Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Prediksi Mood Berdasarkan Pola Aktivitas Fisik pada Remaja Menggunakan Algoritma Machine Learning Kencana, Mayang Mega; Jajat, Jajat; Zaky, Mohammad; Sutoni, Kuston
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 2 (2024): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v11i1.17895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi mood remaja berdasarkan pola aktivitas fisik menggunakan algoritma machine learning. Aktivitas fisik sering kali berkorelasi erat dengan kondisi emosional, sehingga pendekatan ini dapat memberikan wawasan baru dalam mendukung kesehatan mental. Data dikumpulkan dari 50 remaja mahasiswa melalui perangkat wearable selama 90 hari, mencakup parameter seperti jumlah langkah, durasi aktivitas, intensitas, dan pola tidur. Sementara untuk data mood diperoleh dari skala BRUMs yang sudah diadaptasi dan divalidasi. Algoritma Decision Tree dan Support Vector Machine (SVM) digunakan untuk membangun model prediksi, dengan evaluasi kinerja berdasarkan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Decision Tree lebih unggul dibandingkan SVM, dengan akurasi sebesar 98,44% dibandingkan 97,45%. Decision Tree juga menunjukkan keunggulan dalam interpretasi model dan efisiensi komputasi, yang penting untuk implementasi aplikasi prediktif real-time. Penelitian ini menyimpulkan bahwa algoritma Decision Tree merupakan pendekatan yang lebih efektif untuk prediksi mood berbasis pola aktivitas fisik pada remaja. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sistem pendukung kesehatan mental berbasis teknologi wearable.  This study aims to predict adolescents' mood based on physical activity patterns using machine learning algorithms. Physical activity is often closely correlated with emotional states, making this approach potentially valuable in providing new insights to support mental health. Data were collected from 50 university students using wearable devices over 90 days, including parameters such as step count, activity duration, intensity, and sleep patterns. Mood data were obtained using the BRUMs scale, which had been adapted and validated. Decision Tree and Support Vector Machine (SVM) algorithms were employed to develop the predictive model, with performance evaluated based on accuracy, precision, recall, and F1-score metrics. The results showed that the Decision Tree outperformed SVM, achieving an accuracy of 98.44% compared to 97.45%. Decision Tree also demonstrated advantages in model interpretability and computational efficiency, which are crucial for implementing real-time predictive applications. This study concludes that the Decision Tree algorithm is a more effective approach for mood prediction based on physical activity patterns in adolescents. These findings are expected to form the foundation for developing mental health support systems based on wearable technology.
Prediksi Mood Berdasarkan Pola Aktivitas Fisik pada Remaja Menggunakan Algoritma Machine Learning Kencana, Mayang Mega; Jajat, Jajat; Zaky, Mohammad; Sultoni, Kuston; Ruhayati, Yati
Jurnal Keolahragaan Vol 11, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v11i1.17894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi mood remaja berdasarkan pola aktivitas fisik menggunakan algoritma machine learning. Aktivitas fisik sering kali berkorelasi erat dengan kondisi emosional, sehingga pendekatan ini dapat memberikan wawasan baru dalam mendukung kesehatan mental. Data dikumpulkan dari 50 remaja mahasiswa melalui perangkat wearable selama 90 hari, mencakup parameter seperti jumlah langkah, durasi aktivitas, intensitas, dan pola tidur. Sementara untuk data mood diperoleh dari skala BRUMs yang sudah diadaptasi dan divalidasi. Algoritma Decision Tree dan Support Vector Machine (SVM) digunakan untuk membangun model prediksi, dengan evaluasi kinerja berdasarkan metrik akurasi, presisi, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Decision Tree lebih unggul dibandingkan SVM, dengan akurasi sebesar 98,44% dibandingkan 97,45%. Decision Tree juga menunjukkan keunggulan dalam interpretasi model dan efisiensi komputasi, yang penting untuk implementasi aplikasi prediktif real-time. Penelitian ini menyimpulkan bahwa algoritma Decision Tree merupakan pendekatan yang lebih efektif untuk prediksi mood berbasis pola aktivitas fisik pada remaja. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sistem pendukung kesehatan mental berbasis teknologi wearable.
Bibliometric analysis: sport pedagogy and physical activity in adolescents Mulyana, Humaira Azzahra Putri; Suherman, Adang; Jajat, Jajat; Ferdiana, Fendi
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol. 20 No. 2 (2024)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v20i2.82197

