Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Buletin Agrohorti

Pengelolaan Pemangkasan Tanaman Kakao (Theobroma Cacao L.) Di Cilacap, Jawa Tengah . Angela; Darda Efendi
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 3 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.46 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i3.15800

Abstract

Penelitian ini berlangsung di daerah Cilacap, Jawa Tengah mulai dari 14 Februari sampai 14 Juni 2011. Tujuan penelitian ini yaitu untuk pengetahuan, pembelajaran dan memahami manajemen pemangkasan kakao di kebun. Aktivitas penelitian terdiri atas teknikal dan aspek manajerial yaitu sebagai karyawan harian lepas selama satu bulan, asisten mandor selama satu bulan, dan sebagai pendamping asisten afdeling selama dua bulan. Data primer diperoleh dari semua aktivitas penelitian dan pengamatan langsung di lapang, sedangkan data sekunder diperoleh dari catatan laporan perusahaan. Pemangkasan yang dilakukan selama penelitian yaitu pemangkasan pemeliharaan. Pemangkasan mempengaruhi jumlah tunas air, bantalan yang berbunga, ketahanan cherelle (pentil buah) dan buah terhadap hama dan penyakit tanaman. Rotasi pemangkasan juga mempengaruhi kestabilan produksi biji tahunan kakao.
Konservasi In Vitro Pisang Kepok Unti Sayang (Musa balbisiana) Melalui Pertumbuhan Minimal pada Berbagai Media Ogie Satriadi; Darda Efendi; . Sulassih
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 1 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.488 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i1.15888

Abstract

Pisang kepok Unti Sayang memiliki kandungan karbohidrat 30% sehingga berpotensi sebagai bahan pangan alternatif. Pisang kepok Unti Sayang juga merupakan tanaman yang lebih tahan terhadap serangan penyakit layu darah. Ketersediaan bibit dari anakan pisang di lapang yang terbatas jumlahnya berpotensi menyebabkan punahnya pisang jenis ini. Konservasi secara in vitro merupakan solusi dalam memelihara ketersediaan bibit yang lebih aman, lebih efektif dan efesien. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi media yang optimal dalam upaya penyimpanan eksplan pisang kepok Unti Sayang dengan cara meminimumkan pertumbuhan menggunakan retardan paclobutrazol dan osmoregulator manitol serta mengevaluasi daya regenerasi pasca penyimpanan. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak satu faktor berupa komposisi media yang terdiri dari dua macam media, yang  pertama adalah  MS+ PVP (Polivinylpyrrolidone ) +  paclobutrazol ( 0, 2, 4 dan  6 ppm),  serta  MS+ PVP  + manitol (0, 20 dan 40 ppm). Eksplan disimpan selama 18 minggu pengamatan pada media pertumbuhan minimal, selanjutnya eksplan disubkultur dalam media regenerasi   MS + 2 ppmBA dan diamati selama 4 minggu. Konsentrasi media terbaik untuk meminumkan pertumbuhan eksplan adalah MS+ PVP ditambah paclobutrazol 6 ppm memberikan nilai rata-rata pertumbuhan yang paling rendah dengan  jumlah tunas sebanyak 0.33, tinggi eksplan  0.39 cm,  jumlah akar  0.22 dan  jumlah daun 0.00.  Jika dibandingkan dengan pertumbuhan tertinggi yang terdapat pada tunas 1.11 (kontrol), tinggi 1.73 cm (kontrol),  jumlah akar 1.11 (paclobutrazol 2 ppm) dan jumlah daun 0.44 (kontrol).  Jadi konservasi in vitro pada perlakuan 6 ppm adalah perlakuan yang paling optimal dalam meminimumkan pertumbuhan eksplan hingga 18 minggu.
Pengelolaan Panen Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pelantaran Agro Estate, Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah Fajar Dianto; Darda Efendi; Ade Wachjar
Buletin Agrohorti Vol. 5 No. 3 (2017): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.906 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v5i3.19574

