Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENGARUH DOPAN ZN PADA BAHAN BARIUM HEKSAFERIT TERHADAP UKURAN KRISTAL DAN SIFAT MAGNETIK Ahmad Fauzi; Hernowo Widodo
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v7i1.5775

Abstract

Material barium heksaferit sebagai material magnetik dapat digunakan untuk aplikasi penyerapan gelombang. Namun, untuk membuat bahan penyerap, bahannya harus bahan magnet yang lembut. Untuk saat ini, masalah barium heksaferit masih merupakan material hardmagnetik. Untuk membentuk material magnet lunak yang dimodifikasi dengan doping logam Zn menjadi barium heksaferit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Doping Zn pada material barium heksaferit terhadap ukuran kristal dan sifat kemagnetan. Doping Zn ke dalam barium heksaferit (BaFe12-xZnxO19) variasi doping Zn dengan x = 0, 0,4, 0,6, dan 0,8. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode mechanical milling, sedangkan pengujian ukuran kristal dan sifat kemagnetan menggunakan alat karakterisasi XRD dan Permagraph. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil ukuran kristal sebesar 151,509 nm jika diberikan doping Zn dengan variasi penambahan x = 0,8 dan hasil uji permagraph dari variasi doping Zn dengan x = 0,8 diperoleh sifat kemagnetan berupa nilai koersivitas sebesar 58,97 kA/m, nilai magnet remanen 0,083 Tesla, nilai saturasi magnetik 0,1402 Tesla dan energi hasil kali 1,2 kJ/m2. Hasil pengujian menyimpulkan bahwa ukuran kristal dan nilai koersivitas berkurang jika diberikan penambahan Zn berlebih. Hal ini menunjukkan bahwa doping Zn pada barium heksaferit mampu memperkecil ukuran kristal dan sifat kemagnetannya. Perubahan ukuran kristal dan nilai koersivitas menjadi lebih kecil menunjukkan bahwa bahan tersebut merupakan bahan magnet lunak.
Analisa Dan Optimasi Produksi Sumur Migas Di PEP Bekasi Hernowo Widodo; M Samsuri; Samsul Ma’rif
JURNAL BHARA PETRO ENERGI Vol 1 No 2: July 2022
Publisher : Department of Petroleum Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.913 KB) | DOI: 10.31599/bpe.v1i2.1310

Abstract

Abstract Based on the results of the mass balance analysis and a review at PEP, it was concluded that the total feed intake from all wells was BOPD at 770 barrels/day, gas at 12.1882 MMSCFD, and BLPD at 15975.2 barrels/day, the total product produced was 8 ,541226% oil at 1568.760 barrels/day, 8.989134% condensate at 1651.027 barrels/day, 0.056535% gas at 10.3838214 MMSCFD, and 82.4131% water injection at 15136.748 barrels/day . In the Water Injection Plant process it produces sludge of 16286.812 kg or 0.90001% of the processed formation water, the formation of sludge is due to the addition of chemicals in the formation water treatment process. Keywords: Mass balance, crude oil, gas  Abstrak            Berdasarkan hasil analisis neraca massa dan peninjauan di PEP didapatkan  antara lain total feed masuk dari seluruh sumur adalah BOPD sebesar 770 barrel/hari, gas sebesar 12,1882 MMSCFD, dan BLPD sebesar 15975,2 barrel/hari, total produk yang dihasilkan adalah 8,541226% minyak sebesar 1568,760 barrel/hari, 8,989134% condensat sebesar 1651,027 barrel/hari, 0,056535% gas sebesar 10,3838214 MMSCFD, dan 82,4131% air injeksi sebesar 15136,748 barrel/hari. Pada proses Water Injection Plant menghasilkan sludge sebesar 16286,812 kg atau 0,90001 % dari air formasi yang diolah, terbentuknya sludge dikarenakan adanya penambahan bahan kimia pada proses pengolahan air formasi. Kata kunci: Neraca massa, minyak mentah, gas. Reference: Patton. 1981. Oilfield Water System. Campbell Petroleum Series, Norman, OK: John M. Campbell. Faust, S.D.dan O.M. Aly. (1998). Chemistry of Water Treatment. Lewis Publisher. USA. Hendricks, David W. 2006. Water Treatment Unit Process: Physical and Chemical. CRC Press. Florida. Howe, J. K., et al. (2012). Principle of Water Treatment. John Wiley and Sons, Inc. New Jersey. Kemmer, EN. 1979. Water; The Universal Solvent, 2nd ed. Oak Brook, IL: Nalco Chemical Co. Subarnas, Nandang. 2007. Terampil Berkreasi. Jakarta: Grafindo Media Pratama. Manurung, Tambak, dkk. 2012. Efektivitas Biji Kelor (Moringa oleifera) Pada Pengolahan Air Sumur Tercemar Limbah Domestik. Dalam Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik LIMIT’s. Vol 8, No.1: 37-41. Sutresna, Nana. 2007. Cerdas Belajar Kimia untuk Kelas XI SMA. Jakarta: Grafindo Media Pratama. Website Official Pertamina, http://www.pertamina.com
Analisa Efisiensi Energi pada Proses Produksi Obat X di Perusahaan YZ M Samsuri; Hernowo Widodo; Ananda Siti Choirunnisa
JURNAL BHARA PETRO ENERGI Vol 1 No 2: July 2022
Publisher : Department of Petroleum Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.933 KB) | DOI: 10.31599/bpe.v1i2.1432

