Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN HEALTH-RELATED FITNESS MELALUI WATER FITNESS Sultoni, Kuston; Fitri, Mustika; Lestari, Indah Ayu Puji; Fadlillah, Nurul; Lestari, Chika; Risma, Risma
Gelanggang Pendidikan Jasmani Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Vol 3. No. 2. Desember 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.377 KB) | DOI: 10.17977/um040v3i2p97-105

Abstract

Kebugaran kardiorespiratori merupakan bagian dari kebugaran jasmani secara menyeluruh yang memiliki peranan penting dalam keberlangsungan kinerja tubuh dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Water fitness sebagai salah satu aktivitas fisik yang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan bentuk aktivitas fisik lainnya dianggap mampu meningkatkan kebugaran kardiorespiratori. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah water fitness mampu meningkatkan kebugaran kardiorespiratori. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain penelitian the randomized pretest-posttest control group design. Sampel berjumlah 20 orang berusia sekitar 20 tahunan. Sampel diberikan perlakuan sebanyak 3x dalam seminggu selama 6 minggu berdasarkan pedoman ACSM. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat pengaruh yang siginifikan dari hasil water aerobic dan aerobic dance dan tidak ada perbedaan efek yang signifikan antara water aerobic dan aerobic dance pada daya tahan otot.
Susu Coklat Lebih Unggul dari Jus Tomat, dan Minuman Olahraga Komersial dalam Pemulihan Otot Pasca Latihan Interval training? Santoso, Santoso; Daniel Ray, Hamidie Ronald; Sultoni, Kuston
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v4i1.18527

Abstract

Latihan fisik adalah aktifitas seseorang yang bertujuan untuk meningkatkan atau memelihara kebugaran tubuh.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan mengkonsumsi minuman susu coklat, jus tomat dan minuman olahraga dalam pemulihan otot pasca latihan interval training. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain post-test only group design. Sample berjumlah 10 orang yang dibagi ke dalam empat grup eskperimen minuman yang berbeda dengan sampel yang sama. Grup eksperimen 1 sebagai control dengan air putih, grup eksperimen 2 diberi susu coklat, grup ke 3 diberi jus tomat, dan grup 4 diberi minumn olahraga. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rast Test dan test kadar gula darah. Pada saat posttest semua sampel mengkonsumsi minuman sesuai dengan perlakuan setelah melakukan interval training. Analisis data menggunakan One-Way ANOVA dan uji Post Hoc-Tukey HSD untuk melihat pengaruh dan perbandingan antar kelompok. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata pemulihan otot dari berbagai instrument dibuktikan dengan nilai (sig) 0.00 0,05 dengan grup susu coklat memiliki pemulihan otot yang paling baik. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan mengkonsumsi susu coklat dalam pemulihan otot pasca latihan interval training.
Hubungan screen time dan tingkat aktivitas fisik mahasiswa di masa covid-19 dengan health related quality of life Raden Cyntani Araya; Yati Rukhayati; Imas Damayanti; Adang Suherman; Nur Indri Rahayu; Jajat Jajat; Kuston Sultoni
MEDIKORA Vol 21, No 1 (2022): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v21i1.47258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan screen time dan tingkat aktivitas fisik mahasiswa di masa covid-19 dengan health related quality of life. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian sebanyak 360 orang mahasiswa aktif Universitas Pendidikan Indonesia. Instrumen pengambilan data mengunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), Questionnaire For Screen Time Of Adolescents (QUEST), dan Health Related Quality Of Life SF-36 (HRQoL SF-36). Hasil dari analisis data yng diketahui bahwa dapat disimpulkan bahwa rata- rata MET mahasiswa UPI pada pandemi COVID- 19 berkisar 1027 MET. Level aktivitas fisik mahasiswa UPI pada pandemi COVID-19 tergolong sedang (nilai MET 600- 3000). Terdapat 8 aspek dalam kualitas hidup (HRQOL SF-36). Berikut 8 kualitas hidup yang terdiri dari: fungsi fisik, peran fisik, rasa nyeri, kesehatan umum, fungsi sosial, vitalitas, peran emosi, kesehatan mental. Hasil pengolahan data dalam penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan HRQOL dikarenakan nilai P = 0,000 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa aktifitas fisik dapat menjadi salah satu faktor penyumbang kualitas hidup, tetapi screen time tidak menunjukan hubungan yang signifikan karena nilai P = 0,762 0,05.The relationship of screen time and physical activity level during covid-19 with health-related quality of life  among university studentsAbstractThis study aimed to test the relationship between screen time and physical activity levels of students during the Covid-19 period with health-related quality of life. The method used in this research was a descriptive correlation with a quantitative approach. The sample in the study was 360 active students at an Indonesian Education University. Physical activity was assessed using the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Screen time was measured using the Questionnaire For Screen Time of Adolescents (QUEST), and quality of life was assessed with the Health Related Quality of Life SF-36 (HRQoL SF-36). The results of the data analysis showed that the average the total metabolic equivalent of task (MET) per week  was 1027 MET, thus the level, was classified as moderate. There  were significant relationship between each 8 HRQoL subscale (i.e. Physical Function, Physical Role, Pain, General Health, Social Function, Vitality, Emotional Role, Mental Health) and. physical activity and HRQOL ( P value 0.000).  No significant correlation however was found between physical activity and screen time. This indicates that physical activity can be a contributing factor to quality of life, but screen time does not show a significant relationship because P value = 0.762 0.05.  
Hubungan physical activity dengan fine motor skills pada anak usia 4 tahun Nur Indri Rahayu; Aini Dewi Monica; Jajat Jajat; Kuston Sultoni
Jurnal Keolahragaan Vol 9, No 1: April 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1851.807 KB) | DOI: 10.21831/jk.v9i1.34156