Abstract

Kegiatan yang dilaksanakan di Pelantaran Agro Estate (PAGE), Kota Waringin Timur, Center Borneo dimulai dari 14 Februari 2011 hingga 14 Juni 2011. Tujuan kegiatan ini adalah menganalisa pengelolaan panen pada perkebunan Kelapa Sawit. Pengelolaan panen Kelapa Sawit penting dalam upaya mencapai kuantitas dan kualitas minyak kelapa sawit yang tinggi. Data primer diperoleh dengan mengikuti keseluruhan kegiatan di perkebunan ini, pengamatan di lapangan, wawancara, dan diskusi langsung atau tidak langsung dengan staf. Data sekunder diperoleh dari laporan manajemen. Berdasarkan pengamatan selama kegiatan di PAGE dapat disimpulkan bahwa sudah memiliki pemahaman yang baik tentang kriteria buah masak. Ini bisa dilihat dengan buah mentah yang dipanen 0%, 1,5% di bawah matang, lebih matang 4,9%, 1,7% abnormal dan 91,9% buah matang. Namun masih ada kesalahan dengan pemanen seperti tangkai panjang yang masih lebih dari 2,5 cm, buah yang tidak dikutip masih 77 buah / ha, dan tandan yang tidak dipanen. Proses pengangkutan buah di PAGE sudah cukup baik. Hal itu bisa dilihat dengan mempercepat proses pengangkutan TBS (Fresh Bunch) dan buah-buahan ke PKS (pabrik kelapa sawit) dengan menggunakan bantuan kontraktor pengangkutan buah sehingga tidak ada buah yang tidak ditranspor.
Induksi Akar dan Tunas Setek Batang Tanaman Pohpohan (Pilea trinervia Wight) dalam Media Air dengan Perlakuan IBA dan Aerasi Katerin Ninariyani; Darda Efendi; E. Gunawan
Buletin Agrohorti Vol. 6 No. 3 (2018): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.868 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v6i3.21103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penggunaan aerasi dan hormon pertumbuhan tanaman Indol -3-butiryc acid (IBA) pada induksi tunas dan akar setek Pohpohan (Pilea trinervia Wight.) dalam media air. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Kebun Percobaan Pasir Kuda, Pusat Kajian Holtikultura Tropika (PKHT) IPB pada bulan Juni-Oktober 2016. Penelitian menggunakan rancangan split-plot dua faktor dengan empat ulangan. Faktor pertama sebagai petak utama adalah aerasi terdiri dari dua taraf yaitu aerasi dan tanpa aerasi. Faktor kedua sebagai anak petak adalah IBA dengan empat taraf konsentrasi yaitu 0.0, 0.5, 1.0, dan 2.0 mg L-1. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan aerasi dan IBA berpengaruh terhadap persentase setek bertunas, jumlah akar, panjang akar, jumlah tunas, dan panjang tunas, namun tidak berpengaruh pada persentase setek hidup dan setek berakar. Kombinasi perlakuan tanpa aerasi dan IBA 0.5, 1.0, dan 2.0 mgL-1 menghasilkan jumlah akar paling banyak.
Induksi Pembungaan Jeruk Keprok Garut Melalui Pemangkasan Akar, Penyungkupan Tajuk, dan Strangulasi Mohamad Akhbar Maulana; Roedhy Poerwanto; Darda Efendi
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 2 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.268 KB) | DOI: 10.29244/agrob.7.2.200-206

Abstract

Induksi pembungaan menggunakan paclobutrazol secara berlebihan dapat mematikan tanaman jeruk akibat penumpukan residu dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknik induksi pembungaan tanaman jeruk yang efektif dalam menggantikan paclobutrazol untuk induksi pembungaan. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Institut Pertanian Bogor Sindangbarang pada bulan Februari hingga bulan Juli 2017. Percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu kontrol, strangulasi, pemangkasan akar, penyungkupan tajuk, dan paclobutrazol. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam yang kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Semua perlakuan termasuk kontrol mempengaruhi munculnya tunas vegetatif, perlakuan penyungkupan tajuk tanaman menghasilkan jumlah tunas paling banyak dan panjang tunas paling panjang. Aplikasi paclobutrazol menunjukkan panjang daun paling pendek dan lebar daun paling sempit. Curah hujan yang tinggi menyebabkan semua perlakuan fisik dan kimia tidak menghasilkan bunga. Perlakuan fisik pada tanaman dapat menggantikan paclobutrazol namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan perlakuan fisik yang dapat menginduksi pembungaan pada tanaman jeruk.
Panen dan Penanganan Pascapanen Asparagus umbellatus, Monstera, dan Philodendron di Naaldjwik, Belanda Selatan, Belanda Asti Kusriyanti; Darda Efendi
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 2 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.128 KB) | DOI: 10.29244/agrob.7.2.194-199

