p-Index From 2021 - 2026
5.901
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dialektika DIKSI HUMANIKA Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal YIN YANG BASASTRA FRANCISOLA Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender Diglossia BAHASA DAN SASTRA Poetika: Jurnal Ilmu Sastra PALASTREN Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia KEMBARA ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA Jurnal Sejarah dan Budaya JURNAL ILMU BUDAYA Jurnal Bindo Sastra Jurnal Bahasa Rupa Aksara Diglosia Eralingua : Jurnal Pendidikan Bahasa Asing dan Sastra JPM (Jurnal Pemberdayaan Masyarakat) TOTOBUANG METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Kandai Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Jurnal Madah Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Jurnal Ilmiah FONEMA : Jurnal Edukasi Bahasa dan Sastra Indonesia SALINGKA JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Lingua Litteria Journal JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Tuah Talino MABASAN Suar Betang Metahumaniora Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Sastra Indonesia Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia Sirok Bastra Multilingual Abdimas Universal JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Jurnal Bébasan MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Jurnal Kadera Bahasa Kelasa : Kelebat masalah bahasa dan sastra Jurnal Daya Mas : Media Komunikasi dan Informasi Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Telaga Bahasa : Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Kafa’ah: Journal of Gender Studies Jurnal Edukasi Khatulistiwa : Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Jurnal Kata : Penelitian tentang ilmu bahasa dan sastra J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Leksema: Jurnal Bahasa dan Sastra Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Jurnal Bahasa Rupa Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Aksara Majalah Ilmiah Bahasa dan Sastra Jurnal Bahasa Rupa Sawerigading
Claim Missing Document
Check
Articles

Cinta, kematian, dan perempuan, dalam kumpulan cerpen Jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri karya Bernard Batubara Tania Intan; Ferli Hasanah
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 22, No 2 (2021): Mei - Oktober
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan relasi di antara cinta, kematian, dan perempuan, yang ditampilkan di dalam empat cerpen dari kumpulan cerpen “Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri”karya Bernard Batubara. Data dikumpulkan dengan studi pustaka dan dikaji dengan metode deskriptif analisis. Kajian dilakukan dengan pendekatan psikologi sastra serta kritik sastra feminis. Landasan teoretis tentang kematian dan bunuh diri yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Durkheim, Freud, dan Camus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cinta menjadi penyebab atau motif tindak bunuh diri (fisik atau mental) yang dilakukan para protagonis. Bunuh diri yang dilakukan para tokoh dikategorikan sebagai bunuh diri egoistik dan fatalistik. Sosok perempuan dalam cerpen dicitrakan sebagai perempuan setia dan berkarakter negatif (femme fatale). Perempuan juga ditampilkan memiliki kuasa dalam relasi percintaan. Secara keseluruhan, cinta yang ditampilkan Bernard Batubara di dalam cerpen-cerpen tersebut bersifat kelam, tidak menyenangkan, dan bahkan mematikan. 
THE SHORT STORY LE PAPA DE SIMON: GUY DE MAUPASSANT’S SOCIAL CRITICISM OF 19TH CENTURYFRENCH SOCIETY: CERPEN LE PAPA DE SIMON: KRITIK SOSIAL GUY DE MAUPASSANT PADA MASYARAKAT PERANCIS ABAD XIX Tania Intan; Sri Rijati
Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.433 KB) | DOI: 10.22216/kata.v5i1.70

Abstract

Literary work is not only a reflection of the socio-cultural conditions of a particular time but also a display of its people’s development of thinking. This study aims to describe the social situation of French society in the nineteenth century portrayed in the short story ‘Le Papa de Simon’ by Guy de Maupassant and explain the social criticism conveyed by the author. The method used in this study is descriptive qualitative. Data in the form of words, phrases, and sentences were collected by library study techniques. Data in French were translated by the researcher and the results validated by native speaker. Data analysis was performed by grouping, interpreting, and studying the sociology of literary approach. The results of the study prove that (1) all narrative elements of the short story supported the depiction of social conditions (2) regarding the institution of marriage, family values and religion in nineteenth-century French society. (3) In addition to reflecting human character, Maupassant also proposes social criticism primarily related to the impact of low education, poverty,  social inequality and the discrimination of women. From this study, it was found that the author conveyed his criticism of human cruelty in society, which often resulted from obeying to rules and norms.
PENGUATAN PERAN WARGA MASYARAKAT DALAM MITIGASI DAN ADAPTASI MENGHADAPI MASA PANDEMI COVID-19 Tania Intan; Vincentia Tri Handayani; Nany Ismail
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 3 (2022): September, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i3.32031

