Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENYULUHAN TEKNOLOGI IRIGASI TETES PADA KEGIATAN BUDIDAYA TANAMAN PETANI DI DESA MANTAR KABUPATEN SUMBAWA BARAT Karyanik Karyanik; Muanah Muanah; Ahmad Akromul Huda; Suhairin Suhairin; Ida Wahyuni; Farhatunnisa Farhatunnisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19795

Abstract

ABSTRAKPengetahuan Kelompok Tani di Desa Mantar tentang teknik instalasi irigasi tetes untuk peningkatan produksi pertanian masih kurang dan terbatas. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan kelompok tani tentang teknik perakitan instalasi irigasi tetes untuk peningkatan produksi produksi pertanian. Kendala utama dalam peningkatan produksi pertanian di Desa Mantar adalah lokasi desa yang berada di ketinggian menyebabkan ketersedian air yang terbatas sehingga produksi pertanian hanya dilakukan di musim penghujan saja. Mengatasi permasalahan tersebut dilakukan kegiatan pengabdian tentang instalasi teknologi irigasi tetes untuk peningkatan produksi pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Manatar Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat. Pelaksanaan kegiatan ini dalam bentuk penyuluhan yang terdiri atas beberapa teknik penyampaian informasi melalui ceramah, diskusi, dan pemutaran vidio. Target dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan kelompok tani tentang teknik pembuatan dan pengoperasian instalasi irigasi tetes untuk peningkatan produksi tanaman. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa para peserta mampu memahami apa yang disampaikan oleh tim pengabdian. Hal tersebut terlihat dari antusiasnya peserta dalam bertanya. Berdasarkan evaluasi terlihat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 35,87% dimana awalnya 56,739% saat pretest menjadi 92,608% setelah posttest. Hasil uji paired semple T-test menunjukkan angka yang signifikan antara pretest dan posttest sengan nilai signifikasi (2-tailed)  yang artinya terdapat pengaruh yang bermakna terhadap pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Kata kunci: berkelanjutan; irigasi tetes; penyuluhan; produksi; teknologi ABSTRACTThe knowledge of farmer groups in Mantar Village about drip irrigation installation techniques to increase agricultural production is still lacking and limited. The purpose of this service activity is to increase the knowledge of farmer groups about drip irrigation installation assembly techniques to increase agricultural production production. The main obstacle in increasing agricultural production in Mantar Village is the location of the village which is at an altitude causing limited water availability so that agricultural production is only carried out in the rainy season. Overcoming these problems, a service activity was carried out on the installation of drip irrigation technology to increase agricultural production. This activity was carried out in Manatar Village, Poto Tano District, West Sumbawa Regency. The implementation of this activity is in the form of counselling which consists of several techniques for delivering information through lectures, discussions, and video screenings. The target of this activity is to increase the knowledge of farmer groups about the techniques of making and operating drip irrigation installations to increase crop production. The results of the service activities showed that the participants were able to understand what was conveyed by the service team. This can be seen from the enthusiasm of the participants in asking questions. Based on the evaluation, it can be seen that the participants' knowledge increased by 35.87% from 56.739% during the pretest to 92.608% after the posttest. The results of the paired semple T-test showed a significant number between the pretest and posttest. Keywords: drip irrigation; extension; production; sustainable; technology
Sosialisasi pembuatan briket arang berbasis limbah bonggol jagung sebagai peluang usaha di kecamatan Gerung kabupaten Lombok Barat Karyanik Karyanik; Ahmad Akromul Huda; Firzahl Arzhi Jiwantara; Suhairin Suhairin; Erni Romansyah; Abdul Faruq; Indra Purnawirawan; Abdul Hakim
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.24150

