Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH APLIKASI HERBISIDA SISTEMIK BERBAHAN AKTIF GLIFOSAT TERHADAP TINGKAT KEMATIAN GULMA DAN TOTAL MIKROORGANISME TANAH Guntoro Guntoro; Sakiah Sakiah; Raju Setiawan Damanik
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v5i1.1736

Abstract

Pengendalian gulma pada lahan yang cukup luas biasanya dilakukan menggunakan herbisida kimiawi yaitu seperti herbisida sistemik sehingga gulma lebih cepat diatasi. Herbisida kimia memiliki bahan aktif yang dapat mempermudah dan mempercepat proses kematian gulma.. Bahan aktif yang terkandung di dalam herbisida dapat teresidu di tanah, sehingga tidak hanya bersifat toksin pada gulma tetapi juga dapat mempengaruhi aktivitas biota tanah. Penelitian ini di lakukan di lahan praktek mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP). Pene;itian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis yang tepat dalam penggunaan herbisida glifosat untuk mengendalikan gulma dan mengetahui dampajnya terhadap mikroorganisme tanah.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non faktorial dengan lima taraf dan tiga ulangan sehingga diperoleh  15 satuan penelitian. Menggunakan 5 perlakuan yaitu : tanpa perlakuan (P0),glifosat 5 ml/ L dengan frekuensi 2 minggu(P1), glifosat 5 ml/ L dengan frekuensi 1 minggu(P2), glifosat 10 ml/ L dengan frekuensi 2 minggu (P3),glifosat 10 ml/ L dengan frekuensi 1 minggu (P4). Gulma terbanyak pada plot penelitian adalah sambung rambat (Micania micrata) sebanyak 269 gulma, dan gulma paling sedikit adalah patikan kebo (Eurphorbiata) dan putri malu (Mimosa pudica) yang masing-masing berjumlah 4 gulma. Mortalitas tertinggi pada 1 minggu setelah aplikasi (MSA) terjadi perlakuan P1 dengan persentase 96 % dan mortalitas terendah terdapat di perlakuan P4 dengan persentase 91,3 %.Aplikasi herbisida sistemik berbahan aktif glifosat berpengaruh tidak nyata terhadap total mikroba tanah antar perlakuan. 
Pengaruh Ketinggian Fruit-Trap pada Pengendalian Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) di Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Makhrani Sari Ginting; Eka Bobby Febrianto; Guntoro Ari Pratama
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i1.5550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketinggian perangkap buah (Fruit-Trap) dengan menggunakan buah nenas terhadap jumlah tangkapan hama Oryctes rhinoceros. Penelitian dilaksanakan di PTPN II Kebun Bandar Klippa yang berlokasi di Kec. Batang Kuis Kab. Deli Serdang pada bulan Mei-Juni 2021. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ketinggian fruit trap yang berbeda menggunakan nanas terhadap hasil tangkapan hama kumbang tanduk pada areal Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) di Perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non faktorial dengan 5 taraf perkuan yaitu P1 (1.0 m), P2 (1.5m), P3 (2.0m), P4 (2.5m), dan P5 (3.0m). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian perangkap 1.5 m memberikan hasil tangkapan yang terbanyak, sedangkan hasil tangkapan terendah terjadi pada ketinggian perangkap 1.0 m dan 3.0 m
Pengaruh Aplikasi Stimulan Terhadap Hasil Produksi Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell.Arg) Di PT. Socfin Kebun Tanah Besih Ingrid Ovie Yosephine; Guntoro Guntoro
Agrium Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v16i2.1936