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata Integratif Virtual 2021 yang diselenggarakan pada bulan Januari dan Februari 2021. Seluruh kegiatan dengan tema “Penguatan Peran Warga Masyarakat dalam Mitigasi dan Adaptasi Menghadapi Masa Pandemi Covid-19” dilakukan secara daring, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pelaporan. Tim pelaksana terdiri dari tiga orang dosen, dengan salah satunya sebagai DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) dan dibantu oleh dua puluh orang mahasiswa yang berasal dari program studi berbeda di Universitas Padjadjaran. Masing-masing mahasiswa mendampingi dua subjek KKN yang berasal dari warga sekitar tempat tinggal masing-masing atau subjek lain yang dapat dijangkau secara daring. Dengan demikian, ada empat puluh subjek KKN sebagai mitra yang menjadi sasaran dari program-program yang dilaksanakan. Tema “Penguatan Peran Warga Masyarakat dalam Mitigasi dan Adaptasi Menghadapi Masa Pandemi Covid-19” dipilih karena sangat relevan dengan kondisi dan permasalahan yang dialami seluruh lapisan masyarakat saat ini. Tim PPM dan mahasiswa bekerja sama menggarap empat subtema yaitu: pendidikan, kesehatan dan lingkungan, ekonomi dan kewirausahaan, serta sosial dan budaya yang diturunkan ke dalam sejumlah program sosialisasi, edukasi, dan pembuatan poster serta video. Implikasi dari kegiatan ini adalah adanya perubahan-perubahan berupa peningkatan dari segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan para subjek dalam menghadapi pandemi Covid-19.
KOMPETISI INTRASEKSUAL DI ANTARA TOKOH-TOKOH PEREMPUAN DALAM DONGENG CENDRILLON KARYA TAHAR BEN JELLOUN Tania Intan; Endang Ikhtiarti
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 13 No. 1 (2021): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v13i1.2156

Abstract

Cendrillon, atau dikenal dengan nama Cinderella, merupakan salah satu dongeng yang berasal dari tradisi lisan Eropa yang diperkenalkan kembali oleh Charles Perrault, sastrawan Perancis dari abad ke XVII. Tahar Ben Jelloun, pengarang ternama frankofon pada abad XX pun mereka ulang kisah tersebut secara oriental dengan konteks kultur Arab-Islam sebagai latar sosial cerita. Sekalipun terjadi sejumlah deviasi, Jelloun masih mempertahankan struktur dasar dari dongeng tersebut, termasuk sekuen-sekuen persaingan di antara tokoh Cendrillon dengan kedua saudari tirinya. Penelitian ini ditujukan untuk menguraikan kompetisi intraseksual di antara tokoh-tokoh perempuan dalam dongeng Cendrillonyang terdapat di dalam kumpulan cerpen Mes Contes de Perrault(2014) karya Tahar ben Jelloun. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra dan kritik sastra feminis. Data dikumpulkan melalui teknik simak-catat setelah melalui pembacaan tertutup. Data dalam bahasa Perancis tersebut kemudian diterjemahkan, diklasifikasi, diinterpretasi, dan dianalisis dengan teori-teori yang relevan. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa ada dua pihak yang berkompetisi, yaitu Cendrillon, yang dibantu oleh Lalla Aïcha sebagai ibu peri, melawan kedua saudari tirinya yang dibantu oleh ibu mereka, Fatma. Kompetisi intraseksual di antara perempuan dalam dongeng Cendrillondidasari oleh motif pencarian pasangan. Bentuk kompetisi yang terungkap adalah promosi diri, penghinaan pada lawan, dan agresi secara langsung atau tidak langsung. Dampak dari kompetisi intraseksual adalah langgengnya nilai-nilai patriarki dan menetapnya posisi subordinat pada perempuan-perempuan yang bertikai.
PENELITIAN TINDAKAN KELAS TERHADAP SISWA PAUD BUNDA HAJAR MELALUI KETERAMPILAN MENYIMAK, MEMBACA, BERBICARA DAN MENULIS Tania Intan; Sri Rijati Wardiani; Nurul Hikmayaty
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.681 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i1.158