Abstract

Abstrak Limbah sering dihasilkan dari proses produksi industri dan domestik, dan sering kali tidak memiliki nilai ekonomis. Di daerah dengan jagung sebagai komoditas utama, limbah jagung seperti kulit dan tongkol sering diabaikan. Di Kabupaten Lombok Barat, jagung merupakan komoditas penting dengan hasil panen mencapai 77.304 ton pada tahun 2023. Namun, limbah jagung belum dimanfaatkan secara optimal. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengajarkan warga Desa Mesanggok mengolah limbah bonggol jagung menjadi briket, sebagai alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini ialah sosialisasi yang meliputi ceramah, diskusi, dan pemutaran video, diikuti dengan pretest dan posttest untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 43% menjadi 92%, dengan hasil uji statistik menggunakan uji paired sample T test yang signifikan. Sosialisasi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga membuka wawasan peserta mengenai peluang usaha baru melalui produksi briket dari limbah jagung, mendukung program zero waste Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta berkontribusi pada upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. Kata kunci: bonggol jagung; briket; energi; limbah biomassa Abstract Waste is often generated from industrial and domestic production processes, and often has no economic value. In areas where maize is the main commodity, maize waste such as husks and cobs are often neglected. In West Lombok Regency, maize is an important commodity with a yield of 77,304 tonnes in 2023. However, corn waste has not been optimally utilised. This community service programme aims to teach residents of Mesanggok Village to process corncob waste into briquettes, as an environmentally friendly alternative fuel. The method used in this activity is socialisation which includes lectures, discussions, and video screenings, followed by pretests and posttests to evaluate the increase in participants' knowledge. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge from 43% to 92%, with statistical test results using a significant paired sample T test. This socialisation not only increased knowledge but also opened participants' insights into new business opportunities through the production of briquettes from corn waste, supporting the West Nusa Tenggara Provincial Government's zero waste programme, and contributing to efforts to improve the economic welfare of the local community. Keywords: biomass waste; briquettes; energy; maize cobs.
PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI DI KOTA MATARAM Suhairin Suhairin; Suwati Suwati; Muliatiningsih Muliatiningsih; Earlyna Sinthia Dewi; Karyanik Karyanik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14535

Abstract

ABSTRAKKepadatan penduduk di wilayah perkotaan akan menimbulkan masalah-masalah sosial perkotaan seperti : terbatasnya area pekarangan, ruang interaksi yang kurang, dan genangan air pada saat hujan. Curah hujan tertinggi di Kecamatan Sekarbela terjadi pada bulan Januari hingga Maret dengan rata-rata 323-338 mm, hal ini cenderung membuat genangan di beberapa titik termasuk di wilayah lingkungan Bagek Kembar. Tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu warga lingkungan Bagek Kembar mengurangi genangan air hujan, yaitu dengan membuat lubang resapan sederhana yang umum dikenal dengan lubang biopori. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan secara langsung. Sosialisasi di sini adalah memberikan ilmu dan pengetahuan kepada mitra mengenai apa itu lubang biopori, apa manfaat, dan bagaimana proses pembuatannya. Sosialisasi dilakukan dengan “door to door” mendatangi tiap rumah yang dipilih sebagai titik penggalian lubang biopori, dengan unsur yang terlibat adalah dosen, mahasiswa, karyawan, dan warga (mitra). Hasilnya adalah warga memiliki 2 sampai 3 lubang biopori dan menjadi faham tentang manfaat dan kegunaan dari lubang tersebut. Evaluasi dilakukan secara berkala, selang 3 bulan pasca pembuatan. Kata kunci: lubang resapan; biopori; kompos biopori. ABSTRACTPopulation density in urban areas will cause urban social problems such as: limited yard areas, less interaction space, and stagnant water when it rains. The highest rainfall in Sekarbela District occurs from January to March with an average of 323-338 mm, this tends to cause puddles at several points including in the Bagek Kembar neighborhood area. The purpose of this service is to help residents of the Bagek Kembar neighborhood reduce rainwater stagnation, namely by making a simple infiltration hole commonly known as a biopore hole. The method used in this activity is socialization and direct manufacturing training. The socialization here is to provide knowledge and knowledge to partners about what biopori holes are, what are the benefits, and how the process is made. The socialization was carried out by "door to door" visiting each house chosen as the point for digging the biopore holes, with the elements involved being lecturers, students, employees, and residents (partners). The result is that residents have 2 to 3 biopori holes and become aware of the benefits and uses of these holes. Evaluation is carried out periodically, 3 months after manufacture. Keywords: infiltration hole; biopore; biopore compost.
PENGOLAHAN SAMPAH RUMAH TANGGA DENGAN TEKNOLOGI MAGOT MENGGUNAKAN MEDIA DRUM Ahmad Fathoni; Adi Gunawan; Earlyna Sinthia Dewi; Ida Wahyuni; Karyanik Karyanik
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39164

