Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Quality Evaluation of Rice Crackers Fortified with Functional Plant Ingredients Endah Puspitojati; Siwitri Munambar; Kiki Julia Ambarwati; Wildan Zacky Radithya
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v10i1.536

Abstract

This study investigated the effects of fortification with functional plant ingredients—butterfly pea flower (Clitoria ternatea), roselle (Hibiscus sabdariffa), and ginger (Zingiber officinale)—on the physicochemical, antioxidant, textural, colour, and sensory properties of extruded rice crackers. A Completely Randomized Design consisting of four treatments (P1: control, P2:butterfly pea flower, P3:roselle, and P4:ginger addition) with triplicate experiments was applied. Results demonstrated that plant-based fortification significantly influenced proximate composition, bioactive compounds, and product quality attributes (p < 0.05). Roselle fortification produced the highest anthocyanin content and the strongest antioxidant activity, with values of 2.602 ppm and 16,059 ppm (IC50), respectively. Butterfly pea flower enhanced flavonoid content to 0.010% and achieved the highest overall sensory acceptance (score 5.00). Ginger addition significantly improved textural characteristics, particularly hardness and crispiness, with values of 63.19 N and 1.96 N, respectively, contributing to a desirable snack structure. Colour parameters were strongly affected by natural pigments derived from functional plants, enabling clean-label visual differentiation of products. Overall, butterfly pea flower (P2) was identified as the optimal formulation, providing the best balance between functional enhancement and sensory acceptance. This study introduces functional rice crackers made from broken rice with improved antioxidant capabilities, diversifying the product from rice-based raw materials. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 2: Zero HungerSDG 3: Good Health and Well-beingSDG 9: Industry, Innovation, and InfrastructureSDG 12: Responsible Consumption and Production
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN USAHA PADA UMKM TI-HERB DENGAN PENDEKATAN ISHIKAWA DAN PARETO Siti Maslihatul Khoiriyah; Siwitri Munambar; Fitria Naimatu Sadiyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.24138

Abstract

UMKM Ti-Herb merupakan usaha minuman fungsional berbahan rosela yang masih menghadapi berbagai permasalahan usaha sehingga menyebabkan penjualan belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi akar permasalahan usaha dan menentukan prioritas perbaikan menggunakan pendekatan Analisis Ishikawa dan Pareto. Penelitian menggunakan metode mix method . Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan informan yang dipilih secara purposive sampling . Analisis Ishikawa digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab permasalahan berdasarkan aspek man, method, machine, material, money, dan environment , sedangkan Analisis Pareto digunakan untuk menentukan prioritas permasalahan berdasarkan prinsip vital Few dan Trivia Many . Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar permasalahan yang dominan berasal dari aspek metode, manusia, uang, dan lingkungan , khususnya sistem pemasaran yang belum terstruktur, segmentasi pasar yang kurang jelas, motivasi kerja yang rendah, keterbatasan jangkauan pemasaran, persaingan pasar, dan pencatatan keuangan yang belum optimal. Hasil Analisis Pareto menunjukkan kategori prioritas A ( vital some ) dengan persentase kumulatif 71,9% merupakan faktor dominan yang menjadi fokus utama perbaikan. Integrasi Analisis Ishikawa dan Pareto mampu mengidentifikasi hubungan sebab-akibat sekaligus menetapkan prioritas penanganan masalah secara lebih terarah. Perbaikan yang terfokus pada aspek pemasaran, sumber daya manusia, dan pengelolaan keuangan diharapkan mendukung peningkatan kinerja usaha dan optimalisasi penjualan UMKM Ti-Herb.