Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Kotoran Sapi dengan Dosis yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelimpahan Fitoplankton pada Kolam Terpal Abani, Agustinus; Pakainoni, Gonsianus; Fallo, Gergonius
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i1pp8-13

Abstract

Fitoplankton merupakan makanan bagi hewan seperti ikan dan udang. Kandungan unsur-unsur hara dalam kotoran sapi pada umumnya mengandung nitrogen dan fosfor. Nitrogen dan fosfor berperan penting dalam menumbuhkan fitoplankton. Tujuan dari penelitian ini untuk untuk mengetahui jenis fitoplankton apa saja yang ditemukan pada saat pengamatan dibawah mikroskop, untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan kotoran sapi dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelimpahan fitoplankton, untuk mengetahui berapa nilai kelimpahan fitoplankton setelah diberi perlakuan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-September 2023 di Laboratorium FPSK Universitas Timor. Hasil identifikasi fitoplankton pada 12 kolam terpal di Laboratorium FPSK, didapatkan 3 spesies dari 2 kelas yaitu, kelas Cyanophyta (2 spesies), dan kelas Bacillariophyta (1 spesies). Jenis-jenis fitoplankton yang ditemukan yaitu: Microcystis aeruginosa, Ananaena sp. dan Stenopterobia sp. kotoran sapi berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan fitoplankton dengan nilai signifikansi pada uji anova sebesar 0,003, dosis kotoran sapi 25 kg/200 liter air memiliki kelimpahan fitoplankton dengan total jumlah sebesar 369,93 ind/ml pada jenis fitoplankton Stenopterobia sp. dan Anabaena sp. dosis kotoran sapi 50 kg/200 liter air memiliki kelimpahan fitoplankton dengan total jumlah sebesar sebesar 1.233,1 ind/ml pada jenis fitoplankton Microcistys aeruginosa, sedangkan dosis kotoran sapi 75 kg/200 liter air memiliki kelimpahan fitoplankton terbanyak dengan total jumlah sebesar, 3.699,3 ind/ml pada jenis fitoplankton Microcistys aeruginosa dan Stenopterobia sp.
Analisis Kualitas Air Sumur Gali Di Kelurahan Maubeli Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara Suni, Yunita; Fallo, Gergonius; Blegur, Willem Amu
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i1pp31-38

Abstract

The existance of dug well is important for the people of Maubeli from Kefamenanu City. The society consumed it since their adults been there. As quality as water consuming needed to be tested for sanitation and hyegene issues. The aims is to analyze dug water quality in Maubeli Village for physic parameters (temperature, odor, colour, TSS), chemistry (pH, COD, and microbiology (E.coli). Water sample from 5 locations and analized locally for temperature, odor, colour, pH and in Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan from East Nusa Tenggara for TSS dan COD. Data compared to Peraturan Pemerintah No. 22/2021 and Permenkes No. 2/2023. The resulst showed that the temperature for 1st dan 2nd are 250C, 3rd to 5th: 270C, there’s good for odor and colour. TSS: 2,5 mgL-1, 3,5 mgL-1, 9 mgL-1, 4 mgL-1, and 5 mgL-1. pH: (8,1), (7,9), (8,2), (7,9), and (7,6). COD: 15,16 mgL-1, 17,02 mgL-1, 9,61 mgL-1, 12,05 mgL-1, and not found E. coli for all dug wells. Base on snapshot sampling that the water quality is good to be consumed but still need to boil it.
Analisis Kualitas Fisika dan Kimia Pada Air Sumur Gali di Kecamatan Kota Atambua Nusa Tenggara Timur Blegur, Willem Amu; Binsasi, Yeremias; Fallo, Gergonius; Santos, Monika Dos
SCISCITATIO Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Number 2, January 2024 (Online First)
Publisher : Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/sciscitatio.2024.52.185