Abstract

ABSTRACT Drugs are chemicals that are produced to reduce pain and prevent the risk of various diseases. In the manufacture of drugs, several stages of the process are needed which are quite long and require calculations from each process to produce products that meet the requirements and minimize errors during the process that can cause company losses. The research was carried out by direct observation during the process as well as collecting data on the mass of materials before and after the process, as well as critical parameters listed from the PPI (Main Processing Procedure) book for 1 batch of drug manufacture which takes more than 24 hours to manufacture. From observations, it is known that the drug manufacturing process has an adiabatic process where the resulting mass balance has the equation mass in = mass out and there is no chemical reaction that takes place. In the drying process, the heat balance can be calculated because this process produces heat which requires a certain amount of energy in the process. The drying machine used is an FBD (Fluidized Bed Dryer) machine which requires a certain amount of power so that the efficiency of this machine can be known to maximize the process. Keywords: Drug, FBD, Mass Balance, Heat Balance, Process ABSTRAK Obat merupakan suatu bahan kimia yang diproduksi untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah timbulnya risiko berbagai penyakit. Pada pembuatan obat, diperlukan beberapa tahapan proses yang cukup panjang serta membutuhkan perhitungan dari setiap prosesnya untuk menghasilkan produk yang sesuai persyaratan dan meminimalisir kesalahan saat proses yang dapat menyebabkan kerugian perusahaan. Penelitian dilakukan dengan metode pengamatan langsung saat proses berlangsung serta pengumpulan data massa bahan sebelum dan sesudah proses, juga parameter kritis yang tercantum dari buku PPI (Prosedur Pengolahan Induk) untuk 1 batch pembuatan obat dimana pada pembuatannya membutuhkan waktu lebih dari 24 jam. Dari pengamatan, diketahui bahwa pada proses pembuatan obat memiliki proses adiabatik dimana neraca massa yang dihasilkan memiliki persamaan massa masuk = massa keluar dan tidak adanya reaksi kimia yang berlangsung. Pada proses pengeringan, neraca panas dapat dihitung karena pada proses ini menghasilkan panas yang membutuhkan sejumlah energi pada prosesnya. Mesin pengering yang digunakan adalah mesin FBD (Fluidized Bed Dryer) yang membutuhkan sejumlah daya sehingga dapat diketahui efesiensi mesin ini untuk memaksimalkan proses. Kata Kunci : Obat, FBD, Neraca Massa, Neraca Panas, Proses Reference: Anief M., 2000. Ilmu Meracik Obat Teori dan Praktek,.UGM Press,.Yogyakarta. Anief, M., 1991. Apa Yang Perlu Diketahui Tentang Obat. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Ansel, H.C., 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. diterjemahkan oleh Farida Ibrahim, Asmanizar, Iis Aisyah, Edisi keempat, 255-271, 607-608, 700, Jakarta, UI Press. Badan Pengawasan Obat dan Makanan, 2001. Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik, Jakarta. Holman, J.P., 1994. Perpindahan Kalor. Erlangga. Jakarta Jas, A., 2007. Perihal Resep & Kern, D. Q.1965.Process Heat Transfer. New York: McGraw-Hill Book Company. Hermawan, Lutfi.2020.Laporan Kerja Praktek PT Kalbe Farma.Universitas Muhammadiyah Jakarta.Jakarta Howell John R and Buckius Richard O. 1987. Fundamentals of Engineering Thermodynamics. New York: McGraw-H Indriani, Irma.dkk.2009.Pembuatan Fluidized Bed Dryer Pengeringan Benih Pertaniann Secara Resmi Semi Batch.Universitas Sebelas Maret.Surakarta Perry, R.H and Green, D.W.. 1999. Perry’s Chemical Engineer’s Handbook. 7thed.. Mc Graw-Hill Book Company. New York. Pediatric Dosage Handbook (Including Neonatal Dosing, Drug Administration, & Extemporer Preparation), Lexi-Comp, 2007. Tjay, Tan Hoan dan Rahardja, Kirana, Obat-Obat Penting, Edisi keenam. Elex Media Komputindo, Jakarta. Universitas Sumatera Utara Press, 1-1
PENGARUH MONOSODIUM GLUTAMAT SEBAGAI INHIBITOR TERHADAP KECEPATAN KOROSI DAN KARAKTERISTIK MIKROSTRUKTUR PADA BAJA AISI 1045 DENGAN MEDIA ASAM SITRAT DAN KALIUM HIDROKSIDA Hernowo Widodo; Rehab Laila
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.314 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v2i2.2467

