Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Danadyaksa Historica

PERKEMBANGAN SOSIALISME DI DUNIA ABAD KE-19 SERTA PENGARUHNYA DI INDONESIA Wiratama, Nara Setya; Budianto, Agus; Afandi, Zainal
Danadyaksa Historica Vol 1, No 2 (2021): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v1i2.4247

Abstract

Sosialisme merupakan salahsatu ideologi yang pernah berpengaruh hampir di seluruh negara. Sosialisme menentang adanya hak milik pribadi, dan mendukung hak milik Bersama. Sosialisme menginginkan pengelolaan produksi oleh negara sebagai upaya menghapus kemiskinan. Dalam penelitian ini bertujuan merumuskan konsep dasar sosialisme, tokoh-tokoh penting dalam sosialisme, perkembangan sosialisme di beberapa negara, serta perkembangan sosialisme di Indonesia. Penelitian menggunakan metode sejarah, yang memiliki tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sosialisme menginginkan terwujudnya masyarakat atas dasar hak milik bersama mengenai kepentingan dan penggunaan alat-alat produksi. Hasil produksi tersebut tidak lagi dipegang atau dikuasai Lembaga swasta dan lembaga perseorangan. Saint Simon, Fourisee, Louis Blanc, Karl Marx, Charles Fourier merupakan tokoh-tokoh awal pendukung sosialisme. Sosialisme membahas tentang masyarakat bebas, tidak adanya penindasan. Konsep dari ideologi Sosialisme sendiri sudah menyebar luas di berbagai negara belahan dunia, terutama di negara-negara Eropa. Paham sosialisme yang terdapat di Indonesia pada umumnya merupakan sosialisme yang berdasarkan pada demokrasi, sosialisme yang menghormati serta mengakui kesamaan manusia dan juga melindungi nilai-nilai manusia. Koperasi merupakan salahsatu ide sosialisme yang mengutamakan ekonomi kerakyatan. 
Keterlibatan Al-Mukhtar bin Abi Ubaid ats-Tsaqafi Terhadap Perkembangan Dark Age of Islam di Dinasti Umayyah dan Ajaran Agama Islam Syiah Yuwono, Ardi Tri; Wiratama, Nara Setya; Budiono, Heru; Widiatmoko, Sigit
Danadyaksa Historica Vol 4, No 1 (2024): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v4i1.8234

Abstract

Dinasti Umayyah dianggap sebagai masa Dark Age of Islam oleh para sejarawan. Hal ini disebabkan oleh pertumpahan darah yang dilakukan oleh sesama umat Islam, seperti: (1) tragedi Karbala; (2) penjarahan Kota Madinah, serta; (3) melindungi Ka'bah dari pengepungan pasukan Umayyah yang mengakibatkan terbakarnya Ka'bah. Oleh karena itu, pada masa ini banyak tokoh yang mengklaim dirinya sebagai khalifah di Jazirah Arab untuk mengatasi konflik tersebut, salah satunya ialah Al-Mukhtar bin Abi Ubaid ats-Tsaqafi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Al-Mukhtar bin Abi Ubaid ats-Tsaqafi pada masa Dinasti Umayyah yang dianggap sebagai Dark Age of Islam. Penelitian ini mengaplikasikan metode sejarah dengan pendekatan kualitatif. Keterlibatan Al-Mukhtar bin Abi Ubaid ats-Tsaqafi dapat dibuktikan melalui peristiwa seperti: (1) Pengepungan Makkah yang dilakukan Dinasti Umayyah tahun 683 M; (2) Pemberontakan Kufah tahun 685 M; (3) Pertempuran Khazir tahun 686 M; (4) Pertempuran Harura dan Madhar tahun 687 M; dan lain sebagainya. Pada masa Dark Age of Islam ini, wilayah Jazirah Arab terbagi menjadi tiga kekuatan besar, yaitu Dinasti Umayyah (Suriah dan Mesir), Abdullah ibn al-Zubayr (Hijaz), dan Al-Mukhtar bin Abi Ubaid ats-Tsaqafi (Kufah). Pada akhirnya, kekuasaan Al-Mukhtar bin Abi Ubaid ats-Tsaqafi dikalahkan oleh Abdullah ibn al-Zubayr dan meninggalkan pengaruh terhadap ajaran Agama Islam Syiah, seperti: (1) konsep Bada', (2) doktrin Ghayba, dan (3) doktrin Raja'a.