Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

ANALISIS SALURAN PEMASARAN PERTANIAN DAN CABAI MERAH DI DESA PAKULI KECAMATAN KAPONTORI KABUPATEN BUTON Wardana, Wardana
Media Agribisnis Vol 1 No 2 (2017): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.559 KB)

Abstract

The purpose of this study was (1) to determine the costs and income of red pepper farming in Wakuli Village, Kapontori Sub-district, Buton Regency; (2) to find out the feasibility value of red pepper farming in Wakuli Village, Kapontori Sub-district, Buton Regency and to find out the marketing channel of red pepper in Wakuli Village, Kapontori Sub-district, Buton Regency. This research was carried out in Wakuli Village, Kapontori Sub-district, Buton Regency, from August to September 2016. The sample of farmers was 20 people; the sample consisted of 3 village collectors, 1 large wholesaler and 4 retailers. The analysis used is income analysis. Quantitative data is tabulated and configured in the same unit. Farming income is the difference between revenue and all costs incurred. Red pepper farming income is obtained from the following calculations: 1. Production Costs: TC = TFC + TVC and Income:  = TR-TC, TR = Y. Hy. and to determine the level of feasibility of red pepper farming, the R/C ratio analysis is used. The greater the R/C ratio, the farmer is more feasible to run R/C = Acceptance (TR)/Total Cost (TC) criteria: R/C> 1, then farming is profitable; R/C < 1, then farming is not profitable; R/C = 1, then farming is said to be break-even. Based on the results of the study and discussion shows that the income earned by farmers is an average of IDR 9,322.162.50 / MT with an average land area of 0.27 Ha. The R/C ratio obtained from chili farming is 3.99, because of the R/C> 1, this indicates that chili farming is efficient to be cultivated. There are three marketing channels that occur in marketing chili in Wakuli Village to the consumers, which are as follows: Channel I: Farmers® Village collectors? trader ® Large traders? retailers ® Consumers; Channel II: Farmers ® Village collectors ® Retailers ® Consumers and Channel III: Farmers ® Village collectors? trader® Consumers.   Keywords: farming, red pepper, income, feasibility, marketing channels.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INOVASI DENGAN TINGKAT ADOPSI PETANI TERHADAP KOMPONEN PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) PADI SAWAH DI DESA WAKANGKA KECAMATAN KAPONTORI KABUPATEN BUTON Wardana, Wardana; Elfira, Siti
Media Agribisnis Vol 2 No 1 (2018): MEI
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.164 KB) | DOI: 10.35326/agribisnis.v2i1.420

