Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Strategi Dakwah Ust.Felix Siau Melalui Platform Media Youtube Di Era Society 5.0 Mutmainna, Mutmainna; Tasruddin , Ramsiah
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v6i1.276

Abstract

Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana strategi dakwah Ustd. Felix Siauw dengan menggunakan platform media Youtube di era Society 5,0. Fokus penelitian ini adalah Dakwah pada media Youtube . Pokok masalah tersebut dibagi ke dalam dua sub masalah yaitu: 1) Bagaimana strategi dakwah ustd felix Siau melalui media youtube di era Society 5,0?. 2.) Bagaimana Contoh kasus dakwah yang diangkat dalam platform media youtube ustd Felix Siauw?. Jenis penelitian yang digunakan ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan dakwah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Strategi Dakwah Ustadz Felix Siau Melalui Platform Media Youtube: a.) Asas Filosofis yang berkaitan dengan Asas Filosofis adalah dengan membahas materi dakwah yang berjudul “Mengapa Islam”. Dalam strategi dakwah tersebut proses atau aktivitas Filosofis dakwah Islam dibangun di atas konsep Tauhidullah. Dari konsep ini dibangun epistemologi, aksiologi keilmuan dakwah dengan mengacu pada hukum-hukum berpikir dari ayat-ayat Al-Quran. b.) Asas kemampuan dan keahlian da’i (Achievment and professionalis): Kemampuan dan keahlian yang dimiliki oleh Ust Felix siauw dalam berdakwah melalui platform youtube diera society 5.0 adalah dengan melihat banyaknya pengikut akun youtube ustd Felix Siauw per hari ini tanggal 1 November 2024 yaitu memiliki 1.69 M subscribers dengan jumlah video yang telah di unggah sebanyak 729 video. c.) Asas aktivitas dan efisien: Ustdz Felix siau memanfaatkan platform youtube di era society 5.0 sebagai strategi didalam menyampaikan dakwahnya agar aktifitas dakwahnya efisien yaitu dengan membuat beberapa konten video diantaranya: Short Video, Live Video, Podcast, Playlist dan Community. 2. Contoh kasus dakwah yang diangkat dalam platform media youtube ustd Felix Siauw: Video yang telah diunggah oleh Ustadz Felix Siauw pada 5 Februari, 2024 dengan judul “Boikot Bukan Solusi” telah ditonton sebanyak 14,632 kali dan disukai sebanyak 1,2 ribu kali, dengan durasi 10 menit, 34 detik. Merupakan video singkat yang sekilas membahas tentang Boikot itu bukan Solusi, tetapi boikot itu adalah persatuan. Dengan melakukan Tindakan boikot, maka secara tidak langsung itu bisa menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan kita sebagai ummat islam untuk saudara-saudara kita yang sedang memperjuangkan Baitul Maqdis di Palestina. Implikasi penelitian ini adalah diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Pemerintah perlu menciptakan kebijakan yang mendukung pengembangan teknologi digital dan memastikan bahwa teknologi tersebut digunakan untuk kepentingan masyarakat secara luas. Agar terhindar dari faham faham menyesatkan yang berkembang di dalam masyarakat, yang notabenenya biasanya bersumber dari dakwah pada media itu sendiri.
Teknologi Komunikasi: Komunikasi Massa dan Globalisasi Nurwahyu Azizah. AR; Ramsiah Tasruddin; Nirwan Wahyudi AR
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i1.1388