Abstract

Stimulants are a substance used to stimulate the rubber plant to remove more latex than usual. Giving stimulant is usually done on plants aged over 6 years and on slow stater clones such as PB217 stimulant application done in the morning and a sunny day (not rain). Applied to the tapping grooves with lace application technique that is by lubricating the stimulant solution on the tapping groove without pulling scrapnya, in this study water-soluble stimulant or 1 liter of stimulant mixed by 3 liters of water to form a concentration of 2.5% stimulant used Ethrel PA 10. The research was conducted in Afdelling I Kebun Tanah Besih PT. Socfin. The time of this study was conducted in July until August 2017. The results showed that in giving stimulant can increase the production of latex, and lump, it's just DRC decreased dikolakan stimulant solution used has stimulated rubber tree to absorb water more than usual so that greater amount of water than its latex content. Keywords: Lubrication Time, Dose, and Tapping System 
EE (Eco Enzyme)" Sampah Berkah Uang Bertambah Bagi Ibu Rumah Tangga Delyana Pulungan; Tiffany Zia Aznur; Dina Arfianti Saragih; Ika Ucha Pradifta; Guntoro; Nurliana; Rini Astuti; M Firza Alpi; Isna Ardila; Irma Christiana; Hastina Febriaty; Hasrudy Tanjung
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2022): Juni
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v3i2.703

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tanjung Sari Batang Kuis selama 1 hari dengan mitra ibu rumah tangga dengan pendekatan edukasi dan sosialisasi serta praktek langsung pembuatan eco enzyme. Hasil diskusi awal mengungkapkan bahwa mitra belum mengetahui tentang alternatif pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi produk eco-enzyme yang murah, mudah dan aman. Ternyata mereka sangat tertarik dan antusias untuk mempraktekkan langsung di lokasi pengabdian dan akan melanjutkannya di rumah masing-masing. Hasil akhir dari kegiatan ini diketahui bahwa semua mitra akan mencoba membuat eco enzyme di rumahnya masing-masing dan antusias untuk mencoba manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat lainnya adalah mitra mengetahui bahwa pengolahan sampah organik rumah tangga dapat dimulai dari rumah dan membantu pemerintah mengurangi penumpukan sampah serta membantu menciptakan lingkungan yang bersih dan aman di Desa Tanjung Sari, Batang Kuis
UJI EFEKTIVITAS PERASAN SARI DEDAUNAN MANGGA (MANGIFERA INDICA L. VAR. ARUMANIS) SEBAGAI HERBISIDA NABATI PADA PENGARUH TINGKAT KEMATIAN GULMA TEKI (CYPERUS ROTUNDUS L.) Guntoro Guntoro; Abu Yazid; Adinda Thalia
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.9838

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Keberadaan gulma khususnya Teki (Cyperus rotundus L.) pada perkebunan kelapa sawit memberikan dampak kurang baik bagi tanaman menghasilkan seperti kelapa sawit karena terjadinya persaingan hara antara gulma teki dan tanaman kelapa sawit. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Institut Teknologi Sawit Indonesia di Medan. Bahan dan Metode: Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah etanol 96%, dedaunan mangga (Mangifera indica L.), rimpang gulma teki (Cyperus rotundus L.), tanah yang diayak, polibag berukuran 10 cm x 15 cm, dan aquades. Pada riset ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan Taraf Perlakuan B0= 0%, B1= 10%, B2= 20%, B3= 30%, B4= 40% yang diulang sebanyak 5 kali, dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) dengan kadar 5%. Data kematian gulma menggunakan data kategorikal dengan skor 0,1,2,3, dan 4 dengan Metode Analisis Kruskall Wallis. Pengamatan pertumbuhan gulma pinang (Cyperus rotundus L.) dilakukan selama 21 hari setelah aplikasi perasan sari dedaunan mangga (Mangifera indica L.) dengan interval waktu 7, 14, 21 hari setelah aplikasi. Parameter yang diamati adalah: tinggi gulma (cm), panjang akar (cm), tingkat kematian gulma. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas perasan sari dedaunan mangga (Mangifera indica L. Var. Arumanis) sebagai herbisida nabati sangat signifikan dalam menekan angka kematian gulma rumput teki (Cyperus rotundus L.) dengan konsentrasi 10% pada 21 hari setelah aplikasi (HSA).
LAJU INFEKSI PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG (BPB) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT DI DIVISI I KEBUN BANGUN BANDAR PT SOCFINDO Nurliana Nurliana; Makhrani Sari Ginting; Guntoro Guntoro; Rio Ardiansyah Fenni
Jurnal Agro Estate Vol 6 No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v6i2.266