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menguji hubungan antara physical activity dengan fine motor skills pada anak usia 4 tahun. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu anak usia 4 tahun yang sedang menempuh pendidikan anak usia dini di PAUD, TK, dan KB di Kota Bandung. Jumlah sampel sebanyak 53 anak dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa Accelerometer Actigraph dan 9-Hole Peg Test. Accelerometer Actigraph digunakan untuk mengukur tingkat physical activity atau aktivitas fisik dengan hasil yang menunjukan bahwa anak – anak paling banyak menghabiskan waktu di skor light daripada sedentary, moderate-to-vigorous dan vigorous. 9-Hole Peg Test digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan motorik halus atau fine motor skills anak dengan hasil menunjukan bahwa anak lebih terampil dalam menggunakan tangan yang dominan. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan Spearman Correlation Test. Hasil analisis data menunjukan tidak terdapat korelasi antara physical activity dengan fine motor skills baik pada tangan dominan (p=0,6780,05) maupun dengan tangan non dominan (p=0,1670,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara physical activity dengan fine motor skills pada anak usia 4 tahun. The relationship between physical activity and fine motor skills in 4-year-old children Abstract:The purpose of this study was to examine the relationship between physical activity and fine motor skills in 4-year-old children. The method used is a quantitative research method with the correlation research approach. The population in this study were 4-year-old children who were taking early education in PAUD, TK, and KB in Bandung City. A total of 53 4-year-old children participated in this study by using a purposive sampling technique. The instrumen used were Accelerometer Actograph and 9-Hole Peg Test. The accelerometer actigraph is used to measure the level of physical activity and the results show that children spend the most time on the light score rather than sedentary, moderate-to-vigorous and vigorous score. 9-Hole Peg Test is used to measure the level of fine motor skills of children and the results showing that children are more skilled in using the dominant hand. Data were analyzed using the Spearman Correlation Test. The results of data analysis showed there is no correlation between physical activity and fine motor skills both in dominant hand (p=0.6780,05) and with the non-dominant hand (p=0,1670,05) which meant there are no significant relationship between physical activity and fine motor skills in 4-year-old children.
SOCIAL PHYSIQUE ANXIETY PADA ATLET PENYANDANG DISABILITAS Isti Fauziah Pratiwi; Jajat Jajat; Surdiniarty Ugelta; Adang Suherman; Yati Ruhayati; Nur Indri Rahayu; Kuston Sultoni; Imas Damayanti
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 22, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v22i1.45923