Abstract

Teknologi komunikasi telah mengubah cara masyarakat mengakses, menyebarkan, dan memahami informasi melalui media digital yang bersifat cepat, interaktif, dan melampaui batas geografis. Media sosial, situs berita daring, dan aplikasi komunikasi menciptakan ruang baru untuk pertukaran informasi secara instan dan lintas budaya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi komunikasi terhadap komunikasi massa, dampak ketimpangan digital terhadap partisipasi global, serta tantangan yang dihadapi media tradisional dalam bersaing dengan platform digital. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun teknologi komunikasi membuka peluang besar untuk konektivitas global dan distribusi informasi yang lebih luas, tantangan seperti penyebaran misinformasi, ketimpangan akses teknologi, rendahnya literasi digital, dan penurunan kualitas berita tetap memerlukan perhatian serius serta kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem informasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Optimalisasi Pustakawan dalam Menumbuhkan Budaya Literasi Siswa Perpustakaan Sekolah Dasar di Kecamatan Manggala Kota Makassar Andriani M, Rizka; Mulyadi, Irvan; Tasruddin, Ramsiah
Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 5 No 1 (2025): Maktabatun: Jurnal Perpustakaan dan Informasi
Publisher : Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji optimalisasi peran pustakawan dalam menumbuhkan budaya literasi siswa sekolah dasar di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi kegiatan literasi di perpustakaan sekolah, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan budaya literasi, melalui berbagai kegiatan seperti pembiasaan baca buku, penyediaan koleksi yang sesuai untuk menarik minat baca siswa, dan kolaborasi antara pustakawan dengan guru dalam mengintegrasikan literasi ke dalam kurikulum. Kompetensi pustakawan dalam manajemen koleksi, pengembangan program literasi, serta komunikasi dan kolaborasi pustakawan dengan guru menjadi faktor kunci keberhasilan literasi di sekolah dasar. Profesionalisme kerja pustakawan yang meliputi dedikasi, etika kerja, dan inovasi berperan signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung budaya literasi. Keterbatasan sumber daya, rendahnya kompetensi pustakawan dan minat baca siswa, kurangnya kolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam meningkatkan minat baca siswa merupakan tantangan dalam menumbuhkan budaya literasi siswa perpustakaan sekolah dasar di Kecamatan Manggala Kota Makassar.
Content Analysis of Da'wah Messages in Hadrah Art Verses (Case Study of Hadrah Art in Parado District, Bima Regency, West Nusa Tenggara Province) Ahmad Farid; Nur Hidayat Muh. Said; Ramsiah Tasruddin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol 15 No 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i2.2716

Abstract

This research discusses the message of da'wah in the Hadrah art poetry in Parado District, Bima Regency, West Nusa Tenggara Province (analysis of the contents of the da'wah message). This research is classified as qualitative research with a type of library research or library. Researchers try to collect data by analyzing several articles, journals or books related to the research theme. Data analyzed begins by collecting data and then reducing data, namely selecting, grouping and disposing of unnecessary data, then displaying data or data presentation, finally conducting data verification, and if there is incomplete data, it will be added. SWT., The command of faith in the angel of Allah, the command of faith in the books of Allah, and the command of faith in the Prophet and Apostle. Second, the Islamic message consists of: an order to maintain a relationship with Allah SWT., And the command to hold fast to the law. Third, moral messages consist of: Morals to Allah SWT., And morals to the Prophet.
Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure Pada Konten Dakwah Ustaz Abdullah Gymnastiar Di Media Sosial Instagram Ramdani , Fauziah; Tasruddin , Ramsiah; Zelfia, Zelfia
RESPON JURNAL ILMIAH MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/respon.v6i2.295

