Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Antibacterial Activity of Seligi Leaf Extracts and Fractions against Pseudomonas Aeruginosa and Staphylococcus Aureus Bacteria and Their Bioautography Prastika, Rizky Wanda; Muflihah, Cita Hanif
Journal La Lifesci Vol. 5 No. 3 (2024): Journal La Lifesci
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallalifesci.v5i3.1434

Abstract

Seligi leaf (Phyllanthus buxifolius muell. Arg) is one of the medicinal plants that are traditionally used by the community. This plant can empirically treat several diseases, thanks to the content of antibacterial compounds such as flavonoids and terpenoids. The bacteria Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus aureus are the main causes of nosocomial infections. The purpose of this study is to examine the antibacterial activity of seligi leaf extract and fraction against Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus aureus bacteria, as well as to identify active compounds that have an important role in these antibacterial activities. The extraction process is carried out using the maceration method with 70% ethanol. The antibacterial activity test was carried out by the disc diffusion method, with concentration of 20, 40, 60, 80, and 100% for extraction, then for all fractions a concentration of 50 %. The test results showed that the extract had antibacterial activity against Staphylococcus aureus on 8 mg/disk loading disk with inhibition zone diameters of 10.33 ± 0.58 mm and 12.16 ± 1.41 mm, but no inhibition zones formed against Pseudomonas aeruginosa on all loading disks. The identification of compounds in seligi leaves using the KLT method showed that the extract contained phenolics, flavonoids, and terpenoids, while the ethyl acetate fraction contained phenolics and alkaloids. However, bioautographic tests do not indicate any antibacterial potential.
UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN Strobilanthes crispus TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas Muflihah, Cita Hanif; Pratiwi, Sekar Suci
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i4.430

Abstract

Infeksi nosokomial sering terjadi di rumah sakit, disebabkan oleh bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian ini menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi daun keji beling terhadap kedua bakteri tersebut, serta mengidentifikasi golongan senyawa yang berperan. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi, fraksinasi dengan partisi cair-cair, dan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi disk. Ekstrak etanol menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, dengan zona hambat terbesar 9,63 ± 0,41 mm pada dosis 10 mg/disk. Fraksi etil asetat menunjukkan zona hambat terbesar 14 ± 0,61 mm terhadap bakteri yang sama. Namun, baik ekstrak maupun fraksi tidak aktif terhadap Pseudomonas aeruginosa. Identifikasi senyawa dengan KLT menunjukkan adanya tanin/fenolik dan alkaloid pada ekstrak etanol dan fraksi etil asetat, tetapi bioautografi menunjukkan senyawa-senyawa ini tidak memiliki aktivitas antibakteri secara tunggal.
AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL DAN METANOL DAUN PUCUK MERAH (Syzygium Myrtifolium Walp.) TERHADAP SEL HELA Puspaningrum, Devi; Muflihah, Cita Hanif
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.567

Abstract

Kanker serviks salah satu penyakit penyebab tingginya kasus kematian pada perempuan di dunia dan menempati urutan nomor 2 di Indonesia  dengan persentase 10,69%. Daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.) merupakan salah satu bahan alam yang memiliki potensi sebagai agen antikanker. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas sitotoksik ekstrak etanol dan metanol dari daun pucuk merah pada sel HeLa dan mengidentifikasi kandungan senyawa dalam ekstrak. Pelarut etanol 96% dan metanol digunakan untuk mengekstraksi daun pucuk merah melalui metode maserasi. Metode uji aktivitas sitotoksik menggunakan MTT assay dengan konsentrasi ekstrak 144; 173; 207; 249; 299; dan 358 µg/mL. Metode kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan fase gerak n-heksana:etil asetat (6:4) serta fase diam silika gel 60 F254, digunakan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa dalam ekstrak. Hasil penelitian didapatkan nilai IC50 106,832 µg/mL untuk ekstrak metanol daun pucuk merah yang mempunyai aktivitas sitotoksik yang lebih baik, jika dibandingkan dengan ekstrak etanol daun pucuk merah yang memiliki nilai IC50 sebesar 356,459 µg/mL. Golongan senyawa yang ditemukan pada ekstrak etanol dan metanol daun pucuk merah adalah golongan senyawa flavonoid, alkaloid, terpenoid, saponin, steroid, dan fenolik, yang diduga bertanggungjawab terhadap aktivitas sitotoksik.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) TERHADAP BAKTERI Klebsiella pneumoniae DAN Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) SERTA BIOAUTOGRAFINYA Sikanaa, Arinaa Manaa; Muflihah, Cita Hanif
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.538

