Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Effect of Addition of Dramix 3D Steel Fiber on Compressive Strength and Tensile Strength in Hpc (High-Performance Concrete) Concrete Agustinus Simangunsong; Johannes Tarigan; Nursyamsi Nursyamsi; Ricky Bakara
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i11.8761

Abstract

Concrete material is one of the most widely used construction materials in Indonesia due to its high compressive strength and adaptability to various construction needs. Despite its benefits, concrete has limitations, notably its weakness in tension and tendency to crack under tensile stress. This research focuses on High-Performance Concrete (HPC) with compressive strength exceeding 80 MPa, reinforced with 3D Dramix steel fibers to enhance both compressive and tensile strength. The study aimed to evaluate the compressive strength and splitting tensile strength of HPC mixed with varying percentages (0%, 3%, 6%, and 9%) of Dramix 3D steel fibers. Additionally, the methodology involved microstructure analysis using Scanning Electron Microscopy (SEM) and mechanical testing on HPC samples cured at 7, 14, and 28 days. Results indicate that the compressive strength reached a maximum of 94.776 MPa, and tensile strength reached 6.599 MPa with a 9% fiber addition at 28 days, highlighting the material's potential application in high-performance structural elements. The findings suggest that 3D Dramix steel fibers significantly enhance the mechanical properties of HPC, making it a viable option for durable construction.
Analisa Kelayakan Konstruksi Bangunan terhadap Perumahan Bersubsidi (Studi Kasus Perumahan Subsidi di Kota Medan) Andre Immanuel Berutu, Chris; Cynthia Raphita Hasibuan, Gina; Ridwan Anas, M.; Bakara, Ricky
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i3.64003

Abstract

Latar belakang: Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), BPKP, dan Inspektorat Jenderal menunjukkan bahwa rumah KPR bersubsidi di Indonesia belum sepenuhnya memenuhi standar laik fungsi, baik dari aspek kualitas konstruksi, prasarana, sarana, utilitas umum (PSU), maupun administrasi. Kondisi ini menunjukkan adanya permasalahan dalam penyediaan perumahan bersubsidi, khususnya terkait kualitas bangunan dan fasilitas pendukung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan konstruksi rumah subsidi di Kota Medan serta menilai kesesuaian antara kualitas konstruksi bangunan dengan harapan penghuni. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan strategi eksploratoris sekuensial. Populasi penelitian berjumlah 164 unit rumah subsidi yang tersebar di tiga lokasi dan dikerjakan oleh tiga pengembang, dengan sampel sebanyak 16 unit rumah (10% dari populasi). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis komparatif, analisis kuantitatif inferensial, serta uji kelayakan konstruksi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa perumahan masih mengalami permasalahan lingkungan seperti banjir, serta ditemukan ketidaksesuaian pada sejumlah komponen struktural dan non-struktural bangunan dengan standar rumah subsidi. Tingkat kesesuaian antara kualitas konstruksi dengan harapan penghuni juga masih tergolong rendah. Kesimpulan: Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan dan kualitas pelaksanaan konstruksi agar rumah subsidi dapat memenuhi standar kelayakan bangunan dan meningkatkan kepuasan penghuni.
Kajian Studi Eksperimental Kompratif Beton HSC (High Strengt Concrate) Dengan Penambahan Serat Baja dan Abu Cangkang Sawit (ACS) dan Beton Normal Heri Sutiyo; Nursyamsi Nursyamsi; Johannes Tarigan; Ricky Bakara; Soraya Muthma Innah Nasution
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.9039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan abu cangkang sawit (ACS) sebagai bahan pengganti 15% semen dan penambahan serat baja 2% terhadap sifat mekanis beton mutu tinggi (High Strength Concrete/HSC). Pengujian meliputi uji beton segar (slump flow, T50 time, V-funnel, L-box) dan beton keras (kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur). Hasil menunjukkan seluruh parameter beton segar memenuhi standar EFNARC untuk Self-Compacting Concrete (SCC). Kuat tekan meningkat signifikan dari 30,89 MPa (beton normal) menjadi 90,25 MPa (HSC)—peningkatan 192% atau 65,7% lebih tinggi dari target mutu. Kuat tarik belah meningkat dari 2,95 MPa menjadi 5,63 MPa (90,8%), sedangkan kuat lentur meningkat dari 6,27 MPa menjadi 16,69 MPa (166%) pada balok komposit dengan lapisan HSC 5 cm. Peningkatan ini disebabkan oleh reaksi pozzolanik abu cangkang sawit yang menghasilkan kalsium silikat hidrat (C-S-H) tambahan dan kontribusi serat baja dalam menahan propagasi retak serta meningkatkan daktilitas. Analisis displacement menunjukkan peningkatan ketebalan lapisan HSC meningkatkan kekakuan lentur dan menurunkan lendutan maksimum. Kombinasi ACS 15% dan serat baja 2% terbukti efektif meningkatkan performa mekanis dan struktural beton hingga tiga kali lipat dibanding beton normal, sekaligus mendukung material ramah lingkungan dalam teknologi beton modern dengan memanfaatkan limbah industri kelapa sawit.
Studi Eksperimental Sinergi Beton HSC dan Beton Normal Dengan Penambahan Pozzolan Abu Sekam Padi dan Serat Bambu Terhadap Perkuatan Lentur Balok Priaji Yudha Astomo; Nursyamsi Nursyamsi; Johannes Tarigan; Ricky Bakara; Indra Jhon Fischer
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.9063