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan di era digital. Media sosial dengan berbagai jenisnya menyajikan berbagai akses informasi berisi pesan atau teks-teks dengan maknanya yang plural. Akses kemudahan dalam berkomunikasi tanpa adanya sekat ruang dan waktu bagi para penggunanya juga menjadi bagian yang menarik bagi pengguna media sosial Instagram. Penelitian ini membahas tentang konten dakwah ustaz Abdullah Gymanastiar dengan analisis pada teks-teks dakwah menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand De Saussure. Pertanyaan penelitian dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana isi konten dakwah Ustaz Abdullah Gymnastiar di Instagram. 2) Bagaimana analisis konten dakwah tersebut berdasarkan pendekatan semiotika Ferdinand De Saussure. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan studi pengumpulan data studi pustaka ( library research) baik berupa jurnal online maupun buku yang berkaitan dengan masalah penelitian. Observasi secara online juga dilakukan dengan mengidentifikasi isi konten dakwah yang dishare di platform media instagram ustaz Abdullah Gymnastiar. Hasil penelitian menunjukkan meliputi: (1) media sosial instagram yang digunakan Abdullah Gymnastiar yang berisi 7.910 konten dakwah diantaranya memuat pesan-pesan dakwah yang sarat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Seperti tentang hakekat kehidupan dunia dan hal-hal yang berkaitannya dikemas dalam bentuk konten dakwah baik berupa ayat , hadis maupun quote dari ustaz Abdullah Gymnastiar. (2) Analisis konten dakwah mengggunakan teori tentang tanda De Saussure menunjukkan bahwa disebut penanda atau signifier dalam konten dakwah Abdullah Gymnastiar merujuk pada diksi yang ditulis, warna dan gambar yang digunakan. Adapun Petanda atau signified merupakan konsep/makna yang terkandung dalam penanda tersebut yang bebas makna atau multi tafsir. (3) Konten dakwah tersebut menunjukkan bahwa penanda dan petanda memiliki hubungan makna yang logis dan kesepakatan sebuah tanda pada konten dakwah Abdullah Gymnstiar menunjukkan adanya prinsip sinkronik , dimana ada penyesuian unsur ruang dan waktu untuk mendapatkan makna yang kuat dan konten dakwah tersebut.
Optimalisasi Media Sosial untuk Dakwah Islam: Tantangan dan Strategi: Optimizing Social Media for Islamic Da'wah: Challenges and Strategies Ridwan, Ridwan; Ramsiah Tasruddin
AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Vol. 4 No. 1 (2025): AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36701/qiblah.v4i1.1969

Abstract

This study aims to identify the primary challenges faced by Islamic preachers in utilizing social media as a medium for da'wah and to analyze the strategies employed to effectively convey Islamic messages. A qualitative approach with a descriptive-analytical method was employed in this research. The findings reveal that social media offers vast opportunities to reach a broad audience without geographical constraints, yet it also presents challenges requiring creativity, knowledge, and high moral standards. To address these challenges, preachers must enhance digital literacy, communication skills, and leverage community support. The study recommends developing digital technology training for preachers and strengthening collaborative efforts within da'wah communities.
Content Analysis of Da'wah Messages in Hadrah Art Verses (Case Study of Hadrah Art in Parado District, Bima Regency, West Nusa Tenggara Province) Ahmad Farid; Nur Hidayat Muh. Said; Ramsiah Tasruddin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i2.2716

Abstract

This research discusses the message of da'wah in the Hadrah art poetry in Parado District, Bima Regency, West Nusa Tenggara Province (analysis of the contents of the da'wah message). This research is classified as qualitative research with a type of library research or library. Researchers try to collect data by analyzing several articles, journals or books related to the research theme. Data analyzed begins by collecting data and then reducing data, namely selecting, grouping and disposing of unnecessary data, then displaying data or data presentation, finally conducting data verification, and if there is incomplete data, it will be added. SWT., The command of faith in the angel of Allah, the command of faith in the books of Allah, and the command of faith in the Prophet and Apostle. Second, the Islamic message consists of: an order to maintain a relationship with Allah SWT., And the command to hold fast to the law. Third, moral messages consist of: Morals to Allah SWT., And morals to the Prophet.
LITERASI DIGITAL MASYARAKAT KABUPATEN JENEPONTO DI ERA MEDIA SOSIAL Ramsiah Tasruddin; Irnawati
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 7: Februari 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v18i7.704

