Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pertumbuhan Fusarium verticillioides, Aspergillus flavus, dan Eurotium chevalieri pada Berbagai Media Gergonius Fallo
Savana Cendana Vol 2 No 03 (2017): Savana Cendana (SC) - July 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.391 KB) | DOI: 10.32938/sc.v2i03.41

Abstract

Fusarium verticillioides, Aspergillus flavus, dan Eurotium chevalieri merupakan cendawan perusak bahan pangan yang ditemukan pada saat bahan pangan belum dipanen atau setelah bahan pangan dipanen. Pertumbuhan ketiga cendawan ini sangat dipengaruhi oleh nutrisi yang terkandung pada media tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan Fusarium verticillioides, Aspergillus flavus, dan Eurotium chevalieri pada beberapa media untuk isolasi dan identifikasi. Ketiga cendawan tersebut ditumbuhkan pada media yang berbeda yaitu Chloramphenicol Peptone Agar (DCPA), Dichloran 18% Glycerol Agar (DG18), Czapek Yeast Extract Agar (CYA), Czapek Yeast Extract Agar 20% Sucrose (CY20S), Malt Extract Agar (MEA), dan 25% Glycerol Nitrate Agar (G25N) dan diinkubasi pada suhu + 280C. Pengamatan koloni dilakukan setiap 2 x 24 jam, 4 x 24 jam, dan 6 x 24 jam selanjutnya diameter isolat diukur. Hasil isolasi pertumbuhan dan panjang diameter koloni dari A. Flavus (61 mm) dan E. Chevalieri (45mm) diketahui dapat tumbuh baik pada media DG18, sedangkan F. verticillioides (46 mm) tumbuh baik di media DCPA. Sementara pada media identifikasi A. Flavus (80 mm) dapat tumbuh baik pada media CY20S, sedangkan E. Chevalieri (40 mm) dapat tumbuh baik pada media G25N dan CY20S. Koloni F. verticillioides (62 mm) dapat tumbuh baik di media CYA dan CY20S.
Karakterisasi Bakteri Endofit Tanaman Sirih Timor (Piper betle L.) Penghasil Antibakteri Gergonius Fallo; Lukas Pardosi; Anjelina M. da Cruz
Jurnal Biologi Papua Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.76 KB) | DOI: 10.31957/jbp.2366

Abstract

Indonesia has a wealth of various types of plants that are useful as traditional medicinal plants. One of the medicinal plants that are often used by Indonesian people, especially on the island of Timor, East Nusa Tenggara (NTT) Province, is betel plant (Piper betle L.). Isolation of endophytic bacteria using the scratch method and the scatter method. The results of the isolation obtained 9 isolates. The results of the characterization of 9 isolates had round colonies, small, medium, large, flat elevation, and clear white color. The results of the bacterial test showed that 3 isolates had the potential as antibacterial, namely: SDE01, SAE03 and SBE04 isolates. Of the three isolates, SBE04 isolates had inhibition zone diameters of 1.7 and 1.35 mm against Escherichia coli and Staphylococcus aureus.Key words: antibacterial; endophytic bacteria; characterization; P. betle.
Uji Komposisi Biochar Sekam Padi Selama Penyimpanan terhadap Viabilitas Isolat RTCR01 sebagai Carrier Pupuk Hayati di Kabupaten Timor Tengah Utara Gergonius Fallo; Yohana Fatmawati Usfinit; Lukas Pardosi
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 11, No 1 (2023): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i1.6639

Abstract

Carrier material is one of the significant factors for the success of using biofertilizer since it plays an important role in maintaining microbial viability of which contained in it. This study aimed to find out the composition of carrier materials of rice husk biochar for the viability of isolate RTCR01. This study was conducted at Agriculture Laboratory of Timor University. It started out with isolate RTCR01 recultivation, culture making for nutrient broth media, rice husk biochar making, and injection of 10 ml culture of isolate RTCR01 on various compositions of carrier materials of rice husk biochar. Viability of isolate RTCR01 was observed every week using plate count method on PCA media, while data analysis of the effect of rice husk biochar on the bacterial viability used descriptive analysis. Results of this study suggested that the composition that showed the highest viability of isolate RTCR01 was on the first week of storage namely C3: biochar of 500 gr + tapioca flour of 250 gr + cow dung of 250 gr, meanwhile the viability at the end of storage period on the 8th week included C1: biochar of 500 gr. Observation result suggested that all treatments using the composition of rice husk biochar can maintain bacterial viability during the storage period for 8 weeks.
Pengaruh Pemberian Air Buah Lontar sebagai Nutrisi terhadap Pertumbuhan Miselium dan Produktivitas Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Widhya Faustina; Gergonius Fallo; Lukas Pardosi
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 5 No. 1 (2023): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v5i1.996