Abstract

Penelitian ini menganalisis sinergi beton berkekuatan tinggi (High Strength Concrete/HSC) dan beton normal dengan penambahan abu sekam padi (ASP) sebagai pozzolan dan serat bambu sebagai penguat terhadap peningkatan kuat lentur balok komposit. Abu sekam padi dengan kandungan silika tinggi (90–95%) menggantikan sebagian semen untuk meningkatkan kekuatan dan durabilitas, sedangkan serat bambu meningkatkan ketangguhan dan ketahanan retak. Metode eksperimental dilakukan di Laboratorium Rekayasa dan Bahan Beton, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara dengan variasi lapisan HSC setebal 1 cm, 3 cm, dan 5 cm pada bagian atas balok beton normal. Pengujian dilakukan terhadap beton segar (slump flow, T50, V-funnel, L-box) dan beton keras pada umur 28 hari (kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur). Hasil menunjukkan penambahan 10% abu sekam padi dan 1% serat bambu meningkatkan kuat tekan dan lentur secara signifikan. Kuat lentur tertinggi diperoleh pada balok dengan lapisan HSC 3 cm, menunjukkan peningkatan kapasitas beban dan penurunan lendutan. Analisis metode momen-area dan SAP 2000 memperkuat hasil laboratorium dengan selisih lendutan dalam batas toleransi. Kombinasi HSC, abu sekam padi, dan serat bambu memberikan efek sinergis terhadap peningkatan performa mekanis beton dan mendukung pengembangan material konstruksi berkelanjutan.
Perkuatan Lentur Balok Komposit Beton Normal dan HSC dengan Serat Polypropilene dan Fly Ash Ruben Situmorang; Nursyamsi Nursyamsi; Johannes Tarigan; Ricky Bakara; Juni Indriani
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i12.9067

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkuatan lentur balok komposit dengan membandingkan beton normal (BN) dan High Strength Concrete (HSC) yang diperkuat dengan serat polypropilene dan fly ash. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh penambahan fly ash dan serat polypropilene terhadap kuat tekan, kuat tarik, dan kuat lentur beton, serta membandingkan perilaku balok komposit BN dan HSC. Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan enam variasi campuran: BN1, BN2, BN3, HSC1, HSC2, dan HSC3, dengan variasi fly ash 0%, 5%, 10% dan serat polypropilene 0%, 0.5%, 1%. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan optimum dicapai pada HSC2 (87.63 MPa) dengan peningkatan 166.68% dari beton normal, kuat tarik optimum pada HSC2 (4.99 MPa) dengan peningkatan 62.54%, dan kuat lentur optimum pada balok komposit HSC 2 cm (4.02 MPa) dengan peningkatan 44.6%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa substitusi semen dengan 10% fly ash dan 1% serat polypropilene menghasilkan performa terbaik dalam meningkatkan sifat mekanis beton. Implikasinya, kombinasi ini dapat direkomendasikan untuk aplikasi struktural yang memprioritaskan kekuatan dan ekonomi biaya.