Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : PESHUM

Hubungan Fatherless Dan Kenakalan Remaja Pada Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum Di Makassar Fauziah Anas; Muh. Daud; Kurniati Zainuddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i2.3091

Abstract

Kenakalan remaja dipengaruhi langsung oleh pengasuhan orang tua yang negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fatherless dan kenakalan remaja pada anak yang berhadapan dengan hukum di Makassar. Responden dalam penelitian ini adalah 76 remaja laki-laki. Penelitian menggunakan metode kuantitaif dengan teknik sampling yaitu total sampling. Hipotesis penelitian diuji menggunakan teknik korelasi spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan p=0.004 (p<0,05), dan besar koefisien korelasi r=0,325, terdapat hubungan antara fatherless dan kenakalan remaja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada orangtua terutama seorang ayah untuk mengetahui seberapa pentingnya kehadiran sosok ayah dalam kehidupan anak dan mengajarkan kepada anak sesuatu yang baik dan buruk, sehingga anak dapat minghindari perilaku nakal.
Pengaruh Persepsi Harapan Orang Tua Dengan Fear Of Failure Pada Mahasiswa tingkat Akhir Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar Nurbaiyana; Kurniati Zainuddin; Eka sufartianingsih Jafar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v3i2.3129

Abstract

Fear of failure merupakan perasaan cemas yang dialami oleh individu sehingga berpengaruh pada menurunnya kepercayaan diri dan cenderung menghindari situasi-situasi yang berhubungan dengan kemungkinan terjadinya kegagalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi harapan orang tua dengan fear of failure pada Mahasiswa Tingkat Akhir. Responden penelitian ini berjumlah 186 Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar dan sedang memprogramkan skripsi. Alat ukur yang digunakan adalah Performace Failure Appraisal Inventory (PFAI) untuk mengukur variabel fear of failure dan Perception of Parental Expectation Inventory untuk mengukur variabel persepsi harapan orang tua. Penelitian ini menggunakan teknik analisis uji regresi linear sederhana. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi fear of failure dengan persepsi harapan orang tua sebesar 0,188 ( 18,8%) yang dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh antara variabel Persepsi harapan orang tua terhadap variabel Fear of failure tapi tidak bersifat kuat karena hanya 18,8% . Sementara itu, koefisien determinan memiliki nilai sebesar 0,035 yang artinya persepsi harapan orang tua hanya memberikan pengaruh sebesar 3,5% terhadap fear of failure, sedangkan 96,5% dipengaruhi oleh faktor lainnya. Dampak dari penelitian ini sebagai salah satu sumber referensi yang dapat memberikan kontribusi kepada orang lain mengenai fear of failure dan persepsi harapan orang tua.
Harapan dan Self-Compassion pada Ibu yang Memiliki Anak Autisme Solihin, St Aisyah Humairah; Mayangsari, Putri; Haerani Nur; Kurniati Zainuddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i1.6801

Abstract

Diagnosis gangguan autisme pada anak sering kali menjadi kabar yang menyedihkan bagi ibu dan dapat menyebabkan stres. Namun, ibu yang memiliki harapan mampu bangkit dari kesedihannya. Self-compassion dapat membantu ibu menyikapi diri dengan positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi harapan dan self-compassion pada ibu yang memiliki anak autisme. Responden dalam penelitian ini adalah dua ibu yang merawat anak dengan gangguan autisme. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fenomenologi, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan analisis menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ibu menggunakan berbagai cara untuk membantu anak seperti terapi agar ketertinggalan anak dapat terkejar sesuai usia tahapan perkembangan anak regular. Ibu dapat membangun harapan sesuai dengan kondisi anak. Setelah ibu memberi penanganan terapi dan harapan ibu tercapai, ibu dapat membangun harapan baru seperti kemandirian anak. Dalam proses mendampingi anak, ibu membutuhkan sikap self-compassion untuk tetap menjaga kesehatan mental. Ibu yang memiliki dukungan keluarga dapat memiliki sikap self-compassion dengan aspek positif sedangakan ibu yang kurang dukungan dari lingkungan akan menyikapi self-compassion dengan aspek negatif. Harapan dan self-compession pada ibu yang memiliki anak autisme perlu diperhatikan. Penelitian ini memberikan implikasi berupa data dan informasi yang berguna bagi orang tua, terutama ibu, dalam menghadapi diagnosis autisme pada anak.
Pemberian Gawai Pada Anak Usia Dini (Studi Kasus Pada Ibu Bekerja) Pawiloi, Andi Baeduri; Haerani Nur; Kurniati Zainuddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7732

Abstract

Gawai tidak seharusnya digunakan oleh anak usia dini, tetapi saat ini kebanyakan ibu memilih untuk memberikan gawai pada anak yang masih tergolong anak usia dini karena beberapa alasan salah satunya karena tidak ingin diganggu saat bekerja dan ingin secepatnya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif ibu yang bekerja memberikan gawai pada anak usia dini, faktor-faktor yang memengaruhi motif ibu, dan dampak penggunaan gawai pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan observasi. Responden dalam penelitian ini melibatkan 2 orang ibu bekerja yang memiliki anak usia dini dan 4 orang keluarga responden sebagai informan tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif ibu yang bekerja memberikan gawai pada anak usia dini ada dua, yaitu motif biogenik dan motif sosiogenik. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi motif ibu memberikan gawai pada anak usia dini, yaitu pengetahuan dan pekerjaan ibu. Pemberian gawai pada anak usia dini memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif pada perkembangan kognitif anak usia dini, yaitu anak belajar tentang agama dan meniru gerakan melalui penggunaan gawai, sedangkan dampak negatifnya, yaitu berpengaruh pada perkembangan bahasa, perkembangan sosial, disregulasi emosi, kesehatan mata, bahkan sampai membuat anak usia dini menjadi kecanduan terhadap gawai.