Articles
Gejala Tidak Menyenangkan terhadap Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik (PGK) yang Menjalani Hemodialisa: Literature Review
Krismiadi, Dedi;
Pongdatu, Merry;
Apriyanti;
Dina, Hasniah
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/64ny7t48
Penyakit gagal ginjal kronik merupakan kegagalan kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan metabolik, cairan dan elektrolit, ditandai dengan gejala seperti kelelahan, keletihan, gangguan masalah tidur, gatal-gatal, dan kram otot. Perawat harus dapat memberikan asuhan keperawatan yang sesuai dengan mengetahui berbabagai gejala sangat penting melalui penerapan Theory of Unpleasant Symptom (TOUS) sehingga dapat memberikan asuhan keperawatan yang efektif bagi pasien dan meningkatkan kualitas hidup pasien CKD dalam melakukan Hemodialisis. Metodologi: Metode yang digunakan dalam penulisan artikel review ini menggunakan PRISMA. Pencarian jurnal mencakup publikasi yang diterbitkan antara 2016 dan 2021 menggunakan database google scholar dan Pro-Quest dengan metode pencarian Boolean "AND" “OR”. Pencarian termasuk istilah-istilah seperti “Lenz theory of unpleasant symptoms or tous and ckd or hemodialysis”, “Lenz theory of unpleasant symptoms or tous and ckd or hemodialysis and quality of life”. Sebanyak 122.437 publikasi ditemukan, setelah proses seleksi didapatkan 5 artikel publikasi yang dianggap relevan dengan subjek penelitian dan direview secara mendalam. Hasil: Lenz theory of unpleasant symptoms dapat membantu perawat dalam memberikan informasi yang berguna untuk merancang intervensi yang efektif bagi pasien guna mencegah, memperbaiki, atau mengelola gejala yang tidak menyenangkan. Kesimpulan: Lenz theory of unpleasant symptoms dapat digunakan dalam asuhan keperawatan pasien CKD yang melakukan hemodialis. Teori ini dapat membantu perawat untuk memberikan informasi yang berguna bagi pasien serta merancang intervensi yang efektif guna mencegah, memperbaiki, atau mengelola gejala yang tidak menyenangkan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hiperglikemia pada Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Tomia Kabupaten Wakatobi
Masriwati, Sitti;
Krismiadi, Dedi;
Izzah, Nur Aqidahtul
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jikmw.v3i2.649
Hiperglikemia di Puskesmas Tomia menunjukkan bahwa jumlahnya dari periode januari-Maret tahun 2023 berjumlah 56 orang. Berdasarkan fenomena yang ada, serta hasil wawancara pada 10 penderita DM didapatkan 7 orang mengalami hiperglikemia yang ditandai dengan kenaikan glukosa darah secara drastis. Faktor penyebab hiperglikemia yaitu obesitas, pola makan kurang dan aktivitas fisik kurang. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperglikemia di wilayah kerja Puskesmas Tomia Kabupaten Wakatobi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 56 responden dan sampel penelitian sebanyak 36 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proportional random sampling. Metode analisis menggunakan Uji Pearson Chi-Square dan Uji Phi. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kuat antara obesitas dengan kondisi hiperglikemia (X2 hitung = 16,053 ≥ X2 tabel = 3,841 dan nilai φ = 0,668), ada hubungan cukup kuat antara pola makan dengan kondisi hiperglikemia (X2 hitung = 8,916 ≥ X2 tabel = 3,841 dan nilai φ = 0,498) dan ada hubungan cukup kuat antara cukup kuat antara aktivitas fisik dengan kondisi hiperglikemia (X2 hitung = 10,923 ≥ X2 tabel = 3,841 dan nilai φ = 0,551). Saran pada penelitian ini, agar peneliti selanjutnya dapat menjadi rujukan dalam melakukan penelitian dan faktor-faktor lain yang belum diteliti yang mempengaruhi kejadian hiperglikemia pada penderita diabetes melitus.