Abstract

Atlet penyandang disabilitas merupakan individu yang memiliki keterbatasan dalam hal tertentu. Keterbatasan yang berbeda dan terlihat jelas, serta adanya arti penting citra tubuh dalam olahraga memungkinkan hadirnya stigma negatif yang dapat memicu social physique anxiety cukup tinggi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat social physique anxiety pada atlet penyandang disabilitas tuna daksa dan tuna netra. Penelitian ini menggunakan metode komparatif dengan melibatkan 64 orang (45 tuna daksa dan 19 tuna netra) atlet NPCI Kota Bandung sebagai sampel. Social Physique Anxiety diukur menggunakan kuisioner Social Physique Anxiety Scale (SPAS) Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap tingkat social physique anxiety pada atlet penyandang disabilitas tuna daksa dan tuna netra dengan nilai sig. (p = 0,561 > 0,05). Tuna daksa maupun tuna netra keduanya berada pada tingkat SPA yang sama yaitu kategori sedang. Hal tersebut mengartikan bahwa jenis disabilitas tidak serta merta dapat menentukan tinggi maupun rendahnya social physique anxiety.
SELF EFFICACY DAN SOCIAL PHYSIQUE ANXIETY PADA ATLET DISABILITAS Aji Septiana Rahmansyah; Jajat Jajat; Surdiniaty Ugelta; Imas Damayanti; Nur Indri Rahayu; Yati Ruhayati; Adang Suherman; Kuston Sultoni
JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN Vol 22, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEOLAHRAGAAN
Publisher : Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jik.v22i1.47195

Abstract

Penelitian ini menyelidiki hubungan self efficacy dan social physique anxiety pada atlet disabilitas tunadaksa dan tunanetra. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji hubungan antara self efficacy dan social physique anxiety pada atlet disabilitas. Sebanyak 64 Atlet disabilitas Kota Bandung diantaranya atlet tunadaksa dan atlet tunanetra menjadi sampel penelitian ini dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif. Secara spesifik pendekatan yang digunakan di penelitian ini yaitu korelasi. Prosedur penelitian ini dengan menyebarkan angket kepada responden. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah General Self Efficacy (GSES) untuk mengetahui kepercayaan dan efikasi diri atlet disabilitas. Instrument yang kedua yaitu Social Physique Anxiety Scale (SPAS) yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan fisik sosial atlet disabilitas. Data penelitian yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan Descriptives statistics Frecuencies pada aplikasi olah data dengan menggunakan SPSS versi 25. Hasil analisis menunjukan tidak terdapat hubungan Self Efficacy dan Social Physique Anxiety
IMPLEMENTASI METODE MACHINE LEARNING UNTUK MENGKLASIFIKASI AKTIVITAS FISIK PADA REMAJA BERBASIS DATA KUESIONER Dini Siti Cahya Kartini; jajat jajat; Yati Ruhayati; Kuston Sultoni; adang suherman; imas damayanti; nur indri rahayu
Jurnal Kesehatan dan Olahraga Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ko.v7i2.51576

