Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Ujian Keahlian Pelaut (UKP) Berbasis Computer Based Asessment (CBA) Pada Politeknik Pelayaran Barombong Syamsu; Rukmini; Miran; Satria, Yudi; Nenny; Made Alet, I; Ihsan, Fahri
Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan Informatika Vol 2 No 4 : Juni (2024): Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning outcomes are an indicator of educational quality; with technological advancements in the Computer Based Assessment (CBA)-based seafarer expertise test, it is hoped that CBA implementation can be carried out transparently. The objective of this study was to discover whether level IV training participants improved their readiness for the Barombong Maritime Polytechnic's Computer-Based Assessment (CBA), if done correctly and in accordance with what is tested by the Seafarer Expertise Examination Organizer. This study applied a survey method to describe the readiness of the examinees to take the computer-based assessment of seafarer skills exams. A total of 75 seafarer skills test participants were used in this study. In this study, the purposive sampling method was used. The study's findings indicated that the examinees were prepared to take the Seafarers Expertise Exam, as evidenced by a test score of 83.14% on the questionnaire for very good assessment, and that the organizers of the Seafarer Skills Exam were ready to conduct computer-based assessments without any obstacles. They must, however, continue to improve in order to achieve better results. The result of the study showed that: 1. Participants in the seafaring skill test have a high level of understanding (94.6%). 2. The respondent's business aspect is excellent (100%). 3. Aspects of respondents' ability in the very good category (100%). 4. The achievement value for the facility aspect is very high (98.7%).
Analisis Sumber Daya Teknologi Informasi dan Keterampilan Dosen dalam Digitalisasi Pembelajaran Rony Kusmaladi; Rukmini Rukmini; Nursyam Nursyam; Ahmad Fauzi; Nurul Ahyana
Jurnal Syntax Admiration Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v6i1.2056

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber daya teknologi informasi (TI) dan keterampilan dosen dalam mendukung digitalisasi pembelajaran di Politeknik Pelayaran Barombong. Dengan meningkatnya kebutuhan akan pembelajaran berbasis digital, kesiapan infrastruktur TI dan kompetensi dosen menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode kuesioner, melibatkan dosen dari berbagai program studi sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan studi literatur untuk mengevaluasi ketersediaan sumber daya TI, seperti perangkat keras, perangkat lunak, dan akses internet, serta keterampilan dosen dalam menggunakan teknologi pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun Politeknik Pelayaran Barombong telah menyediakan sumber daya TI yang memadai, namun masih terdapat kendala akan kuantitas titik hotspot di kelas-kelas. masih terdapat kesenjangan dalam keterampilan dosen, terutama dalam penguasaan aplikasi pembelajaran dan strategi pengajaran interaktif berbasis digital. Studi ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan untuk dosen dan optimalisasi sumber daya TI guna mendukung transformasi digital yang lebih efektif dalam pembelajaran. Implikasi penelitian ini mencakup perlunya kebijakan strategis untuk mendukung transformasi digital yang lebih efektif, termasuk alokasi anggaran yang memadai dan pengembangan kebijakan inovatif guna mendukung pembelajaran berbasis digital. Penelitian ini memberikan dasar penting bagi upaya peningkatan kualitas pendidikan di era digital, khususnya di institusi maritim.
Kerusakan Motor Listrik pada Pompa Freshwater Generator di atas Kapal MT. Transko Arafura Kasri, Ahmad Rifa’i; Rukmini; Nursyam; Sa’pang, Ariswanto; Nasaruddin, Nurlely
Hengkara Majaya Vol. 6 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Politeknik Pelayaran Barombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61759/hmj.v6i1.96

