Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Membangun Etika Pengelolaan Melalui Paradigma Baru Manajemen Pendidikan Islam Hosen, Hosen; Nasrullah, Nasrullah
Al-Abshar: Journal of Islamic Education Management Vol. 3 No. 2 (2024): December
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/al-abshar.v3i2.413

Abstract

This article explores the paradigm of management development in Islamic education, including its scope, application, core principles, and the importance of ethical foundations in sustainable educational leadership. The study delves into key aspects such as the conceptual framework of Islamic education management, the necessity of collaborative efforts, and the relevance of applying Islamic values in organizational governance. Within the spectrum of Islamic educational thought, management holds a central role as it is closely linked to the control and direction of social institutions. Foundational values such as equality, justice, and the fulfillment of rights and responsibilities serve as the ethical backbone of management practices. To construct a system that balances freedom and accountability, an in-depth understanding of the Islamic principle of equality is essential. In practice, these values must be dynamically interpreted and applied in response to environmental changes and societal developments. The study emphasizes a management model aimed at public welfare and grounded in strong ethical commitment. It also serves as a moral and spiritual reminder for Muslim leaders and managers to perform their duties in alignment with Islamic ethics. When applied in daily managerial practices, these principles enable individuals and institutions to achieve balanced success, contribute meaningfully to society, and remain faithful to the ethical calls of Islam. This study adopts a qualitative approach, with data gathered from various secondary sources such as articles, books, internet references, and other relevant literature. The data were then analyzed thematically to produce insights aligned with the research objectives.
Pendampingan Pemahaman Kitab Kuning Adab Al-‘Alim Wa Al-Muta’allim Terhadap Akhlak Belajar Santri Hosen; Busri; Mas'odi
Al-Ridha: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): September
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/al-ridha.v2i2.374

Abstract

Akhlak mulia merupakan salah satu unsur pokok dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa memandang status sosial, akhlak mulia harus senantiasa dijunjung tinggi dalam peran sebagai individu, anggota keluarga, anggota masyarakat, dan sebagai bangsa. Membangun akhlak merupakan tugas utama yang harus diemban oleh para pendidik kepada peserta didiknya. Pembinaan merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan, khususnya dalam proses pembinaan akhlak peserta didik. Pendidikan akhlak bertujuan untuk menciptakan lingkungan dan keadaan yang dapat menggugah dan menggerakkan jiwa serta hati peserta didik untuk berperilaku beradab atau berperilaku baik sesuai dengan harapan lembaga pendidikan. Mengingat masih banyaknya keluarga peserta didik di era modern ini yang berperilaku negatif, maka salah satu lembaga yang tetap teguh dan berperan aktif dalam memajukan pendidikan akhlak adalah pesantren. Pembinaan pendidikan akhlak bagi peserta didik tidak hanya dilakukan dengan cara membalikkan telapak tangan untuk mewujudkannya, tetapi juga memerlukan proses yang panjang. Pesantren telah menunjukkan konsistensinya melalui berbagai kegiatan rutin, seperti kajian agama dan penyelenggaraan kegiatan ubudiyah. Salah satu kegiatan yang masih lestari dan masih mengakar dalam tradisi adalah pembelajaran kitab kuning. Pendekatan bandongan dalam mengajarkan kitab kuning masih terus berlanjut dan masih dianut oleh masyarakat hingga saat ini. Salah satu kitab kuning yang dikaji dipesantren adalah Kitab Adab Al-‘Alim Wa Al- Muta’allim. Kitab ini merupakan salah satu kitab kajian mengkaji perilaku manusia dalam kehidupan didunia. Diharapkan melalui pendampingan dengan pengkajian kitab ini terbentuk akhlak santri dan menjadi pribadi pada diri santri benar-benar terwujud.
ANALISIS HISTORIS PERBEDAAN PADANGAN KAUM MUTAFAQQIH TERHADAP KAUM SUFI TENTANG FIQIH DAN AGAMA Febrian, Hosen; mukit, abdul; hidayat, taufik
Al-Muttaqin : Jurnal Studi, Sosial, dan Ekonomi Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mmojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/almuttaqin.v4i1.96