Abstract

Penggunaan artificial intelligence (AI) dalam berbagai bidang kehidupan termasuk aktivitas fisik dan olahraga menjadi salah satu yang sedang trending pada saat ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengklasifikasi aktivitas fisik dengan metode machine learning berbasis data kuesioner berdasarkan waktu aktivitas dan Metabolic Equivalent of Task (MET). Subjek penelitian ini adalah 779 orang remaja usia 17-21 tahun (M+SD = 19,34+0,39) yang berasal dari siswa SMA dan Mahasiswa di Jawa Barat. International Physical Activity Questionnaire – Short Form (IPAQ SF) digunakan untuk mengumpulkan data aktivitas fisik. Adapun algoritma machine learning yang digunakan yaitu decision tree. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa akurasi performa decision tree untuk mengklasifikasi aktivitas fisik berdasarkan variabel atribut kalkulasi MET lebih tinggi dibandingkan dengan atribut waktu aktivitas fisik (93% ; 86,67%). Algoritma decision tree memiliki akurasi tinggi dalam mengklasifikasi aktivitas fisik dengan atribut kalkulasi MET di setiap level. Analisis lebih lanjut dengan algoritma berbeda diperlukan untuk mengkaji performa terbaik. Kata kunci: aktivitas fisik, artificial intelligence, MET, decision tree
A Machine Learning Approach to Predicting Physical Activity Levels in Adolescents Desvy Rahma Putri Mahendra; Jajat Jajat; Imas Damayanti; Kuston Sultoni; Yati Ruhayati; Adang Suherman; Nur Indri Rahayu
Indonesian Journal of Sport Management Vol. 3 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Sport Management
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/ijsm.v3i2.7145

Abstract

The ongoing evolution of technology has had both positive and negative effects on modern society. On the positive side, it has significantly improved the ease with which various activities can be performed. However, it has also had a negative impact by reducing physical activity. This reduction in physical activity, in turn, increases the risk of chronic diseases that contribute to global mortality rates. This research aims to assess the effectiveness of machine learning in predicting the physical activity levels of adolescents. The study utilizes data from accelerometers, specifically the ActiGraph GT3X. The research methodology employs a semi-supervised machine learning approach, using the support vector machine and decision tree algorithms to make these predictions. The sample comprises 61 adolescents (males = 17, female = 44), including high school students and university students aged 18-21, from the West Java region. The results from the machine learning model using the decision tree algorithm indicated a model accuracy of 97.50% in predicting physical activity levels. In contrast, the accuracy obtained from the performance analysis using the confusion matrix for the support vector machine model was 92.5%. Based on these accuracy levels, the decision tree algorithm outperforms the support vector machine algorithm's accuracy. Further analyses involving different models are necessary to determine which algorithm offers the highest level of accuracy.
Classifying Physical Activity Levels in Early Childhood Using Actigraph and Machine Learning Method Syifa Wandani; Adang Suherman; Jajat; Kuston Sultoni; Yati Ruhayati; Imas Damayanti; Nur Indri Rahayu
Indonesian Journal of Sport Management Vol. 3 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Sport Management
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/ijsm.v3i2.7173

Abstract

Actigraph is a widely used accelerometer for classifying physical activity levels in children, adolescents, adults, and older people. The classification of physical activity levels on Actigraph is determined through time calculations using cut-point formulas. The study aims to classify physical activity in young children according to the guidelines of the World Health Organization (WHO) using accelerometer data and machine learning methods. The study involved 52 young children (26 girls and 26 boys) aged 4 to 5 years in West Java, with an average age of 4.58 years. Physical activity and sedentary behavior of these early childhood were simultaneously recorded using the Actigraph GT3X accelerometer for seven days. The data from the Actigraph were analyzed using two algorithm models: the decision tree and support vector machine, with the Rapidminer application. The results from the decision tree model show a classification accuracy of 96.00% in categorizing physical activities in young children. On the other hand, the support vector machine model achieved an accuracy of 84.67% in classifying physical activities in young children. The decision tree outperforms the support vector machine in accurately classifying physical activities in early childhood. This research highlights the potential benefits of machine learning in sports and physical activity sciences, indicating the need for further development.
Klasifikasi Aktivitas Fisik Berbasis Data Accelerometer ActivPAL dan ActiGraph: Metode Analisis dengan Machine Learning Agum Sholahuddin; Jajat Jajat; Imas Damayanti; Kuston Sultoni; Adang Suherman; Nur Indri Rahayu; Yati Nurhayati; Mohammad Zaky
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v4i2.1886