Efektivitas relaksasi otot progresif terhadap tingkat keletihan pada pasien gagal ginjal kronik yang melakukan Hemodialisis: Literature review
krismiadi, Dedi;
Apriyanti;
Dina, Hasnia;
Zoahira, Wa Ode Aisa;
Nazaruddin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/jikmw.v4i1.711
Latar belakang: Pasien gagal ginjal kronik yang melakukan hemodialsis sering mengalami masalah fisiologis berupa abnormalitas urea dan hemoglobin. Hemoglobin yang rendah akan membuat tubuh kekurangan oksigen sehingga membuat seseorang merasa sangat Lelah. Salah satu terapi non farmakoligis yang dapat menurunkan kelelahan pada pasien yang melakukan hemodialisis adalah relaksasi otot progresif. Tujuan: membahas efektivitas teknik relaksasi otot progresif terhadap kelelahan pasien gagal ginjal kronik yang melakukan hemodialisis Metode: Pencarian artikel menggunakan database dari Google Scoolar, ProQuest, dan Science Direct dari tahun 2014-2024 dengan kata kunci “ progressive Muscle relaxation AND Fatigue AND Hemodialysis” dari hasil pencarian melalui kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi dan eksklusi literatur terpilih adalah artikel yang diterbitkan antara tahun 2014-2024, dan merupakan penelitian asli, fulltext, berbahasa inggris atau indonesia. Kriteria inklusi adalah artikel review, literatur abu-abu, makalah, buku, opini pribadi, tesis dan disertasi. Setelah melalui proses identifikasi, skrining, eligibility sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sebanyak 7 jurnal utama yang dimasukkan pada literatur review ini. Hasil: hal ini menunjukkan bahwa relaksasi otot progresif bermanfaat bagi pasien hemodialisis dalam mengurangi kelelahan. Kesimpulan: dapat disimpulkan bahwa teknik relaksasi otot progresif dapat mengurangi kelelahan pasien hemodialisis sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya.
EFEKTIFITAS PIJAT OKETANI TERHADAP PENINGKATAN ASI PADA IBU NIFAS
Krismiadi, Dedi;
Apriyanti
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 6 (2024): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71203/jrkk.v1i2.14
Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) merupakan hasil sekresi cairan yang berasal dari payudara ibu. Namun beberapa ibu nifas dihadapkan dengan ASI yang keluar sangat sedikit sehingga memberikan susu formula pada bayinya karena Jumlah keluaran ASI yang kurang, untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan Upaya untuk mengatasi hal tersebut dengan melakukan Pijat oketani yang merupakan manajemen keterampilan untuk mengatasi masalah laktasi seperti produksi ASI yang tidak cukup atau ASI kurang dan pembengkakan payudara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pijat oketani terhadap peningkatan ASI pada ibu nifas hari pertama sampai hari ketiga di wilayah kerja Puskesmas Poasia. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan desain Pre Eksperimen dengan menggunakan pendekatan one group Pre- Post Test Without Control Group Design. Populasi penilitian ini berjumlah 30 responden dengan sampel sebanyak 30 responden, pengambilan sampel menggunakan Teknik Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi sebagai alat ukur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Pengolahan data menggunakan program SPSS for windows versi 25 dengan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa pijat oketani efektif meningkatkkan produksi ASI pada ibu nifas hari pertama sampai hari ketiga di wilayah kerja Puskesmas Poasia dengan nilai P value = 0.000 (P < 0,005). Kesimpulan: Pijat oketani dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Diharapkan pihak Puskesmas Poasia dapat menerapkan pijat ini kepada ibu nifas dan juga melakukan penyuluhan terkait pijat oketani pada ibu hamil dan ibu pasca persalinan.