Abstract

Jamur tiram merupakan bahan pangan sumber protein nabati yang digemari oleh masyarakat. Salah satu penambah nutrisi pada media jamur tiram yang diduga dapat meningkatkan pertumbuhan jamur tiram adalah air buah lontar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa konsentrasi air buah lontar terhadap pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, antara lain; P0 = 0 ml (kontrol), P1 = 100 ml air buah lontar + 25 ml air, P2 = 150 ml buah lontar + 30 ml air, P3 = 200 ml air buah lontar + 35 ml air, dengan 5 kali ulangan. Beberapa parameter yang diamati, yaitu; kecepatan tumbuh miselium (cm), jumlah tudung per rumpun, lebar tudung (cm), dan berat basah per baglog (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian air buah lontar berpengaruh tidak nyata (P < 0,05) terhadap kecepatan tumbuh miselium serta diketahui rata-rata kecepatan tumbuh miselium yang baik (cepat tumbuh) yaitu pada perlakuan P1 dengan konsentrasi 100 ml air buah lontar dengan rata-rata panjang miselium sebesar 10.67 cm, diikuti P0 yaitu sebesar 9.53 cm, P2 yaitu sebesar 8.03 cm, dan yang terendah pada perlakuan P3 yaitu sebesar 4.5 cm. Berdasarkan hasil pengamatan produktivitas jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) jumlah tubuh buah terbanyak terdapat pada perlakuan P1 yaitu sebanyak 14, berat basah jamur pada P1 yaitu seberat 3 gram dan lebar tudung jamur pada P1 yaitu selebar 10 cm.
Isolasi dan Uji Aflatoksin Cendawan Pengkontaminasi Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) di Kabupaten Timor Tengah Utara Ria S Mauresi; Gergonius Fallo; Ite Morina Yostianti Tnunay
Journal Science of Biodiversity Vol 4 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol4i1pp30-36

Abstract

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu produk unggulan pertanian di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang seringkali terkontaminasi cendawan dan mengakibatkan pembusukan hingga memproduksi aflatoksin. Tujuan penelitian yaitu mengisolasi, mengidentifikasi dan mengetahui kandungan aflatoksin cendawan pengkontaminasi kacang merah. Penelitian diawali dengan pengambilan sampel kacang merah di Desa Suanae dan Desa Noepesu secara random sebanyak 1 kg dengan lamanya penyimpanan 3-4 bulan. Kacang merah yang bergejala ditumbuhkan pada media PDA dengan metode penanaman langsung. Cendawan diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis, sedangkan uji aflatoksin menggunakan metode TLC. Hasil isolasi didapatkan dua isolat cendawan yaitu isolat SBP dan isolat NK. Isolat SBP memiliki karakter makroskopis yaitu warna koloni hijau, permukaan cokelat kehijauan dengan diameter pertumbuhan koloni 5,1-7,0 mm, sedangkan isolat NK warna miselium hijau muda dengan diameter koloni 1,1-1,5 mm. Kedua isolat secara mikroskopis memiliki bentuk spora oval, warna spora hitam kecoklatan dan hitam, memiliki konidia berbentuk bulat serta konidiafor tegak. Kedua isolat diduga Aspergillus sp. Hasil uji aflatoksin total yaitu B1 : <3.01 µg/Kg, B2 : <3.50 µg/Kg, G1 : <0.54 µg/Kg, dan G2 : <1.0 µg/Kg. Kadar aflatoksin total hasilnya di bawah batas regulasi Standar Nasional Indonesia (<5 µg/Kg).
Pengaruh Perendaman dan Komposisi Media Tectona grandis L terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Jamur Tiram Putih Lusiana Yeni Akoit; Gergonius Fallo; Lukas Pardosi
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v5i2.1293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman, komposisi media tanam serbuk kayu jati (Tectona grandis L) dan interaksinya terhadap produktivitas jamur tiram putih. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Kefamenanu Selatan, kecamatan Kota Kefamenanu, kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yaitu: Faktor I perendaman serbuk kayu jati dan faktor II perlakuan komposisi media. Faktor I terdiri dari 6 perlakuan perendaman serbuk kayu jati, antara lain; P0 = Tanpa perendaman serbuk kayu jati, P1 = Perendaman serbuk kayu jati 1 hari, P2 = Perendaman serbuk kayu jati 2 hari, P3 = Perendaman serbuk kayu jati 3 hari, P4= Perendaman serbuk kayu jati 4 hari, dan P5= Perendaman serbuk kayu jati 5 hari. Faktor II terdiri dari 6 perlakuan komposisi media untuk perendaman 5 hari yaitu: M0 =  100% Serbuk gergaji, M1 = Serbuk gergaji + 75% tepung jagung, M2 = Serbuk gergaji + 50% tepung jagung, M3 = Serbuk gergaji + 25% tepung jagung, M4 = Serbuk gergaji + 15% tepung jagung, dan M5 = Serbuk gergaji + 10% tepung jagung. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kecepatan tumbuh miselium, jumlah tubuh buah, diameter tudung buah, dan rata-rata bobot tubuh buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman, komposisi media tanam dan interaksinya berpengaruh nyata terhadap kecepatan tumbuh miselium serta rata-rata lama perendaman terhadap kecepatan tumbuh miselium yang baik yaitu pada perlakuan P1 lama perendaman 1 hari dengan rata-rata 59,67 diikuti komposisi media tanam M5 memiliki nilai paling tertinggi dengan rataan sebesar 107, 19 cm dan interaksi terbaik berada pada perlakuan P3M5 terhadap pertumbuhan miselium jamur tiram. Berdasarkan hasil pengamatan produktivitas jamur tiram putih, jumlah tubuh buah terbanyak terdapat pada perlakuan P4 perendaman 4 hari yaitu sebanyak 5,83 buah, diameter tudung buah pada perlakuan P5 perendaman hari ke 5 yaitu sebanyak 6,74 cm dan bobot panen pada perlakuan P5 perendaman hari ke 5 yaitu sebanyak 47,21gr.
Identifikasi Endoparasit pada Sistem Pencernaan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Balai Benih Ikan Oeluan Kabupaten Timor Tengah Utara Lopes Amaral, Cristina; Pakaenoni, Gonsianus; Fallo, Gergonius
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 1 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i1.1360