Abstract

Abstrak: Permasalahan lingkungan di Kabupaten Lombok Barat ditandai dengan kondisi kumuh, rendahnya sistem pengelolaan sampah, serta kebiasaan masyarakat membuang sampah ke saluran air. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga berbasis teknologi maggot menggunakan media limbah drum. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi kelompok terarah (FGD), demonstrasi, dan praktik langsung kepada mitra Komunitas Peduli Sampah Desa Terong Tawah (KOMPUS D-ROWAH) yang melibatkan 35 ibu rumah tangga dan remaja. Sistem evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan campuran, yaitu observasi, wawancara, dan angket pretest–posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan, keterampilan teknis, serta perubahan perilaku peserta. Indikator keberhasilan kegiatan meliputi: (1) peningkatan pemahaman peserta terhadap pengelolaan sampah, (2) peningkatan keterampilan teknis dalam penggunaan media drum dan budidaya maggot, (3) perubahan perilaku dalam memilah dan mengelola sampah rumah tangga, serta (4) peningkatan nilai ekonomi limbah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan soft skill dan hard skill peserta sebesar 90%. Selain itu, tingkat kedisiplinan masyarakat dalam memilah dan mengumpulkan sampah mencapai 95% setelah pelatihan. Dari 35 rumah tangga dengan rata-rata produksi 1,148 kg sampah organik per hari, sekitar 25% berhasil dikonversi menjadi kompos dengan nilai Rp1.000/kg dan maggot segar senilai Rp7.000/kg.Abstract: Environmental issues in West Lombok Regency are characterized by unsanitary conditions, inadequate waste management systems, and the community’s habit of disposing of waste into waterways. This community service activity aims to improve the community’s understanding and skills in managing household waste using maggot-based technology with waste drums as a medium. The methods used include lectures, focus group discussions (FGDs), demonstrations, and hands-on practice with members of the Terong Tawah Village Waste Care Community (KOMPUS D-ROWAH), involving 35 housewives and teenagers. The evaluation system employed a mixed-methods approach, including observation, interviews, and pre-test–post-test questionnaires to measure improvements in participants’ knowledge, technical skills, and behavioral changes. Indicators of the activity’s success include: (1) increased participant understanding of waste management, (2) improved technical skills in using drum-based systems and maggot cultivation, (3) behavioral changes in sorting and managing household waste, and (4) increased economic value of waste. The results of the activity showed a 90% improvement in participants’ soft and hard skills. Additionally, the community’s level of discipline in sorting and collecting waste reached 95% following the training. Of the 35 households, which produced an average of 1,148 kg of organic waste per day, approximately 25% was successfully converted into compost valued at Rp1,000/kg and fresh maggots valued at Rp7,000/kg.
Implementasi mesin pembersih jahe sebagai teknologi tepat guna untuk pengolahan pascapanen pada mitra Yayasan Pondok Pesantren Saadiyah Lombok Tengah Karyanik Karyanik; Suhairin Suhairin; Firzal Arzhi Jiwantara; Ahmad Akromul Huda; Syarif Hidayatullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.39223

Abstract

AbstrakYayasan Pendidikan Saadiyah di Lombok Tengah merupakan lembaga berbasis pesantren yang mengembangkan usaha produktif pada sektor budidaya jahe . Namun, kegiatan tersebut masih menghadapi kendala pada aspek teknis, khususnya proses pascapanen jahe yang belum efisien sehingga berdampak pada kualitas dan kuantitas produk. Selain itu, limbah jahe berupa batang, daun dan sisa akar jahe belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengoptimalkan penggunaan mesin pembersih jahe sebagai teknologi tepat guna guna meningkatkan efisiensi proses pascapanen, kualitas produk, dan kapasitas mitra. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan demonstrasi langsung penggunaan alat yang melibatkan sekitar 20 peserta.  Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 45,5 menjadi 92,00, dengan hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan. Selain itu, peserta mampu mengoperasikan dan merawat mesin secara mandiri serta memahami peluang usaha berbasis jahe. Pemahaman peserta terhadap pemanfaatan limbah jahe juga meningkat, khususnya dalam pengolahan limbah menjadi pupuk organik. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan efisiensi proses pasca panen, keterampilan teknis, serta kesiapan mitra dalam mengembangkan usaha jahe secara berkelanjutan berbasis agroindustri. Kata kunci: mesin pembersih jahe; teknologi tepat guna; pascapanen; pemberdayaan masyarakat; kewirausahaan pesantren Abstract Saadiyah Education Foundation in Central Lombok is a pesantren-based institution that develops productive enterprises in the ginger cultivation sector. However, these activities still face technical constraints, particularly in the postharvest processing of ginger, which remains inefficient and affects both product quality and quantity. In addition, ginger waste in the form of stems, leaves, and residual roots has not been optimally utilized. This community service activity aims to implement and optimize the use of a ginger cleaning machine as an appropriate technology to improve postharvest efficiency, product quality, and partner capacity. The methods employed include socialization and direct demonstration of the equipment, involving approximately 20 participants. The evaluation was conducted using pretest and posttest methods to measure participants' knowledge improvement. The results showed a significant increase in participants’ knowledge, with the average score rising from 45.5 to 92.00, supported by statistical analysis indicating a significant difference. Furthermore, participants were able to operate and maintain the ginger cleaning machine independently and gained a better understanding of ginger-based business opportunities. Participants’ awareness of ginger waste utilization also improved, particularly in processing waste into organic fertilizer. Overall, this activity had a positive impact on improving postharvest efficiency, technical skills, and the readiness of partners to develop sustainable ginger-based agroindustry. Keywords: ginger washing machine; appropriate technology; postharvest; community empowerment; pesantren entrepreneurship.
Box Cooler Design on Duku Fruit Alcohol Distillation Machine with refrigerator cooling system Ahmad Akromul Huda; Karyanik Karyanik; Muanah Muanah; Earlyna Sinthia Dewi
Protech Biosystems Journal Vol 5, No 1 (2025): Protech Biosystem Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/protech.v5i1.33091