Abstract

Air merupakan sumber daya penting bagi kehidupan di bumi, termasuk untuk manusia. Salah satusumber penyediaan untuk pemenuhan hidup manusia yaitu sumur gali. Air yang bersumber dari sumur gali perlu memenuhi persyaratan kualitas air agar layak dikonsumsi oleh manusia sehingga tidak menimbulkan sakit. Masyarakat di Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu telah lama menggunakan air yang bersumber dari sumur gali. Akan tetapi, pertumbuhan jumlah dan aktivitas masyarakat berpengaruh terhadap kualitas air dari sumur gali. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kualitas air sumur gali di Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, dan menganalisis pengaruh aktivitas masyarakat terhadap kualitas air sumur gali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel air dari sumur gali yang berada di Kecamatan Kota Atambua pada bulan Juni-Desember 2023. Pelaksanaan sampling dilakukan berdasarkan standar sampling untuk mengukur kualitas air dan parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, turbiditas, COD, BOD, pH, total coliform dan fecal coliform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dibandingkan dengan PP Nomor 22 tahun 2021 dan Permenkes Nomor 32 tahun 2017, parameter air sumur gali berupa suhu, pH, CaCO3 dan COD telah sesuai dengan standar baku mutu tersebut. akan tetapi nilai BOD dari air sumur gali yang di Kecamatan Kota Atambua belum memenuhi persyaratan untuk air konsumsi.
Identifikasi Parasit pada Ikan Bandeng (Chanos chanos F) yang Dibudidayakan pada Tambak Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Malaka Nahak, Maksimianus; Fallo, Gergonius; Pakaenoni, Gonsianus
Journal Science of Biodiversity Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol4i2pp61-65

Abstract

Ikan bandeng (Chanos chanos F) merupakan salah satu jenis ikan air payau yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan mempunyai prospek cukup baik untuk dikembangkan. Budidaya ikan bandeng merupakan budidaya air payau dimana salinitasnya berada diantara salinitas air laut dan juga air tawar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis parasit apa saja yang menginfeksi ikan bandeng, untuk mengetahui prevalensi dan intensitas serangan parasit pada ikan bandeng, unruk mengetahui parameter kualitas air di tambak Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Malaka. Penelitian ini dilaksanankan pada bulan April sampai Juli 2023. Hasil identifikasi mengenai tingkat serangan ektoparasit dan endoparasit pada 30 ekor ikan bandeng (Chanos chanos F), pada Tambak Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Malaka terdapat dua jenis parasit. Jenis parasit yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu Dactylogyrus sp. dan Camallanus sp. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat di simpulkan bahwa : Jenis parasit yang dapat mengifeksi ikan bandeng dalam penelitian ini adalah Dactylogyrus sp dan camallanus sp nilai prevalensi Dactylogyrus sp adalah 10% (infeksi sering), nilai prevalensi camallanus sp 6,67 % (infeksi kadang), sedangkan nilai kualitas air yaitu: kecerahan air 23cm tergolong sangat baik bagi tambak ikan bandeng dan salinitas air 0,66ppt maka dikategorikan kedalam air payau. Kata kunci : Identifikasi parasit, Ikan Bandeng.
Paparan Medan Listik Dalam Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Nila (Oreochromis nilaticus) Ninu, Isabela Matkoi; wiguna, gede arya; Fallo, Gergonius
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i1pp1-7

Abstract

Sesuai amanat dan instuksi persiden 2016 yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan produksi budidaya dan pengolahan hasil perikanan. Salah satu ikan air tawar dan memiliki potensi untuk budidaya adalah ikan nila. Ikan nila adalah salah satu ikan air tawar yang banyak dibudidayakan karena mudah beradaptasi dengan lingkungan yang kurang oksigen. Kendala yang dihadapi oleh pembudidaya ikan nila yaitu salinitas air yang mengandung zat kapur tinggi, pH dan suhu yang kurang serta bagaimana menigkatkan pertumbuhan ikan denga cepat dalamwaktu yang tidak terlalu lama sehigga menghemat pakan yang diberikan pada ikan pemeliharaan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetehui paparan medan listrik terhadap pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini menggunkana rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali perlakuan. Pengukuran perameter yaitu pertambahan panjang, pertambahan bobot dan tingkat kelulushidupan ikan nila. Perlakuan penelitian terdiri dari 4 perlakuan, dengan satu kontrol dan paparan medan listrik masing-masing adalah 12 kV/m, 18 kV/m, 24 kV/m, dengan masing-masing 15 menit. Hasil data yang diperoleh dilakukan analisis statistik menggunakan Analisis Varian (ANOVA) menggunakan statistical Paskage for the social Sciences (SPSS). Apabila hasil sidik ragam menunjukan pengaruh nyata dari perlakuan, maka dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Tets (DMRT). Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa paparan medan listrik berpengaruh terhadap pertambahan panjang, pertambahan bobot dan tingkat kelulushidupan ikan nila. Pertambahan panjang ikan nila tertinggi pada P3 dengan rata-rata 4,46b ± 4,46 cm, pertamabahan bobot ikan nila tertinggi pada P3 dengan rata-rata 8,40c ± 8,40 cm dan tingkat kelulushidupan ikan nila tertinggi pada P3 80,95C ± 80,95%.
Pengaruh Penambahan Kotoran Sapi dengan Dosis yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelimpahan Fitoplankton pada Kolam Terpal Abani, Agustinus; Pakainoni, Gonsianus; Fallo, Gergonius
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i1pp8-13

