Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KEMAMPUAN TANAMAN SIRIH GADING (Epipremnum aureum) DALAM MEYERAP KADAR LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DARI EMISI GAS KENDARAAN BERMOTOR Edhi Sarwono; Fahrizal Adnan; Rizma Elvaryani
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v5i2.7087

Abstract

Saat ini, salah satu sumber penyebab terjadinya pencemaran udara ialah asap knalpot dari kendaraan bermotor yang mengandung timbal (Pb), yang merupakan logam berat bersifat karsinogenik karena dapat menyebabkan mutasi sel dalam jangka waktu lama. Salah satu upaya mengurangi dampak pencemaran Pb di udara adalah dengan melakukan penanaman tanaman yang bisa menyerap polutan, salah satunya ialah sirih gading (Epipremnum aureum). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan tanaman sirih gading dalam menyerap gas kadar Pb yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, dan mengetahui hubungan waktu kontak pemaparan terhadap pertumbuhan tanaman. Sampel diambil dari bagian daun tanaman. Pemaparan asap knalpot kendaraan terhadap tanaman sirih gading dilakukan dalam waktu 60 menit selama 7 hari berturut-turut. Sampel daun diuji akumulasi kadar Pb dengan metode spektrofotometer serapan atom. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan tanaman sirih sebagai penyerap Pb di udara dipengaruhi oleh lamanya waktu pemaparan. Tanaman sirih gading mampu menyerap emisi gas Pb dan mendapatkan hasil yaitu pada uji H0 sebesar 1.282 mg/L, H1 sebesar 1.922 mg/L, H2 sebesar 3.524 mg/L, H3 sebesar 1.962 mg/L, H4 sebesar 2.562 mg/L, H5 sebesar 4.164 mg/L, H6 4.806 mg/L, dan H7 sebesar 1.922 mg/L. Untuk tanaman kontrol H0 sebesar 4.806 mg/L, dan H7 sebesar 4.164 mg/L. Perbandingan fisik tanaman setiap harinya dipengaruhi dengan variasi daun kuning, variasi daun hijau kuning, dan variasi daun hijau. Karena jika semakin banyak variasi daun kuning yang di uji maka akan semakin tinggi hasil pengujian akumulasi kadar gas timbal pada daun Sirih Gading, begitu pula sebaliknya.
PERENCANAAN PENGEMBANGAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) UNIT CENDANA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA SAMARINDA Fahrizal Adnan; Citra Anggita; Muhammad Busyairi
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v4i2.5225

Abstract

IPA Unit cendana merupakan salah satu unit pengolahan air yang dimiliki oleh PDAM Kota Samarinda. Wilayah pelayanan IPA Unit Cendana ini ialah Kecamatan Samarinda Utara, Kecamatan Pinang Dalam, Kecamatan Samarinda Ulu, dan Kecamatan Samarinda Kota. Data eksisting menyebutkan bahwa kapasitas debit terpasang sebesar 537,37 liter/detik atau 46.428.768 liter/hari, sedangkan dari hasil perhitungan didapatkan estimasi kebutuhan air bersih sebesar 49.472.850 liter/hari. Sehingga, unit produksi yang ada tidak cukup untuk mensuplai kebutuhan debit air yang diperlukan. Oleh karena itu, perlunya pengembangan kapasitas debit produksi dengan menambah kapasitas terpasang menjadi 1.821,89 liter/detik yang ditujukan untuk meningkatkan pelayanan air bersih dari tahun 2011 hingga tahun 2020.
PENGARUH JENIS MEDIA PADA TRICKLING FILTER TERHADAP PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU Ika Meicahayanti; Fahrizal Adnan; Muhammad Richo Baihaqi Suprayitno
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v5i2.7089

