Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Respons Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) Varietas Tanjung-2 Akibat Aplikasi Kombinasi Pupuk NPK dan Pupuk Kandang Kambing pada Tanah Latosol di Kota Bogor Erviana, Asvia; Laksono, Rommy Andhika; Syafi’i, Muhammad
Indonesian Journal of Agrotech Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v8i1.6892

Abstract

The obstacles in the cultivation of large chili include factors of less fertile soils so that production is not optimal, it is necessary to improve the soil by fertilizing. The fertilizesr used are required to be easy to obtain and efficient. The purpose of this research is to get the obtain a combination of goat manure fertilizer and NPK fertilizer doses that gives the highest result of large chili Tanjung-2 varieties in Bogor City. This research was conducted in Kiara Residence, Curug Village, West Bogor, Bogor City with from August, 2021 to January, 2022. The research used an experimental method using a single factor Randomized Block Design (RBD) consisting of 10 treatments in 3 replications: A(without fertilizer), B (5tons/ha manure fertilizer+250kg/ha NPK), C (10tons/ha manure fertilizer+250kg/ha NPK), D (15tons/ha manure fertilizer+250kg/ha NPK), E (5tons/ha manure fertilizer+500kg/ha NPK), F (10tons/ha manure fertilizer+500kg/ha NPK), G (15tons/ha manure fertilizer+500kg/ha NPK), H (5tons/ha manure fertilizer+750kg/ha NPK), I (10tons/ha manure fertilizer+750kg/ha NPK) and J (15tons/ha manure fertilizer+750 kg/ha NPK). The results of this study were significantly different effects on the average plant height, stem diameter, number of leaves, number of fruits, fresh weight of fruit per plant, fresh weight of fruit per plot and fruit diameter. Goat manure fertilizer 15 tons/ha and NPK fertilizer 750 kg/ha was able to provide the highest fresh weight of fruit of 5,30 tons per hektar (in three harvestings).
IMPLEMENTASI BUDIDAYA MICROGREEN DALAM EXPEDITIONARY LEARNING BAGI SISWA SEKOLAH ALAM DI KABUPATEN KARAWANG Laksono, Rommy Andhika; Srisudarso, Mansyur; Bayfurqon, Fawzy Muhammad; Pertiwi, Anggun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 7, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v7i2.4134

Abstract

ABSTRACTThe average vegetable consumption of the Indonesian population is 70 grams/person/day. When compared with the recommended adequacy according to balanced nutrition guidelines, the level of vegetable consumption is still relatively low. As many as 97.1% of the population does not consume enough vegetables. Teenagers are the highest age group who consume less vegetables. The aim of this service activity is to implement the Expeditionary Learning model of teacher and student learning in microgreen cultivation as an effort to increase the interest of natural school students/teenagers in consuming vegetables independently. Abdimas is carried out at the Inaratul Islam natural school located in Kec. Purwasari, Kab. Karawang, West Java in May-October 2024. The service method is carried out using training, demonstration and mentoring methods for natural school teachers and students. The results achieved by Microgreen Cultivation in Expeditionary Learning in students were able to increase 80% of the knowledge, attitudes and skills of the participants. This PKM activity is also able to stimulate students to be more active, independent, and care about the environment and body health.Keywords: Microgreens, Expeditionary Learning, Nature School ABSTRAKRata-rata konsumsi sayur penduduk Indonesia yaitu 70 gram/orang/hari. Bila dibandingkan dengan kecukupan yang dianjurkan menurut pedoman gizi seimbang, tingkat konsumsi sayur tersebut masih tergolong rendah. Sebanyak 97,1 % penduduk kurang mengonsumsi sayur. Kaum remaja adalah kelompok umur tertinggi yang kurang mengonsumsi sayur. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mengimplemantasikan model Expeditionary Learning pembelajaran guru dan siswa dalam budidaya microgreen sebagai upaya peningkatan minat siswa/remaja sekolah alam dalam mengkonsumsi sayur secara mandiri. Abdimas dilaksanakan di sekolah alam Inaratul Islam yang terletak di Kec. Purwasari, Kab. Karawang, Jawa Barat pada bulan Mei-Oktober 2024. Metode pengabdian dilakukan menggunakan metode pelatihan, demontrasi, dan pendampingan terhadap guru dan siswa sekolah alam. Hasil yang dicapai Budidaya Microgreen dalam Expeditionary Learning pada siswa mampu meningkatkan 80% pengetahuan, sikap dan keterampilan pesertanya. Kegiatan PKM ini juga mampu merangsang siswa untuk lebih aktif, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan dan Kesehatan tubuh.Kata Kunci: Microgreen, Expeditionary Learning, Sekolah Alam
Diseminasi Smart Farming dan Eduagriculture Berbasis Sumberdaya Lokal di Desa Kutaampel Kabupaten Karawang Laksono, Rommy Andhika; Nurlenawati, Netti; Pertiwi, Anggun
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v4i2.65608

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi adanya permasalahan sulitnya regenasi petani, sulitnya penerapan smart farming sehingga Teknik budidaya pertanian masih bersifat konvensional dan rendah hasil, kurangnya pemenfaatan sumberdaya lokal di bidang pertanian, sulitnya promosi dan pemasyaran produk pertanian, serta belum adanya eduagriculture sebagai pusat pembelajaran masayarakat tani dalam budidaya tanaman. Menggunakan metode penyuluhan, pelatihan, serta pendampingan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai November Tahun 2023 di wilayah Desa Kutaampel, Kecamatan Batujaya, Kab. Karawang. Kegiatan ini melibatkan Dosen, Mahasiswa, dan Masyarakat Tani. Pelatihan dilakukan dengan melalui tutorial, simulasi, praktek dan pendampingan. Hasil Program Pengabdian Kepada masyarakat tentang Smart Farming dan Eduagriculture Berbasis Sumberdaya Lokal di Desa Kutaampel Kec. Batujaya, Kab. Karawang mampu meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pesertanya. Pada Rumah Pangan Digital Unsika (RATU), peserta yang tergabung dalam kelompok tani mampu membuat konsep Rumah Pangan Digital. Pada program System Hidroponik dan Aeroponik Tenaga Surya Unsika (SHIATUN) 83% peserta mengerti dan 60% diantaraanya mampu membuat dan menerapkan secara mandiri. Pada Penguatan Corperative farming dalam bentuk pemasaran Digital Marketing Farming Unsika (ANTINGKU) 70% peserta mengerti dan 65% diantaranya mampu menerapkan secara mandiri pada usahanya. 
Pengaruh Penambahan Limbah Kulit Ari dan Ampas Kopi Pada Beberapa Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Golden Varietas Alisha F1 Pada Hidroponik Sistem Wick Mahharani, Alifi'ah Indah; Syah, Bastaman; Laksono, Rommy Andhika
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i1.5689

Abstract

Penanaman melon sistem hidroponik sistem wick salah satu solusi dalam permasalahan ketersediaan lahan dan penggunaan limbah kopi sebagai media tanam dapat mengurangi limbah produksi kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan penambahan terbaik limbah kulit ari dan ampas kopi pada beberapa media tanam terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Metode penelitian yang digunakan adalah RAK faktor tunggal. Perlakuan yang diberikan adalah 12 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali pada setiap perlakuan. Perlakuan A (50% Arang Sekam+50% Cocopeat), B (50% Arang Sekam+50% Cocopeat+Limbah Kulit Ari dan Ampas Kopi 10 gr), C (50% Arang Sekam+50% Cocopeat+Limbah Kulit Ari dan Ampas Kopi 20 gr), D (50% Arang Sekam+50% Cocopeat+Limbah Kulit Ari dan Ampas Kopi 30 gr), E (50% Cocopeat+50% Akar Pakis), F (50% Cocopeat+50% Akar Pakis+Limbah Kulit Ari dan Ampas Kopi 10 gr), G (50% Cocopeat+50% Akar Pakis+Limbah Kulit Ari dan Ampas Kopi 20 gr), H (50% Cocopeat+50% Akar Pakis+Limbah Kulit Ari dan Ampas Kopi 30 gr), I (50% Akar Pakis+50% Arang Sekam), J (50% Akar Pakis+50% Arang Sekam+Limbah Kulit Ari dan Ampas Kopi 10 gr), K (50% Akar Pakis+50% Arang Sekam+Limbah Kulit Ari dan Ampas Kopi 20 gr), L (50% Akar Pakis+50% Arang Sekam+Limbah Kulit Ari dan Ampas Kopi 30 gr). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penambahan limbah kopi terbaik pada beberapa media tanam, yaitu pada perlakuan D memberikan hasil tertinggi luas daun sebesar 3.835,61 cm² dan hasil tertinggi bobot buah tanaman sebesar 1,29 kg serta perlakuan G memberikan hasil tertinggi tingkat kemanisan tertinggi sebesar 17,90 brix. Kata Kunci : Limbah Kulit Ari dan Ampas Kopi, Media Tanam, Melon
Pengaruh Kombinasi Jarak Tanam dan Perbedaan Diameter Gully Pada Hidroponik Sistem NFT Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kailan (Brassica oleraceae L. var. algoblabra) Utomo, Atthariq; Laksono, Rommy Andhika; Wagiono, Wagiono
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i1.5480

Abstract

Tanaman kailan (Brassica oleraceae L. var alboglabra) merupakan tanaman hortikultura komoditas tanaman sayur yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Permasalahan yang dihadapi praktik budidaya yang kurang maksimal dan keterbatasan lahan akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan. Upaya yang dilakukan adalah urban farming dengan cara melakukan penanaman secara hidroponik sistem Nutrient Film Technique (NFT). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan kombinasi jarak tanam dan diameter gully yang memberikan hasil paling optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan (Brassica oleraceae L. var. algoblabra). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 10 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu : (A) 20 cm + Talang Air, (B) 15 cm + 2,0 inci, (C) 15 cm + 2,5 inci, (D) 15 cm + 3,0 inci, (E) 20 cm + 2,0 inci, (F) 20 cm + 2,5 inci, (G) 20 cm + 3,0 inci, (H) 25 cm + 2,0 inci, (I) 25 cm + 2,5 inci, (J) 25 cm + 3,0 inci. Data yang dihasilkan dianalisis menggunakan analisis uji F dan uji lanjut Duncan Multiple Range (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata perlakuan jarak tanam dan diameter gully terhadap hasil tinggi tanaman umur 21 hst, luas daun, panjang akar, bobot segar dengan akar, bobot segar tanpa akar. Perlakuan H (jarak tanam 25 cm + diameter gully 2,0 inci) memberikan hasil tertinggi tinggi tanaman umur 21 hst sebesar 27,720 cm, luas daun sebesar 563,906 cm2, panjang akar sebesar 14,587 cm, bobot bersih dengan akar sebesar 76,267 g, dan bobot bersih tanpa akar sebesar 70,800 g. Kata Kunci : varietas Nita F1, hidroponik NFT, jarak tanam, diameter gully
Insect Diversity and Pest Attack Intensity of Leaf Beetle (Epilachna sparsa) on Purple Eggplant (Solanum melongena L.) with the Application of Botanical Pesticides Sopandi, Deni; Siriyah, Siti Latifatus; Laksono, Rommy Andhika; Saputro, Nurcahyo Widyo Daru
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4.10179

Abstract

The extensive use of synthetic pesticides has been shown to adversely affect ecosystems, including the diversity of insect populations. As a result, there is an increasing demand for environmentally sustainable pest control methods, such as botanical pesticides. This study aims to evaluate the diversity of insect species as well as the attack intensity of the leaf beetle (Epilachna sparsa) on purple eggplant (Solanum melongena L.) through the application of botanical pesticides. The research used a single-factor Group Random Design (RAK) with five replicates and five treatment groups: control, papaya leaf, neem leaf, a combination of papaya and neem leaves, and synthetic pesticide. Insect sampling was conducted using types of trap: pitfall traps, yellow sticky traps, and sweep nets, while the collected data were analyzed using analysis of variance, followed by a Least Significant Difference (LSD) test at the 5% significance level. The findings revealed that botanical pesticides did not have a significantly different effect on insect diversity or pest attack intensity, with the Shannon-Wiener diversity index ranging from 2.08–2.29, indicating a moderate level of diversity (1 < H’ < 3). Notably, the treatment using papaya leaf extract resulted in the lowest damage intensity by leaf beetle (E. sparsa), ranging from 15.83% to 20.83%. These results suggest that botanical pesticides, particularly papaya leaf extract, can reduce pest damage while maintaining ecological balance, as reflected in the shifts in abundance of various insect orders and their population dynamics.
PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) AKIBAT SUBSTITUSI PROPORSI LIMBAH BATANG PISANG PADA MEDIA TUMBUH April liyani, Tesya; Laksono, Rommy Andhika; Lestari, Ani
Jurnal Agrotech Vol. 13 No. 1 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v13i1.111

Abstract

Penggunaan limbah batang pisang sebagai media substitusi jamur merang dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui subtitusi proporsi limbah batang pisang yang terbaik bagi jamur merang. Penelitian dilaksanakan di Desa Waringin Karya, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang pada bulan Mei sampai Juni 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 5 ulangan. Terdapat 5 perlakuan mandiri yaitu A (Jerami 100%), B (Batang pisang 100%), C (Jerami 25% + Batang pisang 75%), D (Jerami 50% + Batang pisang 50%), E (Jerami 75% + Batang pisang 25%) sehingga terdapat 25 unit percobaan. Pengaruh perlakuan dianalisis dengan sidik ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5% untuk mengetahui perlakuan paling baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh nyata pada substitusi proporsi limbah batang pisang terhadap panjang badan buah, diameter badan buah, jumlah badan buah, bobot badan buah, berat total panen per petak, dan intensitas panen satu periode tanam. Perlakuan B (Batang pisang 100%) memberikan hasil terbaik panjang badan buah (22,45 mm), diameter badan buah ( 19,75 mm), bobot badan buah (6,90 g).
PENGARUH KOMBINASI MEDIA TANAM ORGANIK DAN NILAI EC LARUTAN NUTRISI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica narinosa L.H. Bailey) VARIETAS PAGODA PADA HIDROPONIK SISTEM WICK Widianto Putra, Regi; Syah, Bastaman; Laksono, Rommy Andhika
Jurnal Agrotech Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v13i2.122

Abstract

Broadbeaked Mustard (Brassica narinosa L.H. Bailey) or better known by other names Ta Ke Chai and Tatsoi is a type of mustard is still relatively rare in the market even though some farmers have started cultivating it, its production and distribution are not as much as other types of mustard greens, and has a relatively higher selling price than the selling price of other mustard greens. The purpose of this study was to determine the effect of a combination of organic growing media and EC value of the nutrient on the growth and yield of Pagoda mustard in a hydroponic wick system. The study used a single factor randomized block design with 12 treatments, namely A (rockwool + EC 1.5-1), B (rockwool + EC 2.5-1), C (rockwool + EC 3.5-1), D (charcoal husk + EC 1.5-1), E (husk charcoal + EC 2.5-1), F (husk charcoal + EC 3.5-1), G (cocopeat + EC 1.5-1), H ( cocopeat + EC 2.5-1), I (cocopeat + EC 3.5-1), J (sawdust + EC 1.5-1), K (sawdust + EC 2.5-1), L ( sawdust + EC 3.5-1) with repeated 3 times. The results showed that the combination of organic growing media and EC value of the nutrient significantly affected the parameters of plant height, leaf number, root length, fresh weight, marketable weight, and leaf area of ​​Broadbeaked mustard (Brassica narinosa L.H. Bailey) pagoda variety in hydroponic wick system. Treatment I (cocopeat + EC 3.5-1 gave the highest yield on an average fresh weight of 187.08 g, a marketable weight of 141.08 g.
PENGARUH BERBAGAI MEDIA TANAM HIDROPONIK SISTEM WICK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae var. alboglabra) Purba, Mitalia Purba; Laksono, Rommy Andhika; Supriadi, Devie Rienzani
Jurnal Agrotech Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v13i2.141

Abstract

Budidaya tanaman kailan dengan hidroponik sistem wick perlu memperhatikan penggunaan media tanam yang tepat agar mendapatkan hasil produksi tanaman yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis media tanam terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) pada hidroponik sistem wick. Penelitian ini dilakukan Green House Taiwan Technical Mission (TTM) Karang Pawitan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada bulan Oktober sampai Desember 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 7 perlakuan dalam 4 ulangan yaitu M0 (Kontrol), M1 (Arang Sekam), M2 (Akar Pakis), M3 (Hidroton), M4 (Arang Sekam + Akar Pakis), M5 (Arang Sekam + Hidroton), M6 (Akar Pakis + Hidroton). Hasil percobaan menunjukkan bahwa jenis media tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah daun umur 42 hst (10,99 helai), panjang akar (34,08 cm), luas daun (398,04 cm²), bobot segar tanaman dengan akar (30,74 gram) dan bobot segar tanaman tanpa akar (24,03 gram) terhadap tanaman kailan (Brassica oleraceae var. alboglabra) pada hidroponik sistem wick.
PENGARUH KOMBINASI KONSENTRASI VERMIKOMPOS DAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PAGODA (Brassica norinosa L.) PADA HIDROPONIK SISTEM WICK Sinaga, Laurensia Septiana; Bastaman Syah; Laksono, Rommy Andhika
Jurnal Agrotech Vol. 14 No. 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh tertinggi dari kombinasi antara konsentrasi vermikompos dan pupuk daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica norinosa L.) pada hidroponik sistem wick. Percobaan dilaksanakan di Green House Taiwan Technical Mission Jl. Lingkar Tanjungpura, Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat pada bulan Agustus sampai Oktober 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktor Tunggal. Terdapat 7 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali yaitu A (kontrol), B (AB mix 3 µS/cm + 5 ml/l vermikompos), C (AB mix 2 µS/cm + 5 ml/l vermikompos), D (AB mix 3 µS/cm + 10 ml/l vermikompos + 2 g/l pupuk daun), E (AB mix 2 µS/cm + 10 ml/l vermikompos + 2 g/l pupuk daun), F (AB mix 3 µS/cm + 15 ml/l vermikompos + 4 g/l pupuk daun), G (AB mix 2 µS/cm + 15 ml/l vermikompos + 4 g/l pupuk daun), sehingga terdapat 28 unit percobaan. Pengaruh perlakuan dianalisis ragam dan apabila uji F taraf 5% signifikan, maka dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan terdapat pengaruh nyata antara pemberian konsentrasi vermikompos dan pupuk daun terhadap parameter jumlah daun umur 21 hst, 28 hst, 35 hst, 42 hst, tinggi tanaman umur 21 hst, 28 hst, 35 hst, 42 hst, bobot segar tanaman dengan akar tanaman sawi pagoda.