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus ) merupakan salah satu jenis ikan budidaya air tawar yang mempunyai prospek cukup baik untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis-jenis, intensitas dan kelimpahan endoparasit yang menginfeksi sistem pencernaan pada ikan nila di Balai Benih Ikan Oeluan Kabupaten Timor Tengah Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2023 sampai April 2023. Jenis metode yang digunakan adalah observasional dan pengambilan sampel yang dilakukan secara random sampling.  Sampel penelitian berjumlah 60 ekor ikan nila yang berasal dari Balai Benih Ikan Oeluan Kabupaten Timor Tengah Utara. Pemeriksaan endoparasit dilakukan di Laboratorium Biologi Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan Universitas Timor. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa  dari 60 ekor ikan nila, terdapat 20 ekor ikan yang teridentifikasi endoparasit dan 40 ekor ikan tidak teridentifikasi parasit. Endoparasit yang didapatkan sebanyak 6 jenis parasit yaitu Acanthocephalus sp., Camallanus sp., Cacing Capilaria sp., Prosoryhncus sp., Anisakis simplex stadium tiga, dan  Pallisentis sp. Jenis endoparasit yang paling banyak ditemukan pada ikan nila adalah Acanthocephalus sp. sebanyak 6 individu/spesies.  Nilai rata-rata intensitas dan kelimpahan endoparasit pada ikan nila  yaitu; 0,167 ind/ekor (kategori sehat) dan 0,056 % (kategori sangat rendah). Nilai pH, suhu dan kecerahan pada lokasi penelitian secara berturut-turut adalah suhu 25-31,5oC., pH 4,5-6,5 dan kecerahan 35,0-55,3 cm. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka perlu memberikan edukasi kepada para pelaku budidaya ikan agar melakukan, peningkatan pengelolaan kualitas air yang lebih baik lagi, sehingga tingkat infeksi endoparasit pada ikan dapat dihilangkan.
Isolasi dan Uji Aflatoksin Cendawan Pengkontaminasi Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) di Kabupaten Timor Tengah Utara Mauresi, Ria S; Fallo, Gergonius; Tnunay, Ite Morina Yostianti
Journal Science of Biodiversity Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol4i1pp30-36