Abstract

This research aims to design and build an alcohol distillation machine made from duku fruit using a refrigerator cooling system and a box cooler as a condenser. The distillation machine utilizes a heating furnace to produce ethanol vapor from fermentation, which is then condensed in a cooled box cooler. Tests were conducted with variations in furnace temperature (110°C, 125°C, 140°C, and 155°C). The results show that the higher the heating temperature, the volume of distillate produced increases, from ±132 ml to ±330 ml. However, the ethanol content remained relatively low (10-20%) due to the low initial ethanol content of the fermentation and only one-stage distillation. These results show that the design of the device can function well on a laboratory scale, although further distillation is needed to increase the ethanol content. This research is expected to be the first step in developing a small-scale ethanol distillation device that is efficient and easy to implement.  
Effect Of Variation In Volume Addition Of Tofu Waste To Rice Straw On Biogas Formation Silda Pacitra; Karyanik Karyanik; Sirajuddin H. Abdullah; Earlyna Sinthia Dewi
Protech Biosystems Journal Vol 4, No 1 (2024): Protech Biosystem Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/protech.v4i1.24998

Abstract

Abstract: Biogas is a renewable energy source. Biogas can be produced from agricultural waste and industrial waste. One of the alternatives to handling tofu industry waste that currently has a lot to be developed is to convert industrial waste into alternative fuel in the form of biogas. This study aims to determine the effect of the addition of tofu liquid waste on changes in temperature, pH, volume and pressure that occur during the formation of biogas. This research was conducted from July to August for 22 days. The method used in this research is the experimental method by conducting direct experiments. The design used in this study was a one-factor Completely Randomised Design (CRD), consisting of P0 with rice straw + 4 litres of water, P1 with the addition of 20% tofu liquid waste, P2 with 40%, P3 with 60%, P4 with 80% and P5 with 100%. Observation data were analysed with Analysis of Variance at the 5% level. The parameters observed in the study were temperature, pH, volume and pressure. Based on the results of the analysis that has been done, the lowest temperature was obtained in the P3 treatment at 27.39 ° C, while the highest temperature was obtained in the P2 treatment at 27.86 ° C. The lowest pH was obtained in the P5 treatment at 4.24, while the highest pH was obtained in the P1 treatment at 4.57. The lowest volume was obtained in the P1 treatment at 0.00000011513 m3, while the highest volume was obtained in the P0 treatment at 0.00000161291m3, the lowest pressure was obtained in the P3 treatment at 109.08 N/m2, while the highest pressure was obtained in the P2 treatment at 109.25 N/m2. Therefore, it can be concluded that the addition of tofu waste to rice straw does not significantly affect the formation of biogas produced.
PENYULUHAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMANFAATAN LIMBAH TONGKOL JAGUNG MENJADI BRIKET ARANG BERNILAI EKONOMIS Ahmad Akromul Huda; Karyanik Karyanik; Muanah Muanah; Suhairin Suhairin
Jurnal Agro Dedikasi Masyarakat (JADM) Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jadm.v6i1.31560