Abstract

Fitoplankton merupakan makanan bagi hewan seperti ikan dan udang. Kandungan unsur-unsur hara dalam kotoran sapi pada umumnya mengandung nitrogen dan fosfor. Nitrogen dan fosfor berperan penting dalam menumbuhkan fitoplankton. Tujuan dari penelitian ini untuk untuk mengetahui jenis fitoplankton apa saja yang ditemukan pada saat pengamatan dibawah mikroskop, untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan kotoran sapi dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelimpahan fitoplankton, untuk mengetahui berapa nilai kelimpahan fitoplankton setelah diberi perlakuan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-September 2023 di Laboratorium FPSK Universitas Timor. Hasil identifikasi fitoplankton pada 12 kolam terpal di Laboratorium FPSK, didapatkan 3 spesies dari 2 kelas yaitu, kelas Cyanophyta (2 spesies), dan kelas Bacillariophyta (1 spesies). Jenis-jenis fitoplankton yang ditemukan yaitu: Microcystis aeruginosa, Ananaena sp. dan Stenopterobia sp. kotoran sapi berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan fitoplankton dengan nilai signifikansi pada uji anova sebesar 0,003, dosis kotoran sapi 25 kg/200 liter air memiliki kelimpahan fitoplankton dengan total jumlah sebesar 369,93 ind/ml pada jenis fitoplankton Stenopterobia sp. dan Anabaena sp. dosis kotoran sapi 50 kg/200 liter air memiliki kelimpahan fitoplankton dengan total jumlah sebesar sebesar 1.233,1 ind/ml pada jenis fitoplankton Microcistys aeruginosa, sedangkan dosis kotoran sapi 75 kg/200 liter air memiliki kelimpahan fitoplankton terbanyak dengan total jumlah sebesar, 3.699,3 ind/ml pada jenis fitoplankton Microcistys aeruginosa dan Stenopterobia sp.
Analisis Kualitas Air Sumur Gali Di Kelurahan Maubeli Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara Suni, Yunita; Fallo, Gergonius; Blegur, Willem Amu
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i1pp31-38

Abstract

The existance of dug well is important for the people of Maubeli from Kefamenanu City. The society consumed it since their adults been there. As quality as water consuming needed to be tested for sanitation and hyegene issues. The aims is to analyze dug water quality in Maubeli Village for physic parameters (temperature, odor, colour, TSS), chemistry (pH, COD, and microbiology (E.coli). Water sample from 5 locations and analized locally for temperature, odor, colour, pH and in Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan from East Nusa Tenggara for TSS dan COD. Data compared to Peraturan Pemerintah No. 22/2021 and Permenkes No. 2/2023. The resulst showed that the temperature for 1st dan 2nd are 250C, 3rd to 5th: 270C, there’s good for odor and colour. TSS: 2,5 mgL-1, 3,5 mgL-1, 9 mgL-1, 4 mgL-1, and 5 mgL-1. pH: (8,1), (7,9), (8,2), (7,9), and (7,6). COD: 15,16 mgL-1, 17,02 mgL-1, 9,61 mgL-1, 12,05 mgL-1, and not found E. coli for all dug wells. Base on snapshot sampling that the water quality is good to be consumed but still need to boil it.
Isolasi dan Kolonisasi Mikoriza Vesikula Arbuskular (MVA) pada Perakaranan Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Lahan Kering Kabupaten Timor Tengah Utara Fallo, Gergonius
Savana Cendana Vol 9 No 3 (2024): Savana Cendana (SC) - July 2024
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains, dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/sc.v9i3.2006

