Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peran Aktif Civitas Akademika dalam Mengatasi Bullying: Studi Kasus Sosialisasi di Tiga Sekolah Dasar Kiarajangkung Harahap, Sahrona; Asyari, Moh Hasyim; Jubaedah, Siti; Ratnasari, Ai Asri; Zahira, Agnia Hilya; Nugraha, Ramadhan Ariandi; Harhar, Harhar
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v6i3.2733

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pencegahan bullying di tiga sekolah dasar di Desa Kiarajangkung. Yaitu SDN 1 Kiarajangkung, SDN 2 Kiarajangkung, dan SDN Cilangen. Fenomena bullying yang kian marak dan dampaknya yang serius terhadap perkembangan anak menjadi latar belakang utama kegiatan ini. Pendekatan yang digunakan adalah sosialisasi yang melibatkan seluruh civitas akademika, termasuk siswa, guru, dan orang tua, yang dilaksanakan pada tanggal 2, 3, dan 8 September 2025. Materi sosialisasi mencakup definisi, jenis, dampak, serta cara-cara efektif untuk mendeteksi dan menangani bullying. Metode yang diterapkan meliputi presentasi interaktif, diskusi kelompok, simulasi, dan penyebaran media edukasi. Untuk mengukur efektivitasnya, digunakan kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif melalui observasi partisipatif dan kuesioner evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran kolektif di kalangan siswa, guru, dan orang tua mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi model keberhasilan kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas sekolah dalam upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik.
Eksplorasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Memerangi Bullying di Lingkungan Perguruan Tinggi Harahap, Sahrona
Indonesian Character Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Indonesian Character Journal
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/icj.v1i2.10694

Abstract

This study explores the implementation of Pancasila values, specifically justice, tolerance, equitable humanity, mutual cooperation, and wise leadership, in the Pancasila Education course at the higher education level to address bullying cases. The research employs a qualitative method with a phenomenological approach to deeply understand students' comprehension of Pancasila values in this context. The results indicate that the incorporation of these values in the coursework significantly enhances students' understanding, attitudes, and commitment to preventing and addressing bullying on campus. By involving students in learning activities that include discussions, projects, field practices, awareness campaigns, and reflections, character education grounded in Pancasila can serve as a crucial foundation in shaping students with strong social consciousness, preparing them to face future challenges.   Penelitian ini mengeksplorasi pelaksanaan nilai-nilai Pancasila, khususnya nilai keadilan, toleransi, kemanusiaan yang adil, gotong royong, dan kepemimpinan bijaksana, dalam mata kuliah Pendidikan Pancasila pada tingkat perguruan tinggi untuk menanggulangi kasus bullying. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mendalami pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai Pancasila dalam konteks ini. Hasilnya menunjukkan bahwa pelaksanaan nilai-nilai tersebut dalam perkuliahan secara signifikan meningkatkan pemahaman, sikap, dan komitmen mahasiswa dalam mencegah dan mengatasi bullying di lingkungan kampus. Dengan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran yang mencakup diskusi, proyek, praktik lapangan, kampanye kesadaran, dan refleksi, pendidikan karakter yang kuat didukung oleh Pancasila dapat menjadi landasan penting dalam membentuk mahasiswa yang memiliki jiwa sosial yang kuat dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Kajian tentang Efektivitas Komunikasi Mahasiswa dalam Konteks Kepribadian dan Etika Harahap, Sahrona; Nurwendah, Anisa Solehah; Pambudi, Sholeh; Putri, Meirin Dwiningtyas; Jayanto, Pery
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menyoroti pentingnya komunikasi efektif dan kesadaran etis di kalangan mahasiswa dalam konteks lingkungan kampus yang semakin terhubung secara digital. Di era modern yang dipenuhi teknologi dan media sosial, mahasiswa menghadapi tantangan seperti konflik komunikasi online, penyebaran informasi palsu, dan cyberbullying. Melalui metode studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi dampak rendahnya efektivitas komunikasi terhadap interaksi antar mahasiswa serta kontribusinya terhadap lingkungan akademik dan sosial di perguruan tinggi Tasikmalaya. Hasil wawancara dengan mahasiswa, dosen, dan tenaga administrasi mengungkapkan berbagai tantangan dalam komunikasi dan penggunaan media sosial. Penelitian juga membahas strategi pengembangan etika komunikasi melalui mata kuliah Pendidikan Pancasila dan proyek pembelajaran, serta pentingnya nilai-nilai etika dalam pembelajaran komunikasi di lingkungan kampus. Temuan ini menekankan perlunya meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan komunikasi yang efektif dan beretika untuk membangun lingkungan kampus inklusif, beretika, dan responsif terhadap dinamika sosial modern.
Kemandirian: Analisis Pengaruh Pola Asuh Nenek terhadap Pembentukan Karakter Anak dari Keluarga yang Terpisah Harahap, Sahrona; Karim, Aim Abdul; Sidiq, Adelia Miranti
JOECE: Journal of Early Childhood Education Vol 1 No 1 (2024): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Putra Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61580/joece.v1i1.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh nenek terhadap pembentukan karakter kemandirian anak dari keluarga yang terpisah. Metode penelitian menggunakan kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi yang dilakukan secara wawancara untuk mengeksplorasi interaksi sehari-hari antara nenek dan cucu serta dampaknya terhadap perkembangan karakter anak. Temuan menunjukkan bahwa peran nenek dalam pola asuh memiliki dampak signifikan terhadap jalur kemandirian anak, dengan pola asuh nenek memberikan tambahan pengalaman dan pandangan yang berbeda dalam memahami dunia sosial bagi anak dari keluarga yang terpisah. Implikasi penelitian ini membahas tentang pentingnya kesadaran akan peran nenek, penguatan hubungan antar-generasi, dukungan bagi kesejahteraan nenek, dan kolaborasi dengan institusi pendidikan dan kesehatan dalam mendukung perkembangan karakter anak. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi secara mendalam peran nenek dalam pembentukan karakter anak, serta mengembangkan program intervensi yang efektif untuk meningkatkan keterlibatan nenek dalam pola asuh anak dari keluarga yang terpisah.
Pemanfaatan Limbah Kertas dan Kardus Sebagai Upaya dalam Mengembangkan Konsep Matematika Sekolah Dasar Hilmi, Yugi; Jayanto, Pery; Harahap, Sahrona; Putri, Meirin Dwiningtyas; Mulyani, Fithri Sri
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v4i1.6187

