Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Kompetensi

KETERAMPILAN BERBAHASA SISWA PAKET C SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) BALIKPAPAN TIMUR Savira Saraswati; Casmudi Casmudi; Retnowaty Retnowaty
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 12 No 1 (2019): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.375 KB) | DOI: 10.36277/kompetensi.v12i1.10

Abstract

Sebagai dasar dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, keterampilan berbahasa sangat penting untuk dikuasai. Jika siswa kurang menguasai keterampilan berbahasa, maka akan berpengaruh kepada pengetahuan siswa yang lain, karena keterampilan berbahasa juga dasar dari berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan berbahasa yang terdiri dari keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis siswa paket C SKB Balikpapan Timur serta hambatan siswa untuk menguasai keterampilan berbahasa dan solusi dari hambatan tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa panduan observasi, wawancara, telepon genggam, alat tulis, catatan lapangan, dan kartu data. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahawa secara umum keterampilan berbahasa siswa paket C SKB Balikpapan Timur dalam kategori cukup. Untuk masing-masing aspek didapatkan hasil bahwa keterampilan menyimak siswa baik, keterampilan membaca baik, keterampilan berbicara kurang, dan keterampilan menulis kurang. Hambatan siswa dalam menguasai keterampilan berbahsa adalah tidak adanya buku pedoman pembelajara secara fisik, guru tidak menjelaskan materi secara fisik, guru tidak mengembangkan keterampilan berbahasa yang telah dimiliki siswa, siswa tidak tertarik dengan guru, dan siswa tidak tertarik dengan materi yang diajarkan.
PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM ACARA TALK SHOW ROSI DI KOMPAS TV Riezka Noor Amalia; Retnowaty Retnowaty; Nurliani Maulida
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 12 No 2 (2019): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.074 KB) | DOI: 10.36277/kompetensi.v12i2.28

Abstract

Acara talk show Rosi banyak terjadi pelanggaran prinsip kerja sama, hal itu disebabkan karena lawan tutur mempunyai maksud atau tujuan tertentu dari pelanggaran itu untuk mengutarakan maksudnya secara halus. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pelanggaran prinsip kerja sama dalam percakapan pada acara Rosi di Kompas TV. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah proses komunikasi yang terjadi antara pewawancara dan narasumber pada talk show Rosi di Kompas TV. Objek penelitian ini yaitu percakapan yang diidentifikasi mengandung pelanggaran prinsip kerja sama dalam talk show Rosi di Kompas TV. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode simak dengan menyimak rekaman video acara Rosi bulan Juni 2018 yang telah diunduh di youtube, kemudian mencatat percakapan yang dicurigai terjadi pelanggaran prinsip kerja sama dan dianalisis, setelah itu dimasukkan ke dalam kartu data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pelanggaran prinsip kerja sama dalam acara talk show Rosi di Kompas TV pada bulan Juni 2018 sebanyak 55 data. Pelanggaran yang terjadi pada satu maksim, yaitu (1) maksim kuantitas sebanyak 31 data, (2) maksim kualitas sebanyak 2 data, (3) maksim relevansi sebanyak 4 data, dan (4) maksim cara sebanyak 11 data. Pelanggaran yang terjadi lebih dari satu maksim, yaitu (1) maksim kuantitas dan cara sebanyak 2 data, (2) maksim kuantitas dan kualitas sebanyak 2 data, (3) maksim kualitas dan cara sebanyak 2 data, dan (4) maksim relevansi dan cara sebanyak 1 data.
REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA BALIKPAPAN Jannah Octavia Wulandari Naibahas; Indah Ika Ratnawati; Retnowaty Retnowaty
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 13 No 1 (2020): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.379 KB) | DOI: 10.36277/kompetensi.v13i1.33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realisasi kesantunan dan wujud penyimpangan kesantunan berbahasa yang terjadi dalam proses pembelajaran di SMA Negeri 9 Balikpapan dalam hal pemilihan kata dan cara berbicara yang santun serta untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesantunan dan ketikdaksantunan berbahasa dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan deskriptif dan pendekatan sosiopragmatik serta teori yang dikemukakan oleh Leech. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data ialah teknik simak dengan teknik lanjutan simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data menggunakan metode Miles and Huberman. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa penyimpangan kesantunan berbahasa dalam proses pembelajaran di kelas XI SMA N 9 Balikpapan sebanyak 77 tuturan, sedangkan pematuhan sebanyak 8 tuturan. Di antara maksim-maksim kesantunan berbahasa, maksim yang paling banyak disimpang dalam proses pembelajaran adalah maksim kebijaksanaan, kedermawanan dan maksim penghargaan dengan faktor penyebab ketidaksantunan yang paling dominan terjadi ialah sengaja memojokkan mitra tutur dan kritik secara langsung dengan kata-kata kasar. Sementara itu, maksim yang paling banyak dipatuhi dalam proses pembelajaran adalah maksim kebijaksanaan dan maksim kedermawanan dengan faktor dominan penyebab kesantunan ialah memperhatikan cara menyampaikan dalam penggunaan ragam bahasa dan memperhatikan tujuan yang akan dicapai dalam berbicara.
STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM ACARA DEBAT CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2019 Diah Paramudhita Achmad; Retnowaty Retnowaty; Ari Musdolifah
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 13 No 2 (2020): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.421 KB) | DOI: 10.36277/kompetensi.v13i2.35