Abstract

Research in the field of Sport Pedagogy and Adolescent Physical Activity has experienced dynamic development. This study examines trends and advancements in sport pedagogy and adolescent physical activity through a bibliometric analysis approach. By analyzing a total of 714 articles from 2014 to 2024, the study aims to understand the evolution, focus, and contributions of research in this field. Through bibliometric analysis of data obtained from the Scopus database, we investigate scientific publications related to sport pedagogy and adolescent physical activity. The use of VOSviewer software facilitates the visualization of collaboration networks among researchers, institutions, and research topics, providing deeper insights into the structure and dynamics of this research domain. This bibliometric method offers insights into research trends over time, identifies key topics of interest, and highlights contributions from various leading institutions and researchers in the field. The study provides valuable insights for educators, researchers, and policymakers to refine and implement effective physical activity programs aimed at addressing adolescent inactivity and promoting lifelong physical activity. Additionally, this research includes a systematic literature review to map potential future research areas based on current trends, offering comprehensive guidance for upcoming research in this field.
IMPLEMENTASI METODE MACHINE LEARNING UNTUK MENGKLASIFIKASI AKTIVITAS FISIK PADA REMAJA BERBASIS DATA KUESIONER Kartini, Dini Siti Cahya; jajat, jajat; Ruhayati, Yati; Sultoni, Kuston; suherman, adang; damayanti, imas; rahayu, nur indri
Jurnal Kesehatan dan Olahraga Vol. 7 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ko.v7i2.51576

Abstract

Penggunaan artificial intelligence (AI) dalam berbagai bidang kehidupan termasuk aktivitas fisik dan olahraga menjadi salah satu yang sedang trending pada saat ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengklasifikasi aktivitas fisik dengan metode machine learning berbasis data kuesioner berdasarkan waktu aktivitas dan Metabolic Equivalent of Task (MET). Subjek penelitian ini adalah 779 orang remaja usia 17-21 tahun (M+SD = 19,34+0,39) yang berasal dari siswa SMA dan Mahasiswa di Jawa Barat. International Physical Activity Questionnaire “ Short Form (IPAQ SF) digunakan untuk mengumpulkan data aktivitas fisik. Adapun algoritma machine learning yang digunakan yaitu decision tree. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa akurasi performa decision tree untuk mengklasifikasi aktivitas fisik berdasarkan variabel atribut kalkulasi MET lebih tinggi dibandingkan dengan atribut waktu aktivitas fisik (93% ; 86,67%). Algoritma decision tree memiliki akurasi tinggi dalam mengklasifikasi aktivitas fisik dengan atribut kalkulasi MET di setiap level. Analisis lebih lanjut dengan algoritma berbeda diperlukan untuk mengkaji performa terbaik. Kata kunci: aktivitas fisik, artificial intelligence, MET, decision tree
RELIABILITAS PITTSBURGH SLEEP QUALITY INDEX VERSI BAHASA INDONESIA PADA LANSIA AKTIF BEROLAHRAGA Sadewa, Fanuelciho; Ruhayati, Yati; Jajat, Jajat; Sultoni, Kuston; Suherman, Adang; Damayanti, Imas; Rahayu, Nur Indri
Jurnal Kesehatan dan Olahraga Vol. 8 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ko.v8i1.56927

