Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Teachers’ Strategies in Fostering Civic Values through Inquiry Learning: A Qualitative Study on Civic Education in Elementary School Saputri, Sefit; Hardiyati, Mikyal
Cendekiawan : Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol 3 No 4 (2024): December Edition: Multiple Intelligences of Students in Formal, Informal, and Non
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/cendekiawan.v3i4.431

Abstract

Citizenship issues in elementary school students are increasingly complex along with social and digital developments. This study aims to examine teachers' strategies in fostering citizenship values through an inquiry learning approach in the context of Citizenship Education in elementary schools. The research used a descriptive qualitative approach with data collection through observation, in-depth interviews, and documentation, and data analysis assisted by NVivo 14 software. The research setting was several primary schools in Kendari City, with the main informants consisting of class teachers, principals, and students. The results showed that teachers implemented five main strategies, namely the use of contextual triggering questions, facilitation of exploration and critical discussion, collaborative reflection on values, participatory citizenship projects, and exemplary values by teachers. These strategies contributed significantly to increasing students' awareness, democratic attitudes and active participation in school life. The findings suggest that the inquiry approach is effective in shaping civic literacy from an early age. This research provides theoretical contributions to value-based pedagogical approaches, as well as practical implications for teachers and policy makers in designing more contextual, reflective and transformative civic learning in primary schools.
Reformulasi Struktur dan Pola Pikir Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) MI/SD Hardiyati, Mikyal; Febriana, Putri Nabila; Zahroh, Isna Fatimatuz
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.1601

Abstract

Penelitian ini membahas urgensi reformasi struktur dan pola pikir keilmuan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada tingkat MI/SD sebagai respons terhadap berbagai problematika pembelajaran yang ada. Meskipun IPS merupakan mata pelajaran multidisiplin yang penting untuk membentuk warga negara yang berpengetahuan, berfikir kritis, dan memiliki kesadaran sosial, pembelajaran di lapangan seringkali menghadapi tantangan. Problematika utama meliputi (1) pendekatan pembelajaran yang pasif dan konvensional, (2) kurangnya koneksi interdisipliner, dan (3) konten kurikulum yang kurang relevan atau usang. Akibatnya, siswa cenderung menganggap IPS sebagai mata pelajaran hafalan yang membosankan dan kurang bermakna. Penelitian kualitatif ini, menggunakan metode studi lapangan (field research) melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, menganalisis temuan dari kegiatan Seminar Nasional Kolaborasi Online (SENSASI) yang diselenggarakan oleh PD-PGMI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformulasi IPS tidak hanya menuntut perubahan kurikulum, tetapi juga pergeseran fundamental pada pola pikir guru. Guru harus bertransformasi dari pengajar yang berorientasi pada materi menjadi fasilitator yang berfokus pada pengembangan kompetensi dan keterampilan siswa, sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan kompetensi abad ke-21 (4C: Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration). Reformulasi menuntut guru untuk mengintegrasikan materi dari berbagai disiplin ilmu (sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi) secara tematik dan kontekstual. Pembelajaran harus berorientasi pada proyek (Project-Based Learning) untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan. Selain itu, penilaian harus mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. IPS berfungsi sebagai wahana strategis untuk membentuk karakter siswa yang cerdas, kritis, adaptif, dan siap menghadapi kompleksitas tantangan zaman.
Kontribusi Behaviorisme dalam Pembelajaran IPS MI/SD Hardiyati, Mikyal; Firdaus, Anisa Nurul; Fadilah, Hana Zahid Nur; Putri, Fia Alifah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kontribusi teori pembelajaran behaviorisme dari segi 3 aliran behaviorisme, yaitu koneksionisme, pembiasaan klasik, dan pembiasaan perilaku respons. Belajar tidak hanya didefinisikan sebagai kegiatan membaca dan menghafal. Karena perubahan perilaku yang timbul dari proses pembelajaran bertujuan untuk menopang kehidupan manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka. Peneliti menggunakan sumber primer dan sumber sekunder untuk mengeksplorasi fakta dan kemudian menganalisis setiap aliran teori pembelajaran behaviorisme. Sumber primer menggunakan buku Psikologi Pendidikan dalam Pendekatan Baru karya Muhibbin Syah. Sedangkan sumber sekunder menggunakan buku, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan teori pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan kontribusi teori pembelajaran behaviorisme sesuai dengan tujuan pembelajaran IPS IPS. Karena tujuan pembelajaran IPS adalah untuk menciptakan warga negara yang baik. Kontribusi teori behaviorisme dalam pembelajaran IPS membuat guru memahami bagaimana memberikan stimulus yang baik untuk pencapaian tujuan pembelajaran.
ANALISIS PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK TUNAGRAHITA KATEGORI MAMPU DIDIK Hardiyati, Mikyal; Nasikhotun Nadiroh; Tria Wahyuningsih
EBTIDA': Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58788/ebtida.v5i2.8536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan kognitif anak tunagrahita kategori mampu didik di SLB Negeri Purbalingga. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunagrahita kategori mampu didik mengalami keterbatasan dalam berpikir abstrak, konsentrasi, dan daya ingat, sehingga pembelajaran dilakukan secara individual dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa. Guru menerapkan diferensiasi tingkat kesulitan dalam pembelajaran, tugas, serta tes untuk memenuhi kebutuhan siswa secara inklusif dan adaptif. Penggunaan media konkret, pengulangan materi, serta penataan lingkungan belajar menjadi faktor utama yang mendukung perkembangan kognitif anak tunagrahita mampu didik. Kata kunci: Anak Tunagrahita, Kognitif, Mampu Didik
THE Effect of Interactive E-Booklets on Students Digital Literacy Fitriati, Resti; Ikbal; Mikyal Hardiyati
Jurnal Profesi Keguruan Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v11i2.38450

Abstract

The aim of this scientific article research is to develop digital-based learning media in the form of an interactive e-booklet on the diversity of fish species and to determine the effect of using e-booklet learning media on the digital literacy of students at SMA Al Fattah Terboyo Semarang. This type of research is Research and Development (RnD). The author used a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design to identify the effect of treatment involving one group of subjects, namely the tenth-grade students of SMA Al Fattah Terboyo Semarang. Data were collected through digital literacy tests related to biology material and linked to digital literacy. The results of the study indicate that the use of e-booklets as learning media has a positive effect on improving students' digital literacy, as seen from the average pretest and posttest scores of the students, which increased from 65.83 to 81.50. This research suggests that further research can redevelop e-booklets into other interactive media to increase user involvement.