Abstract

Komunikasi dengan strategi kesantunan berbahasa sangat mempengaruhi kenyamanan dalam tuturan antara penutur dan mitra tutur. Penelitian ini berfokus pada realisasi dengan tujuan untuk mendefinisikan dan mendeskripsikan strategi kesantunan muka positif dan negatif para calon dan wakil presiden dalam acara debat 2019, yang nantinya akan menjadi acuan dalam masyarakat tentang pentingnya kesantunan berbahasa di kalangan generasi muda. Jenis dalam penelitian ini adalah penelitian linguistik sinkronis. Adapun data yang didapat dari penelitian ini berupa tuturan yang mengandung strategi kesantunan muka positif dan negatif antara para calon dan wakil presiden yang diakses melalui situs media Youtube. Instrument pengumpulan data yang digunakan adalah peneliti dengan bantuan alat tulis, kartu data dan transkip percakapan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode Padan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa adanya data dominan pada strategi kesantunan muka positif dengan jenis menggunakan penanda solidaritas dan pada muka negatif jenis memberikan penghormatan, hal ini dikarenakan kata ganti persona sebagai wujud kekerabatan dan penghormatan sebagai wujud menghargai akan sering ditemui dalam acara formal seperti debat, sedangkan jenis pada muka positif yaitu mengintensifkan ketertarikan, menunjukkan pengertian dan perhatian, memberikan penawaran atau janji dan memberikan alasan, serta pada muka negatif jenis tuturan yang berpotensi mengancam muka sebagai aturan umum dan nominalisasi merupakan jenis yang tidak memiliki data karena tidak relevan terhadap konteks di dalam debat.
TUTURAN IMPERATIF DALAM NOVEL HIJRAH ITU CINTA KARYA ABAY ADHITYA Aridazulvah Aridazulvah; Retnowaty Retnowaty; Maryatin Maryatin
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 13 No 2 (2020): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.627 KB) | DOI: 10.36277/kompetensi.v13i2.38

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penggunaan tuturan imperatif yang terdiri dari 17 indikator. Tuturan imperatif ini merujuk pada dialog dan narasi dalam novel Hijrah itu Cinta. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tuturan imperatif dalam novel Hijrah itu Cinta karya Abay Adhitya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Secara teoritis pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan pragmatik. Data penelitian ini berupa dialog dan narasi. Sumber penelitian menggunakan novel. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan catat. Instrumen penelitian ini adalah tabel pengkodean data (kartu data) yang dibantu dengan alat tulis. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan ketekunan pengamat dan teman sejawat. Tuturan imperatif yang ditemukan dalam novel Hijrah itu Cinta ada 10 indikator yaitu, tuturan imperatif perintah, suruh, permintaan, permohonan, desakan, persilaan, ajakan, larangan, permintaan izin, dan harapan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat wujud pragmatik imperatif dalam novel Hijrah itu Cinta Karya Abay Adhitya sebanyak 51 data, (1) tuturan imperatif perintah sebanyak 6 data, (2) imperatif suruhan sebanyak 3 data, (3) imperatif permintaan sebanyak 9 data, (4) imperatif permohonan sebanyak 2 data, (5) imperatif desakan sebanyak 3 data, (6) imperatif persilaan sebanyak 2 data, (7) imperatif ajakan sebanyak 2 data, (8) imperatif permintaan izin sebanyak 7 data, (9) imperatif larangan sebanyak 14 data, (10) imperatif harapan 3 data. Hal tersebut diperoleh berdasarkan analisis data yang dilakukan secara berulang-ulang.
STRATEGI KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA PADA KOLOM KOMENTAR MEDIA SOSIAL INSTAGRAM AKUN DETIKCOM: STUDI KASUS REYNHARD SINAGA Yeni Tamara Supa’at; Retnowaty Retnowaty; Indah Ika Ratnawati
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 14 No 1 (2021): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.645 KB) | DOI: 10.36277/kompetensi.v14i1.40