Abstract

This paper reveals the activity of Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) —Community Service — that we have done on the theme of Increasing the Interest in Reading of the Students of Bunda Hajar Early Childhood Education through the Competences of Listening, Reading, Speaking, and Writing. The aimed public is children in early childhood (4-7 years old) who attend the Bunda Hajar Early Childhood Education, in the village of Sukanegla Jatinangor, in the entourage of Universitas Padjadjaran. The goal of this community service is to increase the reading interest of children in early childhood as an effort to elevate the quality of human resources in the future. In this activity, those who take part are lecturers, students, and the society. The result of this service shows thatthe aimed public has an increasein reading interests and an expansion of knowledge.Keywords: interest, reading, children in early childhoodTulisan ini berisi paparan mengenai kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang telah dilakukan dengan tema Peningkatan Minat Baca Siswa PAUD Bunda Hajar melalui Keterampilan Menyimak, Membaca, Berbicara dan Menulis. Publik yang menjadi sasaran adalah anak-anak berusia dini (4-7 tahun) yang mengikuti pendidikan di PAUD Bunda Hajar yang terletak di Desa Sukanegla Jatinangor, berada di sekitar kampus Universitas Padjadjaran. Tujuan pelaksanaan kegiatan PPM adalah untuk meningkatkan minat baca anak usia dini sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Dalam kegiatan ini, pihak-pihak yang terlibat adalah dosen, mahasiswa, dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan anak-anak yang menjadi sasaran mengalami peningkatan minat baca dan penambahan pengetahuan.Kata Kunci : minat, membaca, anak usia dini
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT MELALUI PEMETAAN KAPASITAS DAN KONDISI SOSIAL DI LINGKUNGAN DESA TANJUNG KECAMATAN CIPUNAGARA KABUPATEN SUBANG Sri Rijati Wardiani; Mega Subekti; Tania Intan
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 2, No 1 (2018): April
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.065 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v2i1.154

Abstract

ABSTRACTOne of the classic problems that causes economic disparities is the uneven access to public education. Besides, the fundamental role of education is still not influential in efforts to improve people's living standard. Economic disparities also sharpen the gap between classes of society that has been formed, between the educated (well-educated) and less educated (non-educated). Assimilation was difficult to do in between these two groups. Institution that responsible to this issue is the Ministry of Education, because education is equipped to face the challenges of civilization in all fields. Universities also respond to this obligation by organizing Student Field Work Experience program (KKNM). These activities are designed in such way so that students can recognize and identify patterns that developed in the community, not just in terms of education, but also in other areas such as economics and livelihoods, social, cultural, and others.Keywords: economic inequality, education, the pattern of community lifeABSTRAKSalah satu masalah klasik yang menjadi penyebab kesenjangan ekonomi adalah belum meratanya akses pendidikan kepada masyarakat. Selain itu peran fundamental pendidikan juga masih dirasa belum cukup berpengaruh dalam upaya meningkatkan taraf hidup rakyat. Kesenjangan ekonomi pun mempertajam jarak di antara kelas masyarakat yang sudah terbentuk, antara kaum terdidik (well-educated) dan kurang terdidik (non-educated). Pembauran pun sulit dilakukan di antara dua kelompok ini. Institusi yang paling bertanggung jawab dalam menangani isu ini adalah Kementrian Pendidikan, karena pendidikan merupakan bekal untuk menghadapi tantangan peradaban di semua bidang. Perguruan Tinggi pun merespon panggilan kewajiban ini dengan menyelenggarakan program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM). Kegiatan ini dirancang dengan sedemikian rupa dengan tujuan agar mahasiswa dapat lebih mengenal dan mengidentifikasi pola-pola yang berkembang di masyarakat, bukan hanya segi pendidikan, namun juga bidang-bidang lain seperti ekonomi dan mata pencaharian, sosial, budaya, dan lain-lain.Kata Kunci: kesenjangan ekonomi, pendidikan, pola kehidupan masyarakat 
THE SHORT STORY LE PAPA DE SIMON: GUY DE MAUPASSANT’S SOCIAL CRITICISM OF 19TH CENTURYFRENCH SOCIETY: CERPEN LE PAPA DE SIMON: KRITIK SOSIAL GUY DE MAUPASSANT PADA MASYARAKAT PERANCIS ABAD XIX Tania Intan; Sri Rijati
Jurnal Kata Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Kata : Penelitian tentang Ilmu Bahasa dan Sastra
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.433 KB) | DOI: 10.22216/kata.v5i1.70