Abstract

Limbah cair tahu yang dihasilkan oleh industri rumahan dan tidak dikelola dengan baik merupakan permasalahan lingkungan yang perlu ditangani. Maka dari itu, perlu adanya pengolahan agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Pengolahan limbah cair tahu dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan teknologi trickling filter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media pada pengolahan trickling filter terhadap nilai BOD, COD, TSS, dan pH, serta mengetahui kondisi optimum dari variasi yang digunakan. Media yang digunakan adalah kerikil dan bioball dengan waktu pengamatan, yaitu 24, 72, 120, 192, dan 216 jam. Metode kontinyu dilakukan pada penelitian ini dengan melakukan seeding dan aklimatisasi terlebih dahulu selama 14 hari sebelum media dikontakkan dengan limbah cair tahu. Nilai pH diamati selama proses seeding dan aklimatisasi berlangsung. Penelitian menggunakan dua reaktor dengan menggunakan media yang berbeda dan dilakukan pengambilan sampel sesuai dengan waktu pengamatan yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media mempengaruhi hasil pengolahan, serta semakin lama waktu pengamatan maka semakin besar penurunan konsentrasi parameter. Hasil efisiensi optimum terlihat pada jenis media kerikil dengan waktu pengamatan 216 jam, yaitu penurunan BOD, COD, TSS berturut-turut sebesar 91% dari konsentrasi awal 132 mg/L; 88% dari konsentrasi awal 278,7 mg/L; 86% dari konsentrasi awal 1804 mg/L, dan nilai pH sebesar 8,4 dari nilai pH awal 3,66.
PERENCANAAN KAPASITAS TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) DI KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG, KECAMATAN SEBULU, DAN KECAMATAN MUARA KAMAN Joshua Geraldi Simanungkalit; Fahrizal Adnan; Searphin Nugroho
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v8i2.11491

Abstract

Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan salah satu daerah yang membutuhkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sebagai usaha dalam pengelolaan sampah, terutama di Kecamatan Tenggarong Seberang, Sebulu, dan Muara Kaman. Hal ini berkaitan dengan kurangnya fasilitas TPA di daerah tersebut untuk menampung timbulan sampah yang jumlahnya berpotensi meningkat seiring berjalannya waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perencanaan kapasitas daya tampung TPA dengan jangka waktu 20 tahun mendatang untuk melayani timbulan sampah dari ketiga kecamatan tersebut. Penelitian dilakukan dengan melakukan pengumpulan data sekunder terlebih dahulu dari sejumlah instansi di Kabupaten Kutai Kartanegara dan selanjutnya dilakukan perhitungan jumlah proyeksi pertumbuhan penduduk, proyeksi timbulan sampah, dan kapasitas daya tampung dari perencanaan TPA tersebut. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu untuk proyeksi pertumbuhan penduduk dari ketiga kecamatan tersebut secara keseluruhan di tahun 2042 ialah sebesar 220.596 jiwa. Proyeksi timbulan sampah yang dihasilkan dari ketiga kecamatan tersebut pada tahun 2042 ialah sebesar 1.016,95 m3/hari. Proyeksi berat timbulan sampah pada tahun 2042 ialah sebesar 90,44 ton/hari. Kebutuhan lahan tiap tahun untuk menampung volume sampah yang telah dipadatkan dari ketiga kecamatan tersebut adalah sebesar 1.281,36 m2, dengan kebutuhan luas lahan TPA dimulai dari tahun 2022 hingga tahun 2042 sebesar 32.290,27 m2 atau 3,23 Ha, serta kapasitas daya tampung TPA tersebut sebesar 371.338,11 m3.
ANALISIS KETERKAITAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK DENGAN KEBERADAAN SAMPAH PLASTIK DI SUNGAI MAHAKAM, KECAMATAN MUARA KAMAN Muhammad Arif Kurniawan; Searphin Nugroho; Fahrizal Adnan; Febrina Zulya
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i1.10822