Abstract

Penyakit busuk pangkal batang masih menjadi penyakit yang sangat penting pada Perkebunan Kelapa Sawit yang menyebabkan turunnya produksi mencapai 80%. Sebaran penyakit yang busuk pangkal kelapa sawit yang disebabkan Ganoderma dengan melakukan pengamatan setiap tahunnya yang dimulai sejak tahun 1984 di PT Socfindo. Tujuan penelitian adalah untuk memberi deskripsi kuantitatif busuk pangkal batang yang terjadi di Divisi I Kebun Bangun Bandar PT Socfindo pada Blok 66 tahun tanam 1972 generasi kedua. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder dari data pengamatan serangan Ganoderma dari Socfindo Seed Production and Laboratories (SSPL) tahun 2022 PT Socfindo. Hasil dari analisis data menunjukkan Persentase Luas Lahan Terserang sebesar 82,35%, Insidensi Penyakit terjadi 13 tahun setelah tanam dan kejadian penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit yang ditanam pada tanah yang terinfeksi Ganoderma pada umur 5-6 tahun setelah tanam sedangkan serangan tertinggi pada umur 6-7 tahun setelah terserang.
PEMANFAATAN LIMBAH DAPUR (SAYURAN) UNTUK PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DESA SAMPALI KEC. PERCUT SEI TUAN Dina Arfianti Saragih; Delyana R. Pulungan; Ingrid Ovie Yosephine; Guntoro Guntoro; Sri Murti Tarigan; Ritna Wahyuni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16152

Abstract

Limbah dapur menjadi salah satu permasalahan sampah yang saat ini dihadapi oleh masyarakat langsung dari sumbernya yang berdampak pada pencemaran lingkungan dan berpotensi pada timbulnya masalah kesehatan pada masyarakat Desa Sampali Percut Sei Tuan. Masyarakat Desa Sampali Percut Sei Tuan masih mengelola sampah secara konvensional, rumah tangga menunggu petugas sampah untuk datang mengutip sampah mereka. Maka dibutuhkan strategi efektif melalui daur ulang sampah sayur yang sering cepat membusuk dengan menjadikannya sebagai kompos. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan metode 1) penyuluhan dan demo langsung 2) diskusi tanya jawab langsung dengan masyarakat. Masyarakat terlibat langsung dalam pengumpulan bahan kompos hingga proses pembuatan menjadi kompos, sehingga masyarakat langsung menerima edukasi dan praktek pembuatannya. Kegiatan berjalan dengan lancar dan masyarakat Desa Percut Sei Tuan sangat senang. Harapan mereka adalah kegiatan ini akan berlanjut dalam bentuk pendampingan pemberdayaan masyarakat produktif dalam kegiatan daur ulang sampah khususnya untuk membantu pemerintah Desa dalam pengelolaan sampah.
Pemanfaatan Gulma Berdaun Lebar sebagai Bahan Baku Kompos Pelet dan Kompos Curah dengan Durasi Pengomposan yang Berbeda Ahmad Dhairobi; Sakiah Sakiah; Guntoro Guntoro
Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 1 No. 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.011 KB) | DOI: 10.56211/tabela.v1i1.94

