Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Perbandingan Kadar Kafein pada Teh Hitam (Camellia Sinensis) yang Diseduh dan Direbus dengan Metode Titrasi Bebas Air Anita Agustina Styawan; Muchson Arrosyid; S Sutaryono
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.507 KB)

Abstract

Tanaman teh merupakan minuman paling banyak dikonsumsi masyarakat setelah air. Teh mengandung banyak senyawa yang berkhasiat untuk tubuh seperti kafein. Proses penyeduhan teh dengan waktu dan suhu yang tidak optimum dapat mempengaruhi kandungan kafein didalamnya. Semakin tinggi suhu dan lama waktu penyeduhan, kadar kafein dalam teh semakin meningkat. Dan proses penyeduhan dengan pemanasan dapat memperlebar jarak antar molekul dalam teh. Lebarnya jarak antar molekul dalam teh dapat mempermudah molekul air untuk menembus padatan teh sehingga kafein akan mudah terekstrak dalam pelarut air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar kafein pada teh hitam yang diseduh dan direbus, kemudian membandingkan kadar kafein pada teh hitam dengan proses penyeduhan diseduh (tanpa pemanasan) dan direbus (dengan pemanasan). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Penelitian ini menggunakan sampel simplisia kering daun teh hitam (Camellia sinensis). Sampel diuji secara kualitatif menggunakan reaksi Murexid. Dianalisis kuantitatif menggunakan Titrasi Bebas Air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kualitatif sampel positif mengandung kafein yang ditandai dengan perubahan warna menjadi merah. Secara kuantitatif, kadar kafein pada teh hitam yang diseduh sebesar 10,718% b/v dan kadar kafein pada teh hitam yang direbus sebesar 10,986% b/v. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan kadar kafein pada teh hitam yang diseduh dan direbus dengan nilai signifikasi 0,034<0,05.
Standarisasi Ekstrak Etil Asetat Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) Sholikhah Deti Andasari; I Indriyastuti; Muchson Arrosyid
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.053 KB)