Abstract

Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran ≤ 5 mm dan temasuk ke dalam limbah berbahaya dikarenakan memiliki sifat persisten, mengandung senyawa kimia toksik, dan bersifat karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara keberadaan sampah plastik dengan kandungan mikroplastik yang terdapat pada air Sungai Mahakam, Kecamatan Muara Kaman. Analisis sampel air dimulai dengan tahap penyaringan awal menggunakan plankton net, sampel kemudian ditambahkan NaCl dan didiamkan selama 12 jam. Setelah 12 jam sampel pada bagian atas wadah diambil dan ditambahkan Fe(II) (0,05 M) dan H2O2 30% dan dipanaskan menggunakan magnetic stirrer selama 30 menit, sampel kemudian disaring menggunakan kertas saring dan dikeringkan menggunakan oven selama 1 jam untuk selanjutnya diamati menggunakan mikroskop. Sampel kemudian diuji menggunakan FTIR. Sampel sampah diambil mengacu pada metode CSIRO. Sampel sampah yang diperoleh dikelompokkan sesuai dengan kode plastik yang tertera dan dihitung persentasenya. Hasil analisis ditemukan nilai kelimpahan mikroplastik terbesar yakni 14 partikel/L, kemudian uji FTIR menunjukkan pendugaan terdapatnya plastik jenis Nylon dan PTFE. Sampah plastik yang ditemukan didominasi jenis PET, dan korelasi antara keberadaan sampah plastik dengan kelimpahan mikroplastik menunjukan nilai fluktuatif dikarenakan beberapa faktor seperti aktivitas warga sekitar, waktu yang dibutuhkan untuk proses degradasi sampah plastik menjadi mikroplastik, serta persebaran mikroplastik yang dipengaruhi aliran sungai.
PENGGUNAAN MEDIA SARANG TAWON DAN BIOBALL PADA BIOFILTER AEROB PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR LAUNDRY Fherlita Deviana Apema; Dwi Ermawati Rahayu; Fahrizal Adnan; Waryati Waryati
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i1.11809

Abstract

Pesatnya perkembangan usaha jasa laundry dapat memberikan andil terhadap pencemaran air yang berasal dari pembuangan limbah hasil pencucian yang tidak diolah terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan kandungan TSS, COD, BOD, ammonia, MBAS, dan phosphor dari limbah laundry yang cukup tinggi. Teknologi biofilter aerob dapat dimanfaatkan dalam pengolahan limbah laundry. Pada penelitian ini, dilakukan perbandingan biofilter antara jenis media sarang tawon terhadap bioball dengan menggunakan variasi waktu. Metode yang digunakan adalah sistem batch yang dimulai dengan proses seeding dan aklimatisasi selama 14 hari. Parameter yang dianalisis adalah parameter BOD, COD, TSS, total fosfat dan pH, Variasi waktu tinggal yang digunakan adalah 4, 6, 8, 10, dan 12 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media bioball lebih efektif dalam menurunkan parameter BOD sebesar 88,72%, COD 86%, TS 78,95%S, total fosfat 69,43% dan pH dari 8,7 menjadi 7,7 pada limbah cair laundry. Adapun waktu tinggal yang paling efektif yaitu selama 12 jam. Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama waktu tinggal, maka semakin besar zat organik yang didegradasi oleh mikroba semakin besar. Efektifitas bioball ini dimungkinkan karena luas permukaan media yang lebih besar dan bentuk bioball yeng memungkinkan bergerak di reaktor.
ANALISIS KETERKAITAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK DENGAN SAMPAH PLASTIK PADA SUNGAI MAHAKAM DI DESA SEBULU MODERN KECAMATAN SEBULU Nadhifah Husnalia; Searphin Nugroho; Fahrizal Adnan
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i2.10827

Abstract

Salah satu permasalahan sampah nasional yaitu adanya sampah plastik yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan diperparah dengan pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya. Akumulasi sampah plastik dalam waktu lama menyebabkan plastik tersebut terurai menjadi kepingan partikel dengan ukuran yang lebih kecil dan tak kasat mata atau biasa disebut mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan bentuk mikroplastik dan jenis sampah plastik, mengetahui jenis polimer, serta mengetahui korelasi antara kelimpahan mikroplastik dengan jenis sampah plastik. Identifikasi mikroplastik dilakukan dengan penyaringan menggunakan plankton net dan kertas saring kemudian dianalisis secara visual menggunakan mikroskop serta instrumen FTIR. Pendataan jenis sampah dilakukan dengan metode monitoring yang dikembangkan oleh CSIRO.  Hasil analisis ditemukan mikroplastik dengan bentuk fiber, fragmen dan film dengan kelimpahan bentuk terbanyak yaitu fiber sebanyak 21 partikel/L. Jenis polimer yang ditemukan berdasarkan hasil analisis FTIR yaitu nylon dan politetraflouoroetilena (PTFE). Kelimpahan sampah plastik yang ditemukan yaitu PET, PVC, PP, LDPE, HDPE dan Other. Jenis sampah plastik yang paling mendominasi adalah LDPE sebesar 85,48%. Korelasi antara jenis sampah plastik dan kelimpahan bentuk mikroplastik yaitu adanya fluktuasi naik dan turun yang dipengaruhi oleh kegiatan masyarakat sekitar Sungai Mahakam selain itu dipengaruhi oleh proses degradasi yang lama dan waktu retensi yang rendah pada sungai sehingga kelimpahan yang ditemukan sedikit dibanding jenis sampah yang ditemukan.
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DI KABUPATEN KUTAI BARAT BERDASARKAN PERBANDINGAN KETERSEDIAAN SERTA KEBUTUHAN AIR Wendy Edinata; Ika Meicahayanti; Fahrizal Adnan; Febrina Zulya; Searphin Nugroho
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v8i2.16413