Abstract

Pengujian pengaruh konsentrasi MSG menggunakan metoda ini dilakukan dengan merendam baja AISI 1045dalam larutan pH asam sitrat 1000 ppm dan pH basa KOH 1000 ppm dengan menambahkan MSG dengan konsentrasi 0, 50 dan 100 ppm selama 50, 100 dan 150 jam. Pengujian dilakukan pada suhu ruang.Laju korosi yang dihasilkan dihitung menggunakan metode kehilangan berat.Data yang diperoleh dianalisis. Laju korosi tanpa inhibitor sebesar 1160 mpy dan penambahan inhibitor 50 dan 100 ppm laju korosinya semakin menurun 570 dan 199 mpy pada medium asam. Laju korosi tanpa inhibitor sebesar 2,07 mpy dan penambahan inhibitor 50 dan 100 ppm laju korosinya semakin menurun 1,44 dan 1 mpy pada medium basa. Berdasarkan hasil data dan morfologi permukaan baja AISI 1045 dengan alat SEM (Scanning Electron Mocroscope) penambahan MSG 100 ppm adalah yang paling bagus.
PEMANFAATAN MINYAK CENGKEH SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI UNTUK MENURUNKAN BILANGAN PEROKSIDA PADA PRODUK MINYAK GORENG Hernowo Widodo; Lisa Adhani; Solihatun Solihatun; Mohamad Prastya; Amaliah Annisa
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.539 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v5i1.6432

