Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Perlakuan Paclobutrazol terhadap Hasil Bawang Merah (Allium cepa L.) yang ditanam di Labuapi Annur Misrah; Liana Suryaningsih B.; Suprayanti Martia Dewi; Dwi Noorma Putri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/87h6hp14

Abstract

Bawang merah (Allium cepa L.) merupakan komoditas hortikultura penting dengan nilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya sering menurun akibat faktor lingkungan. Salah satu upaya peningkatan hasil adalah melalui pemberian zat pengatur tumbuh paclobutrazol. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh paclobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di Labuapi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan konsentrasi paclobutrazol: 0 ppm, 15 ppm, dan 30 ppm, masing-masing enam ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paclobutrazol tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman, namun berpengaruh nyata terhadap panjang umbi basah, berat total umbi basah, dan berat berangkasan basah. Perlakuan 30 ppm memberikan hasil tertinggi pada seluruh parameter tersebut. Dengan demikian, pemberian paclobutrazol 30 ppm efektif untuk meningkatkan hasil bawang merah di Labuapi.
Keanekaragaman Hama Kutu Daun Pada Tanaman Cabai Rawit Yang Ditumpang Sarikan Dengan Berbagai Populasi Kacang Tanah Yunia Cahyani; Bambang Supeno; Dwi Noorma Putri
Jurnal Pertanian Khairun Vol 5 No 1: (Juni, 2026)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpk.v5i1.12535

Abstract

This study aims to determine the species diversity and abundance of aphids on bird's eye chili intercropped with varying populations of peanuts. The field experiment was conducted from May to November 2025 on a farmer's field. The study employed a single-factor Completely Randomized Design comprising four treatment levels, namely without peanuts (TS0) at a 1:0 ratio, 36 peanut clumps at a 1:2 ratio (TS1), 54 clumps at a 1:3 ratio (TS2), and 72 clumps at a 1:4 ratio (TS3). Each treatment was assigned to five replicates, providing 20 experimental plots in total. Four aphid species were recorded, namely Hysteroneura setariae, Aphis craccivora Koch, Myzus persicae, and Aphis gossypii. Aphid abundance was greatest in TS0, with 7,105 individuals, and lowest in TS2, with 1,890 individuals. Among the treatments, TS3 had the largest H′ value of 1.02 and an E value of 0.74, and the lowest C value was 0.44. These findings indicate that increasing peanut populations within the intercropping system tends to produce a more diverse and evenly distributed aphid community with lower species dominance than that observed in monoculture bird’s eye chili.
Dinamika Populasi Kumbang Koksi Predator (Coleoptera: Coccinellidae) pada Sistem Tumpang Sari Cabai Rawit dengan Kacang Tanah Eka Elistia; Bambang Supeno; Dwi Noorma Putri
Jurnal Pertanian Khairun Vol 5 No 1: (Juni, 2026)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpk.v5i1.12536

Abstract

This study aimed to analyze the population dynamics of predatory ladybeetles in an intercropping system of bird's eye chili and peanut. An experimental method was employed, utilizing a Completely Randomized Design (CRD) with a single factor. The treatments consisted of KC0 (no intercropping), KC1 (bird's eye chili and peanut intercropping at a 1:2 ratio), KC2 (1:3 ratio), and KC3 (1:4 ratio); each treatment was replicated five times, resulting in a total of 20 experimental units. The results showed that predatory ladybeetle populations fluctuated across all treatments during the observation period. The highest population was observed in the KC1 treatment, peaking at 2.42 individuals at 9 weeks after planting (WAP), while the lowest population was found in the KC3 treatment. The KC1 treatment (1:2 ratio of bird's eye chili and peanut) provided the most optimal habitat conditions for supporting predatory ladybeetles compared to the other treatments. The population dynamics of predatory ladybeetles were influenced by prey availability, habitat complexity, and environmental conditions within the bird's eye chili and peanut intercropping system.
KELIMPAHAN BAKTERI PELARUT POSFAT DAN BAKTERI PENAMBAT NITROGEN PADA RIZOSFIR BEBERAPA GULMA LAHAN KERING LOMBOK UTARA novita hidayatun nufus; Reni Apriani; Nihla Farida; Dwi Noorma Putri; Wayan Wangiyana
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 36 No 1 (2026): Jurnal Agroteksos April 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v36i1.1663

Abstract

Lahan kering di Lombok Utara memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian. Namun demikian, terdapat kendala utama berupa keterbatasan air dan rendahnya ketersediaan hara, khususnya nitrogen (N) dan fosfor (P). Pemanfaatan mikroba indigenus, seperti bakteri pelarut posfat (BPF) dan bakteri pemfiksasi nitrogen (BPN), yang mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara dalam penerapan pertanian berkelanjutan merupakan salah satu alternatif dalam menghadapi kendala tersebut. Salah satu sumber potensial isolat BPF dan BPN adalah rizosfer gulma yang tumbuh alami di lahan kering Lombok Utara, karena mikroba tersebut telah beradaptasi dengan kondisi cekaman kekeringan dan keterbatasan hara. Untuk itu, telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk memperoleh isolate BPF dan BPN dari lima jenis gulma di lahan kering desa Selengen Lombok Utara. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif yang bersifat analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 59 isolat bakteri yang berhasil diisolasi dari rizosfir 5 jenis gulma (Lantana camara L, Calotropis gigantea, Synedrella nodiflora, Ageratum conyzoides, dan Macroptilium atropurpureum) lahan kering Lombok Utara. Berdasarkan uji kelarutan posfat dan pengikatan nitrogen yang dilakukan, diperoleh 9 isolat bakteri pelarut posfat dan 14 isolat bakteri pemfiksasi nitrogen.