Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Dampak Pernikahan Dini Di Tinjau Dari Segi Hukum Dan Kesehatan Di Desa Kalukutinggu Kec. Dolo Barat Kab. Sigi Provinsi Sulawesi Tengah: The Impact of Early Marriage from a Legal and Health Perspective In Kalukutinggu Village, Dolo Barat District, Sigi Regency, Central Sulawesi Province Maryam; Indri Iriani; Muhammad Asrum
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8356

Abstract

Pernikahan dini adalah akad nikah yang dilangsungkan pada usia dibawah kesesuaian aturan yang berlaku. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyebutkan bahwa perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pernikahan dini ditinjau dari segi hukum dan kesehatan di Desa Kaluku tinggu kecamatan Dolo Barat kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah Metode yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan coss-sectional, populasi adalah Seluruh Masyarakat Desa Kaluku Tinggu Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah, sampel sebanyak 30 responden, dilakukan di Desa Kaluku Tinggu Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besa kurang mengetahui sebanyak 23 responden (76.7%), hal ini didukung rata-rata ibu rumah tangga sebanyak 26 responden (86,7%), sisanya tidah tahu 2 responden (6,6%). Apabila ditinjau dari sisi kesehatan, pernikahan usia muda dapat menimbulkan resiko kematian jika fisik remaja perempuan yang belum siap untuk hamil dan melahirkan (UNICEF, 2005). Pernikahan usia dini juga bisa berpengaruh tidak baik terhadap kesehatan perempuan1. Belum matangnya organ reproduksi dan fisik remaja perempuan akan berpengaruh terhadap resiko mengandung. Hal ini dapat menimbulkan kemungkinan kecacatan pada anak, ibu meninggal saat melahirkan, dan resiko lainnya yang berbahaya ketika perkawinan usia dini terjadi. Kesimpulan penelitian ini adalah Sebagian besar masyarakat Desa Kaluku Tinggu Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah belum mengetahui serta memahami tentang Dampak hukum/aturan dan Dampak kesehatan akibat terhadap pernikahan Dini.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Diabetes Mellitus Di Desa Enu Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah: Health Education on Diabetes Mellitus in Enu Village, Sindue District, Donggala Regency, Central Sulawesi Province Indri Iriani; Rabiah; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8385

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Perubahan gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat menjadi faktor utama meningkatnya prevalensi DM, baik secara global maupun nasional. Edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan pencegahan DM di masyarakat. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Desa Enu, Kecamatan Sindue, dengan melibatkan 20 peserta dari berbagai kelompok usia. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa dan puskesmas, penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi, diskusi, serta pemeriksaan gula darah gratis. Materi meliputi pengertian, faktor risiko, gejala, komplikasi, dan pencegahan DM. Hasil: Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DM, kesadaran pentingnya pola hidup sehat, dan motivasi untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala. Beberapa peserta yang terdeteksi memiliki kadar gula darah tinggi diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan. Partisipasi aktif terlihat dari antusiasme pada sesi tanya jawab, dan mayoritas peserta menyatakan puas terhadap kegiatan. Kesimpulan: Penyuluhan interaktif tentang DM di Desa Enu efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan motivasi masyarakat untuk mencegah dan mengelola DM. Rekomendasi meliputi pelaksanaan program serupa secara berkala, pelibatan kader kesehatan, dan pendampingan bagi penderita DM.
Health Education About Rheumatism Di Desa Sibedi Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi: Health Education About Rheumatism in Sibedi Village, Marawola District, Sigi Regency Indri Iriani; Rabiah; Sri Yulianti
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8386