Abstract

Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu produk unggulan pertanian di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang seringkali terkontaminasi cendawan dan mengakibatkan pembusukan hingga memproduksi aflatoksin. Tujuan penelitian yaitu mengisolasi, mengidentifikasi dan mengetahui kandungan aflatoksin cendawan pengkontaminasi kacang merah. Penelitian diawali dengan pengambilan sampel kacang merah di Desa Suanae dan Desa Noepesu secara random sebanyak 1 kg dengan lamanya penyimpanan 3-4 bulan. Kacang merah yang bergejala ditumbuhkan pada media PDA dengan metode penanaman langsung. Cendawan diidentifikasi secara makroskopis dan mikroskopis, sedangkan uji aflatoksin menggunakan metode TLC. Hasil isolasi didapatkan dua isolat cendawan yaitu isolat SBP dan isolat NK. Isolat SBP memiliki karakter makroskopis yaitu warna koloni hijau, permukaan cokelat kehijauan dengan diameter pertumbuhan koloni 5,1-7,0 mm, sedangkan isolat NK warna miselium hijau muda dengan diameter koloni 1,1-1,5 mm. Kedua isolat secara mikroskopis memiliki bentuk spora oval, warna spora hitam kecoklatan dan hitam, memiliki konidia berbentuk bulat serta konidiafor tegak. Kedua isolat diduga Aspergillus sp. Hasil uji aflatoksin total yaitu B1 : <3.01 µg/Kg, B2 : <3.50 µg/Kg, G1 : <0.54 µg/Kg, dan G2 : <1.0 µg/Kg. Kadar aflatoksin total hasilnya di bawah batas regulasi Standar Nasional Indonesia (<5 µg/Kg).
Identifikasi Parasit pada Ikan Bandeng (Chanos chanos F) yang Dibudidayakan pada Tambak Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Malaka Nahak, Maksimianus; Fallo, Gergonius; Pakaenoni, Gonsianus
Journal Science of Biodiversity Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol4i2pp61-65

Abstract

Ikan bandeng (Chanos chanos F) merupakan salah satu jenis ikan air payau yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan mempunyai prospek cukup baik untuk dikembangkan. Budidaya ikan bandeng merupakan budidaya air payau dimana salinitasnya berada diantara salinitas air laut dan juga air tawar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis parasit apa saja yang menginfeksi ikan bandeng, untuk mengetahui prevalensi dan intensitas serangan parasit pada ikan bandeng, unruk mengetahui parameter kualitas air di tambak Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Malaka. Penelitian ini dilaksanankan pada bulan April sampai Juli 2023. Hasil identifikasi mengenai tingkat serangan ektoparasit dan endoparasit pada 30 ekor ikan bandeng (Chanos chanos F), pada Tambak Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Malaka terdapat dua jenis parasit. Jenis parasit yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu Dactylogyrus sp. dan Camallanus sp. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat di simpulkan bahwa : Jenis parasit yang dapat mengifeksi ikan bandeng dalam penelitian ini adalah Dactylogyrus sp dan camallanus sp nilai prevalensi Dactylogyrus sp adalah 10% (infeksi sering), nilai prevalensi camallanus sp 6,67 % (infeksi kadang), sedangkan nilai kualitas air yaitu: kecerahan air 23cm tergolong sangat baik bagi tambak ikan bandeng dan salinitas air 0,66ppt maka dikategorikan kedalam air payau. Kata kunci : Identifikasi parasit, Ikan Bandeng.
Paparan Medan Listik Dalam Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Nila (Oreochromis nilaticus) Ninu, Isabela Matkoi; wiguna, gede arya; Fallo, Gergonius
Journal Science of Biodiversity Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsb/vol5i1pp1-7

Abstract

Sesuai amanat dan instuksi persiden 2016 yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan produksi budidaya dan pengolahan hasil perikanan. Salah satu ikan air tawar dan memiliki potensi untuk budidaya adalah ikan nila. Ikan nila adalah salah satu ikan air tawar yang banyak dibudidayakan karena mudah beradaptasi dengan lingkungan yang kurang oksigen. Kendala yang dihadapi oleh pembudidaya ikan nila yaitu salinitas air yang mengandung zat kapur tinggi, pH dan suhu yang kurang serta bagaimana menigkatkan pertumbuhan ikan denga cepat dalamwaktu yang tidak terlalu lama sehigga menghemat pakan yang diberikan pada ikan pemeliharaan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetehui paparan medan listrik terhadap pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini menggunkana rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali perlakuan. Pengukuran perameter yaitu pertambahan panjang, pertambahan bobot dan tingkat kelulushidupan ikan nila. Perlakuan penelitian terdiri dari 4 perlakuan, dengan satu kontrol dan paparan medan listrik masing-masing adalah 12 kV/m, 18 kV/m, 24 kV/m, dengan masing-masing 15 menit. Hasil data yang diperoleh dilakukan analisis statistik menggunakan Analisis Varian (ANOVA) menggunakan statistical Paskage for the social Sciences (SPSS). Apabila hasil sidik ragam menunjukan pengaruh nyata dari perlakuan, maka dilakukan uji lanjut Duncan Multiple Range Tets (DMRT). Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa paparan medan listrik berpengaruh terhadap pertambahan panjang, pertambahan bobot dan tingkat kelulushidupan ikan nila. Pertambahan panjang ikan nila tertinggi pada P3 dengan rata-rata 4,46b ± 4,46 cm, pertamabahan bobot ikan nila tertinggi pada P3 dengan rata-rata 8,40c ± 8,40 cm dan tingkat kelulushidupan ikan nila tertinggi pada P3 80,95C ± 80,95%.