Abstract

Kegiatan penelitian dilaksanakan di sebuah greenhouse di Naaldjwik mulai 26 Februari sampai dengan 25 Mei 2018. Kegiatan penelitian bertujuan untuk mempelajari proses penanganan panen dan pascapanen komoditas daun potong Asparagus umbellatus, Monstera, dan Philodendron. Metode yang digunakan adalah metode langsung dan tidak langsung. Metode langsung dilaksanakan dengan melakukan pengamatan secara langsung di lapang serta mengikuti semua kegiatan teknis budidaya tanaman hias daun mulai dari penanaman sampai dengan pascapanen. Penanganan panen dan pascapanen tanaman hias daun sudah dilakukan dengan baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil produksi yang optimum, mencapai lebih dari 99% produksi terjual dengan kehilangan hasil kurang dari 0.1%.
Aplikasi Ethepon dan Lilin Lebah dalam Upaya Degreening dan Perpanjangan Umur Simpan Buah Jeruk Keprok Garut (Citrus reticulata L.) Yande Artha Gautama; Darda Efendi; Deden Derajat Matra
Buletin Agrohorti Vol. 7 No. 3 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.855 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v7i3.30193

Abstract

Jeruk keprok garut (Citrus reticulata L.) merupakan jeruk yang memiliki warna kulit buah hijau kekuningan pada saat matang fisiologis. Teknologi degreening dengan menggunakan ethepon dapat meningkatkan kualitas warna jingga kulit jeruk tropika. Degreening merupakan proses perombakan pigmen klorofil sekaligus biosintesis karotenoid pada kulit jeruk dengan perlakuan tertentu. Pembentukan warna jingga kulit jeruk merupakan kombinasi antara β-citraurin dan β-cryptoxanthin. Selain teknologi degreening untuk membentuk warna jingga pada kulit jeruk, teknologi pascapanen untuk memperpanjang umur simpan jeruk yaitu pelilinan dengan lilin lebah. Penelitian ini bertujuan mengamati pengaruh konsentrasi larutan ethepon terhadap kecepatan degreening dan konsentrasi lilin lebah terhadap daya simpan jeruk keprok garut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2018 di Laboratorium Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah perlakuan ethepon (0 ppm dan 1 000 ppm), faktor kedua adalah perlakuan lilin lebah (0%, 6% dan 9%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ethepon 1 000 ppm memberikan pengaruh tidak berbeda nyata dapat membentuk warna jingga kekuningan (nilai CCI sebesar 5.91) pada kulit jeruk keprok garut pada 28 HSP. Pelapisan lilin lebah 9% yang dikombinasikan dengan ethepon 0 ppm menghasilkan susut bobot terendah pada akhir penyimpanan.
Pengaruh Perbedaan Waktu Pelilinan Setelah Proses Degreening Buah Jeruk Keprok Garut (Citrus reticulata L.) terhadap Perubahan Warna dan Umur Simpan Buah Ni Made Wasundhari Dharma Suarka; Darda Efendi; Deden Derajat Matra
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 2 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i2.47138

Abstract

Degreening merupakan perlakuan degradasi pigmen klorofil atau zat hijau daun. Kandungan pigmen klorofil yang tinggi dan perombakan klorofil yang berjalan lambat menyebabkan warna kulit jeruk tetap hijau. Buah dengan perlakuan degreening akan mengalami kerusakan pada pigmen klorofil sehingga warna yang akan dihasilkan adalah warna kuning atau jingga. Degreening juga dapat memperbaiki warna buah jeruk dari hijau menjadi berwarna jingga yang seragam. Penelitian ini bertujuan mencari waktu pelilinan yang tepat setelah proses degreening jeruk keprok garut (Citrus reticulata L.) terhadap perubahan warna dan umur simpan buah yang didekati dari beberapa peubah. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pascapanen Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT), Institut Pertanian Bogor pada bulan Maret-April 2019. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 1 faktor, yaitu perlakuan perbedaan waktu pelilinan setelah proses degreening. Waktu pelilinan yang digunakan adalah 0, 1, 2, dan 3 hari setelah degreening. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 0, 2, dan 3 hari setelah degreening dapat membentuk warna jingga pada buah jeruk keprok garut pada 24 HSP. Susut Bobot tertinggi hingga pengamatan hari terakhir yaitu pada perlakuan pelilinan 3 hari setelah degreening dengan nilai susut bobot sebesar 12.1%, sedangkan untuk perlakuan lainnya nilai susut bobot rata-rata sebesar 10%. Kata kunci: ethepon, klorofil, lilin lebah, susut bobot, vitamin C
Rasio Daun per Buah dan Indeks Luas Daun Tanaman Manggis (Garcinia mangostana L.) di Kebun Percobaan Tajur dan Pasirkuda, Bogor Bhaskara, Sandhi Yoga; Efendi, Darda
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 3 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i3.48218

