Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO PADA MATA PELAJARAN PPKN KELAS VII DI SMP NEGERI 1 PETIR (PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUB BAB PERAN DAERAH DALAM KERANGKA NKRI) Laela Chayarani; Ratna Sari Dewi; Wika Hardika Legiani
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 6 Nomor 2 Edisi Desember 2022
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/pkn.v6i2.3227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis video dan mengetahui pengembangan, kelayakan serta kefektifan media pembelajaran berbasis video mata pelajaran PPKn kelas VII Sub Bab Peran Daerah Dalam Kerangka NKRI di SMP Negeri 1 Petir. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Petir pada tahun ajaran 2020/2021. Metode yang digunakan adalah metode reseach and development (RD) yang dikembangkan oleh Sugiono, mengambil teori menurut Borg dan Gall yang dimodifikasi menjadi enam tahapan yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba produk. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Petir tahun ajaran 2020/202. Kelayakan produk media pembelajaran berbasis video ini didasarkan pada hasil penilaian validasi oleh tiga ahli, dapat disimpulkan kualitas media pembelajaran berbasis video yang dikembangkan termasuk kategori sangat layak 88,33% dari ahli media, 84,21% dari ahli materi, 86,6% dari ahli bahasa, dan respon peserta didik terhadap media pembelajaran berbasis video pada uji coba 32 responden sebesar 88,81% dengan kategori sangat layak. Dengan ini dapat disimpulkan media pembelajaran berbasis video untuk peserta didik kelas VII layak digunakan.
PENGARUH PENGGUNAAN APLIKASI AKSI TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL PESERTA DIDIK SEBAGAI WARGA DIGITAL Muhamad Caesar Januar; Ujang Ujang; Wika Hardika Legiani
Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa) Vol 2 No 2 (2022): Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa)
Publisher : Institut of Shanti Bhuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46229/elia.v2i2.425

Abstract

Era digital ditandai dengan semua aspek di dalam kehidupan termasuk proses pembelajaran menggunakan perangkat digital untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan pembelajaran. dalam usaha mencapai penggunaan digital yang efektif diperlukan kemampuan literasi digital. Untuk mendukung terciptanya kemampuan literasi digital dibutuhkan media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran berbasis android-komputer yang dikembangkan oleh Kemendikbudristek dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi digital peserta didik tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama bernama Aplikasi AKSI (Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia). penelitian dilakukan pada kelas IX di SMP Negeri 7 Kota Serang dengan menggunakan metode Korelasional, pendekatan kuantitatif di mana pengambilan sampel memakai teknik proportional random sampling. Peneliti menggunakan angket dan dokumentasi untuk mengumpulkan data yang diperlukan kepada 73 responden. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh positif aplikasi AKSI terhadap kemampuan literasi digital peserta didik sebagai warga digital di SMP Negeri 7 Kota Serang. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa aplikasi AKSI mampu meningkatkan nilai variabel kemampuan literasi digital sebesar 72,4%. Adapun sisanya 27,6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar regresi. Abstract. The digital era is marked by all aspects of life, including the learning process using digital devices to facilitate the implementation of learning activities. To achieve effective digital use, digital literacy skill are needed. So, to support the creation of digital literacy skills, inovative learning media are needed. This research aims to find out how the influence of android and computer based learning applications developed by Balitbang-Kemdikbudristek as ministry of education an effort to emprove digital literacy skills for students namely AKSI (Assessment Competancy of Indonesian Students). The research was conducted at 7 Junior High School in Serang City using correlational methods with quantitative approaches and sampling adopting by proportional random sampling techniques. The data collect needed in this study, the researchers used questionnaires and documentation to 73 respondens in class IX who had been determined to be research samples. And the result obtained with the use of AKSI application on the digital literacy ability of students showed a significant influence with the lavel of influence based on the significance value of 0,00<0,05 with the summary model coeffesient table obtained a result of 0,851 and and the tcount value = 13,664>ttable =1,666 which can be concluded that H0 was rejected, H1 was accepted. Which mean that there is a significant influence between the AKSI application (X) on digital literacy of students as digital citizens (Y).
Strategies to Strengthen the Affective Domain in Learning Pancasila and Citizenship Education for Class XII Students of MAN 4 Pandeglang Uus Fujiana; Damanhuri Damanhuri; Wika Hardika Legiani
Journal Civics and Social Studies Vol 6, No 2 (2022): Vol 6 No 2 Tahun 2022
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v6i2.2344

