Rochayati, Rully
Program Studi Pendidikan Sendratasik Universitas PGRI Palembang

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Struktur Dramatik Tari Wanka di Sanggar Sastra Mataya Banyuasin Muhammad Alfaruqi; Rully Rochayati; Silo Siswanto
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 6, No 1 (2023): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v6i1.1813

Abstract

Wanka dance is a new dance creation that was displayed at the blessing of the St. Maria Vianney, Pangkalpinang Diocese. This work is a visualization of the journey of contract laborers from China to Bangka to mine tin. This writing aims to describe the dramatic structure contained in Wanka’s dance work. Dramatic structure is an important part of a dance work. The existence of a dramatic stucture will make a dance work more interesting. The overlow of emotions to be conveyed can be presented in stages starting from the beginning, development, to the climax, then ending with completion so that the audience can also feel and be amazed by the dance work. This writing uses qualitative methods. The data in this writing were collected using observation, interview, and documentation methods, than processed and the results were written descriptively. The result of this writing is a description of the Wanka dance which is divided into four dance scences. Scence 1 is the beginning, scene 2 and scene 3 are the development of the conflict, scene 4 is the climax (peak of the conflict), and endes with a resolution.
Struktur Tari Lacak Apung Di SMA Negeri 9 Palembang: Struktur Tari Lacak Apung Di SMA Negeri 9 Palembang Gabrela Malika Casta; Rully Rochayati; Dedy Firmansyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1602

Abstract

Tari Lacak Apung merupakan salah satu tari kreasi berasal dari daerah Sumatera Selatan yang terinspirasi dari kehidupan masyarakat di rumah apung Sungai Musi. Secara etimologis, nama tarian ini berasal dari kata "lacak" yang berarti ”mencari” atau “melacak”, dan "apung" yang merujuk “mengapung” atau “di atas air”. Tarian ini lahir dari pengamatan kehidupan masyarakat rumah apung di Sungai Musi, yang menjadi jantung budaya dan ekonomi Palembang. Sebagai tari kreasi baru, proses penciptaannya melibatkan eksplorasi gerak, musik, dan kostum yang terinspirasi langsung dari aktivitas warga sungai, seperti mendayung, memancing, dan interaksi sosial di atas air. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokuinentasi kemudian dianalisis dengan teknik analisis data observasi, teknik analisis data wawancara, dan teknik analisis data dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari lacak apung memiliki 3 struktur, yakni : Struktur awal, Struktur tengah, Struktur akhir. Jumlah penari yakni 5 orang penari perempuan dan memiliki 20 ragam gerak yang di bentuk dalam tiga adegan mulai dari awal, konfik, serta berakhirnya tarian. Keywords: Struktur tari lacak apung