dalam dunia telekomunikasi menggunakan teknologi GSM (Global System for Mobile) sebagai standar global untuk sistem telekomunikasi seluler yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia. Panggilan suara merupakan salah satu media yang banyak digunakan pada saat ini untuk berkomunikasi dari suatu tempat ke tempat tujuan yang jaraknya dekat ataupun jauh. KPI (Key Performance Indicator) menjadi parameter-parameter yang dijadikan sebagai acuan bagus atau tidaknya performansi dari suatu jaringan GSM. Berdasarkan hasil pengukuran parameter-parameter KPI yang telah dilakukan pada beberapa daerah di Kota Pontianak didapatkan trafik panggilan suara kondisi bagus dikarenakan hampir seluruh daerah terlayani oleh site yang ada, sedangkan untuk daerah sub urban didapatkan hasil yang buruk dengan Call Completion Rate sebesar 94% dan Drop Call Rate sebesar 6% ini dikarenakan letak dari lokasi yang cukup jauh dari titik site terdekat dari lokasi dan banyaknya pepohonan yang menjadi obstacle (penghalang) bagi sinyal yang mempengaruhi trafik panggilan suara sehingga kualitas menjadi buruk.
SIMULASI ELIMINASI NOISE DENGAN METODE TRANSFORMASI WAVELET BERBANTUAN GRAPHICAL USER INTERFACE (GUI) MATLAB Dedy Darmadi; Fitri Imansyah; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i1.39583

Abstract

Dalam proses pengiriman sinyal informasi ke penerima akan melewati suatu media transmisi. Pada proses pengiriman ini maka akan muncul derau atau noise sehingga mengakibatkan sinyal informasi yang diterima mengalami gangguan dan bercampur dengan sinyal-sinyal yang tidak diinginkan sehingga dapat mengganggu keaslian informasi. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan noise yang tercampur pada sinyal suara salah satunya menggunakan transformasi wavelet. Pada penelitian ini dibuat suatu aplikasi yang dapat digunakan untuk mengeleminasi noise dengan metode Transformasi Wavelet. Berbantuan Graphical User Interface (GUI) pada matlab, aplikasi ini akan diberikan fitur berupa recording agar dapat mensimulasikan sinyal suara secara seketika setelah di rekam dengan hasil output suara yang diharapkan bersih dari Noise atau suara yang tidak diinginkan. Aplikasi Eliminasi noise dibuat stand-alone agar dapat dijalankan di personal computer tanpa memerlukan proses instalasi aplikasi matlab terlebih dahulu. Semakin tinggi level dekomposisi maka semakin tinggi nilai SNR yang didapatkan namun semakin tinggi pula resiko kehilangan sinyal informasi pada file suara yang di eliminasi. Hilangnya sinyal informasi ditandai dengan menurunnya nilai SNR hingga lebih rendah dari level di bawah nya atau bahkan nilai SNR nya lebih rendah dari nilai SNR awal. Jenis wavelet Coiflets mendapatkan hasil yang lebih baik pada setiap sampel suara. Hal ini di dapat dilihat dari nilai SNR nya dimana jenis Wavelet Coiflets pada sampel suara 1 mendapatkan nilai SNR tertinggi 18.5939 dB atau 41.5% lebih tinggi dari nilai SNR awal, pada sampel suara 2 mendapatkan SNR tertinggi 24.8905 dB atau 25.05% lebih tinggi dari nilai SNR awal, dan pada sampel suara 3 mendapatkan SNR tertinggi 17.7862 dB atau 55.89% lebih tinggi dari nilai SNR awal. 
Studi Komparasi Kinerja Object-Relational Mapping Berdasarkan Implementasi Data Source Architectural Pattern Muhammad Rezy Anshari; Redi Ratiandi Yacoub; Herry Sujaini; Bomo Wibowo Sanjaya; Eva Faja Ripanti
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Vol 14 No 2: Mei 2025
Publisher : Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jnteti.v14i2.17315

Abstract

Object-relational mapping (ORM) is a technique that maps in-memory objects and tables in the database, implementing data source architectural patterns (DSAP), namely Data Mapper and Active Record. These patterns require comparison due to performance difference indications and their significant roles in a system’s business processes. This study aims to compare and analyze execution duration and memory consumption quantitatively, and functions influencing them in the ORM, utilizing Data Mapper and Active Record. The objects were Doctrine (Data Mapper) and Eloquent (Active Record). The performance profiling in the ORM was conducted as a library rather than a framework. This profiling encompassed create, read, update, and delete (CRUD) and lookup operations based on specified measurement metrics, conducted using variations in the number of database records. The profiling process was automated using a script, leveraging a combination of Xdebug and Apache Benchmark. The analysis employed using Kcachegrind and big O notation, resulting in performance graphics, relative percentage differences, and functions’ contributions to the performance. Results showed that memory consumption outperformed Data Mapper. Data Mapper was superior in execution duration in most operation combinations and metrics. Function groups of database transactions, object serialization, and retrieval records were the primary contributors to the performance. Object and database synchronizations became additional contributors to Active Record. The complexity of the largest contributor functions in Data Mapper was higher than that of Active Record. Future studies can utilize automation concepts in the profiling process and substitute Xdebug according to the requirements of the programming languages used by the ORM.