p-Index From 2021 - 2026
6.009
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dialektika DIKSI HUMANIKA Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra BASASTRA FRANCISOLA Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Diglossia BAHASA DAN SASTRA Poetika: Jurnal Ilmu Sastra Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat KEMBARA ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA Jurnal Sejarah dan Budaya JURNAL ILMU BUDAYA Jurnal Bindo Sastra Jurnal Bahasa Rupa Aksara Diglosia Eralingua : Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra TOTOBUANG METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Kandai Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Jurnal Madah Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia SALINGKA JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Lingua Litteria Journal JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Tuah Talino Suar Betang Metahumaniora Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Sastra Indonesia Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Sirok Bastra Multilingual Abdimas Universal JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Jurnal Kadera Bahasa Kelasa : Kelebat masalah bahasa dan sastra Jurnal Daya Mas : Media Komunikasi dan Informasi Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Telaga Bahasa : Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Kafa’ah: Journal of Gender Studies Jurnal Edukasi Khatulistiwa : Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Kata : Penelitian tentang ilmu bahasa dan sastra J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Leksema: Jurnal Bahasa dan Sastra Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Jurnal Bahasa Rupa Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksara Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra Jurnal Bahasa Rupa Sawerigading PALASTREN: Jurnal Studi Gender Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Bebasan
Claim Missing Document
Check
Articles

KEKERASAN DALAM "˜PERSAHABATAN BERACUN' ANTARPEREMPUAN PADA NOVEL ANTí‰CHRISTA KARYA AMí‰LIE NOTHOMB Intan, Tania; Hasanah, Ferli; Wardiani, Sri Rijati
Diksi Vol. 29 No. 2: DIKSI SEPTEMBER 2021
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diksi.v29i2.41380

Abstract

            (Title: Violence in Toxic Friendship Between Women in Amélie Nothomb's "Antéchrista" Novel). Violence is often identified with masculine expressions inherent in men. However, in reality, it is not gender-exclusive because women are also enabled to do so, including against those closest to them such as friends, as revealed in the novel Antéchrista by Amélie Nothomb, a Belgian francophone writer. This study aims to examine how the theme of violence in the 'toxic friendship' between women is displayed in the novel. The method used is descriptive qualitative with a feminist literary criticism approach. The data were collected from the novel using the note-taking technique and analyzed using the content analysis technique. The data consisting of words, phrases, and sentences in French were then translated by the researchers to be classified, interpreted, and studied. The result of the research shows that the novel Antéchrista presents women as victims who are also perpetrators of violence through oppression against each other, motivated by jealousy and intrasexual competition. The form of violence is in the form of psychological and verbal which is manifested in the form of intimidation, humiliation, and ostracism. Keywords: opression, toxic friendship, resistensi, women, feminist literature criticism
Representasi Bromance dan Maskulinitas dalam Novel Untuk Dia Yang Terlambat Gue Temukan Karya Esti Kinasih Intan, Tania; Ismail, Nany
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 14 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v14i2.6890