Abstract

Rasio daun per buah dan indeks luas daun merupakan metode yang umum digunakan untuk menentukan standar pemangkasan dalam produksi buah pohon. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakter morfologi antar populasi manggis serta mengetahui nilai rasio daun-buah dan indeks luas daun (ILD) tanaman manggis di dua lokasi yaitu Tajur dan Pasirkuda. Penelitian ini dilaksanakan dari November 2018 sampai Mei 2019 di Kebun Percobaan Tajur dan Pasirkuda. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan faktor tunggal dan sepuluh ulangan. Faktor yang digunakan pada penelitian ini adalah lokasi, yaitu Tajur dan Pasirkuda. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji t-student pada taraf α=1% dan α=5%. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang nyata pada sebagian besar karakter morfologi yang diamati di kedua populasi. Nilai rasio daun-buah di Tajur dan Pasirkuda adalah berturut-turut 34.98 dan 60.85. Nilai ILD antar kedua populasi tidak berbeda nyata dengan rentang antara 5.7 – 14.1. Kata kunci: karakter morfologi, pemangkasan, perbandingan, produksi
Co-Authors , Dorly . Angela Ade Wachjar Ade Wachjar Alfia Annur Aini Azizi ANDRIA AGUSTA Andria Agusta Angela, . Anneke Pesik Asti Kusriyanti Azizi, Alfia Annur Aini Azizi, Alfia Annur Aini Bambang S PURWOKO Bambang S. Purwoko Bambang S. Purwoko Bambang Sapta Purwoko Bhaskara, Sandhi Yoga C Hanny Wijaya Cece Suhara Dacholfany, Imanullah Dede Robiatul Adawiyah Deden Derajat Matra Deden Sukmadjaja Dewi Sukma DIAN LATIFAH, DIAN Dianto, Fajar Didy Sopandie DINARTY, DINY Diny Dinarti Djoko Santoso Djoko Santoso Don R LaBonte Dwi Utami Nur Usmani E. Gunawan Edi Santosa Endang Gunawan Entit Hermawan Eny Widajati Erlin Vira Novianti Erwin Al-Hafiizh Evan Maulana Fajar Dianto Fajarudin, A Farida, Naimatul Fitri Fatma Wardani Fitri Fatma Wardani Furqoni, Hafith Gunawan, E. Gustaaf A Wattimena Halimah Widyaningrum Hanifah Muthmainnah Haryanti, Dyra heliyana hermawati Ika Mariska IKA ROOSTIKA Ika Roostika Ika Roostika Ika Roostika Ika Roostika Ika Roostika Tambunan Imanullah Dacholfany Imron Riyadi Inanpi Hidayati Sumiasih, Inanpi Hidayati Indah Wulandari Iswari S Dewi Joko Ridho Witono Kasutjianingati . Katerin Ninariyani Ketty Suketi Kusriyanti, Asti Laela Sari laela Sari, laela Lisnandar, Dea Silvia Lolliani Martin, Andri MASKROMO, ISMAIL Maulana, Evan Maulana, Mohamad Akhbar Maya Melati Mayasari Yamin, Mayasari Megayani Sri Rahayu Mohamad Akhbar Maulana Mohamad Rahmad Suhartanto Mutiara Utami Ni Made Wasundhari Dharma Suarka Ninariyani, Katerin Nindita, Anggi NOVARIANTO, HENGKY Nurul Khumaida Nurul Khumaida Odit Ferry Kurniadinata Ogie Satriadi Purwito, Agus Purwito Putra, Mirza R Rahayu, Resa Sri Rahmat Budiarto Rahmi Fajri RARA PUSPITA DEWI LIMA WATI RARA PUSPITA DEWI LIMA WATI, RARA PUSPITA Reflinur Reflinur Resa Sri Rahayu Riry Prihatini Roedhy Poerwanto Rofiq, Muhamad Abdul Rudiyanto Rudiyanto Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto S Noorrohmah Satriadi, Ogie Sedyo Harsono SEDYO HARTONO Slamet Susanto Sobir Sobir SOEKISMAN TJITROSEMITO Solly Aryza Sony Hartono Wijaya SRI HENDRASTUTI HIDAYAT Sri Yuliani Sri Yuliani Sudarsono Sulassih, . Surya Diantina Surya Kurnia Putra, Dicky Susetio, Muhammad Tambunan, Ika Roostika Tambunan, Ika Roostika Tanari, Yulinda Taruna Shafa Arzam, Taruna Shafa TENDA, ELSJE T. Tiara, Dede TRI ASMIRA DAMAYANTI Tri Istianingsih Tri Muji Ermayanti Tri Muji Ermayanti Tri Muji Ermayanti Trikoesoemaningtyas Triokoesoemaningtyas Triokoesoemaningtyas Vandra Kurniawan Wahyu Fikrinda Wattimena, and Gustaaf Adolf Wida W. Khumaero Willy Bayuardi Suwarno Winarso D. Widodo Witono, dan Joko Ridho Yande Artha Gautama Yosi Zendra Joni Yosi Zendra Joni Yundari, Yundari