Abstract

Kemudahan mengakses dan memproduksi informasi di dunia maya ini harus sejalan dengan kecakapan literasi digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana masyarakat di Kabupaten Jeneponto menggunakan  internet untuk mengakses informasi di media sosial dan melakukan interaksi di media sosial. Tehnik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian Adapun tehnik pengumpulan data adalah Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah masyarakat di kabupaten jeneponto telah banyak melakukan interaksi di media sosial hanya saja belum bijak terhadap penggunaan tekonologi informasi dan komunikasi yang tersedia tersebut. Teknologi media, khususnya media sosial di era digital mampu mengubah cara masyarakakt di jenepoto untuk belajar, bermain dan bermasyarakat di dunia nyata
Citra Mubalig Kodam XIV/Hasanuddin di Media Sosial saleh syahrir, muhammad; Muhammad Saleh Syahrir; Ramsiah Tasruddin; Rahmawati Haruna
Interaction: Jurnal Sosiologi Komunikasi Vol 1 No 1 (2025): Mendobrak batas: Memanfaatkan komunikasi dakwah modern untuk inovasi sosial
Publisher : Danudirja Setyabudi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64271/y08zpz79

Abstract

This research examines Mubalig Kodam XIV / Hasanuddin's distinctive social media branding strategy for da'wah communication. The research methodology involves a qualitative approach, with data collected from interviews with five key informants and content analysis of lectures uploaded to social media on Facebook, Instagram, and TikTok in 2024 by the XIV Hasanuddin regional commander's preachers. The study unearthed three significant findings. Firstly, the innovative use of platform-specific strategies is pivotal in optimizing engagement. Facebook serves as a platform for in-depth religious discussions. On the other hand, Instagram emphasizes visual storytelling with series such as "Hadith in Uniform," and TikTok effectively targets younger audiences with short videos like "Rapid Fiqh." Secondly, audience engagement is bolstered through strategic posting times, direct interaction, and personalized responses. The peak engagement period is during the evening (6–8 PM local time). Live question-and-answer sessions significantly reduce the number of absent viewers compared to pre-recorded content. Thirdly, the preachers' image combines religious authority with military values, projecting credibility and moral integrity. This hybrid identity is reinforced through uploads that feature community service, avoid divisive political commentary, and maintain a balance between institutional and religious messages. Through these strategies, Mubalig Kodam XIV/Hasanuddin demonstrates how social media can be an effective tool for modern da'wah, leveraging its potential to reach diverse audiences while maintaining theological authenticity. The study offers practical recommendations, such as developing training modules for specific platforms, better content vetting processes, and an "algorithmic ijtihad" framework for adapting religious messages to digital platforms. These recommendations provide actionable insights for improving social media engagement in religious contexts.
Implementasi Strategi Dakwah Karang Taruna dalam Mengurangi Kenakalan Remaja di Desa Mario Kecamatan Libureng Kabupaten Bone Andi Nurfatimah; Mahmuddin; Ramsiah Tasruddin
Interaction: Jurnal Sosiologi Komunikasi Vol 1 No 1 (2025): Mendobrak batas: Memanfaatkan komunikasi dakwah modern untuk inovasi sosial
Publisher : Danudirja Setyabudi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64271/216ptw92

Abstract

This study examines the da'wah strategy the Youth Organization (Karang Taruna) implemented to reduce juvenile delinquency in Mario Village, Libureng District, Bone Regency. Using a descriptive qualitative method with a phenomenological approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation from key informants, including Youth Organization leaders, religious figures, community leaders, and local teenagers. Findings reveal that Karang Taruna employs a sentimental da'wah strategy that focuses on emotional approaches through multiple program dimensions: (1) religious activities, including recitation, corpse bathing training, and establishing Islamic spiritual groups (Rohis); (2) educational interventions through juvenile delinquency seminars; (3) community engagement via charity activities; and (4) talent development through sports and arts programs. The research identifies three primary challenges: limited funding resources, management turnover, human resource constraints, and declining teenage enthusiasm due to technology distractions. The study demonstrates that while the sentimental da'wah approach shows promising results in reducing juvenile delinquency, its effectiveness could be enhanced through sustainable funding mechanisms, strengthened organizational capacity, and more engaging youth-centered activities that respond to contemporary interests. This research contributes to understanding religiously informed youth intervention strategies in rural contexts and provides practical recommendations for community-based approaches to juvenile delinquency.