Abstract

Pendahuluan: Rematik atau artritis merupakan penyakit muskuloskeletal yang dapat menyerang sendi, otot, tulang, ligamen, dan tendon, bersifat kronis, progresif, dan berpotensi menyebabkan kecacatan permanen. Prevalensi nyeri sendi akibat rematik di Indonesia mencapai 7,3% dan meningkat menjadi >15% pada usia di atas 55 tahun (Riskesdas, 2018). Rendahnya pengetahuan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan, memicu tingginya miskonsepsi dan keterlambatan deteksi dini. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada 27 Juli 2023 di Desa Sibedi, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, melibatkan 20 peserta. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pemangku kepentingan desa, penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi, poster, dan leaflet, serta sesi diskusi dan konsultasi individual. Materi mencakup definisi, jenis, faktor risiko, tanda dan gejala, pencegahan, penatalaksanaan farmakologis dan nonfarmakologis, serta pola hidup sehat. Hasil: Kegiatan meningkatkan pemahaman peserta mengenai hubungan pola makan tinggi purin dengan gout arthritis (85% peserta mampu menyebutkan makanan yang perlu dihindari). Kesadaran terhadap pola hidup sehat meningkat, dan sebagian peserta menyarankan pemeriksaan kesehatan berkala untuk deteksi dini. Edukasi berhasil mengoreksi miskonsepsi seperti anggapan bahwa mandi malam menjadi penyebab tunggal rematik. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan ini efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait pencegahan dan pengelolaan rematik. Keberlanjutan program melalui penyuluhan berkala, keterlibatan kader kesehatan, serta program pendampingan bagi penderita rematik direkomendasikan untuk menekan angka kejadian dan komplikasi di masa depan.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Stunting di Desa Bomba Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah: Health Education on Stunting in Bomba Village, Marawola District, Sigi Regency, Central Sulawesi Province Indri Iriani; Rabiah; Syaiful
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8387

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang terjadi pada anak balita akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Kondisi ini berdampak pada keterlambatan pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta peningkatan risiko penyakit di masa depan. Di Desa Bomba, Kabupaten Sigi, prevalensi stunting pada balita mencapai 25%, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 21,6% (SSGI 2023). Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada 19 Februari 2024 di Balai Desa Bomba dengan melibatkan 20 peserta, terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, orang tua balita, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa dan puskesmas, penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi, poster, dan leaflet, diskusi tanya jawab, serta konsultasi individual terkait gizi dan pencegahan stunting. Hasil: Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan peserta mengenai stunting, faktor risiko, dan strategi pencegahan. Terjadi peningkatan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang tepat, dan pemantauan tumbuh kembang di posyandu. Beberapa peserta yang memiliki anak terindikasi stunting segera melakukan pemeriksaan lanjutan ke fasilitas kesehatan. Diskusi: Edukasi kesehatan yang terstruktur dan melibatkan berbagai pihak efektif dalam meningkatkan pemahaman serta mendorong perubahan perilaku masyarakat. Keberlanjutan program melalui pendampingan kader kesehatan dan penyuluhan berkala diperlukan untuk memperkuat dampak pencegahan stunting.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Hipertensi Pada Lansia Di Desa Labuan Lelea Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah: Health Education on Hypertension in the Elderly in Labuan Lelea Village, Labuan District, Donggala Regency, Central Sulawesi Province Indri Iriani; Sri Yulianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8388

Abstract

Pendahuluan: Lansia (?60 tahun) memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi akibat proses penuaan yang menurunkan elastisitas pembuluh darah dan memengaruhi fungsi kardiovaskular. Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena dapat terjadi tanpa gejala namun berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung koroner. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia pada usia 65–74 tahun mencapai 63,2% dan meningkat menjadi 69,5% pada usia >75 tahun. Edukasi kesehatan menjadi salah satu upaya pencegahan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku lansia. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Desa Labuan Lelea, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, melibatkan 20 peserta dari berbagai kalangan usia. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi awal dengan pihak desa, penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi, leaflet, dan poster, sesi diskusi serta konsultasi kesehatan, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Materi meliputi definisi, faktor risiko, tanda/gejala, patofisiologi, komplikasi, dan pencegahan hipertensi. Hasil: Kegiatan penyuluhan meningkatkan pengetahuan peserta terkait pengertian dan faktor risiko hipertensi, kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat, dan pemahaman langkah pencegahan. Sebagian besar peserta yang sebelumnya tidak memahami hubungan pola makan dan gaya hidup dengan hipertensi menjadi lebih sadar akan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko. Layanan pemeriksaan kesehatan mendorong peserta untuk melakukan tindak lanjut ke fasilitas kesehatan. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan di Desa Labuan Lelea efektif meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hipertensi dan memotivasi mereka untuk menerapkan gaya hidup sehat. Disarankan kegiatan serupa dilakukan secara berkala dengan melibatkan kader kesehatan desa, pendampingan bagi penderita hipertensi, serta penguatan program gizi keluarga untuk menekan angka kejadian dan komplikasi hipertensi di masa mendatang.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Stunting Di Desa Kalukutinggu Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah: Health Education on Stunting in Kalukutinggu Village, Dolo Barat District, Sigi Regency, Central Sulawesi Province Indri Iriani; Maryam; Muhammad Asrum
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8389

