Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Implementasi Produk Portabel Berbasis IoT dan Renewable Energy untuk Pengawasan Kandungan Tanah Sriwana, Iphov Kumala; Muttaqin, Prafajar Suksessanno; Sumargo, Seto; Ferdin, Muhamad; Hedri, Aliyus; Sudanasto, Bagas; Faoziyah, Hilaliyah Ayu; Rutama, Nadhif Althafu; Aisyah, Shira Nur
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 8, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v8i1.5081

Abstract

Kelompok Tani Hutan Mencil Lestari, mempunyai anggota 30 petani dan merupakan salah satu kelompok tani di Desa Cihawuk yang berkontribusi sebesar 70% terhadap perekonomian masyarakat dengan komoditas unggulannya adalah Kentang. Beberapa tahun terakhir, kualitas hasil panen petani mengalami penurunan karena terjadinya penurunan tingkat kesuburan tanah. PH lahan pertanian di desa cihawuk memiliki tingkat kemasaman cukup tinggi sehingga berdampak terhadap rendahnya penyerapan kandungan unsur NPK. Tujuan pelaksanaan kegiatan abdimas adalah untuk meningkatkan kemampuan petani hortikultura di Desa Cihawuk agar mampu meningkatkan kualitas panennya dengan mengukur analisis unsur hara tanah menggunakan produk inovatif TOMOT yang sangat mudah digunakan dan ramah lingkungan. Tahapan yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Berdasarkan hasil penerapan TOMOT, dapat diperoleh kesimpulan bahwa TOMOT sangat mudah digunakan di wilayah Kelompok Tani Hutan Mencil Lestari,mampu membantu petani untuk mengetahui kadar kesuburan tanah sehingga mampu mengukur besarnya penggunaan pupuk NPK. Penggunaan TOMOT juga membantu petani dalam pemahaman dan keterampilan mengoperasikan teknologi IoT menuju Smart Farming. Dengan demikian, kegiatan ini dapat memberikan dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani serta kontribusi pada pembangunan pertanian cerdas di Indonesia. Kata kunci: Hortikultura, IoT, Smart Farming, TOMOT
Penentuan Prioritas Wilayah Alokasi Bantuan Bencana Di Provinsi Jawa Barat Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Akhmad Haidar Ramadhani; Putu Giri Artha Kusuma; Seto Sumargo
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Barat merupakan provinsi dengan tingkat kejadian bencana tinggi di Indonesia, namun penentuan prioritas wilayah alokasi bantuan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat masih bergantung pada data eksternal seperti IRBI, tanpa mempertimbangkan variabel lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Diketahui dari data penyaluran bantuan tahun 2022 bahwa penyaluran sering kali dilakukan ke wilayah dengan indeks risiko bencana yang tidak seharusnya didahulukan. Hal tersebut dapat mengakibatkan kesenjangan terhadap wilayah yang seharusnya didahulukan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pendukung keputusan berbasis metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas wilayah alokasi bantuan bencana secara lebih objektif dan terstruktur. Empat kriteria utama yang digunakan adalah populasi, risiko bencana, aksesibilitas, dan infrastruktur, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, serta data penyaluran bantuan. Hasil AHP menunjukkan bahwa populasi memiliki bobot terbesar (36,56%), diikuti risiko bencana (31,17%), aksesibilitas (17,37%), dan infrastruktur (14,90%). Kabupaten Cianjur teridentifikasi sebagai alternatif wilayah prioritas utama, disusul alternatif wilayah Garut dan Tasikmalaya. Hasil temuan ini mencerminkan pentingnya mempertimbangkan jumlah penduduk terdampak dalam perencanaan bantuan. Sistem yang dihasilkan diharapkan menjadi alat bantu yang akuntabel bagi Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan distribusi bantuan yang objektif dan transparan yang berbasis data. Kata kunci — Analytical Hierarchy Process, Bantuan Bencana, Prioritas Wilayah.