Abstract

Bromance Representation and Masculinity in Novel Untuk Dia Yang Terlambat Gue Temukan Written By Esti Kinasih ABSTRAKBromance merupakan hubungan dekat dan relatif intim di antara dua laki-laki atau lebih, tanpa didasari oleh ketertarikan seksual. Penelitian ini membahas bromance dan maskulinitas yang direpresentasikan di dalam novel bergenre teen lit Untuk Dia yang Terlambat Gue Temukan (2020) karya Esti Kinasih. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan gender. Data berupa kata, frasa, dan kalimat dikumpulkan dengan teknik simak catat setelah dilakukan pembacaan tertutup. Data kemudian diklasifikasi, diinterpretasi, dan dikaji dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi bromance dibangun di antara para tokoh laki-laki dengan latar sekolah dan konteks permasalahan remaja. Alasan yang mendasari bromance adalah kesamaan kepentingan dan pemahaman sebagai sesama laki-laki. Manifestasi bromance ditunjukkan melalui sikap mendengarkan, memahami, membantu, dan melindungi. Relasi bromance kuat karena laki-laki bekerja sama untuk tidak tampil sebagai pihak yang lemah dan emosional (terutama) di hadapan perempuan. Perempuan sendiri ditampilkan pasif, lemah, dan patuh menghadapi laki-laki dan persekutuan mereka di dalam bromance.Kata kunci: bromance, Esti Kinasih, maskulinitas, teen litABSTRACTBromance is a close and relatively intimate relationship between two or more men, without being based on sexual attraction. This research is aimed at discussing the bromance and masculinity which is represented in the teen literature genre in novel Untuk Dia yang Terlambat Gue Temukan (2020) written by Esti Kinasih. This research uses descriptive-qualitative method with a gender approach. Data in the form of words, phrases, and sentences were collected using a note-taking technique after a closed reading. The data are then classified, interpreted, and reviewed using content analysis techniques. The results of this study indicate that Bromance relationships are built between male figures with school backgrounds and the context of adolescent problems. The reason that underlies bromance is the same interests and understanding as fellow men. Bromance is manifested in an attitude of listening, understanding, helping, and protecting. Bromance relationships are strong because men work together to avoid appearing as weak and emotional (especially) in front of women. Women themselves are shown to be passive, weak, and obedient to men and their fellowship in bromance.Keyword: Bromance,Esti Kinasih, masculinity, teen literature
HIPEROSMIA DAN KEKUASAAN PEREMPUAN DALAM NOVEL AROMA KARSA KARYA DEE LESTARI Intan, Tania; Adji, Muhamad
Salingka Vol 16, No 1 (2019): SALINGKA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v16i1.222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan relasi di antara tema-tema novel Aroma Karsa (2018) karya Dee Lestari, yaitu hiperosmia, perempuan, dan kekuasaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan dan metodologi feminis. Kisah novel tersebut berfokus pada pencarian bunga ajaib, Puspa Karsa, yang ditengarai memiliki kekuatan untuk mewujudkan kehendak, dengan diwarnai misteri, percintaan, petualangan, mitos, dan sejarah. Referensi teoretis tentang perempuan dan kekuasaan dalam kerangka feminis di antaranya berasal dari Moi, Elstain, dan Gilligan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kondisi hiperosmia yang dalam dunia medis dianggap sebagai gangguan kesehatan, di dalam novel ini justru membawa keuntungan bagi para tokoh dan menjadi kelebihan atau senjata mereka. (2) Para tokoh perempuan di dalam novel Aroma Karsa memiliki kualitas berupa keteguhan hati dan keyakinan, sehingga mereka dapat meraih dan mempertahankan kekuasaan. (3) Kekuasaan dan kehendak yang kuat tapi tidak dapat dikendalikan dapat membawa kehancuran pada mereka sendiri dan alam sekitarnya. (4) Selain dianggap sebagai perusak, perempuan juga memiliki sifat pemelihara.
PERILAKU ASERTIF REMAJA PEREMPUAN DALAM RELASI PERCINTAAN PADA NOVEL MARIPOSA KARYA LULUK H.F Intan, Tania; Wardiani, Sri Rijati
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v7i1.138

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji perilaku asertif tokoh remaja perempuan dalam konteks hubungan percintaan dalam novel Mariposa karya Luluk H.F. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dianalisis melalui kategorisasi, tabulasi, dan inferensi, untuk kemudian ditelaah dengan pendekatan psikologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku asertif dalam konteks relasi percintaan yang ditunjukkan tokoh remaja perempuan pada novel Mariposaadalah berani mengambil pilihan, berani menyatakan cinta lebih dulu, bersedia meminta maaf, selalu fokus, gigih dan bersemangat, berani mengungkapkan isi hati, berani menolak dengan tegas, dan mendukung orang yang disukainya. Ada inkonsistensi dalam sikap asertif tersebut, yaitu melakukan manipulasi, tidak dapat marah pada pasangan, memaksakan kehendak pada pasangan, dan merasa cemburu. Faktor-faktor penyebab perilaku asertif pada remaja perempuan tersebut adalah situasi spesifik dan harga diri.
KOMPARASI BUDAYA JEPANG DAN PRANCIS MELALUI KOMIK DETEKTIF Intan, Tania
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Bahasa Rupa Oktober 2018
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v2i1.214