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan yang hadirnya tidak dikehendaki, sifatnya mengganggu dan merugikan tanaman utama. Melalui perlakuan tertentu, gulma dapat diolah menjadi pupuk organik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui mutu kompos curah dan kompos pelet dari gulma berdaun lebar dengan penambahan limbah pabrik kelapa sawit dengan durasi pengomposan yang berbeda. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor 1 yaitu durasi waktu pengomposan (5 minggu dan 10 minggu), faktor 2 yaitu pemberian limbah pabrik kelapa sawit terdiri atas 4 taraf (tanpa pemberian limbah pabrik kelapa sawit; LCPKS 50 ml + solid decanter 50 gr; LCPKS 50 ml + solid decanter 75 gr; LCPKS 50 ml + solid decanter 100 gr) dengan masing-masing 4 replikasi. Kompos yang dihasilkan diuji kadar C-organik, rasio C/N, N, P, K, Fe,Mn dan Zn. Data dianalisis menggunakan ANOVA, jika F hitung > F tabel dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil. Rataan hasil pengamatan dibandingkan juga dengan Standar Mutu Pupuk Organik berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No 70 Tahun 2011. Dari penelitian ini dihasilkan kompos curah dan pelet yang memenuhi standar C-organik, kadar hara N+P2O5+K2O, namun hanya kompos curah A dan kompos pelet E yang memenuhi standar rasio C/N berdasarkan Permentan no 70 tahun 2011. Mutu kompos terbaik yaitu kompos curah A dengan karakteristik C-organik 45,52%, rasio C/N 23,26, kadar hara N+P2O5+K2O 11,24%. Untuk memperoleh mutu kompos gulma berdaun lebar yang memenuhi standar mutu, durasi pengomposan disarankan berkisar 10 minggu.
LAJU INFEKSI PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG (BPB) PADA TANAMAN KELAPA SAWIT DI DIVISI I KEBUN BANGUN BANDAR PT SOCFINDO Nurliana; Makhrani Sari Ginting; Guntoro; Rio Ardiansyah Fenni
Agro Estate Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v6i2.106

Abstract

Penyakit busuk pangkal batang masih menjadi penyakit yang sangat penting pada Perkebunan Kelapa Sawit yang menyebabkan turunnya produksi mencapai 80%. Sebaran penyakit yang busuk pangkal kelapa sawit yang disebabkan Ganoderma dengan melakukan pengamatan setiap tahunnya yang dimulai sejak tahun 1984 di PT Socfindo. Tujuan penelitian adalah untuk memberi deskripsi kuantitatif busuk pangkal batang yang terjadi di Divisi I Kebun Bangun Bandar PT Socfindo pada Blok 66 tahun tanam 1972 generasi kedua. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder dari data pengamatan serangan Ganoderma dari Socfindo Seed Production and Laboratories (SSPL) tahun 2022 PT Socfindo. Hasil dari analisis data menunjukkan Persentase Luas Lahan Terserang sebesar 82,35%, Insidensi Penyakit terjadi 13 tahun setelah tanam dan kejadian penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit yang ditanam pada tanah yang terinfeksi Ganoderma pada umur 5-6 tahun setelah tanam sedangkan serangan tertinggi pada umur 6-7 tahun setelah terserang.
Diversity Weeds on Plantation Coconut Palm (Elaeis Guineensis Jacq) in Institute Technology Palm Indonesia Muhammad iqbal; Resty Fadhillah; Iqbal Bukhori; Ferdy Ikhwan; Poppy Fitria; Kurnainy Tohir; Habib Handoko; Guntoro Guntoro; Makhrani Sari; Maisarah Maisarah; Ingrid Ovie
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 3 No. 2 (2024): July-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v3i2.1067

Abstract

Weeds are annoying plants that can harm the main crop, weeds can grow quickly without being desired and also become obstacles to other activity mechanisms on the same land. The research was carried out in the practical garden of the Indonesian Palm Oil Technology Institute (ITSI), namely the Plantation campus, which has supporting facilities in the form of Oil palm plantation with an area of 6 hectares, this oil palm plantation (Elaeis guineensis Jacq.) has diverse plant vegetation with a height of 25 meters above sea level. This research focuses on exploring weed diversity in oil palm plantations at the Indonesian Palm Oil Technology Institute (Medan). By using field survey methods and vegetation analysis, the data is presented in qualitative descriptive form. This research reveals the types and distribution of weeds present, providing in-depth insight into the diversity of oil palm plantation ecosystems. The findings of this study show variations in weed vegetation and types that influence ecosystem balance. This research provides an important basis for further understanding of weed dynamics in oil palm plantations, creating a foundation for the development of more appropriate and sustainable management strategies.