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, prevalensi stunting nasional sebesar 21,6%, masih di atas target WHO sebesar 20%. Desa Kalukutinggu, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, memiliki angka risiko stunting yang tinggi dan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahannya. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada 19 Juli 2024 dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab menggunakan media leaflet dan flip chart. Materi meliputi definisi, faktor penyebab, gejala, dampak, dan langkah pencegahan stunting. Peserta adalah masyarakat Desa Kalukutinggu, khususnya orang tua balita. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi, sesi tanya jawab, dan skrining kesehatan. Hasil: Kegiatan diikuti oleh 20 peserta dengan antusiasme tinggi. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang stunting, pola makan sehat, dan pentingnya deteksi dini. Hasil skrining menemukan 10 anak (21,2%) dengan tanda-tanda stunting. Peserta menunjukkan perubahan sikap awal terhadap gaya hidup sehat dan kesediaan untuk melakukan pemantauan rutin. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait pencegahan stunting. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala, melibatkan kader kesehatan desa, dan diintegrasikan dengan program perbaikan gizi keluarga.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Diabetes Mellitus Di Desa Enu Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah: Health Education on Diabetes Mellitus in Enu Village, Sindue District, Donggala Regency, Central Sulawesi Province Indri Iriani; Rabiah; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8401

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Perubahan gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat menjadi faktor utama meningkatnya prevalensi DM, baik secara global maupun nasional. Edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan pencegahan DM di masyarakat. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Desa Enu, Kecamatan Sindue, dengan melibatkan 20 peserta dari berbagai kelompok usia. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa dan puskesmas, penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi, diskusi, serta pemeriksaan gula darah gratis. Materi meliputi pengertian, faktor risiko, gejala, komplikasi, dan pencegahan DM. Hasil: Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang DM, kesadaran pentingnya pola hidup sehat, dan motivasi untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala. Beberapa peserta yang terdeteksi memiliki kadar gula darah tinggi diarahkan untuk pemeriksaan lanjutan. Partisipasi aktif terlihat dari antusiasme pada sesi tanya jawab, dan mayoritas peserta menyatakan puas terhadap kegiatan. Kesimpulan: Penyuluhan interaktif tentang DM di Desa Enu efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan motivasi masyarakat untuk mencegah dan mengelola DM. Rekomendasi meliputi pelaksanaan program serupa secara berkala, pelibatan kader kesehatan, dan pendampingan bagi penderita DM.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Diabetes Melitus dengan luka kaki di Desa Labuan Lelea, Kec. Labuan, Kab. Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah: Health Education on Diabetes Mellitus with Foot Ulcers in Labuan Lelea Village, Labuan District, Donggala Regency, Central Sulawesi Province Sri Yulianti; Indri Iriani; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8510

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit kroniks ditandai dengan hiperglikemia yang terjadi karena fungsi sekresi insulin oleh pankreas yang menurun, fungsi insulin itu sendiri maupun kombinasi keduanya yang membutuhkan perawatan secara berkesinambungan untuk mengurangi risiko dengan pengendalian kadar gula dalam darah. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan pengetahuan tentang diabetes melitus sehingga dapat mencegah terjadinya luka pada kaki. Metode pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dengan cara sosialisasi dengan dilakukan penyuluhan kesehatan dengan flip chart dan leaflet. Hasil di dapatkan bahwa sebelum diberikan penyuluhan terkait materi Diabetes Melitus Sebagian besar masyarakat Desa Labuan Lelea belum memahami penyebab terjadinya penyakit Diabetes Melitus dan bagaimana cara pencegahan penyakit Diabetes melitus. Pada saat setalah diberikan penyuluhan tentang penyakit Diabetes Melitus sebagian masyarakat banyak bertanya terkait penyakit Diabetes Melitus, setelah itu diberikan penjelasan dan masyarakat dapat memahami terkait penyakit Diabates Melitus Dengan Luka Pada Kaki.
Asuhan Keperawatan Pada An. A Usia 26 Bulan Implementasi Terapi Komperes Bawang Merah Untuk Menurunkan Suhu Tubuh Dengan Diagnosis Keperawatan Hipertermia Di Wilayah Kerja Uptd Talise: Nursing Care For 26-Month-Old A, Implementing Shallot Compress Therapy To Reduce Body Temperature With The Nursing Diagnosis Of Hyperthermia In Talise Public Health Center Working Area Siti Zahra Rusli; Indri Iriani; Rabiah Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i10.8674