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi yang pesat sehingga membuat masyarakat dapat secara bebas berkomunikasi antar sesama melalui media sosial. Hal tersebut membuat banyaknya ditemukan bahasa-bahasa kurang santun yang dilontarkan dengan berbagai cara. Cara-cara seseorang dalam berbahasa tidak santun tersebut merupakan bentuk penggunaan strategi ketidaksantunan berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Strategi ketidaksantunan berbahasa pada kolom komentar media sosial instagram akun detikcom: Studi kasus Reynhard Sinaga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan kajian pragmatik. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa atau kalimat komentar masyarakat yang diperoleh dari kolom komentar pada akun Instagram detikcom mengenai kasus Reynhard yang mengandung unsur penggunaan strategi ketidaksantunan berbahasa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, dan catat. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sebanyak 846 data. Penggunaan strategi secara tunggal sebanyak 300 data yaitu strategi ketidaksantunan positif 13 data, ketidaksantunan negatif 219 data, ketidaksantunan sarkasme atau kesantunan semu 68 data, dan kombinasi strategi sebanyak 546 data yaitu strategi ketidaksantunan secara langsung + positif 64 data, ketidaksantunan secara langsung + negatif 157 data, ketidaksantunan positif + negatif 156 data, ketidaksantunan positif + sarkasme 2 data, ketidaksantunan negatif + sarkasme 7 data, ketidaksantunan secara langsung + positif + negatif 155 data, dan ketidaksantunan positif + negatif + sarkasme 5 data. Penggunaan strategi yang paling banyak ditemukan adalah strategi ketidaksantunan berbahasa negatif yaitu sebanyak 219 data dan strategi yang tidak ditemukan dalam penelitian ini adalah pemakaian strategi menahan kesantunan. Hal tersebut terjadi karena strategi menahan kesantunan hanya terjadi pada komunikasi lisan.
Revisiting Grammatical versus Pragmatic Competence in Learning a Language Retnowaty Retnowaty
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 15 No 1 (2022): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.346 KB) | DOI: 10.36277/kompetensi.v15i1.58

Abstract

This study aims to revisit the difference between grammatical and pragmatic competence in language learning. This paper design is library research by studying books, journals, literature, notes, and reports related to grammatical and pragmatic competence. The data sources for this project report are relevant books and previous studies in the form of journal articles about grammatical and pragmatic competence. Result of the study stated that knowing only grammatical or language rules without knowing when and where the rules must be applied is insufficient. It addresses not only grammar but also meaning. This could imply that there should be more practice exercises for identifying grammatical and pragmatic errors. The teachers should then encourage their students to be aware of grammatical and pragmatic errors and treat them seriously. As a result, this study has brought this issue to light and may aid language learners in developing their pragmatic ability.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI (IT) DAN PERAN TIM PENGEMBANG KURIKULUM (TPK) DALAM RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH MENENGAH ATAS Nurliani Maulida; Lidya Intan Hidayah; Retnowaty Retnowaty; Prita Indriawati
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 14 No 2 (2021): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/kompetensi.v14i2.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan teknologi informasi dan peran TIM Pengembang Kurikulum dalam rencana pengembangan sekolah di sebuah SMA di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum yang berbasis teknik informasi dan melibatkan TIM Pengembang Kurikulum dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar pihak manajemen sekolah meningkatkan pemanfaatan teknik informasi dan mendukung peran TIM Pengembang Kurikulum dalam rencana pengembangan sekolah.
Tindak Ujar Pernyataan Perasaan di Hotman Paris Talkshow Nurliani Maulida; Anna Debora Limbong; Retnowaty Retnowaty; Prita Indriawati
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 14 No 1 (2021): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/kompetensi.v14i1.114

Abstract

Penelitian tindak ujar pernyataan perasaan dalam acara Hotman Paris Show mengandung bentuk-bentuk tindak ujar pernyataan perasaan/ekspresif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penggunaan tindak ujar yang disampaikan penutur kepada lawan tutur dalam acara Hotman Paris Show di Inews TV. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diteliti pada penelitian ini diantaranya tuturan yang mengandung tindak ujar pernyataan perasaan/pernyataan perasaan/ekspresif. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil percakapan yang terjadi dalam acara Hotman Paris Show. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kartu data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan metode simak dan catat. Selanjutnya analisis dalam penelitian ini adalah dengan reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 51 data berupa (1) tindak ujar pernyataan perasaan/ekspresif yaitu untuk mengucapkan selamat/pujian sebanyak 20 data, (2) terima kasih sebanyak 2 data, (3) meminta maaf 4 data, (4) kemarahan 4 data dan (5) salam sebanyak 21 data. Pembahasan dalam penelitian ini adalah data berupa jenis-jenis tindak ujar yang terdapat dalam acara Hotman Paris Show di Inews TV. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan data menunjukkan dari ke 5 bentuk tindak ujar pernyataan perasaan/ekspresif, yang paling banyak muncul dalam acara Hotman Paris Show adalah tindak ujar pernyataan perasaan/ekspresif dalam mengucapkan salam.