Abstract

This study aims to determine the strategies to strengthen the affective domain in Civics learning in class XII students and to determine the inhibiting and supporting factors in implementing the affective domain strengthening strategy in Civics learning in class XII students at MAN 4 Pandeglang. This research uses a type of qualitative approach with descriptive methods. The results found were that the strategy of strengthening the affective domain of students used learning models and methods aimed at improving the affective domain of students for the better, such as the habituation model in the form of assignment methods and monitoring good attitudes and behavior of students, exemplary models in the form of method of displaying good attitude and behavior. The strategy to strengthen the affective domain can run well and students can follow and be able to achieve the goals of strengthening the affective domain. Then the way to overcome the obstacles experienced in implementing the strategy to strengthen the affective domain in Civics learning is to use a personal approach to students, especially students whose affective domain or attitude is lacking and also students who experience difficulties in learning.
Implementasi Perkuliahan Hybrid Learning Di Masa Pandemi Covid 19 Febrian Alwan Bahrudin; Wika Hardika Legiani
Jurnal Civic Hukum Vol. 7 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v7i2.22384

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk dapat mengetahui tentang bagaimana implmentasi perkuliahan hybrid learning di masa pandemi Covid 19 yang dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2021/2022 di prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, implementasi ini sesuai dengan surat edaran pimpinan Universitas Sultan Ageng Tityasaya Nomor:  B/602/UN43/PK.00.03/2022 perihal perkuliah tatap muka terbatas, penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian secara kualitatif, dan menggunakan metode deskriptif, serta menggunakan teknik pengumpulan data triangulasi yang terdiri dari triangulasi sumber data, triangulasi waktu, triangulasi antar peneliti, berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti menyimpulkan bahwa perkuliahan hybrid learning yang dilaksanakan di prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sudah berjalan dengan baik, hal ini dikeranakan dalam pelaksanaan perkuliahan hybrid learning mulai dari tahap perencanaan perkuliahan, tahap pelaksanaan perkuliahan, dan tahap evaluasi selalu mengedepankan kualitas untuk mencapai sasaran capaian pembelajaran ataupun kompetensi dari mata kuliah, walaupun masih terdapat beberapa kendala yang terbilang kecil dalam pelaksanaan perkuliahan hybrid lerning mulai dari kendala yang dialami dosen, mahasiswa, dan sarana prasarana, tetapi kendala tersebut masih dapat teratasi dengan baik melalui solusi yang diterapkan dosen di dalam pelaksanaan perkuliahan hybrid learning.
The Effect of Youth Education on Student Discipline in State Vocational High School 5 Tangerang Regency Isti Mukhairiyah; Ratna Sari Dewi; Wika Hardika Legiani
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 1, No 2 (2022): December 2022
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.575 KB) | DOI: 10.57235/qistina.v1i2.201

Abstract

This research was conducted with the aim of determining the influence of youth education on student discipline at State Vocational High School 5 Tangerang Regency, the application of youth education in schools, as well as violations after students have attended youth education carried out at State Vocational High School 5 Tangerang Regency, with the existence of youth education is expected to provide benefits to the development of science in the education section, especially  regarding the enforcement of learner discipline. The type of research conducted by the author is quantitative research research, the population in this study is students of State Vocational High School 5 Tangerang Regency while the sampling technique uses the Slovin formula. In this study, researchers will take random samples with experimental classes that have implemented youth education, namely eleventh grade (XI) and twelfth grade (XII) while tenth grade (X) is a control class because they have not attended youth education. The data retrieval technique uses a questionnaire with a 5-point Likert scale and the data is processed and analyzed with statistical techniques using the SPSS version 26 program application. After the test results obtained a Sig. value of 0.000 0.05 and a calculated t value of 142.294 t table 0.67700, it can be decided that there is an influence of independent variables on the dependent. The magnitude of the influence of the experiment variable 0.952 x 100 = 95.2 % is influenced by the variable X, and the comparison variable or control class calculation 0.562 x 100 = 56.2%. This proves that there is a significant influence between youth education on student discipline at State Vocational High School 5 Tanagerang Regency.
Development Digital Comic Using Pixton Based Of Model Problem Based Learning (PBL) On PPKn Material In Class VII Junior High School 10 At Serang City Desi Ardianti; Ria Yuni Lestari; Wika Hardika Legiani
Journal Civics and Social Studies Vol 7, No 1 (2023): Vol 7 no 1 Tahun 2023
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v7i1.2901