Abstract

Salah satu masalah yang terjadi dalam peradaban Islam adalah adanya pertentangan dan perdebatan antar sesama muslim. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan sebuah persepsi antara kaum sufi yang pandangannya bersifat bathiniyah dan kaum mutafaqqih yang sifatnya lahiriah. Namun, perbedaan prinsip antara kedunaya kaum mutafaqqih dan kaum sufi dalam tataran sebuah empirik saja. Karena pada kenyataannya bahwa fikih bercorak simbolistik, legalistik, eksoterik dan formalistik sehingga cenderung melihat sebuah tindakan dari syarat dan rukun, syah dan tidak syahnya. Pada penelitian ini hanya akan mengkaji tentang perbedaan pandangan kaum mutafaqqih terhadap kaum sufi dalam masalah fiqih dan agama dilihat secara historisnya. Dalam penelitian ini menghasilkan kesimpulan, bahwa diantara penyebab tidak sejalannya antara kaum sufi dan kaum mutafaqqih tentang fiqih dan agama adalah adanya ketidak sepahaman antara keduanya. Perbedaannya ada dalam aspek lahiriyah dan batiniyah, jika kaum mutafaqqih fokus pada pengamalan syari’at, sedangkan kaum sufi fokus dengan sisi kebatinan agar terus mengingat Allah SWT dan merasakan kenikmatan bersamanya. Sejak awal sejarah, tasawuf tidak menaruh toleransi terhadap kaum sufi dan ajarannya. Kaum mutafaqqih menuduh kaum sufi menolak ibadah formal atau aspek ritual Islam sedangkan Kaum mutafaqqih menuduh kaum sufi hanya mengurusi perkembangan batin sehingga dituduh mengabaikan hukum-hukum syariat yang lahiriah
Considering the Polemics of between Tasawuf and Fiqh: Analysis of the Thoughts of Sheikh Abu Nasr Al-Sarraj Al-Thusi in Kitab Al-Luma' Hosen, Hosen; Mukit, Abdul; Kamiluddin, Kamiluddin
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 6 No 1 (2022): AnCoMS, APRIL 2022
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v6i1.363

Abstract

One of the problems that occur in Islamic civilization is the existence of conflicts and debates between fellow Muslims. In the process of developing the religion of Islam, people should first examine the various controversies that have occurred throughout Islamic civilization. One of the controversies that occur among the Muslims is the controversy between the Sufis and the mutafaqqih regarding fiqh. This is due to differences in perception between the Sufis whose views are spiritual and the mutafaqqih who are outward in nature. In analyzing the data of this study, the author uses two theories, the theory of A.J. Arberry and the second is following the theory of Annemarie Schimmel. This study concludes that the opinion of Sheikh Abu Nasr Sarraj regarding the controversy of the Sufis against the mutafaqqih regarding fiqh and religion is so partial to justifying the Sufis. Because Al-Luma' was written by him as an arbiter of the conflict between the Sufis and the mutafaqqih in the past few centuries, especially about the untrue accusations made by the mutafaqqih. So, Sheikh Abu Nasr AL-SARRAJ has tried to mediate the conflict between the two groups through the book Al-Luma'
Values Of Religious-Multiculturalism Education In The Qatar 2022 World Cup Football Event Sholehuddin, Moh; Hosen, Hosen; Mukit, Abdul; Gafur, Abdul
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5069

Abstract

In various aspects of life, such as the gentle power of Qatar in publishing Islamic values to the international world in the form of religious values and multiculturalism. Qatar 2022 World Cup is one of the most different hosts of all time. Qatar's attitude shows that Islam is a religion that calls for good things for humans. This study uses a qualitative method with a library research and journal approach related to Religious-Multiculturalism Values in the 2022 Qatar World Cup Football Event. This research shows that Islam is not a religion that does not respect human differences, it also shows that Islam is an exclusive teaching. which is intended for followers who were born to Muslim parents, but Islam can also be learned and known by non-Muslims.
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM: TELAAH GAGASAN SOEKARNO DAN PEMIKIRANNYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI ERA MODERN HOSEN
JURNAL KEISLAMAN TERATEKS Vol 10 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : STAI MIFTAHUL ULUM TARATE PANDIAN SUMENEP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam modern merujuk pada pendekatan pendidikan agama Islam yang diselaraskan dengan nilai-nilai dan tuntutan zaman. Pendidikan Islam modern menggabungkan prinsip-prinsip agama Islam dengan metode-metode pendidikan terkini, teknologi informasi, dan tuntutan perkembangan sosial, ekonomi, dan budaya. Dalam perspektif Soekarno, pendidikan Islam mensyaratkan sistem yang inklusif, bukan eksklusif, yang mendorong dialog budaya yang selaras dengan aspirasi dan tuntutan masyarakat. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan perspektif kualitatif. Penelitian yang digunakan meliputi pelaksanaan telaah pustaka. Dokumenter digunakan dalam metode pengumpulan data. Analisis data meliputi penggunaan analisis data deskriptif dan teknik analisis isi. Validitas data bergantung pada triangulasi sumber. Dalam kajian ini, disimpulkan bahwa pandangan Soekarno tentang pendidikan Islam berlandaskan pada dua pilar utama: landasan epistemologis dan landasan sosiologis. Soekarno meyakini bahwa pendidikan Islam berfungsi sebagai sistem inklusif yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pendidikan Islam berupaya membina hati dan pikiran dengan prinsip-prinsip keimanan dan ketaqwaan sebagai aspek utama pengembangan pribadi dalam pola pikir kultural yang berakar pada spiritual. Pendidikan Islam berkepentingan pada peran penting dalam membentuk norma-norma sosial, karena pendidikan Islam berfungsi sebagai katalisator perubahan positif dalam masyarakat muslim saat ini.