Abstract

Psychologically, humans have a tendency to love reality and fiction because of life in between. With its unlimited imagination, humans can choose the preferred model of reality or fiction. If he chooses to be a good observer, a good and patient guesser in waiting for answers to important questions, the detective story can be an interesting reading alternative. In general, the detective story developed along with the rapid urbanization as a result of the industrial revolution. Life in big cities becomes insecure because of the increasing population density, unemployment, poverty and crime. To be able to reduce the saturation and tension experienced everyday, the public also entertain themselves with reading. Apparently people love reading about mysterious or even frightening events, because it always ends with a rational explanation of the various puzzles that cling to the reading. The crime-themed book makes readers familiar with the presence of criminals and law enforcers who are hunting him. Comics also called 'image literature', can also be a medium of telling of crimes favored by various circles. In this paper, we will discuss the phenomenon of the existence of detective comics in France and Japan with cultural comparative methods and studied with relevant theories. The results showed that because they came from different cultural backgrounds and published times, several things were found that showed differences between French and Japanese detective comics, including those related to characterization, public, story and cultural backgrounds, and comic formats. While the things that are common among them are the profession of detective figures who work more independently and prominently, and the presence of local police who are supportive of the character's movements, despite the fact that they often arrive late at the scene.
BALET, ANOREKSIA, DAN CITRA DIRI ANAK PEREMPUAN DALAM ROBERT DES NOMS PROPRES KARYA AMÉLIE NOTHOMB (Ballet, Anorexia, and Self Image of Girls in Robert Des Noms Propres by Amélie Nothomb) Tania Intan
SAWERIGADING Vol 25, No 1 (2019): Sawerigading, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v25i1.556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan di antara balet, anoreksia dan citra diri tokoh utama novel Robert des Noms Propres (RDNP), yang ditulis pada tahun 2013 oleh Amélie Nothomb, pengarang frankofon dari Belgia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis, untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang permasalahan dalam karya sastra tersebut, yang dianalisis dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra dan kajian gender. Tulisan ini disusun dengan menggunakan kajian literatur berupa buku-buku, makalah ataupun jenis tulisan lainnya dan juga kajian terhadap berbagai macam dokumen yang terkait dengan topik balet, anoreksia dan citra diri pada remaja perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada relasi kausal di antara ketiga elemen tersebut. Selain memang kecenderungan gangguan makan tersebut telah ada sejak masa kecilnya, tokoh utama menjadi seorang anoreksik karena trauma, pengaruh lingkungan, dan juga tuntutan profesinya sebagai seorang penari balet.
OBJEKTIFIKASI DAN RESILIENSI PEREMPUAN DALAM NOVEL PEREMPUAN BAYANGAN KARYA NETTY VIRGIANTINI Tania Intan
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 2 (2021)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/kng0qd03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap adanya objektifikasi dan resiliensi perempuan di dalam novel Perempuan Bayangan karya Netty Virgiantini. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan kritik sastra feminis. Data berupa kata, frasa, dan kalimat dari objek penelitian dipilih dengan teknik simak-catat setelah melalui pembacaan tertutup. Data kemudian diklasifikasi, diinterpretasi, dan dikaji dengan teori yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan rentan mengalami objektifikasi, sebagaimana yang dialami oleh tokoh utama perempuan, Ningrum. Objektifikasi tersebut dilakukan oleh orangtua yang memaksanya untuk menikah, kedua calon mertuanya yang menolaknya karena tidak dapat memberikan keturunan, Satria yang memanfaatkannya untuk menghilangkan kesepian dan melampiaskan hasrat seksual, dan arwah Utari yang mengharapkannya menjadi istri pengganti. Tokoh perempuan tersebut menyikapi objektifikasi dengan resiliensi secara verbal dan juga dalam bentuk tindakan aktif.
KEKERASAN SIMBOLIK DAN PERLAWANAN PEREMPUAN DALAM NOVEL MY LECTURER MY HUSBAND KARYA GITLICIOUS Tania Intan
Jurnal Bebasan Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v8i1.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membongkar dan membincangkan isu kekerasan simbolik dan perlawanan perempuan dalam novel My Lecturer My Husband karya Gitlicious. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Data berupa kata, frasa, dan kalimat dikumpulkan dengan teknik simak catat setelah dilakukan pembacaan tertutup. Data selanjutnya diklasifikasi, diinterpretasi, dan dikaji dengan teori-teori yang relevan serta hasil dari penelitian terdahulu. Landasan teoretis utama yang diapropriasi berasal dari Bourdieu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekerasan simbolik dalam novel My Lecturer My Husband berlaku pada tiga tataran yaitu akademis, pernikahan, dan keluarga. Kekerasan simbolik terjadi karena adanya ideologi patriarkis yang memberikan pengaruh dalam menentukan peran dan posisi perempuan sebagai pihak yang tersubordinasi. Perlawanan yang dilakukan tokoh perempuan dalam menghadapi kekerasan simbolik terutama berbentuk verbal (hujatan, nama panggilan, pembalikan kata) tanpa didukung dengan tindakan yang memadai sehingga tidak berdampak. Selain itu, perlawanan juga tidak efektif karena ada pertimbangan kepatuhan perempuan pada nilai tradisional dan rasa cinta pada pasangan.
FENOMENA TABU MAKANAN PADA PEREMPUAN INDONESIA DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI FEMINIS Intan, Tania
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 11, No 2 (2018): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v11i2.3757