Abstract

Abstrak This research was conducted to develop digital comic learning media in the subject of Pancasila and Citizenship Education which was carried out at SMP Negeri 10 Kota Serang. The purpose of developing digital comics is to help teachers in facilitating teachers in learning activities in the classroom and to attract students' attention. This research was conducted using the research and development (R&D) method using the Borg & Gall model which has been modified by Sugiono into 5 stages of development. Expert validation aims to determine the feasibility of the media carried out by two experts, namely media experts and material experts, obtaining a score of 80.00% from media experts who are categorized as feasible and obtaining a value of 81.33% from material experts who are included in the very feasible category. Trials were held to find out the responses and assessments of students which were carried out on 54 respondents who obtained a score of 83.22% which can be categorized as very feasible learning media.Keywords: Development, Digital Comic, Pancasila and Civic Education. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan media pembelajaran komik digital pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang dilakukan di SMP Negeri 10 Kota Serang. Tujuan dilakukan pengembangan komik digital yaitu untuk memembantu guru dalam memudahkan guru dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas dan untuk menarik perhatian siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian dan pengembangan {R&D) menggunakan model Borg & Gall yang telah dimodifikasi oleh Sugiono menjadi 5 tahap pengembangan. Validasi ahli bertujuan untuk mengetahui kelayakan media yang dilakukan oleh dua orang ahli yaitu ahli media dan ahli materi memperoleh nilai 80,00% dari ahli media yang dikategorikan layak dan memperoleh nilai 81,33% dari ahli materi yang termasuk dalam kategori sangat layak. Uji coba diadakan untuk mengetahui respon dan penilaian dari peserta didik yang dilakukan pada 54 responden yang memperoleh nilai 83,22% yang dapat dikategorikan bahwa media pembelajaran sangat layak.Kata Kunci:  Pengembangan, Komik Digital, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Pengaruh Model Pembelajaran Debat Pada Mata Pelajaran PPKn Terhadap Kecerdasan Emosional Siswa dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa (Studi Eksperimen Pada Siswa Kelas XII SMAN 16 Kabupaten Tangerang) Dyan Ayu Lestari; Wika Hardika Legiani; Reza Mauldy Raharja
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.5063