Abstract

Daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia S) secara empiris berkhasiat sebagai obat batuk, disentri, mencret, ambeien dan jerawat.Sehingga daun jeruk nipis berpotensi dikembangkan menjadi obattradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukanstandarisasi ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia S) denganparameter spesifik dan non spesifik. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Ekstrak daun jeruknipis dibuat dengan proses maserasi selama 5 hari dengan etilasetat. Uji parameter standar umum ekstrak yaitu parameter spesifikyang meliputi organoleptik ekstrak, senyawa larut dalam air dansenyawa larut dalam etanol. Parameter non spesifik yang meliputisusut pengeringan, kadar air dan bobot jenis. Skrining fitokimiaterhadap ekstrak etil asetat daun Citrus aurantifolia S meliputipemeriksaan tanin, fenol, triterpen, minyak atsiri, saponin danflavonoid. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etilasetat daun Citrus aurantifolia S mengandung senyawa golongantanin, flavonoid, fenol, dan steroid.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DEODORAN KRIM DENGAN VARIASI MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Cananga odorata var. Macrophylla) SEBAGAI PENGHILANG BAU BADAN Rahmi Nurhaini; Muchson Arrosyid; Hanif Putri
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13 No 1 (2022): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : UNIVRSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bunga kenanga (Cananga odorata var. Macrophylla) merupakan salah satu tanaman penghasil flavonoid yang efektif terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis sehingga dibuat dalam sediaan krim. Sediaan krim dipilih karena mempunyai keuntungan yaitu bentuknya menarik, sederhana dalam pembuatannya, mudah dalam penggunaan, daya menyerap yang baik, memberikan rasa dingin pada kulit, meningkatkan nilai ekonomi, serta diharapkan minyak atsiri dari bunga kenanga (Cananga odorata var. Macrophylla) lebih lama menempel pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antibakteri deodoran krim terhadap Staphylococcus epidermidis. Deodoran krim dibuat 3 formula dengan variasi konsentrasi minyak atsiri bunga kenanga 5%, 10%, dan 20%. Ketiga formula kemudian dilakukan uji sifat fisik meliputi organoleptis, homogenitas, daya sebar, viskositas, daya lekat, tipe krimp, hedonik dan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran. Data hasil organoleptis dan homogenitas dianalisis secara deskriptif. Sedangkan hasil pH, viskositas, dan tinggi busa dianalisa dengan One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji Least Significance Different. Hasil menunjukkan bahwa krim deodoran dengan variasi konsentrasi minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata var. Macrophylla) 5%, 10%, dan 20% memiliki hasil uji sifat fisik yang homogen, pH antara 4,5 – 7,5, diameter daya sebar 50 – 70 mm, viskositas 4 40 dPas, waktu daya lekat < 4 detik, dan tipe krim M/A, serta uji hedonik formula 10% lebih disukai panelis. Konsentrasi deodoran krim dengan minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata var. Macrophylla) memiliki diameter hambat 5% adalah (13,7 ± 0,2) mm, 10% adalah (16,8 ± 0,7) mm, dan 20% adalah (21,0 ± 3,5) mm.
IDENTIFIKASI FLAVONOID PADA EKSTRAK ETANOL TEMU MANGGA (Curcuma mangga Val.) METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN SOKLETASI SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Muchson Arrosyid; Anita Agustina Styawan; Selvi Candra Dewi; Rezyana Budi Syahputri
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : UNIVRSITAS MUHAMMADIYAH KLATEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temu mangga merupakan salah satu keluarga Zingeberaceae, memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid. Temu mangga (Curcuma mangga Val.) berkhasiat sebagai pereda sakit maag, diare, penghilang nyeri haid, mengobati jerawat dan bisul, serta menambah nafsu makan. Selain itu, temu mangga diduga memiliki aktivitas antioksidan karena adanya senyawa fenolik dan flavonoid yang terkandung di dalamnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis senyawa flavonoid yang terdapat dalam rimpang temu mangga (Curcuma mangga Val.). Ekstraksi dilakukan dua tahap yaitu tahap maserasi dan sokletasi tahap menggunakan pelarut yang sama yaitu etanol 70%. Identifikasi flavonoid ekstrak temu mangga dilakukan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT). Bercak lempeng yang memiliki harga Rf dan warna yang sama dengan deteksi awal yaitu kuning kehijauan menunjukkan hasil positif pada ekstrak metode sokletasi dan maserasi. Hasil identifikasi flavonoid pada ekstrak temu mangga (Curcuma mangga Val.) menunjukkan harga Rf ekstraksi secara maserasi sebanyak 0,53 dan hasil dari ekstraksi secara sokletasi sebanyak 0,82. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara ekstraksi maserasi dan sokletasi.
PENGARUH PEMBERIAN CAMPURAN BEE POLLEN, SERBUK RIMPANG KENCUR, SERBUK RIMPANG KUNYIT, BIJI PINANG DAN DAUN SIRIH TERHADAP VOLUME URIN PADA TIKUS WISTAR PASCA PAPARAN STREPTOZOTOCIN (STZ) Muchson Arrosyid; Choiril H.M.
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v14i1.20