Peran Nurse Educator terhadap Paradigma Masyarakat dalam Meningkatkan Pengetahuan Penderita Hipertensidi Daerah Pesisir Desa Soropia
Nazar, Nazaruddin;
Nofitasari, Ari;
Indriani, Cece;
Nurdin;
Krismiadi, Dedi;
Dina, Hasnia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54883/tq9hx608
Paradigma masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi di wilayah pesisir Desa Soropia sering kali berkaitan dengan rendahnya akses informasi kesehatan yang relevan dan keterbatasan sumber daya lokal. Banyak masyarakat yang masih memegang paradigma tradisional terkait penyebab dan pengobatan hipertensi, sehingga menghambat penerapan pola hidup sehat yang seharusnya. Dengan peran strategis nurse educator, pendekatan berbasis komunitas yang interaktif dapat dilakukan untuk memberikan edukasi. Tujuan Pengabdian Masyarakat adalah untuk meningkatkan paradigma masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi melalui ceramah dan diskusi, dengan sasaran utama masyarakat pesisir. Mitra kegiatan adalah Desa Soropia, dan media edukasi berupa leaflet digunakan untuk mempermudah penyampaian materi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat yang mendapatkan pendidikan kesehatan melalui metode ini patuh dan antusias dalam menyimak materi. Pendidikan kesehatan terbukti mampu mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam pencegahan dini hipertensi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat pesisir Desa Soropia mampu mengadopsi perilaku yang diajarkan dan mempraktekkannya dengan hasil yang nyata. Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat, sehingga dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam upaya mengubah paradigma masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi. Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pembangunan program pengelolaan hipertensi berbasis komunitas dan Kerja sama dengan lembaga kesehatan seperti Puskesmas setempat untuk pengembangan program.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SLEEP QUALITY AND QUALITY OF LIFE IN THE ELDERLY IN ABELI SUBDISTRICT, KENDARI CITY: CROSS SECTIONAL STUDY: SLEEP QUALITY AND QUALITY OF LIFE
krismiadi, Dedi;
Ningtias, Dwi Wulandari;
Dina, Hasniah;
Apriyanti, Apriyanti;
Yusnayanti, Cici;
Purnama, Prawara Aros
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 7 No. 1 (2025): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol7.Iss1/292
Background: Sleep is one of the basic human needs which is a physiological need and gives the body the opportunity to restore and provide energy and relieve tension. Aim: If the need for sleep is not of good quality, this condition will cause fatigue which will hinder the elderly in fulfilling their daily activities and can affect the quality of life of the elderly. Methods: This study is a quantitative study with a cross-sectional approach in the Abeli Subdistrict, Kendari City. A sample of 84 respondents was obtained through Consecutive Sampling. Results: The data was processed using the Fisher exact test, obtained ap value = 0.006 <0.05 which shows a relationship between sleep quality and the quality of life of the elderly in the Abeli sub-district of Kendari City. Conclusion: Therefore, the elderly really need to pay attention to the quality of sleep in order to maintain a good quality of life so that the welfare of the elderly is created.
Nurse Communication, Quality of Health Services, and Its Relationship with Patient Satisfaction in Inpatient Ward
Heltty, Heltty;
Zahalim, Zahalim;
Krismiadi, Dedi
Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26630/jkmsw.v18i1.4902
Nurses are among the healthcare workers who play a crucial role in enhancing patient satisfaction. Communication plays an essential role in implementing nursing care to deliver high-quality services that ensure patient satisfaction with the care they receive. Patient satisfaction is a key indicator of the quality of nursing services in hospitals. The study aims to determine the relationship between nurse communication and the quality of health services, with a focus on increasing patient satisfaction, in the inpatient rooms of Muna Barat Hospital. The type of research used is quantitative research with a correlational design; the population in this study was patients in the inpatient room of Muna Barat Hospital. The samples selected for this study employed a random sampling technique. A total of 81 respondents participated in this study. The data analysis method used the Chi-Square test using a significance level of 0.05. The Chi-Square test obtained a p value = 0.001 which indicates that there is a relationship between nurse communication and patient satisfaction at Muna Barat Hospital. Meanwhile, in the Quality of Health Services, a p-value of 0.002 was obtained, indicating that there is a relationship between the Quality of Health Services and patient satisfaction at Muna Barat Regional Hospital. The results of the phi coefficient test also showed a low and positive patterned relationship between nurse communication and patient satisfaction (Ⴔ=0.310), quality of health services and patient satisfaction (Ⴔ=0.336). Nurse communication and Quality of Health Services are related to Increasing Patient Satisfaction. Patient satisfaction as consumers who receive nursing services is an essential component in improving the quality of nursing services. A nurse needs to implement effective communication in providing surgical procedures, as good communication leads to patient satisfaction with the service received.