Abstract

North Central Timor (TTU) Regency has adry land area for agriculture of 184,421 Ha. Unfortunately, the dry land is known to have low soil fertility. One of alternatives to overcome this problem is to utilize a fungus that has mutualism symbiosis with plant roots, namely vesicular arbuscular mycorrhiza (VAM).This study aims to discover spore character and VAM type, as well as discover the percentage level of VAM colonization on maize roots (Zea mays L.). Samples of soil and maize roots were taken from Fatuneno Village and Bitefa Village using the stratified random sampling method. The isolation of VAM spores was conductedthrough stratified screening method. The microscopic characteristics of the spores were matched with the identification guidelines on the INVAM.com website. Root colonization was seen based on the percentage of root infection by the VAM structure. The results showed that the number of VAM spores per 100 grams of soil from Fatuneno Village was 247 spores and from Bitefa Village was 209 spores. Identification results generated three types of VAM genus, namely Glomus, Acaulospora and Gigaspora. The observations of VAM colonization on the maize roots from Fatuneno Village when the maize was 2 weeks old showed the percentage of 50% with medium category, and when the maize was 4 weeks old the percentage of colonization was 73.3% with high category. In Bitefa Village, the percentage of VAM colonization in maize of 2weeks old was 25% with low category, while when it was 4 weeks old, the percentage of VAM colonization was 33% with medium category.
Identifikasi Endoparasit pada Sistem Pencernaan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Balai Benih Ikan Oeluan Kabupaten Timor Tengah Utara Lopes Amaral, Cristina; Pakaenoni, Gonsianus; Fallo, Gergonius
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 1 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i1.1360

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus ) merupakan salah satu jenis ikan budidaya air tawar yang mempunyai prospek cukup baik untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis-jenis, intensitas dan kelimpahan endoparasit yang menginfeksi sistem pencernaan pada ikan nila di Balai Benih Ikan Oeluan Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2023 sampai April 2023. Jenis metode yang digunakan adalah observasional dan pengambilan sampel yang dilakukan secara random sampling.  Sampel penelitian berjumlah 60 ekor ikan nila yang berasal dari Balai Benih Ikan Oeluan Kabupaten Timor Tengah Utara. Pemeriksaan endoparasit dilakukan di Laboratorium Biologi Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan Universitas Timor. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa  dari 60 ekor ikan nila, terdapat 20 ekor ikan yang teridentifikasi endoparasit dan 40 ekor ikan tidak teridentifikasi parasit. Endoparasit yang didapatkan sebanyak 6 jenis parasit yaitu Acanthocephalus sp., Camallanus sp., Cacing Capilaria sp., Prosoryhncus sp., Anisakis simplex stadium tiga, dan  Pallisentis sp. Jenis endoparasit yang paling banyak ditemukan pada ikan nila adalah Acanthocephalus sp. sebanyak 6 individu/spesies.  Nilai rata-rata intensitas dan kelimpahan endoparasit pada ikan nila  yaitu; 0,167 ind/ekor (kategori sehat) dan 0,056 % (kategori sangat rendah). Nilai pH, suhu dan kecerahan pada lokasi penelitian secara berturut-turut adalah suhu 25-31,5oC., pH 4,5-6,5 dan kecerahan 35,0-55,3 cm. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka perlu memberikan edukasi kepada para pelaku budidaya ikan agar melakukan, peningkatan pengelolaan kualitas air yang lebih baik lagi, sehingga tingkat infeksi endoparasit pada ikan dapat dihilangkan.
Isolasi Dan Uji Aktivitas Bakteri Proteolitik Yang Berasosiasi Dengan Spons Stylotella Sp. Dan Potensinya Sebagai Antibakteri Seuk, Mariana Septiani; Pardosi, Lukas; Fallo, Gergonius; Manalu, Adelya Irawan
BIOEDUSCIENCE Vol 8 No 1 (2024): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jbes/12980

Abstract

Background: The province of East Nusa Tenggara (NTT), Indonesia, boasts a significant expanse of marine territory, making its waters a potential treasure trove of aquatic resources. One such marine resource is the Stylotella SP sponge, which is found in this region. Sponges like Stylotella SP often have intricate relationships with microorganisms, including bacteria. Method: This research was to characterize and identify proteolytic bacteria and test bioactive compounds from isolates of proteolytic bacteria from the sponge Stylotella sp. Proteolytic bacterial strains were rejuvenated first in 2% TSA + Nacl medium and then characterized microscopically and biochemically using catalase and oxidase tests. The diffusion method used the antibacterial activity test against E.coli and S. aureus. Result: The results showed that proteolytic bacterial isolates had irregular and rounded colony shapes, wavy and intact colony edges, hilly and convex colony elevation, and white color, while biochemically, it was declared positive for the catalase and oxidase tests. Antibacterial activity tests on proteolytic bacterial strains showed the ability to inhibit the growth of Staphylococcus aureus with an inhibitory capacity of 9.5 mm and Escherichia coli with an inhibitory capacity of 7 mm.