Abstract

This research was conducted from July to August 2018 in Wakangka Village, Kapontori Subdistrict, Buton Regency, with the aim of knowing the characteristics of innovation consisting of relative advantages, compatibility, complexity, trialability, and observability and types of innovation decisions in SLPHT rice plants; know the level of adoption of SLPHT farmers for integrated pest control components; know the relationship between the characteristics of innovation consisting of relative advantages, compatibility, complexity, trialability and observability, as well as the type of innovation decisions with the level of SLPHT farmers' adoption of the Integrated Pest Management (IPM) component. The number of respondents was 30 who had attended SLPHT. The data analysis technique used is the analysis of the average and standard deviations and Spearman rank correlation test. To find out the difference in the level of adoption of the IPM components of rice between SLPHT and Non-SLPHT farmers using the t-test. Based on the results of research and discussion, it is found that the characteristics of innovation of farmers provide a relative advantage for farmers, 60% of farmers say there is compatibility of innovation with pest control needs, and 40% of respondents state that innovation is sometimes not according to needs. The adoption rate of SLPHT farmers to the IPM component was 40% of farmers using varieties of lowland rice according to recommendations, 60% using superior rice not in accordance with recommendations. For fertilization, 20% of farmers fertilize according to recommendations, and 80% of farmers fertilize not according to recommendations. For integrated pest control, 50% of farmers conduct IPM, the remaining 50% carry out pest control with certain techniques. For the use of natural enemies, 83.33% of farmers did not utilize natural enemies, the rest, 16.67% did not use natural enemies. For routine observations, 90% of farmers do routine observations but not every week, only 10% of farmers do every week. And observations made are only part of the observation stages. For the wise use of pesticides, all farmers combine pesticides with other techniques. There is a significant relationship between the characteristics of compatibility innovation with the use of natural enemies as indicated by the sig correlation value is 0.05 smaller. There is a significant relationship between complexity with routine observations which is shown by the correlation sig value is 0.013 smaller 0.05. Keywords: Relationship, characteristics, innovation, adoption, IPM, farmers, lowland rice
PENGARUH STORE ATMOSPHERE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DENGAN RESPON ANAK SEBAGAI VARIABEL MODERATOR (Studi pada Keluarga Konsumen Toko Ritel di Yogyakarta ) Nandika Reri Pradana; Wardana Wardana
JURNAL ILMU MANAJEMEN Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jim.v16i2.34764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh store atmosphere terhadap keputusan pembelian dengan respon anak sebagai variabel moderator. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi pada penelitian ini adalah orangtua dan anak berusia 7-11 tahun yang berdomisili di Yogyakarta yang pernah datang ke toko ritel. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 190 keluarga. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner online dan offline yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan untuk menjawab hipotesis adalah MRA (Moderated Regression Analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Store atmosphere berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. (2) Store atmosphere dan respon anak berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. (3) Store atmosphere berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian dengan respon anak sebagai variabel moderator .
CARA PEMBENTUKAN PUPUK ORGANIK DARI MOLEKUL ORGANISME LOKAL (MOL) PADA PETANI SAYURAN Wardana W; Wa Ode Dian Purnamasari; Azelia Monica Azizu
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v4i2.970

Abstract

Penggunaan pupuk kimia pada lahan pertanian yang terus menerus akan berakibat pada penurunan tingkat kesuburan tanah yang lebih lanjut yaitu produktifitas tanah menurun. Dampak lain dari penggunaan bahan kimia pertanian adalah mengurangi populasi mikroorganisme yang berperan dalam daur biogeokimia tanah, serta mengurangi ketersediaan unsur hara dalam jangka waktu yang lebih lama. Upaya yang dapat dilakukan tanpa menggunakan bahan-bahan kimia dengan penggunaan mikroorganisme lokal (MOL). Tujuan kegiatan pembuatan pupuk organik (MOL) ini peningkatan produksi tanaman dan kesuburan tanah melalui pemupukan, dan meningkatkan pengetahuan petani tentang cara pembuatan pupuk organik dari molekul organisme lokal (MOL) yang baik. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada tanggal 3 Desember 2019 bertempat di BPP Kelurahan Ngkari Ngkari Kecamatan Bungi Kota Baubau. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan praktek. Kesimpulan yang diperoleh adalah petani mampu membuat pupuk organik dari molekul organisme lokal (MOL), peserta pelatihan menyadari akan pentingnya penggunakan pupuk organik sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman.
PENGENALAN DAN PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT PADA TANAMAN TOMAT DAN SEMANGKA DI DESA SRIBATARA KECAMATAN LASALIMU KABUPATEN BUTON Wardana W; Wa Ode Dian Purnamasari; Muzuna M
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v5i2.1811