Abstract

Aktivitas fisik secara teratur dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan pada semua golongan usia. Saat ini sudah banyak penelitian terkait pengukuran aktivitas fisik yang diakukan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) salah satunya menggunakan machine learning dalam mengklasifikasi aktivitas fisik. Studi ini bertujuan menganalisis klasifikasi aktivitas fisik menggunakan machine learning dengan sumber data accelerometer ActivPAL dan ActiGraph GT3X. Partisipan dalam penelitian ini 105 siswa Sekolah Menengah Atas berusia antara 17-19 Tahun. Penelitian ini menggunakan algoritma Machine learning Decision tree. Hasil analisis data menunjukan akurasi sebesar 56,25% pada instumen ActivPAL dan 93,33% pada instrumen ActiGraph. Performa akurasi decision tree sangat baik dalam mengklasifikasi aktivitas fisik yang bersumber dari data accelerometer ActiGraph dibandingkan dengan accelerometer ActivPAL. Selain waktu aktivitas fisik dan sedentary, jenis kelamin merupakan predictor lain untuk mengklasifikasi aktif atau tidaknya seseorang.
Co-Authors Adang Suherman Agum Sholahuddin Agus Rusdiana,, Agus Agustiar, Ogi Aini Dewi Monica Aji Septiana Rahmansyah Akbar, Muhammad Syagil Alzenna Amalia Putri Amni, Hazrina Andiri, Linggi Anggre Lia Sukma Badissalam, Irfan Mulia Desvy Rahma Putri Mahendra Dewi , Putu Citra Permana Dhini Rafika Syafriani Dini Siti Cahya Kartini Eka Nugraha Fadlilah, Ghaitsa Zahira Shofa Fadlillah, Nurul Ferdy Febrian Firmansyah, Iqbal Iman, Ikhwan Maolana Ibrahim imas damayanti Imas Damayanti Imas Damayanti Imas Damayanti Iragraha, S. M. Fernanda Isti Fauziah Pratiwi Jajat Jajat Jajat Jajat Jajat Jajat jajat jajat Jajat, Jajat Kartini, Dini Siti Cahya Kencana, Mayang Mega Lestari, Chika Lestari, Indah Ayu Puji Mahardika Amareksa, I Putu Tegar Mahendra, Desvy Rahma Putri Mohammad Zakky Mohammad Zaky Mohammad Zaky Muhamad Nurul Rafli Muhammad Dzulfikar Firdaus Muhammad Dzulfikar Firdaus Muhimaturohmah, Siti Mushoddiq Kalimatullah Mustika Fitri Nickytha, Ersha Ady Novianti, Berliana Nur Ajid, Oktoviana Nur Indri Rahayu Nur Indri Rahayu Nur Indri Rahayu nur indri rahayu Nur Indri Rahayu Nur Indri Rahayu Nuryanti, Widy Dewi Payer, Hemant Putri Mulyana, Humaira Azzahra Putro, Adi Ari Raden Cyntani Araya Raihan Rizki Ramadhan Ramdhan, Akhmad Faizal Rauzan, Muhammad Phirous Ray, Hamidie Ronald Daniel Ricky Wibowo Risma Risma, Risma Ruhayati, Yati Sadewa, Fanuelciho Salsaputri, Della SANTOSO SANTOSO Saputra, Diki Saputra Shidqi Maulida Sri Devi, Sri Sudrazat, Adang Surdiniarty Ugelta Surdiniaty Ugelta Surdiniaty Ugelta Susanto , Nugroho Syifa Wandani Tenica Meliana Saputri Ugelta, Sudirniaty Wandani, Syifa Yati Nurhayati Yati Rohayati Yati Rohayati, Yati Yati Ruhayati Yati Rukhayati