Abstract

Seiring bertambahnya usia, volume dan kualitas tidur biasanya akan semakin berkurang. Kualitas tidur salah satunya dikaitkan dengan aktivitas fisik dan olahraga. Namun demikian untuk mengukur kualitas tidur pada kelompok spesifik populasi yang aktif berolahraga masih terbatas, khususnya di Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu menguji reliabilitas dan validitas Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) versi Indonesia. Pengujian validitas dan reliabilitas dilakukan tiga tahap, yaitu validitas bahasa, validitas & reliabilitas keterbacaan serta validitas & reliabilitas konstruk. Penelitian ini melibatkan 200 orang partisipan lansia berusia 60 “ 77 tahun yang aktif di klub olahraga. Pengolahan dan analisis data dengan menggunakan correct item total correlation dan Cronbach™s alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSQI versi Bahasa Indonesia pada populasi lansia yang aktif di klub olahraga memiliki reliabilitas yang rendah nilai Cronbach™s Alpha 0,4. Metode analisis seperti confirmatory factor analysis diperlukan untuk penelitian lebih lanjut.
ANALISIS GANGGUAN MENSTRUASI PADA ATLET BOLA VOLI NASIONAL Novianti, Berliana; Ruhayati, Yati; Damayanti, Imas; Jajat, Jajat; Ugelta, Sudirniaty; Sultoni, Kuston; Suherman, Adang
Jurnal Sains Riset Vol 14, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v14i1.2345

Abstract

Berolahraga dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan perubahan hormonal, yang pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan menstruasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh gangguan menstruasi diantaranya usia, aktivitas fisik, dan usia menarche. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan metode proporsional. Instrument yang di gunakan pada penelitian menggunakan kuesioner google form. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan usia, aktifitas fisik dan usia menarche secara keseluruhan terhadap gangguan menstruasi, tidak terdapat pengaruh yang signifikan pada usia terhadap gangguan menstruasi, terdapat pengaruh yang signifikan pada aktifitas fisik terhadap gangguan menstruasi, terdapat pengaruh yang signifikan pada usia menarche terhadap gangguan menstruasi, sumbangan pengaruh dari usia, aktifitas fisik dan usia menarche sebesar 44,6% pada gangguan menstruasi.
EATING DISORDER DAN MUSCLE DYSMORPHIA PADA BINARAGA WANITA Mahardika Amareksa, I Putu Tegar; Ugelta, Surdiniaty; Jajat, Jajat; Sultoni, Kuston; Suherman, Adang; Damayanti, Imas; Ruhayati, Yati
Jurnal Sains Riset Vol 14, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v14i1.2340

Abstract

Banyaknya tekanan untuk menjadi kurus menyebabkan adanya dampak tidak baik bagi tubuh. Eating Disorder ( ED )  menjadi masalah utama bagi binaraga wanita dalam melaksanakan aktivitasnya yang dapat menyebabkan Muscle Dysmorphia ( MD ). Tujuan penelitian ini adalah melihat adakah hubungan antara ED dengan MD pada binaraga wanita. Penelitian ini melibatkan 20 sampel yang dimana sampel tersebut wanita yang aktif melakukan aktifitas GYM dengan usia 19-25 tahun. Penelitian ini menggunakan test seperti Eating Atitude Test ( EAT-26) dan From the Drive for Muscularity Scale ( DMS ). Setelah melakukan uji korelasi hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara ED dengan MD pada binaraga wanita, hal ini disebakan karena banyaknya subjek yang malu memberikan informasi mengenai tubuh.Kata kunci: ED, MD, Binaraga, Wanita
Analisis Promosi Gaya Hidup Sehat dan Aktif pada Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Barat Muhammad Dzulfikar Firdaus; Adang Suherman; Jajat, Jajat; Surdiniaty Ugelta; Yati Ruhayati; Kuston Sultoni; Imas Damayanti; Mohammad zaky; Nur Indri Rahayu
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v14i2.1612

Abstract

Gaya hidup sehat memiliki pengaruh yang besar dalam kesehatan dan kebugaran yang menjadi faktor penting dalam menentukan kesehatan dan penyakit seseorang, bahkan gaya hidup sehat berdampak pada peningkatan kesejahteraan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi promosi gaya hidup sehat dan aktif pada mahasiswa perguruan tinggi negeri di Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan kuesioner Health Promoting Lifestyle Profile II. Partisipan terdiri dari 641 mahasiswa yang berusia antara 18 tahun sampai dengan 24 tahun (M =21,05 ± SD= 1,369) yang terdiri dari 326 laki-laki dan 315 perempuan dan partisipan dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data pada penelitian ini menggunakan descriptive statistics untuk mengetahui jumlah partisipan berdasarkan karakteristik partisipan, sementara itu, independent samples t-test dilakukan untuk mengetahui perbedaan rata-rata skor gaya hidup sehat dan aktif berdasarkan jenis kelamin dan status tempat tinggal dan one way ANOVA untuk mengetahui perbedaan berdasarkan status tempat tinggal. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara mahasiswa berdasarkan jenis kelamin yang memiliki nilai (p < 0,05) dan jenis UKM yang diikuti dengan nilai (p < 0,05), sementara itu tidak terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan status tempat tinggal yang memiliki nilai (p > 0,05). Dengan demikian, promosi gaya hidup sehat dan aktif harus terus dilakukan untuk meningkatkan gaya hidup sehat dan aktif pada mahasiswa.
Analisis Perilaku Aktivitas Fisik dan Promosi Gaya Hidup Sehat Pada Siswa Sekolah Menengah Atas Muhamad Nurul Rafli; Yati Ruhayati; Jajat, Jajat; Adang Suherman; Surdiniaty Ugelta; Imas Damayanti; Kuston Sultoni; Mohammad Zaky; Nur Indri Rahayu
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 14 No. 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v14i4.1614