Abstract

Fenomena tabu makanan yang dialami perempuan Indonesia berkaitan dengan dominasi kultur patriarki. Menggunakan studi dokumentasi, penelitian ini memperlihatkan bahwa  dalam masyarakat penganut sistem patriarki yang kuat, tabu-tabu, termasuk tabu makanan, lebih banyak diberlakukan pada perempuan dari pada laki-laki, dan bahwa tabu makanan berkaitan dengan kepentingan untuk berbagi sumber daya makanan. Beberapa tabu makanan bertentangan dengan ajaran kesehatan perempuan, terutama yang hamil atau menyusui, justru dilarang mengonsumsi makanan yang berprotein hewani tinggi yang diperlukan tubuh, dengan alasan kesehatan.  Dampak tabu makanan menyebabkan perempuan mengalami defisit gizi yang dapat membahayakan kesehatannya. Intervensi pemerintah dan kalangan akademisi diperlukan untuk mendistribusikan kesadaran perempuan tentang urgensi dari situasi tersebut
NOVEL L’HOMME QUI VOULAIT ÊTRE HEUREUX KARYA LAURENT GOUNELLE DALAM PERSPEKTIF KAJIAN PARIWISATA SASTRA Intan, Tania
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 9, No 2 (2021): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v9i2.51802

Abstract

Bali sering menjadi sumber inspirasi tulisan yang didominasi oleh tiga topik utama, yaitu masalah politik, budaya/adat, dan dampak pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana Bali ditampilkan sebagai latar tempat dan latar sosial dalam novel L’Homme qui voulait être heureux (2008) karya Laurent Gounelle, serta mengungkap signifikansi dari kajian pariwisata sastra terhadap novel tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif, dengan pendekatan pariwisata sastra dan kajian struktural terutama terhadap aspek latar. Data berupa kata, frasa, dan kalimat yang berkaitan dengan variabel-variabel yang dikaji dikumpulkan dengan teknik simak catat. Data kemudian diterjemahkan, diklasifikasi, diinterpretasi, dan dianalisis dengan teori-teori yang relevan. Landasan teoretis yang diaplikasikan dalam telaah ini adalah dari Putra, Sudjiman, dan Goldenstein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai latar tempat dan sosial, Bali secara dominan memengaruhi dan membentuk cara pandang baru narator-tokoh terhadap kehidupannya. Perjalanan yang digambarkan laki-laki Prancis yang tidak bahagia dengan hidupnya itu tidak bersifat fisik melainkan spiritual. Signifikansi dari kajian pariwisata sastra terhadap novel tersebut menunjukkan bahwa Bali yang ditemui narator-tokoh sesuai dengan stereotip pulau itu yang selalu dianggap sebagai surga, tempat ideal, tenang, dan eksotis dalam pandangan Barat. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pariwisata dapat memberi inspirasi di dalam penciptaan karya sastra, dan sebaliknya, sastra memberikan kontribusi dalam mempromosikan pariwisata.