Abstract

Latar Belakang Hipertermia merupakan suatu kondisi meningkatnya suhu tubuh di atas batas normal (>38°C), yang sering terjadi pada anak usia balita sebagai respon terhadap infeksi atau gangguan sistem tubuh lainnya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti dehidrasi, kejang demam, hingga gangguan neurologis jika tidak ditangani dengan tepat. Tujuan penelitian ini untuk melakukan Asuhan Keperawatan Pada An. A Usia 26 Bulan Implementasi Terapi Kompres Bawang Merah Untuk Menurunkan Suhu Tubuh Dengan Diagnosis Keperawatan Hipertermia. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi kasus deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah klien anak dengan diagnosis hipertermia yang berada di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Talise, sampel adalah klien anak dengan masalah hipertermia. Hasil penelitian dari pengkajian yang di lakukan kepada An. A di temukan data subjektif ibu klien mengatakan klien demam sejak 2 hari yang lalu, demam dirasakan pada malam hari, batuk berdahak, gelisah, rewel, flu dan sulit tidur klien juga nampak suhu tubuh meningkat diatas batas normal, kulit teraba hangat, gelisah dan rewel. Tanda-tanda vital : TD= 106/63 mmhg, N= 150x/mnt, S= 38,4°C, RR= 55 x/mnt.diagnosa yang ditemukan pada anak an. A yaitu hipertermia. Setelah diberikan terapi kompres bawang merah terjadi penurunan suhu tubuh yaitu pada implementasi h-1 didapatkan hasil tubuh dari di dapatkan hasil suhu tubuh dari 38,4°C menjadi 38,0°C. Pada implementasi hari ke 2 di temukan hasil suhu tubuh dari 37,9°C menjadi 37,7°C dan pada implementasi hari ke 3 di temukan hasil suhu tubuh dari 37,6°C menjadi 36,6°C. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa adanya penurunan suhu tubuh setelah dilakukan kompres hangat. Pada hari pertama pengkajian didapatkan hasil suhu tubuh 38,4°C. Setelah dilakukan tindakan terapi kompres bawang merah sampai hari ke-3, suhu tubuh menurun menjadi 36,6°C.
Asuhan Keperawatan Pada Anak K Dengan Diare Diruangan Catelia Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nursing Care For Child K With Diarrhea In The Catelia Room Undata Regional Hospital Central Sulawesi Province Maya Enjelin; Indri Iriani; Muhammad Asrum
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.8772

Abstract

Diare merupakan suatu kondisi buang air besar tidak normal yaitu lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja yang encer dapat disertai atau tanpa disertai darah dan lendir sebagai akibat dari terjadinya proses infalamsi pada lambung atau usus. Diare pada anak dapat berlangsung selama beberapa hari, yang dapat mengakibatkan dehidrasi, gangguan elektrolit, dan malnutrisi, terutama pada anak balita. Anak-anak yang kekurangan gizi, imunitas tubuhnya akan terganggu dan dapat beresiko tinggi mengalami komplikasi yang mengancam jiwa. Tujuan melakukan tindakan pada anak diare untuk memahami manjemen hipovolemia, memiliki Metode studi kasus yang digunakan merupakan penelitian studi kasus deskriptif dengan pendekatan desain wawancara, observasi, dan pengambilan data sekunder.Studi kasus deskriptif adalah jenis studi kasus yang memberikan gambaran khusus dan mengharuskan penelitian dimulai dengan teori deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan pada hari pertama sebelum dilakukan implementasi manajemen hypovolemia pasien masih bab encer, pasien tidak mau makan dan minum, pasien tampak pucat bb sebelum sakit 12kg, BB selama sakit 7kg. setlah dilakukan implementasi manajemen hypovolemia tampak pasien sudah mau makan dan minum, bab sudah tidak encer. Kesimpulan setelah dilakukan implementasi manajemen hypovolemia pasien sudah mau makan dan minum, baba sudah tidah encer.