Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENDAMPINGAN KEGIATAN PEMETAAN KOMODITAS PERTANIAN DI KABUPATEN BANDUNG BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Prafajar Suksessanno Muttaqin; Erlangga Bayu Setyawan; Nia Novitasari; Seto Sumargo; Yodi Nurdiansyah; Dinda Raisa Bilqisti; Mochamad Rafly
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7095

Abstract

Sektor pertanian di Kabupaten Bandung merupakan salah satu sektor andalan dan masuk dalam empat besar penyumbang PDRB terbesar setelah industri pengolahan, perdagangan besar dan konstruksi. Pemerintah saat ini mengarahkan pembangunan pertanian berdasarkan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif berbasis kawasan agar pelaksanaan, pengelolaan, pengawasan dan evaluasinya berjalan efektif dan efisien serta hasilnya masif dan mampu mendorong industri berbasis pertanian. Penetapan kawasan diperlukan untuk memudahkan dalam penumbuhan dan pengembangan kawasan pertanian berbasis agribisnis mulai dari penyediaan sarana produksi, budidaya, pengolahan pasca panen dan pemasaran serta kegiatan pendukungnya secara terpadu, terintegrasi dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, masyarakat sasar berpotensi tersedianya data kawasan komoditi unggulan tanaman pangan, tanaman hortikultura, serta tanaman perkebunan berdasarkan kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya buatan dengan memperhatikan kondisi aktual dan peluang pemasaran. Rencana lokasi harus didasarkan pada hasil analisis situasi wilayah, analisis tata ruang dan analisis permasalahan serta sudah harus spesifik mengarah pada desa. Sehingga, penetapan rencana lokasi akan merujuk pada sasaran penerima manfaat yang akan dijadikan lokasi pengembangan, sehingga permasalahan di dalam proses penetapan calon petani dan calon lokasi dalam pelaksanaan kegiatan yang selama ini menjadi salah satu faktor keterlambatan pelaksanaan kegiatan akan dapat diminimalkan.
Penentuan Prioritas Wilayah Alokasi Bantuan Bencana Di Provinsi Jawa Barat Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Akhmad Haidar Ramadhani; Putu Giri Artha Kusuma; Seto Sumargo
eProceedings of Engineering Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Barat merupakan provinsi dengan tingkat kejadian bencana tinggi di Indonesia, namun penentuan prioritas wilayah alokasi bantuan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat masih bergantung pada data eksternal seperti IRBI, tanpa mempertimbangkan variabel lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Diketahui dari data penyaluran bantuan tahun 2022 bahwa penyaluran sering kali dilakukan ke wilayah dengan indeks risiko bencana yang tidak seharusnya didahulukan. Hal tersebut dapat mengakibatkan kesenjangan terhadap wilayah yang seharusnya didahulukan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pendukung keputusan berbasis metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas wilayah alokasi bantuan bencana secara lebih objektif dan terstruktur. Empat kriteria utama yang digunakan adalah populasi, risiko bencana, aksesibilitas, dan infrastruktur, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, serta data penyaluran bantuan. Hasil AHP menunjukkan bahwa populasi memiliki bobot terbesar (36,56%), diikuti risiko bencana (31,17%), aksesibilitas (17,37%), dan infrastruktur (14,90%). Kabupaten Cianjur teridentifikasi sebagai alternatif wilayah prioritas utama, disusul alternatif wilayah Garut dan Tasikmalaya. Hasil temuan ini mencerminkan pentingnya mempertimbangkan jumlah penduduk terdampak dalam perencanaan bantuan. Sistem yang dihasilkan diharapkan menjadi alat bantu yang akuntabel bagi Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan distribusi bantuan yang objektif dan transparan yang berbasis data. Kata kunci — Analytical Hierarchy Process, Bantuan Bencana, Prioritas Wilayah.
Implementasi Produk Portabel Berbasis IoT dan Renewable Energy untuk Pengawasan Kandungan Tanah Iphov Kumala Sriwana; Prafajar Suksessanno Muttaqin; Seto Sumargo; Muhamad Ferdin; Aliyus Hedri; Bagas Sudanasto; Hilaliyah Ayu Faoziyah; Nadhif Althafu Rutama; Shira Nur Aisyah
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 8, No 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v8i1.5081

Abstract

Kelompok Tani Hutan Mencil Lestari, mempunyai anggota 30 petani dan merupakan salah satu kelompok tani di Desa Cihawuk yang berkontribusi sebesar 70% terhadap perekonomian masyarakat dengan komoditas unggulannya adalah Kentang. Beberapa tahun terakhir, kualitas hasil panen petani mengalami penurunan karena terjadinya penurunan tingkat kesuburan tanah. PH lahan pertanian di desa cihawuk memiliki tingkat kemasaman cukup tinggi sehingga berdampak terhadap rendahnya penyerapan kandungan unsur NPK. Tujuan pelaksanaan kegiatan abdimas adalah untuk meningkatkan kemampuan petani hortikultura di Desa Cihawuk agar mampu meningkatkan kualitas panennya dengan mengukur analisis unsur hara tanah menggunakan produk inovatif TOMOT yang sangat mudah digunakan dan ramah lingkungan. Tahapan yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Berdasarkan hasil penerapan TOMOT, dapat diperoleh kesimpulan bahwa TOMOT sangat mudah digunakan di wilayah Kelompok Tani Hutan Mencil Lestari,mampu membantu petani untuk mengetahui kadar kesuburan tanah sehingga mampu mengukur besarnya penggunaan pupuk NPK. Penggunaan TOMOT juga membantu petani dalam pemahaman dan keterampilan mengoperasikan teknologi IoT menuju Smart Farming. Dengan demikian, kegiatan ini dapat memberikan dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani serta kontribusi pada pembangunan pertanian cerdas di Indonesia. Kata kunci: Hortikultura, IoT, Smart Farming, TOMOT