Abstract

Jintan hitam (Nigella sativa L.) adalah salah satu tanaman yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi jintan hitam terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae dan Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Biji jintan hitam diekstraksi dengan etanol 96% hingga diperoleh ekstrak cair. Ekstrak difraksinasi menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, dan air. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode disc diffusion dengan parameter diameter zona hambat. Kandungan senyawa diuji dengan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase diam silika gel GF 254 dan fase gerak metanol: sikloheksana: diklorometana (6:20:74). Uji bioautografi dilakukan dengan metode bioautografi kontak. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak Nigella sativa L. memiliki aktivitas antibakteri paling baik terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae dan Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah ekstrak dengan konsentrasi 80% v/v (10 µL/disk) dengan diameter zona hambat berturut-turut adalah 11,33 dan 11,5 mm. Hasil uji KLT menunjukkan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, dan tanin. Hasil bioautografi tidak menunjukkan adanya aktivitas antibakteri.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP BAKTERI Shigella sonnei DAN Bacillus cereus SERTA BIOAUTOGRAFINYA Astika, Fera; Muflihah, Cita Hanif
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.112

Abstract

Biji jintan hitam (Nigella sativa) telah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Jintan hitam memiliki kandungan senyawa kimia seperti thymoquione, dithymquinone, thymohydroquinone dan thymol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi jintan hitam terhadap bakteri Shigella sonnei dan Bacillus cereus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Metode difusi disk (Kirby Bauer) digunakan dalam uji aktivitas antibakteri dengan konsentrasi ekstrak sebesar 2, 4, 6 dan 8 mg/disk, sedangkan konsentrasi fraksi yang digunakan adalah 2, 4, dan 6 mg/disk. Hasil uji menunjukkan bahwa diameter zona hambat karena perlakuan dengan ekstrak jintan hitam terhadap bakteri Shigella sonnei dan Bacillus cereus pada konsentrasi 6 mg/disk berturut-turut sebesar 18,6 dan 18,5 mm, sedangkan fraksi etil asetat jintan hitam dengan konsentrasi 6 mg/disk terhadap bakteri Shigella sonnei dan Bacillus cereus berturut-turut sebesar 10,0 dan 9,7 mm. Hasil uji bioautografi menunjukkan kandungan senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri pada fraksi etil asetat yaitu alkaloid.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI RIMPANG LENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa DAN Bacillus subtilis SERTA BIOAUTOGRAFINYA Puspita, Indah Tri; Muflihah, Cita Hanif
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.143

Abstract

Infeksi adalah penyakit yang dapat menimbulkan gejala klinis atau asimtomatis yang dipicu oleh mikroorganisme seperti bakteri. Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis merupakan bakteri yang dapat menimbulkan infeksi nosokomial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi rimpang lengkuas putih (Alpinia galanga) terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis dan mengidentifikasi golongan senyawa yang berperan sebagai agen antibakteri. Ekstrak diperoleh dari maserasi lengkuas menggunakan metanol 70%. Metode difusi disk dipilih dalam uji aktivitas antibakteri. Sampel yang diuji adalah ekstrak dengan konsentrasi 10,5; 12; 13,5; dan 15 mg/disk, fraksi metanol 15 mg/disk, fraksi etil asetat 15 mg/disk, fraksi kloroform 15 mg/disk, kloramfenikol sebagai kontrol positif, dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil uji ekstrak metanol menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis pada konsentrasi 15 mg/disk dengan diameter zona hambat berturut-turut adalah 13,5 ± 0,41 mm dan 16,0 ± 0,41 mm. Hasil uji fraksi etil asetat menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terbesar terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis dengan diameter zona hambat berturut-turut adalah 12,0 ± 0,41 mm dan 13.7 ± 0,24 mm. Identifikasi golongan senyawa rimapang lengkuas putih (Alpinia galanga) menggunakan metode KLT dengan silika gel GF254 sebagai fase diam, kloroform : etil asetat (1:1 v/v) sebagai fase gerak untuk mengelusi plat ekstrak, dan kloroform : metanol (9:3 v/v) sebagai fase gerak untuk mengelusi plat fraksi etil asetat. Hasil uji fitokimia rimpang lengkuas putih (Alpinia galanga) menunjukkan ekstrak metanol positif mengandung alkaloid, fenolik, flavonoid, dan terpenoid, sedangkan pada fraksi etil positif mengandung fenolik, flavonoid, dan terpenoid. Uji bioautografi menunjukkan golongan senyawa yang mampu menghambat bakteri Pseudomonas aeruginosa dan bakteri Bacillus subtilis adalah fenolik, flavonoid, dan terpenoid.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth.) TERHADAP Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa, DAN BIOAUTOGRAFINYA Hamka, Aminah Fitriana; Muflihah, Cita Hanif
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.153