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit dengan pengobatan dapatberlangsung seumur hidup, sehingga perlu disediakan obat/bahan/ramuan yangmudah didapatkan untuk pemakaian jangka panjang. Di sekitar kita terdapatbahan yang banyak dan mudah didapat, sebagai contoh adalah campuran beepollen rimpang kencur, kunyit biji pinang dan daun sirihyang berfungsi sebagaiantioksidan dan dapat menurunkan volume urin pada penderita DM.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberiancampuran bee pollen rimpang kencur, kunyit biji pinangdan daun sirihterhadapvolume urin tikus wistar yang diinduksi dengan Streptozotocin (STZ).Metode penelitian ini menggunakan ujiShapiro-Wilk untuk mengetahuinormalitas data, kemudian dilanjutkan dengan uji Leuvene’s untuk mengetahuihomogenitas data. Selanjutnya jika data homogen dan terdistribusi normal, makadata diuji hipotesa dengan Anova One Way.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian campuran bee pollenrimpang kencur, kunyit biji pinangdan daun sirihdengan campuran 300 mg/200 gBB dapat menurunkan volume urin meskipun tidak seefektif metformin dengandosis 9 mg/200 gram BB.
Analisa Kepuasan Pasien Pulang Tentang Pelayanankonseling Obat Oleh Petugas Instalasi Farmasidi Rsup dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Rahmi Nurhaini; Muchson Arrosyid; Ima Rohmawati
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 10 No 1 (2019): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v10i1.71

Abstract

The purpose of this study was to determine the level of patient satisfaction with medical counseling services by the Pharmacy Installation Officer dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. The research design is descriptive research. The sample used was 103 respondents, taken based on accidental sampling technique. The instrument for collecting data uses questionnaires. Data processing using descriptive analysis in the form of frequency, percentage, cross tabulation. The results of the study concluded that from 103 respondents: (1) 62 patients / families of patients were satisfied with the drug counseling service by the Pharmacy Installation officer dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten; (2) 68 patients / families of patients are satisfied with the reliability of drug counseling services byofficer; (3) 51 patients / families of patients are satisfied with the responsiveness of drug counseling services by officer ; (4) 60 patients / families of patients are satisfied with the guarantee of drug counseling services by officer ; (5) 50 patients / families of patients were satisfied with the empathy of drug counseling services by officer ; (6) 56 patients / families of patients are satisfied with the tangible service of drug counseling officer .
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata Miers) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Muchson Arrosyid; Sutaryono; Resia Muliana
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 10 No 2 (2019): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v10i2.87

Abstract

Infection is a disease caused by bacteria. For Example of bacteria that can cause infection is bacteria Staphylococcus aureus. The development of traditional medicines derived from nature received the attention of people and the government. Green cincau leaves (Cyclea barbata Miers) is one of plants containing compound as antibacterial. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the ethanol extract of green cincau leaves (Cyclea barbata Miers) and to determine the value of Minimum Inhibitory Concentration (MIC) on the growth of Staphylococcus aureus bacter. This research is a type of experimental research. Green cincau leaves (Cyclea barbata Miers) were extracted using maceration method with 96% ethanol obtained by rendering of 4.32% b/b. Microbiology tests use the paper disc diffusion method. Green cincau leaf extract (Cyclea barbata Miers) was made into 3 concentrations namely 25%, 50%, 75% and negative controls using aquadestilata. The results of the research on ethanol extract of green cincau leaves (Cyclea barbata Miers) effectively inhibited the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The 50% concentration has an average of 13.20 mm. The concentration of 75% has an average of 15.99 mm. Statistical results show differences in all concentrations with negative aquadestilata controls.
Tingkat Pengetahuan Mahasiswa DIII Farmasi Stikes Muhammadiyah Klaten Terhadap Covid – 19 Muchson Arrosyid; Rahmi Nurhaini; Rosi Nur Indahsari
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 12 No 2 (2021): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v12i2.312

Abstract

The Covid-19 pandemic is the event of the 2019 coronavirus disease spreading around the world. The role of the level of knowledge is very important to be able to determine decisions in a person's behavior so that it can be a strong basis for suppressing the number of Covid-19 infections so that they do not increase. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of DIII Pharmacy students of STIKES Muhammadiyah Klaten against Covid-19. This research uses descriptive research method, the sampling technique used is Proportionate Stratified Random Sampling where the sample used is DIII Pharmacy students of STIKES Muhammadiyah Klaten as many as 68 respondents. The data collection tool in this research is a questionnaire and the data analysis used is univariate. The results showed that the knowledge of DIII Pharmacy students of STIKES Muhammadiyah Klaten on Covid-19 for the high category was 75%, the medium category was 23.5%, and the less category was 1.5%. Based on the characteristics of respondents with high knowledge, namely at the age of 19 years (25%), female gender (63.2%), and level II (26.5%).
IDENTIFIKASI FLAVONOID PADA EKSTRAK ETANOL TEMU MANGGA (Curcuma mangga Val.) METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN SOKLETASI SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Muchson Arrosyid; Anita Agustina Styawan; Selvi Candra Dewi; Rezyana Budi Syahputri
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 14 No 1 (2023): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v14i1.764

Abstract

Temu mangga merupakan salah satu keluarga Zingeberaceae, memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid. Temu mangga (Curcuma mangga Val.) berkhasiat sebagai pereda sakit maag, diare, penghilang nyeri haid, mengobati jerawat dan bisul, serta menambah nafsu makan. Selain itu, temu mangga diduga memiliki aktivitas antioksidan karena adanya senyawa fenolik dan flavonoid yang terkandung di dalamnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis senyawa flavonoid yang terdapat dalam rimpang temu mangga (Curcuma mangga Val.). Ekstraksi dilakukan dua tahap yaitu tahap maserasi dan sokletasi tahap menggunakan pelarut yang sama yaitu etanol 70%. Identifikasi flavonoid ekstrak temu mangga dilakukan menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT). Bercak lempeng yang memiliki harga Rf dan warna yang sama dengan deteksi awal yaitu kuning kehijauan menunjukkan hasil positif pada ekstrak metode sokletasi dan maserasi. Hasil identifikasi flavonoid pada ekstrak temu mangga (Curcuma mangga Val.) menunjukkan harga Rf ekstraksi secara maserasi sebanyak 0,53 dan hasil dari ekstraksi secara sokletasi sebanyak 0,82. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara ekstraksi maserasi dan sokletasi.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DEODORAN KRIM DENGAN VARIASI MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Cananga odorata var. Macrophylla) SEBAGAI PENGHILANG BAU BADAN Nurhaini, Rahmi; Arrosyid, Muchson; Putri, Hanif
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13 No 1 (2022): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v13i1.453

Abstract

Bunga kenanga (Cananga odorata var. Macrophylla) merupakan salah satu tanaman penghasil flavonoid yang efektif terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis sehingga dibuat dalam sediaan krim. Sediaan krim dipilih karena mempunyai keuntungan yaitu bentuknya menarik, sederhana dalam pembuatannya, mudah dalam penggunaan, daya menyerap yang baik, memberikan rasa dingin pada kulit, meningkatkan nilai ekonomi, serta diharapkan minyak atsiri dari bunga kenanga (Cananga odorata var. Macrophylla) lebih lama menempel pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antibakteri deodoran krim terhadap Staphylococcus epidermidis. Deodoran krim dibuat 3 formula dengan variasi konsentrasi minyak atsiri bunga kenanga 5%, 10%, dan 20%. Ketiga formula kemudian dilakukan uji sifat fisik meliputi organoleptis, homogenitas, daya sebar, viskositas, daya lekat, tipe krimp, hedonik dan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran. Data hasil organoleptis dan homogenitas dianalisis secara deskriptif. Sedangkan hasil pH, viskositas, dan tinggi busa dianalisa dengan One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji Least Significance Different. Hasil menunjukkan bahwa krim deodoran dengan variasi konsentrasi minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata var. Macrophylla) 5%, 10%, dan 20% memiliki hasil uji sifat fisik yang homogen, pH antara 4,5 – 7,5, diameter daya sebar 50 – 70 mm, viskositas 4 40 dPas, waktu daya lekat < 4 detik, dan tipe krim M/A, serta uji hedonik formula 10% lebih disukai panelis. Konsentrasi deodoran krim dengan minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata var. Macrophylla) memiliki diameter hambat 5% adalah (13,7 ± 0,2) mm, 10% adalah (16,8 ± 0,7) mm, dan 20% adalah (21,0 ± 3,5) mm.