Abstract

Hama dan penyakit seringkali mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu, bahkan dapat menggagalkan terwujudnya produksi. Hama yang merusak tanaman bisa disebabkan oleh hewan dari kelas rendah sampai dengan hewan kelas tinggi (mamalia). Sedangkan penyakit tumbuhan disebabkan oleh bakteri dan jamur. Kekurangan hara pun termasuk golongan penyakit. Hama dan penyakit, keduanya merupakan penyebab terjadinya kerusakan. Seperti halnya tanaman lain tomat dan semangka tidak lepas dari serangan hama dan penyakit. Begitu banyak hama dan penyakit yang menyerang buah tomat dan semangka seperti hama gangsir, kutu daun jenis aphids dan trips, lalat buah, penyakit bercak daun, penykit daun kriting, penyakit cemong buah.
Etnomatematika Dalam Angklung dan Karakteristiknya Farid Hirji Badruzzaman; Eka Purwanda; Erwin Harahap; Wardana; Evi Erfiyana
Matematika: Jurnal Teori dan Terapan Matematika Vol. 21 No. 1 (2022): Jurnal Matematika
Publisher : UPT Publikasi Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Konsep yang menghubungkan budaya dengan Matematika disebut etnomatematika. Melalui etnomatematika, pembelajaran Matematika bisa menjadi lebih menarik. Penelitian ini dilakukan pada permainan musik angklung yang merupakan salah satu alat musik khas daerah Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali konsep materi Matematika yang terdapat dalam angklung, khususnya angklung Padaeng. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian bahwa kehadiran etnomatematika dalam pembelajaran Matematika dapat memberikan motivasi dan nuansa baru bahwa pembelajaran Matematika tidak hanya terbatas di dalam kelas tetapi juga dengan dunia luar yaitu berinteraksi dengan budaya lokal. Selain dari itu dengan menghidupkan kembali budaya angklung dapat memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kata kunci: budaya, etnomatematika, Matematika, pembelajaran, angklung, musik, pendidikan, literasi, permainan Abstract. The concept that links culture with Mathematics is called ethnomathematics. Through ethnomathematics, learning Mathematics can be more interesting. This research was conducted on the angklung music game which is one of the typical musical instruments of the West Java region. The purpose of this study was to explore the concepts of mathematical material contained in angklung, especially the Padaeng Angklung. The method used is descriptive exploratory method through observation and interviews. The results of the study that the presence of ethnomathematics in learning Mathematics can provide new motivation and nuances that learning Mathematics is not only limited in the classroom but also with the outside world, namely interacting with local culture. Apart from that, reviving the angklung culture can have an impact on increasing the economy for the surrounding community. Keywords: culture, ethnomathematics, mathematics, learning, angklung, music, education, literacy, games
Analisis Komunikasi Pemasaran Dalam Meningkatkan Minat Berkunjung Pada Wisata Rumah Hantu Braga Bandung Wardana; Nurlatifah, Siti
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 10 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : Sekretariat Pusat Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v10i4.2565

Abstract

Persaingan di dunia pariwisata saat ini sangatlah terbilang ketat, hal tersebut dapat mengusung perusahaan dalam mempertahankan eksistensinya. Ada beberapa faktor yang dapat menjaga eksistensi perusahaan, diantaranya salah satu dari faktor tersebut adalah komunikasi pemasaran. Dengan adanya komunikasi pemasaran, perusahaan harus mempu mengelola strategi untuk diterapkan dalam perusahaan agar menjaga kepercayaan konsumen sehingga meningkatkan minat berkunjung konsumen. Judul pada penelitian ini adalah “Analisis Komunikasi Pemasaran Dalam Meningkatkan Minat Berkunjung Pada Wisata Rumah Hantu Braga Bandung” yang dibuat oleh Siti Nurlatifah dengan NPM (Nomor Pokok Mahasiswa) 10120806 Jurusan Manajemen S1. Dalam penelitian ini dilakukan agar mengetahui komunikasi pemasaran dalam peningkatan pengunjung di Rumah Hantu Braga Bandung. Yang bertempat di Jl. Braga Bandung no 18. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan menjelaskan bagaimana suatu tindakan yang ada dan berfungsi dalam kombinasi komunikasi pemasaran yang diterapkan wisata Rumah Hantu Braga Bandung untuk meningkatkan minat berkunjung. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu Kualitatif dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Pada wawancara ini hasil analisis dengan beberapa informan pihak wisata Rumah Hantu Braga Bandung menggunakan hampir semua kegiatan bauran komunikasi pemasaran yaitu advertising, sales promotion, publich relation, personal selling, acara dan pengalaman, word to mouth, interactive marketing dan direct marketing. Kegiatan-kegiatan tersebut efektif dilakukan, namun ada beberapa point yang perlu ditingkatkan yaitu kegiatan word to mouth dan hubungan masyarakat atau kehumasan serta penjualan personal, maka dari itu penulis mengambil kesimpulan bahwa fungsi komunikasi pemasaran yang dilakukan secara maksimal dapat memberikan tujuan pada pencapaian target sesuai yang diinginkan. Keywords: Komunikasi Pemasaran, Meningkatkan, Minat Berkunjung
Analisis Kualitas Pelayanan Medis Terhadap Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Puskesmas Lembang Putri Nuraini; Wardana
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 10 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : Sekretariat Pusat Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v10i4.2612