Abstract

Limbah pertanian, khususnya tongkol jagung, berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif melalui pembuatan briket arang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga Desa Terara, Lombok Timur, dalam mengolah limbah tongkol jagung menjadi briket arang bernilai ekonomis melalui penyuluhan teknologi tepat guna. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap utama, yakni persiapan dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan, tim mengumpulkan bahan baku lokal dan membuat video panduan proses pembuatan briket, yang mencakup proses karbonisasi hingga pengujian produk. Pada tahap pelaksanaan, dilakukan penyampaian materi secara langsung melalui ceramah, video demonstrasi, dan diskusi interaktif kepada 20 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta menunjukkan antusiasme tinggi, memahami materi dengan baik, dan termotivasi untuk mencoba membuat briket secara mandiri. Penyuluhan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pengelolaan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru di sektor energi terbarukan berbasis biomassa lokal. Diharapkan ke depan kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan pelatihan lanjutan agar masyarakat mampu mengembangkan produksi briket secara berkelanjutan.
PELATIHAN PEMBUATAN BRIKET ARANG LIMBAH BONGGOL JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN USAHA MASYARAKAT DESA MESANGGOK LOMBOK BARAT Ahmad Akromul Huda; Karyanik Karyanik; Firzhal Arzhi Jinwantara; Suhairin Suhairin; Abdul Faruq; Nina Malik; Nini Anggarwati; Indra Purnawirawan; Abdul Hakim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23312

Abstract

Abstrak: Bonggol jagung yang ada digudang yang terletak di kecamatan Gerung Lombok Barat belum sepenuhnya termanfaatkan hanya dibiarkan menumpuk dan dibakar begitu saja. Limbah yang ada tersebut bisa diolah menjadi briket arang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengolahan limbah bonggol jagung menjadi briket arang untuk meningkatkan pendapatan usaha. Metode yang digunakan adalah pelatihan yang berupa demonstrasi menggunakan alat dan bahan yang telah disediakan. Kegiatan pelatihan telah dilaksanakan di Desa Mesanggok, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang dari UD barkah dan Yayasan Ahlul Qur’an. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias terhadap program pelatihan pengelolaan limbah bonggol jagung menjadi briket arang dimana kegiatan berjalan dengan lancar setiap tahapnya. Berdasarkan hasil uji paired sample T-test diketahui terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan dengan nilai signifikasi (2-tailed) ? = 0,000 < 0,05 atau meningkat sebesar 48.33%.Abstract: Corn stalks in a warehouse located in the Gerung sub-district of West Lombok have not been fully utilised, only left to pile up and burned. The waste can be processed into charcoal briquettes. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of partners in processing corncob waste into charcoal briquettes. The method used was training in the form of demonstrations using the tools and materials provided. Training activities have been carried out in Mesanggok Village, Gerung District, West Lombok Regency with a total of 30 participants from UD barkah and Ahlul Qur'an Foundation. The results of the activity showed that the participants were very enthusiastic about the training programme on managing corn stalk waste into charcoal briquettes where the activities ran smoothly at each stage. Based on the results of the paired sample T-test, it is known that there is a significant increase in knowledge and skills with a significance value (2-tailed) ? = 0.000 <0.05 or an increase of 48.33%.
Rancang Bangun Mesin Pengupas Jagung Menggunakan Dinamo Elektrik Adi Ardiansyah; Karyanik Karyanik; Nazaruddin Nazaruddin; Muhammad Faisal
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 8 No 1 (2023): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v8i1.1132

Abstract

Peningkatan produksi jagung yang tidak diikuti dengan penanganan pasca panen yang baik menyebabkan penurunan kualitas produk. Kerusakan biji akibat kesalahan penanganan dapat mencapai 12-15% dari total produksi. Oleh karena itu, dalam penangan pasca panen terutama perontokkan jagung diperlukan mesin dengan teknologi yang baik. Penelitian ini betujuan untuk merancang mesin pengupas jagung menggunakan dynamo elektrik yang praktis dan ekonomis. Penelitian ini menggunakan metode experimental dengan melakukan percobaan merancang mesin secara langsung di perbengkelan. Pengujian performansi dilakukan dengan perlakuan jagung 3 tahap yaitu 1 kg, 2 kg dan 3 kg menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Mesin motor elektrik yang digunakan dalam rancang mesin pengupasan tongkol jagung ini adalah berdaya 0,5 HP dengan kecepatan putaran maksimal 1500 rpm, dan nilai torsi sebesar 6,363 Nm. Berdasarkan hasil pengujian, mesin ini memiliki kapasitas kerja pada pengupasan tongkol jagung adalah 489,258 gr/detik. Adapun persentase biji jagung yang tercampur dengan tongkol sebesar 0,318 %. Sedangkan persentase biji jagung yang tertinggal pada mesin pengupasan tongkol jagung sebanyak 1,866%. Mesin pengupas biji jagung merupakan mesin yang sangat efektif.Hal ini dilihat dari kapasitas produksi, persentase biji tertinggal pada mesin dan persentase biji tercampur tongkol.