Abstract

Minyak kelapa sawit mengandung asam lemak tidak jenuh yang dapat mengakibatkan ketengikan pada minyak yang disimpan dalam waktu tertentu tanpa pengawetan. Cengkeh memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi sehingga dapat mengatasi ketengikan minyak kelapa karena zat antioksidan tersebut mampu memutus ikatan rangkap persenyawaan peroksida sehingga bilangan peroksida pada minyak dapat diturunkan. Dengan dilakukannya studi diharapkan dapat diketahui sejauh mana minyak cengkeh dapat dimanfaatkan untuk mencegah proses ketengikan pada minyak kelapa. Dalam penelitian ini juga diharapkan agar dapat mengetahui berapa berat optimum minyak cengkeh yang ditambahkan, dan waktu pemanasan agar dapat mengurangi ketengikan pada minyak kelapa. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati pengaruh penambahan minyak cengkeh kedalam minyak kelapa untuk mencegah ketengikan pada berbagai berat dan waktu penyimpanan. Variabel tetap yang digunakan dalam penelitian ini adalah berat minyak kelapa sawit yaitu 150 ml, waktu pemanasan 15 menit, dan suhu 1500C. Sedangkan variabel berubahnya adalah berat minyak cengkeh yang dipakai (0,25; 0,50; 0,75; 1 dan  2 % dari berat minyak kelapa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah minyak cengkeh yang optimum adalah 1% dari berat minyak kelapa. Penambahan minyak cengkeh juga tidak merubah komposisi asam lemak dan senyawa pada minyak goreng sawit. Jadi masih aman digunakan
Analisis Perhitungan Asam Klorida (HCl) Sebagai Pengontrol pH pada Air Cooling Tower pada Pabrik Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Hernowo Widodo; Rino Dwiatmaja
JURNAL BHARA PETRO ENERGI Vol 1 No 3: December 2022
Publisher : Department of Petroleum Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/bpe.v1i3.1720

Abstract

The Garbage Power Plant (PLTSa) has a water cycle in which heat transfer occurs in the cooling tower. This study looked for the pH level of the hot ratio using samples from hydrochloric acid (HCl) tanks and cooling tower (CT) output water samples. The results obtained by several comparisons of testing and analysis were obtained by 3.6 Liters of adding hydrochloric acid (HCl) to the tank so that the heat transfer that runs on the cooling tower has a pH level of 7. If the pH level is already 7 the possibility for acids or bases to be small and can preventing and maintaining heat transfer flows.process. Keywords: Cooling tower, hydrochloric acid, calculation analysis, PLTSa Reference: Akbar. 2014. Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. http://makassargreen.blogspot.co.id/2014/03/pembangkit-listrik-tenaga sampah.html. Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi. (2019). BPPT Hadirkan Inovasi PLTSa Merah Putih Bantargebang, Solusi Atasi Timbunan Sampah di Kota Besar. Jakarta: Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi. Diambil dari BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI - BPPT Hadirkan Inovasi PLTSa Merah Putih Bantargebang, Solusi Atasi Timbunan Sampah di Kota Besar. http://sainsedutainment.blogspot.com/2011/10/pembangkit-listrik-tenaga-sampah-pltsa.html. Nasution, D.M. 2011. Pengertian Menara Pendingin. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22673/4/Chapter%20II.pdf. Mathie, Alton J. 1988. Chemical Treatment For Cooling Water. Fairmont Press. Qasim, Syed R. 1985. Wastewater Treatment Plants Planning, Desaign, and Operation. New York:CBS College Publishing.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Mangga ( Mangifera indica L.) Terhadap Sifat Fisik Sampo Anti Ketombe Mardiana; Hernowo Widodo; Winda Dewi Nolisa
Journal of Engineering Environmental Energy and Science Vol 2 No 1 (2023): January 2023
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/joes.v2i1.1347

Abstract

Candida albicans adalah salah satu jamur yang dapat menyebabkan infeksi candidiasis. Infeksi yang disebabkan oleh Candida dikenal dengan Candidiasis. Salah satu obat alami dari ekstrak tanaman yang berpotensi sebagai antijamur adalah ekstrak daun mangga (Mangifera indica L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan ekstrak daun mangga (Mangifera indica L.) terhadap sifat fisik shampo anti ketombe. Daun mangga diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilanjutkan pembuatan shampo Setelah itu tambahkan ekstrak daun mangga (Mangifera indica L.) dan aduk ad homogen. Pada penelitian ini menggunakan 3 formula shampo, dengan variasi konsentrasi ekstrak daun mangga sebesar 0%, 1% dan 2%. Uji sifat fisik sediaan meliputi pengukuran pH, uji tinggi busa, uji viskositas, uji mikrobiologi dan uji fungi. Pengaruh pH dan tinggi busa menunjukkan semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka pH bersifat asam, dan pada tinggi busa mempengaruhi stabilitas busa shampo. Pengaruh mikrobiologi menunjukkan dengan penambahan ekstrak semakin sedikit mikrobiologi yang tumbuh dan tidak ada fungi. Dari hasil pengujian didapatkan F1 (2%) ph 6,33, tinggi busa 13,5 cm, viskositas 2658 cp, hasil uji mikrobiologi dan uji fungi menujukkan penambahan ekstrak daun mangga dapat mengurangi pertumbuhan jamur.
PENGARUH DOPAN ZN PADA BAHAN BARIUM HEKSAFERIT TERHADAP UKURAN KRISTAL DAN SIFAT MAGNETIK Ahmad Fauzi; Hernowo Widodo; Murwan Widyantoro
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v8i1.11821