Abstract

Puskesmas adalah instansi pemerintah yang mempunyai ruang lingkup pada kesehatan masyarakat dimana puskesmas ini menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan yang baik, nyaman dan membantu masyarakat. Puskesmas Lembang meruakan fasilitas tingkat pertama yang menyediakan pelayanan kesehatan dengan BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan medis terhadap pasien BPJS Kesehatan pada puskesmas Lembang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik kuesioner. Teknik kuesioner ini diberikan langsung kepada pasien guna untuk memperoleh jawaban dan data-data yang diperlukan oleh peneliti. Penelitian ini dilakukan pada bulan januari 2024 di Puskesmas Lembang. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien BPJS Kesehatan maupun pasien non BPJS (pasien umum) sebanyak 40 orang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Lembang tergolong kedalam kategori yang cukup baik terbukti dari 10 pertanyaan yang diberikan kepada pasien rata-rata menjawab setuju dengan kualitas pelayanan medis baik dan memadai di Puskesmas Lembang yang terdiri dari lima dimensi yaitu Berwujud (Tangible), Kehandalan (Reliability), Ketanggapan (Responsiveness), Jaminan dan Kepastian, dan Empati (Emphaty) masing-masing tergolong kedalam kategori yang cukup baik.
Efektivitas Penerapan Total Quality Manajemen Terhadap Pasien Rawat Inap Pada Klinik Pratama Bunda Rosita Di Kabupaten Bandung Barat Wardana; Nurlaela, Syifa
JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi) Vol. 10 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Sekretariat Pusat Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jemsi.v10i5.3096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas penerapan Total Quality Manajemen terhadap pasien rawat inap di Klinik Pratama Bunda Rosita Kabupaten Bandung Barat. Dimana salah satu manajemen perusahaan yang bergerak dibidang Klinik harus bisa menerapkan Total Quality Manajemen pada konsumen atau pelanggan sehingga manajerial dalam Klinik tersebut berjalan dengan sesuai dan lancar. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini memberikan gambaran dan penjelasan yang tepat tentang kondisi atau gejala umum. Penelitian kualitatif berfokus pada kondisi obyek yang alamiah: peneliti berfungsi sebagai alat utama, dan pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan). Hasil penelitian ini efektif dimana Klinik Pratama Bunda Rosita Menerapkan Total Quality Manajemen dengan baik pada Perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan kesehatan ini. Adapun kesimpulan dari penelitian ini terdiri dari Indikator Total Quality Manajemen mempunyai 5 indikator yaitu: Fokus pada konsumen, Fokus pada kualitas, Komitmen yang bertahan lama, Teamwork dan Pemberdayaan pekerja. Penerapan Total Quality Manajemen sangat Efektif di Klinik Pratama Bunda Rosita.
Analisis Motivasi Karyawan Terhadap Kinerja Pada Perusahaan CV. Satria Jaya Food Rijalludin Rijalludin; Wardana Wardana
AKUNTANSI 45 Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/akuntansi45.v4i2.1855

Abstract

This study aims to analyze employee motivation towards improving performance at Cv. Satria Jaya Food (Sjf) company. The method used is a descriptive qualitative research method with a sample of 18 people. The data collection technique used was interviews. The data analysis method used is data collection, data reduction, display data, and conclusion assessment to explain the relationship between Employee Motivation to Performance Improvement. The results showed that the influence of Employee Motivation on Performance Improvement had positive results based on the results of data processing which showed that there was an influence between Employee Motivation on Performance Improvement.