Abstract

Literary work is not only a reflection of the socio-cultural conditions of a particular time but also a display of its people’s development of thinking. This study aims to describe the social situation of French society in the nineteenth century portrayed in the short story ‘Le Papa de Simon’ by Guy de Maupassant and explain the social criticism conveyed by the author. The method used in this study is descriptive qualitative. Data in the form of words, phrases, and sentences were collected by library study techniques. Data in French were translated by the researcher and the results validated by native speaker. Data analysis was performed by grouping, interpreting, and studying the sociology of literary approach. The results of the study prove that (1) all narrative elements of the short story supported the depiction of social conditions (2) regarding the institution of marriage, family values and religion in nineteenth-century French society. (3) In addition to reflecting human character, Maupassant also proposes social criticism primarily related to the impact of low education, poverty,  social inequality and the discrimination of women. From this study, it was found that the author conveyed his criticism of human cruelty in society, which often resulted from obeying to rules and norms.
Citra Perempuan dalam Novel Metropop “Tetralogi Empat Musim” Karya Ilana Tan Tania Intan; Vincentia Tri Handayani; Witakania Sundasari Som
Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 14, No 4: November 2019
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.796 KB) | DOI: 10.14710/nusa.14.4.583-598

Abstract

When the storyline of chick lit and teen lit is always dominated by female figures, the metropop shows female and male figures. However, like popular novels that are more read and written by women, the metropop always presents issues that are centered on women. Therefore, this research was conducted with the aim of revealing the image of women in the ‘Tetralogi Empat Musim’ metropop by Ilana Tan consisting of ‘Summer in Seoul’ (2006), ‘Autumn in Paris’ (2007), ‘Winter in Tokyo’ (2008), and ‘Spring in London’ (2010). Data was collected by note-taking technique, and analyzed by descriptive-qualitative method. The methodological approach and the theoretical basis adopted for this research are feminist literary criticism. The results of the analyse indicate that in the tetralogy, (1) female self-image is displayed subject with TWITS (Teenage Women in Their 30s) characteristics, namely single, independent, working, aged between 24-30 years, beautiful and attractive, living in urban areas, lifestyle metropolis, heterosexual, and have character ‘The Waif’, and have 'weakness'. (2) The social image of women is described as being still the object of a patriarchal system in the form of dependence on male figures due to love relationships.
WRITER'S BLOCK PHENOMENA IN IKA NATASSA'S 'THE ARCHITECTURE OF LOVE' METROPOP NOVEL (FENOMENA 'WRITER’S BLOCK' DALAM NOVEL METROPOP 'THE ARCHITECTURE OF LOVE' KARYA IKA NATASSA) Tania Intan
Leksema: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/ljbs.v5i2.2462

Abstract

Writer’s Block is a psychiatric phenomenon experienced by writers in the form of a deadlock when writing because of certain obstacles. This study discusses the writer’s block that the female protagonist experienced in the metropop novel The Architecture of Love by Ika Natassa. Data was collected by the documentation study technique and reviewed with a literary psychology approach. The theoretical foundation used is the theory of Bergler, Singer & Barrios. The research problems formulated are how the writer’s block phenomenon is displayed in the novel The Architecture of Love, and how the narrative elements in the work support the themes presented by the author. The results showed that the writer’s block phenomenon experienced by the main character was especially caused by unhappiness that is manifested in the form of apathy, anger, anxiety, and problems with other people (ex-husband). Because the writer’s block is a psychological symptom, in this novel, the disorder can be overcome with therapy in the form of relaxation and establishing relationships with new people. As a romance-themed novel, the metropolitan novel The Architecture of Love is built by narrative elements that support the writer’s block theme.
PENGALAMAN DIASPORAN PEREMPUAN INDONESIA DALAM NOVEL METROPOP WANDER WOMAN KARYA NINA ADDISON DKK Tania Intan; Susi Machdalena
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v8i2.20246

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pengalaman dan identitas diaspora perempuan Indonesia dalam novel metropop berjudul Wander Woman(2016) yang ditulis oleh Nina Addison dan tiga penulis perempuan lain. Landasan teoretis yang digunakan dalam penelitian ini di antaranya berasal dari Cohen, Clifford, dan Bhabha. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian budaya. Penelitian ini mengapropriasi Model Alir dari Miles dan Hubberman, yaitu pengolahan data dengan tiga tahap alur yang berlangsung secara bersamaan, yaitu tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan simpulan dan verifikasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam membangun identitas diasporan dan mengatasi gegar budaya, para tokoh perempuan dalam novel tersebut menggunakan penguatan akar etnis dengan mempertahankan aspek budaya asal, membangun jejaring dengan komunitas asal, dan menguatkan relasi sosial dengan masyarakat setempat. Mereka juga bernegosiasi dengan menerima budaya baru dengan tetap mempertahankan budaya sebelumnya. Dengan negosiasi, mereka dapat hidup dengan lebih baik di tempat baru.