Abstract

Abstrak Model pembelajaran debat adalah sebuah metode dalam proses pembelajaran bagi guru PPKn di SMAN 16 Kabupaten Tangerang untuk menghindari minimnya interaksi sosial dalam pembelajaran. Berdasarkan studi terdahulu pada wawancara dengan guru PPKn di SMAN 16 Kabupaten Tangerang, dijumpai siswa yang tingkat kecerdasan emosionalnya masih kurang dalam proses pembelajaran debat. Maka dari itu siswa yang memiliki kondisi emosional yang stabil dan suasana hati yang positif dalam memotivasi diri dan mengelola emosi merupakan komponen dalam kecerdasan emosional yang akan mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen, dengan desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XII SMAN 16 Kabupaten Tangerang, Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah teknik purposive sampling dan kelas yang dijadikan sampel pada penelitian ini ialah kelas XII MIA 2 (kelas eksperimen) dan kelas XII IIS 3 (kelas kontrol). Hasil uji hipotesis penelitian berdasarkan uji Mann-Whitney diketahui bahwa nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05. Maka, dapat disimpulkan bahwa hasil uji Mann-Whitney menunjukkan model pembelajaran debat terhadap kecerdasan emosional berpengaruh pada kelas kontrol yang dibuktikan dengan terkontrolnya emosi diri pada siswa ketika melaksanakan model pembelajaran debat. Kemudian diketahui bahwa nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0,135 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat pengaruh model pembelajaran debat terhadap kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas XII SMAN 16 Kabupaten Tangerang. Kata Kunci: Model Pembelajaran Debat, Kecerdasan Emosional, Kemampuan Berfikir Kritis Abstract The debate learning model is a method in the learning process for Civics teachers at SMAN 16 Tangerang Regency to avoid a lack of social interaction in learning. Based on previous studies, in interviews with PPKn teachers at SMAN 16 Tangerang Regency, students were still found to have low or unstable levels of emotional intelligence in the debate learning process. Therefore students who have stable emotional conditions and positive moods in motivating themselves and managing emotions are components of emotional intelligence that will affect students' critical thinking skills. This research is a quasi-experimental study, with a nonequivalent control group design. The population in this study were all class XII students of SMAN 16 Tangerang Regency. The sampling technique used was purposive sampling technique and the classes sampled in this study were class XII MIA 2 (experimental class) and class XII IIS 3 (control class). The results of the research hypothesis test based on the Mann-Whitney test show that the Asymp.Sig. (2-tailed) of 0.001 <0.05. So, it can be concluded that the results of the Mann-Whitney test show that the debate learning model has an effect on the control class as evidenced by the self-control of students' emotions when implementing the debate learning model. Then it is known that the Asymp.Sig. (2-tailed) of 0.135 > 0.05. So it can be concluded that the results of the Mann-Whitney test showed that there was no effect of the debate learning model on critical thinking skills in class XII students of SMAN 16 Tangerang Regency. Keyword : Debate Learning Model, Emotional Intelligence, Critical Thingking Ability
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Quizizz terhadap Karakter Mandiri dan Kreatif Siswa Arida Putri Mahardika; Ratna Sari Dewi; Wika Hardika Legiani
Jurnal Basicedu Vol 7, No 3 (2023): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i3.5381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran E-Learning yaitu Aplikasi Quizizz sebagai upaya meningkatkan karakter mandiri dan karakter kreatif siswa kelas VIII dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri 1 Sindang Jaya dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, metode penelitian Quasi Experiment dan jenis desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel ditentukan menggunakan Cluster Sampling (Area Sampling) dan disesuaikan dengan rekomendasi guru mata pelajaran PPKn di sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket Pre Test dan Post Test, observasi, dan dokumentasi kepada Kelas Kontrol (8.6) dan Kelas Eksperimen (8.7) sebagai sampel yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Aplikasi Quizizz memberikan pengaruh yang signifikan dengan tingkat pengaruh berdasarkan nilai signifikansi sebesar 0,000≤0,05. Hasil Uji-t Berpasangan yang dilakukan menunjukkan nilai thitung pada hasil Pre Test dan Post Test Kelas Kontrol (8.6), Pre Test dan Post Test Kelas Eksperimen (8.7), dan Post Test pada kedua kelas sampel > ttabel. Maka H0 ditolak dan H1 diterima, yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara variabel X (Aplikasi Quizizz) terhadap variabel Y1 (Karakter Mandiri) dan variabel Y2 (Karakter Kreatif). Dapat ditarik kesimpulan bahwasanya penggunaan Aplikasi Quizizz memberikan pengaruh terhadap Karakter Mandiri dan Karakter Kreatif Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Quizizz terhadap Karakter Mandiri dan Kreatif Siswa Arida Putri Mahardika; Ratna Sari Dewi; Wika Hardika Legiani
Jurnal Basicedu Vol 7, No 3 (2023): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i3.5381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran E-Learning yaitu Aplikasi Quizizz sebagai upaya meningkatkan karakter mandiri dan karakter kreatif siswa kelas VIII dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri 1 Sindang Jaya dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, metode penelitian Quasi Experiment dan jenis desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel ditentukan menggunakan Cluster Sampling (Area Sampling) dan disesuaikan dengan rekomendasi guru mata pelajaran PPKn di sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket Pre Test dan Post Test, observasi, dan dokumentasi kepada Kelas Kontrol (8.6) dan Kelas Eksperimen (8.7) sebagai sampel yang ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Aplikasi Quizizz memberikan pengaruh yang signifikan dengan tingkat pengaruh berdasarkan nilai signifikansi sebesar 0,000≤0,05. Hasil Uji-t Berpasangan yang dilakukan menunjukkan nilai thitung pada hasil Pre Test dan Post Test Kelas Kontrol (8.6), Pre Test dan Post Test Kelas Eksperimen (8.7), dan Post Test pada kedua kelas sampel > ttabel. Maka H0 ditolak dan H1 diterima, yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara variabel X (Aplikasi Quizizz) terhadap variabel Y1 (Karakter Mandiri) dan variabel Y2 (Karakter Kreatif). Dapat ditarik kesimpulan bahwasanya penggunaan Aplikasi Quizizz memberikan pengaruh terhadap Karakter Mandiri dan Karakter Kreatif Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Peran Sekolah Dalam Upaya Menangkal Radikalisme Rahmawati Rahmawati; Febrian Alwan Bahrudin; Wika Hardika Legiani
Journal of Civic Education Vol 6 No 2 (2023): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v6i2.1020

Abstract

In the contemporary millennial era, a pressing concern affecting teenagers in Indonesia pertains to the proliferation of radicalism among students. This study endeavors to explore the pivotal role played by educational institutions, specifically SMP Negeri 3 Serang city, in mitigating the influence of radicalism. It seeks to identify the underlying factors that render students vulnerable to radical ideologies. Employing a qualitative descriptive approach, this research investigates the effectiveness of schools in counteracting radicalism, with a particular focus on citizenship education. The study reveals that teachers impart essential lessons on national unity, emphasizing the importance of fostering a cohesive nation among students. Additionally, the school collaborates with various stakeholders, including law enforcement agencies such as the police, to disseminate information and combat radicalism. Furthermore, this research identifies internal factors, predominantly rooted in family dynamics, and external factors, linked to the students' surrounding environment, as contributors to susceptibility to radicalism among students. It is important to note that this study's scope is limited to a specific secondary school in Serang.