Abstract

Infeksi merupakan penyakit yang paling umum menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian. Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri yang dapat menimbulkan infeksi lokal maupun sistemik. Tujuan dari penelitian untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun kenikir terhadap Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa dan mengidentifikasi senyawa aktif yang bertanggung jawab terhadap aktivitas tersebut. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan sokletasi menggunakan metanol pro analisis. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 2, 4, 6, dan 8 mg/disk. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi disk. Hasil uji menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi 8 mg/disk dengan diameter zona hambat berturut-turut sebesar 16,63 ± 0,50 mm dan 10,5 ± 0,5 mm. Identifikasi golongan senyawa metabolit sekunder daun kenikir menggunakan KLT dengan fase diam silika gel dan fase gerak etil asetat : asam asetat glasial : air (100:11:26 v/v/v), hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun kenikir mengandung senyawa fenolik dan flavonoid. Identifikasi senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri dengan metode bioautografi kontak tidak menunjukkan adanya potensi antibakteri.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga) TERHADAP BAKTERI Shigella sonnei dan Bacillus cereus SERTA BIOAUTOGRAFINYA Maharani, Anita Puji; Muflihah, Cita Hanif
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i1.214

Abstract

Penggunaan antibiotik untuk diare, yang tidak tepat, mengakibatkan bakteri menjadi resisten. Selain antibiotik, terapi menggunakan obat alam dipakai untuk meredakan gejala diare. Salah satu bahan alam yang dikembangkan adalah lengkuas. Tujuan dari penelitian ini mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol dan fraksi rimpang lengkuas (Alpinia galanga) terhadap Shigella sonnei dan Bacillus cereus. Rimpang tumbuhan lengkuas diekstraksi dengan metanol 70%, kemudian difraksinasi dengan metanol 80%, kloroform, dan etil asetat. Metode disk dipakai untuk pengujian antibakteri sedangkan skrining fitokimia dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) serta pengujian bioautografi untuk menentukan senyawa metabolit sekunder yang bertanggung jawab sebagai antibakteri. Uji antibakteri ekstrak menggunakan konsentrasi 30%, 40%, 50%, dan 60% (atau 4,5; 6; 7,5; dan 9 mg/disk), dan menggunakan konsentrasi 100% yang mengandung 15 mg/disk untuk pengujian antibakteri fraksi. Antibiotik ciprofloxacin dan pelarut DMSO menjadi kontrol positif dan negatif. Ekstrak lengkuas konsentrasi 60% (9 mg/disk), memiliki daya hambat terbesar dibandingkan dengan konsentrasi lain, dengan diameter daerah hambat pada bakteri Shigella sonnei sebesar 12,08 ± 0,31 mm, dan pada bakteri Bacillus cereus sebesar 12,50 ± 0,41 mm. Pada pengujian terhadap Shigella sonnei dan Bacillus cereus, zona hambat yang dihasilkan fraksi kloroform lengkuas masing-masing berdiameter sebesar 16,17 ± 0,47 mm dan 11,67 ± 0,24 mm. Analisis fitokimia dengan KLT, menggunakan silika gel GF254 dengan fase gerak n-heksan:etil asetat (5:5) dan n-heksan:etil asetat (6:4). Golongan senyawa flavonoid, alkaloid, dan terpenoid terkandung pada ekstrak rimpang lengkuas, sedangkan fraksi kloroform mengandung flavonoid, alkaloid, dan fenolik. Hasil bioautografi, flavonoid dan alkaloid terbukti menjadi golongan metabolit sekunder yang menghambat pertumbuhan Shigella sonnei dan Bacillus cereus
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI PENYEBAB JERAWAT Propionibacterium acnes DAN Staphylococcus aureus MENGGUNAKAN EKSTRAK DAN FRAKSI JINTAN HITAM (Nigella sativa) SERTA BIOAUTOGRAFINYA Putri, Nindi Desinta Laila; Muflihah, Cita Hanif
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i3.404

Abstract

Jintan hitam (Nigella sativa) merupakan salah satu tanaman obat dari keluarga Ranunculaceae. Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus adalah bakteri yang dapat menyebabkan jerawat. Jintan hitam (Nigella sativa) merupakan salah satu tanaman yang banyak diteliti aktivitas antibakterinya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi jintan hitam (Nigella sativa) terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi disk. Konsentrasi ekstrak dan fraksi 40% memiliki potensi paling tinggi. Hasil uji menunjukkan diameter zona hambat ekstrak jintan hitam dengan konsentrasi 40% terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus berturut-turut adalah sebesar 24,2 mm dan 23,0 mm sedangkan pada fraksi etil asetat sebesar 16,4 mm dan 14,9 mm. Kontrol positif yang digunakan adalah tetrasiklin sedangkan kontrol negatifnya adalah DMSO 0,5%. Metode bioautografi yang digunakan adalah metode bioautografi kontak. Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dilakukan dengan menggunakan fase diam silika GF 254 dan fase gerak N heksan : Kloroform : Etanol (3 : 1 : 0,5 v/v/v). Hasil KLT dan skrining kimia menunjukkan bahwa jintan hitam mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, dan polifenol. Hasil uji bioautografi diketahui bahwa golongan senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri adalah senyawa alkaloid. Berdasarkan hasil penelitian ini, ekstrak etanol 96% jintan hitam (Nigella sativa) dan fraksi etil asetat terbukti memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus.