Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Kesulitan Belajar Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika yang Ditinjau dari Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN 117858 Teluk Binjai Nurmaulida Putri Sitorus; Ramadhan Lubis; Lailatun Nur Kamalia Siregar
Katalis Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika Vol. 2 No. 2 (2025): Juni : Katalis Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika
Publisher : Lembag

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/katalis.v2i2.1658

Abstract

This study aims to analyze students' learning difficulties in solving mathematical story problems reviewed from the learning outcomes of fourth-grade students of SDN 117858 Teluk Binjai. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through tests, interviews, and documentation involving teachers and students. The results of the study indicate that the main difficulties faced by students in solving mathematical story problems are low understanding of mathematical concepts, difficulty in interpreting information from story problems, and lack of ability to convert verbal information into mathematical forms. In addition, psychological factors such as anxiety and low self-confidence also affect students' performance in solving problems. Based on learning outcomes, students with lower grades tend to have more difficulty in understanding problems and applying solving strategies. These findings indicate the need for deeper pedagogical interventions to improve students' understanding of mathematical concepts and mathematical literacy skills, as well as emotional support to reduce anxiety related to mathematics.
Mengamati Perkembangan Anak Kelas 2 SMP Melalui Wawancara Langsung Ramadhan Lubis; Muhammad Fikri Rahmadiansyah; Desi Astira; Ghina Tsuraya Aqila; Najmi Munawiroh Dalimunthe; Syaria Nailah Irawan
Katalis Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika Vol. 2 No. 3 (2025): September : Katalis Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika
Publisher : Lembag

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/katalis.v2i3.1889

Abstract

Growth is the process of increasing measurements in a person's body, while development is a process of development both psychologically and emotionally. Growth and development of several phases such as the child phase, the adolescent phase, and the phase towards adulthood. Children who are in junior high school are included in the adolescent phase. The category of adolescents is children aged 13-16 years, generally in this condition a person experiences rapid growth and development physically and psychologically. This study aims to examine the development of a second grade junior high school student through direct interaction between parents and children. Direct interaction is an important means to deeply understand the child's learning conditions including social and emotional family environmental factors that influence the development and growth process. The research method used is qualitative with data collection through in-depth interview observations with parents and children and documentation of children's activities.
Analisis Karakteristik Peserta Didik Kelas VI SD : Kognitif, Psikomotorik, Moral, Sosial, dan Spiritual Dalam Pembelajaran Ramadhan Lubis; Khairunnisa Khairunnisa; Army Fahita Harahap; Buti Sarma; Azmi Oktari Harahap
Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2026): Januari: Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/edukasi.v3i1.2864

Abstract

At the age range of 11–12 years, children enter the final phase of primary school which is marked by rapid development in various aspects, including cognitive, psychomotor, social, and moral, all of which are interrelated in the educational process. The development of elementary school-age children is the main foundation for the formation of personality, intelligence, and social-moral skills in the future. This study aims to analyze and describe the developmental analysis of aspects (cognitive, psychomotor, social, and moral) in children aged 11–12 years. This study uses a qualitative and descriptive approach, where data is collected through observation, interviews and documentation to understand behavior in depth. The results of the case study on the subject of Syifa Khairunnisa show that the development of these four aspects is well internalized in daily life. Syifa's cognitive development can be seen from her ability to understand material through repetition, awareness to adjust the way of learning when difficult, and the ability to explain lessons to friends in simple language. Psychomotor development is seen in good coordination of movements (e.g. in sports), fine motor skills, and self-control. In the aspect of Social Development, Syifa shows the ability to interact positively, work together, and choose peaceful ways to resolve differences of opinion. Lastly, Syifa's moral development is reflected in the attitude of caring, honesty, responsibility, obedience to school regulations, and the practice of religious values. Overall, this case study confirms that the development of children at the end of primary school is a holistic process that requires integrated support from the school environment and family.
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK ANAK SEKOLAH DASAR USIA 10 TAHUN (STUDI KASUS: ZAHRA ADELINA SIREGAR) Ramadhan Lubis; Satria Hutabarat; Putri Novia Ramayani Siregar; Muthia Fadilaturrizqi Lubis; Anisa Pratiwi
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6826

Abstract

Usia 10 tahun merupakan tahap perkembangan yang penting bagi anak sekolah dasar karena pada masa ini terjadi peningkatan pada aspek fisik, kognitif, psikomotorik, sosial, dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik perkembangan anak usia 10 tahun melalui studi kasus pada seorang anak bernama Zahra Adelina Siregar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara orang tua dan dokumentasi perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zahra memiliki perkembangan fisik yang proporsional dan aktif, perkembangan kognitif yang sesuai dengan tahap operasional konkret menurut Piaget, motorik kasar yang berkembang sangat baik, serta kemampuan sosial yang positif ditandai dengan kemudahan berinteraksi dan bekerja sama. Pada aspek emosional, Zahra mampu mengekspresikan dan mengelola emosinya dengan cukup stabil meskipun sesekali masih membutuhkan pendampingan. Secara keseluruhan, perkembangan Zahra berada pada kategori baik dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia sekolah dasar.
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK ANAK SEKOLAH DASAR MASA USIA 9 TAHUN Sania Mar’i Adnanda Harahap; Asmar Sholeh; Ikhrawati Suryani; Farrah Adli Shakila; Ramadhan Lubis
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6833

Abstract

Usia 9 tahun merupakan fase penting dalam perkembangan anak sekolah dasar karena pada tahap ini berbagai aspek perkembangan mulai menunjukkan kemajuan yang lebih terarah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan anak usia 9 tahun berdasarkan aspek fisik, kognitif, psikomotorik, sosial, dan emosional. Landasan teori merujuk pada Piaget, Erikson, Papalia, Santrock, dan Desmita. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara orang tua dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan anak berada dalam kategori sesuai tahap usia, ditandai dengan pertumbuhan fisik yang stabil, kemampuan berpikir konkret, koordinasi motorik yang cukup baik, keterampilan sosial yang mulai matang, serta kemampuan mengelola emosi yang mulai berkembang dengan bimbingan.
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK ANAK SEKOLAH DASAR MASA USIA 8 TAHUN Ramadhan Lubis; Taufik Hidayat Siregar; Sri Rahmawati. P; Cahaya Indra; Dwi Haryati
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6844

Abstract

Perkembangan peserta didik pada usia 8 tahun (kelas 2 sekolah dasar) merupakan fase penting dalam membentuk kemampuan kognitif, sosial-emosional, bahasa, moral, dan motorik. Pada masa ini, anak berada dalam tahap operasional konkret menurut Piaget, di mana kemampuan berpikir logis mulai berkembang, namun masih berfokus pada hal-hal yang nyata.  Artikel ini membahas karakteristik perkembangan peserta didik usia 8 tahun dengan menyoroti aspek fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan moral. Kajian teori disusun berdasarkan pandangan beberapa ahli seperti Piaget, Erikson, Gesell, dan Hurlock. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif bagi pendidik agar mampu menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan perkembangan anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemahaman karakteristik perkembangan siswa pada usia ini sangat menentukan efektivitas proses pembelajaran serta pembentukan sikap positif terhadap sekolah.
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK ANAK SEKOLAH DASAR USIA 11 TAHUN (STUDI KASUS: ATSILA NAURA ADZKIA) Ramadhan Lubis; Ihdatul Wardah Caniago; Ardila Salisa Adristi; Nurul Fadhila Tarigan; Rahma Alia
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik perkembangan peserta didik anak sekolah dasar usia 11 tahun melalui studi kasus pada seorang siswi bernama Atsila Naura Adzkia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan fisik Atsila berada pada kategori baik ditandai dengan proporsi tubuh yang ideal, stamina kuat, dan koordinasi gerak yang matang. Pada aspek kognitif, anak telah mampu berpikir logis sesuai tahap operasional konkret dengan kekuatan pada pemahaman berbasis media visual. Perkembangan psikomotorik juga berada pada kategori sangat baik, tercermin dari motorik kasar yang aktif dan motorik halus yang berkembang stabil. Dari segi sosial, anak menunjukkan kemampuan beradaptasi, bekerja sama, serta empati yang kuat terhadap teman sebaya. Sementara itu, perkembangan emosional tergolong stabil, karena anak mampu mengekspresikan emosi secara terbuka dan kembali tenang setelah mendapat arahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkembangan peserta didik usia 11 tahun pada kasus ini berjalan optimal dan harmonis pada seluruh aspek, sehingga dukungan stimulasi lingkungan keluarga dan sekolah serta penerapan metode pembelajaran sesuai gaya belajar sangat diperlukan untuk mengoptimalkan perkembangan anak.
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN ANAK USIA SEKOLAH TK 5 TAHUN Ramadhan Lubis; Suci Pitri Yana; Dea Azka Nadira Pohan; Amanda Malika Nasution; Wayana Anisa Damanik
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6960

Abstract

Masa anak usia dini (0–5 tahun) merupakan periode emas (golden age) yang menentukan arah perkembangan anak di masa depan. Pada tahap ini, anak mengalami pertumbuhan pesat dalam aspek fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan moral. Setiap aspek saling berhubungan dan memerlukan stimulasi yang tepat dari keluarga maupun sekolah. Pendidikan di Taman Kanak-kanak (TK) berperan penting dalam memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangan anak. Pemahaman tentang karakteristik perkembangan anak usia 0–5 tahun membantu pendidik serta orang tua mendukung pertumbuhan anak secara optimal melalui kegiatan bermain edukatif dan interaksi positif. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan ciri utama perkembangan anak TK serta implikasinya bagi pendidikan anak usia dini yang holistik.
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 1 USIA 6 TAHUN Ramadhan Lubis; Heppy Ariani Harahap; Siti Halisya Parapat; Rili Ritami Sipahutar; Azwar Siregar
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i3.6963

Abstract

Perkembangan peserta didik usia 6 tahun merupakan tahap awal yang memiliki peranan penting dalam proses pendidikan di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik perkembangan anak pada aspek fisik, kognitif-intelektual, sosial-emosional, dan moral-spiritual, serta mengkaji perubahan yang terjadi pada karakteristik tersebut selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi langsung terhadap subjek penelitian dan orang tua. Hasil pembahasan menunjukkan adanya perubahan pada karakteristik perkembangan anak, khususnya pada aspek kognitif-intelektual dan sosial-emosional, yang ditandai dengan meningkatnya kemandirian, kemampuan berinteraksi sosial, serta pemahaman terhadap nilai-nilai moral sederhana. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh dukungan lingkungan keluarga dan penerapan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.
Development of an integrated comic and challenge card game for promoting honesty as a character value among junior high school students Rebeca Yamani; Ramadhan Lubis
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 12 No 2 (2025): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/81btyw45

Abstract

This study aims to test the development of Challenge Card Game-Based Comic Media as a guidance and counseling service medium to instill honesty values in seventh grade students. This research is motivated by the low level of honest behavior of students and the suboptimal use of interactive media in guidance and counseling services. The study used the Research and Development (R&D) method with the 4D development model (Define, Design, Develop, and Disseminate), which is limited to the Develop stage. The research subjects were 8 students of grade VII-3 of Muhammadiyah 7 Medan Junior High School. Data were collected through interviews and questionnaires that included needs analysis, expert validation, and questionnaire responses from guidance and counseling teachers and students. The results showed that the media obtained validation from media experts and material experts of 100% each. The guidance and counseling teacher response obtained a percentage of 83.7% and student responses 97.1%, which indicates a very feasible category. Thus, Challenge Card Game-Based Comic Media is feasible, interesting, and easy to use as a guidance and counseling service medium to help students understand and apply the value of honesty in everyday life
Co-Authors Abrar Azizi Aisyah Alya Alda Putriana Alfiani Maulida Amanda Malika Nasution Amelia Rika Fadillah Anisa Pratiwi Apuannisa Hasibuan Ardila Salisa Adristi Army Fahita Harahap Asmar Sholeh Aulia Rahmadani Aulia Rahman Azizatul Habibah Azmi Oktari Harahap Azwar Siregar Bahuddin Rozi Lubis Buti Sarma Cahaya Indra Dalila Sari Nasution Dea Azka Nadira Pohan Defi Antika Desi Astira Dhafiyah Azzahra Dwi Haryati Dwi Retno Anjani Eka Yusnaldi Ersa Nabilla Sufi Fadillah Fadillah Faiz Maulana Fannya Dwi Martani Wijaya Farrah Adli Shakila Fauziah Amelia Siregar Ghina Tsuraya Aqila Heppy Ariani Harahap Ihdatul Wardah Caniago Ikhrawati Suryani Izhar Isna Karimah Jihan Afifah Jihan Ramadhani Faizera Khairunnisa Khairunnisa Laila Khairani Nasution Lailatun Nur Kamalia Siregar Latifah Zahara Linda Damayanti M. Fahri Maaulida Afriani Nasution Masriana Masriana Maya Salsabila Mozaiva Piandra Muhammad Fikri Rahmadiansyah Muthia Fadilaturrizqi Lubis Nabila Putri Pratama Nabila Suhaila Lubis Nadia Ivanka Nadya Azmi Lianka Naila Dewi Naila Sa’adah Najmi Munawiroh Dalimunthe NUR HASANAH Nurhayani Nurhayani Nurmaulida Putri Sitorus Nurul Dinda Aulia Nurul Fadhila Tarigan Nurul Hasanah Putri Novia Ramayani Siregar Rahma Alia Rebeca Yamani Rili Ritami Sipahutar Risma Handayani Salwa Ramadani Dongoran Sania Mar’i Adnanda Harahap Sarah Pebriyanti Satria Hutabarat Shafa Azzahra Nurzal Siti Aisiyah Rahman Siti Halisya Parapat Siti Lailatul Badriah Sopia Barira Sri Rahmawati. P Suci Pitri Yana Syahidah Awaliah Bintang Syalsa Dwi Aprina Syaria Nailah Irawan Taufik Hidayat Siregar Tengku Muhammad Alfi Syahrin Trisna Pratiwi Hasibuan Via Ivanka Br Sitepu Wayana Anisa Damanik Weni Listini Marbun Winda Amelia Putri Wulan Hijriayani Yunizar Ritonga Yusra Salsabila Zhafira nur’ulya Alsa