Abstract

Gaya hidup sehat merupakan suatu kebiasaan atau perilaku yang dilakukan dengan cara menjaga dan memelihara pola makan, pikiran, kebiasaan dan juga lingkungan yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perilaku aktivitas fisik dan gaya hidup sehat pada siswa SMA Se Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional study. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 359 yang berusia 15 tahun sampai dengan 19 tahun (M = 16.62 ± SD = 0,915). Partisipan terdiri dari 197 laki-laki dan 162 perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Health Promoting Lifestyle Profile II. Analisis data dilakukan dengan melakukan uji descriptive statistic untuk mendeskripsikan karakteristik partisipan, independent sample T-test digunakan untuk menguji perbedaan berdasarkan gender dan status tempat tinggal, One Way ANOVA digunakan untuk menguji perbedaan berdasarkan ekstrakurikuler. Hasil penelitian menunjukan tidak terdapat perbedaan aktivitas fisik dan gaya hidup sehat yang signifikan antara partisipan laki laki dan perempuan (p= 0.211), sementara itu terdapat perbedaan yang signifikan antara partisipan yang berstatus tempat tinggal dengan orang tua dan partisipan yang berstatus tempat tinggal kost (p = 0.001 < 0,05). Demikian halnya berdasarkan keterlibatan ekstrakurikuler juga terdapat perbedaan yang signifikan (p = 0,038). Status tempat tinggal dan keterlibatan dalam ekstrakurikuler mempengaruhi perilaku aktivitas fisik dan gaya hidup sehat pada siswa SMA, sementara gender tidak mempengaruhi. Perlu adanya perhatian khusus terkait dengan lingkungan individu remaja sebagai upaya meningkatkan perilaku aktivitas fisik dan gaya hidup sehat.
Manajemen Kebutuhan Kalori untuk Pendakian Gunung pada Sistem Pendakian Cepat (Indonesia System): Energi Optimal untuk Petualangan Rezha, Mohamad; Kurniawan, Asep Ridwan; Erlina, Terra; Jajat, Jajat; Chamim, Miftachul
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v15i2.2533

Abstract

Pendakian gunung memerlukan energi tinggi dan perencanaan kalori yang tepat untuk menjaga performa pendaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen kebutuhan kalori pada sistem pendakian cepat (Indonesia System) berdasarkan berat badan, tinggi badan, durasi aktivitas, dan elevasi gunung. Pendakian cepat menuntut stamina, kekuatan, dan kecepatan, sehingga keseimbangan kalori masuk dan keluar menjadi faktor penting. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan total sampling pada tujuh pendaki. Studi observasional dilakukan dengan pengukuran intensitas aktivitas menggunakan accelerometer ActiGraph dan perhitungan konsumsi energi melalui kalkulator kalori. Lokasi penelitian mencakup gunung dengan elevasi di atas 3000 mdpl di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Analisis regresi linear menunjukkan bahwa elevasi gunung berpengaruh positif terhadap kebutuhan kalori. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,001 < 0,05, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi elevasi, semakin besar kebutuhan kalori. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dijelaskan bahwa manajemen kalori yang optimal, pendaki dapat meningkatkan performa fisik, mengurangi risiko kelelahan, dan meningkatkan keselamatan selama pendakian cepat.