Abstract

An electric motor is an electrical machine device that uses electromagnetic principles to convert electrical energy into mechanical energy. This mechanical energy is used as a driving force in the auxiliary mecchinery on board. There are many causes of damage to electric motors and the impact on the operating system can be disrupted. Some of the causes of damage to electric motors are heat, dirt, humidity, vibration and electricity quality. Other causes are usually poor maintenance and less than optimal cleaning. The aim of this research is to find out the causes of damage to electric motors on ships and to find out how to prevent damage to electric motors. Data collection methods used field methods, literature and interviews using descriptive qualitative data analysis techniques and obtained results on factors that caused damage to electric motors on MT ships. Transko Arafura, Factors that cause damage to electric motors on MT ships. Transko Arafura, namely vibrations in the electric motor due to damage to the worn ball bearing and shaft so that the shaft is not balanced. Prevents damage to the electric motor on the MT ship. Transko Arafura is by replacing the ball bearing with a new one and refacing the shaft by turning. ABSTRAK Motor listrik merupakan perangkat mesin lisrik yang menggunakan prinsip elektromagnetik yang mengubah enegi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik tersebut dimanfaatkan sebagai tenaga penggerak pada permesinan bantu di atas kapal. Kerusakan motor listrik banyak penyebabnya dan dampaknya sistem operasi dapat terganggu. Beberapa penyebab kerusakan motor listrik adalah panas, kotor, lembab, vibrasi dan kualitas listrik. Penyebab lain biasanya faktor pemeliharaan yang kurang baik dan pembersihan kurang maksimal. Tujuan penelitian ini yaitu dapat mengetahui penyebab kerusakan pada motor listrik di kapal dan dapat mengetahui cara mencegah terjadinya kerusakan pada motor listrik. Metode pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data kualitatif deskriptif dan diperoleh hasil faktor yang menyebabkan kerusakan pada motor listrik di atas kapal MT. Transko Arafura yaitu adanya getaran pada motor listrik karena kerusakan pada ball bearing dan shaft yang aus sehingga shaft tidak balance, mencegah terjadinya kerusakan pada motor listrik di atas kapal MT. Transko Arafura yaitu dengan mengganti ball bearing dengan yang baru dan refacer pada shaft dengan pembubutan.
COMPARING ENERGY EFFICIENCY AND STABILITY OF LED AND FLUORESCENT LIGHTS ON MARITIME TRAINING SHIPS: PERBANDINGAN EFISIENSI ENERGI DAN STABILITAS LAMPU LED DAN FLUORESEN PADA KAPAL LATIH MARITIM Rukmini Rukmini; Antoni Arif Priadi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 2 (2026): MAY 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.17.291-300

Abstract

Efisiensi pencahayaan memiliki peran penting dalam meningkatkan manajemen energi dan keberlanjutan pada kapal maritim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan efisiensi energi, luminous efficacy, serta stabilitas kinerja sistem pencahayaan light-emitting diode (LED) dan fluoresen (FL) pada kapal latih maritim Sultan Hasanuddin yang dioperasikan oleh Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar, Indonesia. Dengan pendekatan kuantitatif eksperimental, dilakukan pengujian lampu, audit pencahayaan di kapal, dan analisis berbasis simulasi yang dilakukan pada kondisi operasional nyata dari bulan Juni hingga Desember 2024. Hasil menunjukkan bahwa lampu LED mencapai rata-rata luminous efficacy sebesar 202,4 lm/W, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 39,1 lm/W pada lampu FL. Peralihan ke sistem LED menurunkan total konsumsi daya pencahayaan akomodasi dari 4.860 watt menjadi 1.482 watt, disertai peningkatan total keluaran cahaya sebesar 29,7%. Selama periode enam bulan, proyeksi konsumsi energi menurun sekitar 80,7%, yang menunjukkan potensi besar untuk penghematan biaya operasional dan pengurangan emisi. Selain itu, lampu LED menunjukkan stabilitas kinerja yang lebih unggul dalam kondisi pengujian terkendali, dengan mempertahankan tingkat pencahayaan yang konsisten tanpa degradasi yang berarti, sedangkan lampu FL mengalami penurunan kecerahan secara bertahap dan sering memerlukan perawatan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan pencahayaan LED pada kapal latih maritim memberikan manfaat signifikan dalam hal efisiensi energi, keandalan operasional, dan keberlanjutan. Namun, mengingat kinerja LED sebagian didasarkan pada simulasi, validasi jangka panjang di kapal secara langsung tetap direkomendasikan. Studi ini memberikan rekomendasi praktis bagi institusi maritim yang ingin memodernisasi sistem pencahayaan kapal dan berkontribusi pada upaya yang lebih luas untuk mencapai tujuan efisiensi energi di sektor maritim.
Fishermen's Perception of the Readiness of Safety Equipment in Supporting Navigation Safety on Tanakeke Island Muhammad Saleh; Rukmini Rukmini; Heri Sutanto; Yudi Satria; Rusli Achmad
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 8 No. 2 (2026): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v8i2.321

Abstract

Background: Sailing safety is a crucial aspect of maritime activities, especially for fishermen who face a high risk of accidents at sea. The problems encountered in the Tanakeke Islands demonstrate the low level of attention to the availability of safety equipment on board vessels, which has resulted in a high number of accidents. Objective: This study aims to determine fishermen's perceptions of the availability of safety equipment and its impact on sailing safety. Methods: The research method used was descriptive qualitative, with data collected through observation, interviews, documentation, and questionnaires from 29 fishermen. Results: The study showed that most fishermen had a positive perception of the importance of safety equipment, with an average score of 79.34, although cultural beliefs persist that the provision of safety equipment is considered unconventional. The main factors contributing to accidents include extreme weather conditions and technical damage to vessels. Efforts to improve safety are being carried out through outreach, vessel repairs, and increased awareness among fishermen. Conclusion: The conclusion of this study indicates that the availability of safety equipment plays a crucial role in supporting sailing safety, but increased awareness and adequate facilities are still needed.