Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

EDUKASI VAKSINASI HPV DAN SKRINING IVA SEBAGAI UPAYA PREVENTIF KANKER SERVIKS Mizan Prihastuti; Laily Mualifah; Berlina Putrianti; Murti Krismiyati; Erma Nur Fauziandari; Rahma Trisnaningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH) Vol 7 No 2 Oktober (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Karya Husada (JPMKH)
Publisher : LPPM Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jpmkh.v7i2 Oktober.826

Abstract

Cervical cancer is one of the leading causes of female mortality in Indonesia, yet public awareness regarding early detection and HPV vaccination remains low, particularly in rural areas. Socio-cultural barriers and a lack of information are the primary obstacles to preventive efforts. This community service activity aims to improve health literacy regarding the importance of HPV vaccination and Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) screening at the village level. The method employed was public health education using a persuasive-educative approach through lectures, visual media, and props demonstrations. The target participants consisted of 20 adolescent girls and 25 women of childbearing age. Evaluation was conducted quantitatively through pre-test and post-test scores and qualitatively through observations of participant responses. The results showed a significant increase in knowledge, with the highest improvement in the function and methods of VIA screening at 47%. Prior to the education, participants tended to have misconceptions and fear of medical procedures; however, post-intervention, participant awareness increased positively. The conclusion of this activity is that community-based socialization is effective in shifting the public paradigm from reactive to proactive, as well as eliminating negative stigmas toward early detection of cervical cancer.
Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid 19 Pada Ibu Hamil di Dusun Ketandan Madurejo Prambanan Erma Nur Fauziandari; Amri Wulandari; Rista Oktamia
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i1.104

Abstract

Pneumonia Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) penyakit peradangan paru disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2), penularan melalui kontak droplet saluran napas penderita, saat batuk, bersin/berbicara, komplikasi dapat berupa kerusakan organ dan kematian. Menyerang siapa saja termasuk ibu hamil, kelompok rentan karena perubahan fisiologis dan hormonal yang dialami ibu hamil (Aritonang et al., 2020a). Dari total jumlah penderita Covid 19, 7.1 % adalah ibu hamil, tingkat kematian 0.3%. Tujuan meningkatkan pengetahuan, dan kesadaran ibu hamil dalam upaya pencegahan penularan Covid 19, metode ceramah, dilakukan pretes dan posttes. Ibu hamil yang mengikuti kegiatan 13 peserta, usia reproduksi sehat 76,92 %, tingkat pendidikan menengah 84,61% dan paritas 53,9 % adalah primigravida. Nilai pretest dan post test pengetahuan ibu hamil tentang covid 19, uji paired T test sig 0.002 berarti 0.002 <0.05 terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dilakukan dan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang covid 19. Analisa paired T test antara pre dan post test sikap menunjukkan sig 0.054 >0.05 berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sikap ibu hamil sebelum dan sesudah penyuluhan. Meskipun secara statistic tidak bermakna akan tetapi terjadi peningkatan nilai mean pada hasil post tes, Nilai mean pre test 9.4 dan nilai mean post test 9.84, berarti bahwa terdapat peningkatan perubahan sikap sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan pada ibu hamil tentang pencegahan penularan covid 19.
Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan Kualitas Hidup Lansia melalui Penerapan PHBS selama Pandemi Covid 19 di Belitang Amri Wulandari; Erma Nur Fauziandari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.170

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan Novel Coronavirus (2019-nCoV), atau yang kini dinamakan SARS-CoV-2 yang merupakan virus jenis baru dan belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Kelompok lanjut usia (lansia) adalah salah satu kelompok rentan yang memiliki morbiditas dan mortalitas tinggi dalam pandemi Covid-19. Lansia juga merupakan kelompok penduduk yang sangat membutuhkan akses terhadap layanan kesehatan karena sebagian besar memiliki penyakit kronik/degeneratif. Tresnayanti (2015) menyatakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah tangga merupakan upaya memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah mengoptimalkan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Melalui Penerapan PHBS selama masa pandemi Covid-19. Metode pelaksanaan adalah dengan ceramah dan Praktek/simulasi. Setelah dilakukan kegiatan ceramah dan simulasi kegiatan senam lansia didapatkan bahwa peserta memahami cara melakukan PHBS dan mulai menerapkan aktivitas fisik dalam upaya meningkatkan kesehatan.
Kelas Ibu Hamil dalam upaya Peningkatan Pengetahuan Perawatan Kehamilan dan Perawatan Bayi Baru Lahir di Prambanan Sleman Benny Karuniawati; Erma Nur Fauziandari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.239

Abstract

Peningkatan derajat kesehatan Ibu dan anak menjadi prioritas program pembangunan kesehatan di Indonesia. Terutama pada kelompok yang paling rentan kesehatan yaitu ibu hamil, bersalin dan bayi pada masa perinatal. Angka Kematian Ibu an Angka Kematian Bayi merupakan salah satu indicator derajat Kesehatan suatu negara. Berdasarkan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017, Angka Kematian Ibu di Indonesia adalah 305/100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Neonatus sebesar 15/1.000 kelahiran hidup, angka tersebut smelebihi target dari Millenium Development Goals ke-4 tahun 2020 yaitu 24/1000 kelahiran hidup. Penyebab kematian ibu dan bayi adalah tiga terlambat. Tiga terlambat adalah terlabat mengambil keputusan, terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan dan terlambat dalam merujuk. Ketiga terlambat tersebut disebabkan oleh banyak factor. Salah satunya dalah kurangnya pengetahuan tentang bagaimana perawatan kehamilan maupun perawatan bayi baru lahir. Kelas Ibu Hamil adalah salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang perawatan kehamilan dan perawatan bayi baru lahir. Pengabdian masayarakat dilaksanakan di Prambanan, Sleman dengan jumlah peserta 15 orang ibu hamil. Pengetahuan ibu hamil tentang perawatan kehamilan dan perawatan bayi baru lahir mengalami peningkatan setelah dilakukan pertemuan dalam kelas ibu hamil. Melalui program kegiatan Kelas Ibu Hamil, bidan dapat memberikan banyak pembelajaran yang lebih terarah dan mendukung upaya kemandirian ibu dalam perawatan kehamilan, persalinan dan perawatan bayi sehingga ibu mampu menentukan sikap berkenaan dengan hak reproduksinya secara mandiri.