Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peran Pendidikan dalam Membangun Karakter Generasi Muda: Studi Pustaka Perspektif Kontemporer Nungki Selvia Adeputri; Roza Feronika; Heny Friantary; Salamah Salamah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.550

Abstract

Generasi muda merupakan aset bangsa yang menentukan arah peradaban di masa mendatang. Namun, derasnya arus globalisasi dan transformasi digital telah menimbulkan tantangan serius terhadap moralitas dan integritas karakter remaja Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendekatan studi pustaka sistematis. Dengan menganalisis lebih dari dua puluh sumber ilmiah dari tahun 2020 hingga 2025, artikel ini membahas empat fokus utama: (1) konsep dasar pendidikan dalam perspektif pembentukan karakter; (2) nilai-nilai karakter yang relevan dengan konteks kontemporer; (3) tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital; serta (4) strategi implementasi pendidikan yang efektif dan adaptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan yang mengintegrasikan dimensi spiritual, intelektual, dan sosial secara sinergis terbukti mampu membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, dan berdaya saing. Pendekatan holistik yang mengombinasikan kurikulum berbasis nilai-nilai, keteladanan guru, penguatan peran keluarga, serta pemanfaatan teknologi digital secara bijak menjadi kunci keberhasilan pembentukan karakter di era modern. Artikel ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang komprehensif dan berkesinambungan.
Penggunaan Media Cerita Bergambar dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di MI: Kajian Pustaka: Penelitian Riut Suwanti; Sefnisari Candranita; Heny Friantary; Andre Taulani Sandi; Dini Widiyant
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6241

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah (MI) memiliki peran penting dalam mengembangkan kompetensi literasi siswa yang meliputi keterampilan membaca, menulis, berbicara, dan menyimak. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran masih didominasi oleh metode konvensional yang kurang menarik sehingga berdampak pada rendahnya minat dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis penggunaan media cerita bergambar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MI melalui pendekatan kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah library research dengan menganalisis berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan dalam rentang tahun 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa media cerita bergambar memiliki efektivitas yang tinggi dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman, memperkaya kosakata, serta mengembangkan keterampilan berbicara dan menulis siswa. Selain itu, media ini juga mampu meningkatkan motivasi belajar serta menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Media cerita bergambar memiliki keunggulan dalam menyajikan materi secara konkret melalui integrasi visual dan teks sehingga memudahkan pemahaman siswa. Implementasi media ini dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MI terbukti mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran secara signifikan. Dengan demikian, media cerita bergambar dapat dijadikan sebagai inovasi pembelajaran yang efektif dalam mendukung pengembangan literasi siswa di era Kurikulum Merdeka.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ipa Kelas IV SDN 101 Kota Bengkulu: Penelitian Pici Nadia Safitri; Salsa Dwi Amanda; Nova Asvio; Heny Friantary
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6304

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPA di kelas IV SDN 101 Kota Bengkulu, yang disebabkan oleh dominasi metode ceramah, kurangnya penggunaan media pembelajaran, serta minimnya keterlibatan siswa dalam proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL), peningkatan hasil belajar siswa, serta keterlibatan siswa selama proses pembelajaran IPA berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan 29 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan, yang ditunjukkan dengan peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM dari 10 siswa menjadi 25 siswa. Selain itu, keaktifan siswa dalam pembelajaran juga meningkat, terlihat dari partisipasi diskusi, kerja sama kelompok, serta keberanian dalam menyampaikan pendapat. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala seperti ketimpangan partisipasi, keterbatasan waktu, dan sarana prasarana.Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa model Project Based Learning (PjBL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPA. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa PjBL dapat dijadikan alternatif model pembelajaran yang inovatif untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berpusat pada siswa, serta mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21.
Analisis Kemampuan Critical Thinking Siswa dalam Pembelajaran IPAS di SD Negeri 16 Kota Bengkulu: Penelitian M. Rakel Ibnu Ibrahim; Choldia Heldianti Usiwardani; Heny Friantary
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan critical thinking siswa dalam pembelajaran IPAS di SD Negeri 16 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru IPAS dan siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan critical thinking siswa dalam pembelajaran IPAS berada pada kategori cukup baik. Siswa telah mampu mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, menyampaikan pendapat, menarik kesimpulan, dan memberikan solusi terhadap permasalahan sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Namun, kemampuan berpikir kritis siswa masih belum merata karena sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam memberikan alasan logis dan menghubungkan konsep pembelajaran dengan kondisi nyata di lingkungan sekitar. Faktor pendukung kemampuan critical thinking siswa meliputi penggunaan media pembelajaran yang menarik, penerapan metode diskusi dan tanya jawab, lingkungan belajar yang aktif, serta peran guru dalam memberikan stimulus pertanyaan. Adapun faktor penghambat kemampuan critical thinking siswa meliputi rendahnya minat membaca, kurangnya rasa percaya diri siswa, keterbatasan sarana pembelajaran, dan kebiasaan siswa yang masih terbiasa dengan pembelajaran satu arah. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang lebih aktif, inovatif, dan kontekstual agar kemampuan berpikir kritis siswa dapat berkembang secara optimal.