Abstract

Pemanfaatan limbah kertas dan kardus perlu dikelola dengan baik dan salah satunya sebagai media pembelajaran matematika. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Madrasah Al-Ikhlas berjalan dengan lancar. Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman kepada orang tua yang memiliki anak sekolah dasar untuk bisa memanfaatkan limbah kertas dan kardus sebagai media pembelajaran berupa alat peraga matematika. Pemilihan target sasaran berdasarkan masih banyaknya orang tua yang memiliki siswa sekolah dasar serta limbah kertas dan kardus yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat sekitar. Bentuk kegiatan berupa penyuluhan terkait pemanfaatan limbah kertas dan kardus sebagai upaya dalam mengembangkan konsep matematis siswa sekolah dasar terutama dalam bidang geometri yang mencakup bangun datar dan bangun ruang. Pemberian materi secara ekspositori diikuti dengan diskusi tanya jawab serta simulasi pembuatan alat peraga bangun datar dan bangun ruang. Pemaparan difokuskan terhadap alat peraga bangun datar dan bangun ruang untuk meningkatkan konsep matematika sekolah dasar. Selama kegiatan diskusi, peserta memberikan respon yang baik dan antusias yang tinggi untuk mengikutinya. Rata-rata nilai Pre-test sebesar 45 dan nilai Post-test sebesar 70 yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam memanfaatkan limbah kerta dan kardus. Hasil dari kegiatan ini memberikan keterampilan dalam membuat media pembelajaran berupa alat peraga bangun datar dan bangun ruang umtuk memfasilitasi pembelajaran matematika sekolah dasar di lingkungan keluarga.
Revitalizing The Professionalism of Early Childhood Education Teachers As A Key to Improving The Quality of Early Childhood Education Services Laila Robiatul Adawiah; Sahrona Harahap; Devita Savitri; Mildayani Suhana; Siti Nurmaidah Varuq
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i2.4397

Abstract

Revitalizing the professionalism of Early Childhood Education (ECE) teachers is an urgent need in order to enhance the quality of early childhood education services, particularly in rural areas such as Singajaya District, Garut Regency. ECE teachers are required not only to possess strong pedagogical competence, but also to adapt to the dynamics of the times and to understand the local characteristics of their students. This study aims to analyze strategies for revitalizing teacher professionalism as a key to improving the quality of educational services. A descriptive qualitative approach with a case study method was employed. The research subjects consisted of ECE teachers in Singajaya District. Data were collected through observation, open-ended questionnaires, focus group interviews, and document analysis. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, which includes three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that enhancing teacher professionalism can be achieved through locally-based training, the establishment of teacher learning communities, educative supervision, and regulatory support from local governments. Moreover, integrating local cultural values into the learning process is a critical strategy in developing reflective and adaptive educators. The study concludes that revitalizing teacher professionalism not only improves individual competencies but also strengthens a more responsive and higher-quality ECE service ecosystem.
Antara Tradisi dan Transformasi: Menjelajahi Peran Mata Kuliah Kepribadian dalam Membentuk Karakter Mahasiswa Di Era Globalisasi Sahrona Harahap; Sholeh Pambudi; Fajar Nugraha
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 1 No 1 (2024): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v1i1.3436

Abstract

Krisis etika di kalangan mahasiswa telah menjadi perhatian yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab dan implikasi dari krisis ini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif dari sampel mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui survei dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kasus kecurangan akademik, perilaku tidak etis di media sosial, dan insiden bullying serta diskriminasi di lingkungan kampus. Analisis menyimpulkan perlunya pendidikan karakter yang holistik yang mencakup nilai-nilai moral dalam kurikulum akademik untuk mengatasi tantangan ini. Kesimpulannya, upaya kolaboratif dari institusi pendidikan, dosen, dan mahasiswa diperlukan untuk memperbaiki situasi ini dan membangun lingkungan kampus yang lebih etis.
P PERAN LINGKUNGAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA PGSD DI UNVERSITAS PERJUANGAN Mochammad Rizki Abdilah; Kayla Milka Nirwana; Desvi Awalia; Sashi Rihadatul Aisy; Lista Amalia; Sahrona Harahap
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 3 No 1 (2026): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v3i1.9496

Abstract

Pembentukan karakter merupakan aspek penting dalam mencetak calon pendidik yang profesional dan berkepribadian luhur, khususnya bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Karakter seperti kedisiplinan dan tanggung jawab tidak hanya dibentuk melalui proses pembelajaran, tetapi juga melalui peran lingkungan yang melingkupinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran lingkungan dalam pembentukan karakter mahasiswa PGSD di Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner online menggunakan Google Form. Responden penelitian ini adalah mahasiswa aktif dari berbagai angkatan. Data dianalisis dengan perhitungan persentase dan rata-rata skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kampus, dosen, dan keluarga berperan cukup kuat dalam membentuk karakter mahasiswa, dengan skor rata-rata 3,3 hingga 4,0 pada skala 1–5. Kebijakan akademik kampus (4,00) dan dukungan keluarga (4,00) menjadi faktor dominan dalam membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab. Keteladanan dosen (3,93) dan lingkungan pertemanan (3,93) juga berpengaruh signifikan. Namun, peran teman sebaya sebagai teladan disiplin (3,36) dan dukungan keluarga dalam pengaturan waktu belajar (3,29) masih perlu ditingkatkan. Temuan ini menegaskan bahwa lingkungan kampus dan keluarga merupakan faktor eksternal yang penting dalam proses internalisasi nilai-nilai karakter mahasiswa PGSD. Upaya penegakan aturan yang konsisten, pembudayaan disiplin, dan peningkatan kepedulian kampus menjadi saran tindak lanjut untuk memperkuat pembentukan karakter calon guru secara optimal.
Peran Profesional Guru PAUD dalam Pembinaan Moral Anak Usia Dini Harahap, Sahrona; Savitri, Devita
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 6, No 3 (2022): DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.741 KB) | DOI: 10.20961/jdc.v6i3.64126

Abstract

Pendidikan merupakan sarana perlindungan moralitas sekaligus pembangunan sisem kehidupan manusia yang memegang posisi yang sangat krusial. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran profesional guru pendidikan anak usia dini  dalam pembangunan agama, dan nilai moral untuk anak usia dini dengan penghayatan, pemahaman, dan pembiasaan,. Metode penelitian ini menggunakan pendekaan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan  bahwa materi pembinaan moral pada anak usia dini dapat dilihat berdasarkan tiga hal (1) sopan santun (2) kepedulian (3) kejujuran. Adapun peran professional guru dalam pembinaan moral anak tidak dapat disamakan dengan gaji yang dihasilkan setiap bulannya namun peran profesional  dalam pembinaan moral dapat dilihat berdasarkan guru sebagai (1) model, (2) pembimbingan, (3) motivator, dan (4) penilai.
Character Education as the Main Foundation of Quality Youth in Wakap Village, Bantarkalong Sub-District Tasikmalaya District Sahrona Harahap; Aim Abdul Karim
Dinamika: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Mei-Agustus
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ex1v6y09

Abstract

The degradation of the character of young people in this era, both urban and urban, is a complex influence of various factors. The study aims to analyze and address the character problems of young people in Wakap Village. The steps taken include the development of a character education curriculum, the implementation of character education, the active involvement of parents and families, and the strengthening of local values. The research also discusses the potential of tourism and local intelligence as an effort to preserve identity and create sustainable development. The research uses a descriptive qualitative approach with the identification of stakeholders through interviews and observations. The results of the research show that the development of character education curriculum that takes into account local values succeeds in improving the understanding and internalization of positive character in young people Village Wakap. Implementing character education involves the bonding of parents, teachers, and the community, creating an environment that supports the formation of a positive character. The anti-bullying program with parents and the involvement of local figures as inspirers also had a positive impact. Strengthening local values in Wakap Village involves introducing local history and culture, cultural activities, and community involvement. Tourism potential and local wisdom can be the basis for sustainable development. These measures together create an educational environment that supports positive character growth and reduces the incidence of bullying. The implications of this research include a deep understanding of public involvement in character education as well as the urgency of applying local values in the context of formal education. Hopefully these findings can be a reference for similar curriculum development in other villages or communities.