Abstract

Beberapa potensi sumber daya alam yang ada di Kabupaten Kutai Barat yang tampak nyata di antaranya adalah batu bara, hasil kayu, dan perkebunan kelapa sawit yang perlu adanya daya dukung lingkungan untuk pembagian ruang dalam menentukan ketersediaan serta kebutuhan air yang ada di daerah Kutai Barat. Daya dukung lingkungan di suatu wilayah dapat dinilai dari beberapa pendekatan ataupun aspek, salah satu dari pendekatannya adalah ketersediaan air di suatu wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kebutuhan dan ketersediaan air di wilayah Kabupaten Kutai Barat, dan mengetahui status daya dukung lingkungan berdasarkan ketersediaan dan kebutuhan air di wilayah Kabupaten Kutai Barat. Kebutuhan air di Kabupaten Kutai Barat meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, hingga tahun 2032 dengan jumlah penduduk 188.474 jiwa kebutuhan air di Kabupaten Kutai Barat sebesar 301.558.431,02 m3/tahun. Hasil penelitian dan perhitungan mengenai ketersediaan air pada tahun 2022 sebesar 6.548.271.434,03 m3/tahun. Status daya dukung air yang diperoleh dari perbandingan antara ketersediaan air dan kebutuhan air yang ada di wilayah Kabupaten Kutai Barat dan dengan proyeksi dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2032 maka ketersediaan air di Kabupaten Kutai Barat dalam Kondisi Surplus atau masih mencukupi kebutuhan air yang ada hingga tahun 2032.
PERENCANAAN KAPASITAS TPA DI KECAMATAN KEMBANG JANGGUT DAN KECAMATAN KENOHAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Firmansyah Firmansyah; Fahrizal Adnan; Searphin Nugroho
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v8i1.10931

Abstract

Kecamatan Kembang Janggut dan Kecamatan Kenohan merupakan salah satu Kecamatan yang belum memiliki Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Hal ini dikarenakan TPA Bekotok yang berada di Gunung Belah, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, telah mengalami overload dan banyaknnya pemukiman penduduk di sekitar TPA tersebut, sehingga dinilai sudah tidak layak lagi untuk dijadikan TPA sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proyeksi jumlah penduduk, proyeksi jumlah timbulah sampah dan kebutuhan lahan yang diperlukan sampai dengan tahun 2042 untuk perencanaan kapasitas dan pemilihan lokasi TPA di Kecamatan Kembang Janggut dan Kecamatan Kenohan. Analisa proyeksi penduduk dilakukan dengan metode aritmatik dan penentuan lokasi TPA juga memperhatikan kebutuhan luas lahan serta kriteria-kriteria yang diperoleh dari studi literatur. Kriteria tersebut kemudian dibobotkan serta dianalisis menggunakan metode SIG dengan melakukan overlay dan buffering pada peta-peta tematik untuk mendapatkan lokasi yang sesuai dengan standar tahap regional pemlihan lokasi TPA. Hasil dari proyeksi penduduk pada tahun 2042 adalah 113.910 jiwa dengan proyeksi jumlah timbulan sampah pada tahun 2042 adalah 525,13 m3/hari dan kebutuhan luas lahan yang diperlukan adalah 2,08 Ha dengan kapasitas daya tampung 191.765 m3. Pemilihan lokasi TPA berdasarkan tahap regional diperoleh hasil lahan yang tidak sesuai seluas 261.309,9 Ha, lahan kurang sesuai seluas 25.787,4 Ha, lahan yang sesuai seluas 46.307,5 Ha dan lahan yang sangat sesuai seluas 12.880,4 Ha.