PENGARUH SENAM KAKI DIABETIK TERHADAP RISIKO ULKUS KAKI DIABETIK
Heltty, Heltty;
Rahmadania , Wa Ode;
Krismiadi, Dedi
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.71203/jrkk.v2i2.26
Latar Belakang: ulkus kaki diabetik merupakan komplikasi diabetes yang parah yang dikaitkan dengan infeksi bahkan berujung pada amputasi dan menyebabkan kematian apabila tidak dilakukan tindakan yang tepat. Sehingga diperlukan pencegahan awal untuk mengatasi terjadinya resiko ulkus yaitu dengan melakukan senam kaki diabetik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap risiko ulkus kaki diabetik pada penderita diabetes melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Metode: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan pre and post-test with control group design. Populasi pada penelitian ini sebanyak 50 penderita diabetes melitus, dengan jumlah sampel 30 responden yang dibagi dalam 2 kelompok diantaranya 15 reponden kelompok perlakuan dan 15 responden kelompok kontrol, teknik penarikan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Hasil: Hasil analisis menggunakan Uji mann whitney menunjukkan perbedaan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan (ρ = 0.025) dengan nilai mean rank sebesar (11. 97) pada kelompok intervensi dan nilai mean rank pada kelompok Kontrol sebesar (19.03). Kesimpulan: resiko terjadinya ulkus diabetic lebih rendah terjadi pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Artinya terdapat perbedaan risiko ulkus kaki diabetik yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.
The Benefits Of Mental Health Promotion In School Environments On Improving Emotional Well-Being In Adolescents
Dumar, Bergita;
Nur Fitriah Jumatrin;
Sri Yulian Hunowu;
Ida Wahyuni;
Dedi Krismiadi
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 9 No. 1 (2025): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33862/citradelima.v9i1.557
Adolescents are an age group that experiences puberty which is marked by physical and psychological changes. The demands of facing challenges during this period can affect the emotional well-being of adolescents. Improving emotional well-being in adolescents can involve the role of schools because in general adolescents will spend more time at school with their peers. Schools are considered to be the right place to promote mental health. This study aims to see the benefits of mental health promotion in the school environment on improving emotional well-being in adolescents. This study is a quasi-experimental study with a control group pre-posttest design. The sampling technique used Stratified Random Sampling with a total sample of 70 adolescents aged 15-18 years from one of the Senior High Schools (SMA) in East Kolaka Regency, Southeast Sulawesi. Assessments related to emotional well-being were assessed using the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). There was a significant difference between the pre-test and post-test after mental health promotion in the school environment on improving emotional well-being by showing a p-value <0.005. The results of the study indicate that mental health promotion in the school environment has a significant effect on improving emotional well-being in adolescents. Due to the great benefits of mental health promotion, it is highly recommended for schools to integrate mental health promotion into school activities to improve emotional well-being in adolescents.
KONTRIBUSI HIPERTENSI, DIABETES MELLITUS, DAN HIPERCHOLESTEROLEMIA TERHADAP KEJADIAN STROKE ISKEMIK PADA ORANG DEWASA
Heltty, Heltty;
Krismiadi, Dedi;
Masriwati, Siti;
Yati, Mimi;
Nofitasari, Ari
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54630/jk2.v16i2.462
Stroke is a cerebrovascular disease caused by blockage or rupture of blood vessels in certain parts of the brain. Various factors can cause ischemic stroke. This study aims to determine the contribution of hypertension, diabetes mellitus, and hypercholesterolemia to the incidence of stroke. This type of study uses a Case-Control design. The respondents of this study were 152 respondents, sampling using a purposive sampling technique. Respondents of patients with conditions suspected of having a stroke based on the symptoms that appear who treated at the Kendari City Hospital. Data collection used measuring instruments (tension meter and easy touch). Data analysis was carried out using univariate and bivariate analysis tests. The results showed that hypertension, diabetes mellitus, and hypercholesterolemia were risk factors for stroke with an estimated value of hypertension = 3.986, diabetes mellitus = 0.289, and hypercholesterolemia = 1.699. Recommendation: Hypertension, diabetes mellitus, and hypercholesterolemia are risk factors for stroke, so it is very important for nurses to provide education to the community so that they can control blood pressure, blood glucose levels, and cholesterol to prevent stroke.