Abstract

Barium hexaferrite material as magnetic material can be used for wave absorption applications. However, to make the absorber material, the material must be soft magnetic material. For now, the barium hexaferrite problem is still a hardmagnetic material. To form softmagnetic material modified by doping Zn metal into barium hexeferite. The purpose of this study was to determine the Zn Doping effect in barium hexaferrite material on crystal size and magnetic properties. Zn doping into barium hexaferrite (BaFe12-xZnxO19) with doping variation of Zn x = 0, 0.4, 0.6, and 0.8. The method used in this study is the mechanical millling method, while the crystal size test and magnetic properties use XRD characterization tools and Permagraph. The results showed that the smaller the crystal size of 151.509 nm if given Zn doping with variations in the addition of x = 0.8 and permagraph test results from doping variation Zn x = 0.8 obtained the magnetic properties in the form of coercivity values of 58.97 kA / m, the value magnetic remanent of 0.083 Tesla, magnetic saturation value of 0.1402 Tesla and the energy of the product is 1.2 kJ/m2. The test results concluded that the size of the crystals and the coercivity values were reduced if given the addition of excess Zn. this shows that Zn doping on barium hexaferrite is able to reduce the size of the crystal and its magnetic properties. Changes in crystal size and coercivity values become smaller indicating that the material is soft magnetic material.
Analisa Efisiensi Energi pada Proses Produksi Obat X di Perusahaan YZ M. Samsuri; Hernowo Widodo; Ananda Siti Choirunnisa
Jurnal Bhara Petro Energi Vol.1 No.1 (Mei 2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/xdrqa625

Abstract

Drugs are chemicals that are produced to reduce pain and prevent the risk of various diseases. In the manufacture of drugs, several stages of the process are needed which are quite long and require calculations from each process to produce products that meet the requirements and minimize errors during the process that can cause company losses. The research was carried out by direct observation during the process as well as collecting data on the mass of materials before and after the process, as well as critical parameters listed from the PPI (Main Processing Procedure) book for 1 batch of drug manufacture which takes more than 24 hours to manufacture. From observations, it is known that the drug manufacturing process has an adiabatic process where the resulting mass balance has the equation mass in = mass out and there is no chemical reaction that takes place. In the drying process, the heat balance can be calculated because this process produces heat which requires a certain amount of energy in the process. The drying machine used is an FBD (Fluidized Bed Dryer) machine which requires a certain amount of power so that the efficiency of this machine can be known to maximize the process.
Analisa Dan Optimasi Produksi Sumur Migas Di PEP Bekasi Hernowo Widodo; M. Samsuri; Samsul Ma’rif
Jurnal Bhara Petro Energi Vol.1 No.1 (Mei 2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/2hm71721

Abstract

Based on the results of the mass balance analysis and a review at PEP, it was concluded that the total feed intake from all wells was BOPD at 770 barrels/day, gas at 12.1882 MMSCFD, and BLPD at 15975.2 barrels/day, the total product produced was 8 ,541226% oil at 1568.760 barrels/day, 8.989134% condensate at 1651.027 barrels/day, 0.056535% gas at 10.3838214 MMSCFD, and 82.4131% water injection at 15136.748 barrels/day . In the Water Injection Plant process it produces sludge of 16286.812 kg or 0.90001% of the processed formation water, the formation of sludge is due to the addition of chemicals in the formation water treatment process.