Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Koordinasi SPPG Sekolah dalam Program Makan Siang Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia: Studi Kasus di Bojonegoro, Jawa Timur Dwi Prasetyo; Oni Dwi Arianto; Ade Firmannandya; Teguh Dwi Putranto
Jurnal Bina Praja Vol 18 No 1 (2026): [Sedang Berjalan]
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.18.2026.2955

Abstract

This study examines coordination between schools and the Nutrition Food Production Center (SPPG) in implementing Indonesia’s Free Nutritious Meal Program (MBG) in Bojonegoro Regency, East Java, across schools with diverse operational capacities. This study uses integrated qualitative methods by highlighting governance processes—role allocation, communication flows, decision-making, and reporting—rather than impact indicators. Data were generated through purposive focus group discussions with school principals, teacher MBG coordinators, SPPG managers and operational staff, and school committee representatives or parents, and triangulated with relevant program documents. Transcripts were analyzed thematically using iterative coding. Findings show coordination is mainly operational and weakly institutionalized: schools act as passive recipients, while SPPG controls menu selection, production, and logistics, yielding asymmetric, largely one way information exchange. Communication and problem reporting rely on informal messaging and brief delivery-time interactions, with limited documentation, unclear pathways, and inconsistent feedback. These governance gaps contribute to recurring delivery delays, unannounced menu changes, inadequate accommodation for dietary restrictions, and increased administrative workload for schools. They also intensify parental concerns regarding food quality and safety and influence student acceptance, thereby undermining program legitimacy. The study concludes that implementation quality depends on strengthening local coordination capacity through regular coordination forums, standardized reporting and feedback protocols, clearer role and accountability structures, and ongoing technical support aligning centralized standards with context-sensitive adaptation. Institutionalizing coordination would enable the school SPPG network to transition from reactive delivery to continuous improvement, supporting transparent learning, effective risk management, and sustained community buy-in over time.
PENGARUH IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN DIGITAL PADA AKUN FACEBOOK AS-STUFF SURABAYA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE SECOND Mochammad Rakha Raya Pramudiya; Ade Firmannandya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.80831

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi signifikan dari pemasaran konvensional menuju digital, salah satunya melalui pemanfaatan platform media sosial seperti Facebook yang kini banyak digunakan sebagai tempat transaksi informal produk elektronik. Akun Facebook As-Stuff Surabaya muncul sebagai salah satu pelaku usaha yang konsisten menerapkan strategi pemasaran digital terstruktur di tengah persaingan pasar di Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi pemasaran digital yang dilakukan melalui akun Facebook As-Stuff Surabaya terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan teknik purposive sampling terhadap 100 responden. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS dengan uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, regresi linear sederhana, uji-t, dan uji koefisien determinasi. Hasil menunjukkan strategi pemasaran digital berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan nilai R² sebesar 0,493. Artinya, 49,3% keputusan pembelian dijelaskan oleh implementasi strategi pemasaran digital, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan strategi pemasaran digital melalui media sosial dalam memengaruhi perilaku konsumen.
KONSTRUKSI WACANA KEBERLANJUTAN DALAM KAMPANYE UPCYCLING INDUSTRI MUSIK DI AKUN INSTAGRAM @MATTERS.PROJECT Intan Della Puspita; Ade Firmannandya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81315

Abstract

Tingginya volume limbah yang dihasilkan dalam penyelenggaraan konser musik massal mendorong aktor-aktor industri hiburan untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana kampanye keberlanjutan dan edukasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi wacana keberlanjutan yang dibangun melalui kampanye upcycling pada akun Instagram @matters.project selama rangkaian konser tur Feast "Membangun & Menghancurkan". Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme, serta metode analisis wacana Teun A. van Dijk yang berfokus pada dimensi teks mencakup struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro pada teks kampanye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa @matters.project mengonstruksi wacana keberlanjutan melalui penggabungan strategi tekstual dan visual yang mencakup narasi transformasi limbah menjadi produk bernilai, legitimasi melalui data dan kolaborasi, framing industri musik sebagai agen solusi, serta pelibatan audiens sebagai partisipan dalam praktik keberlanjutan. Konstruksi tersebut membentuk realitas sosial yang memaknai keberlanjutan sebagai praktik pengolahan kreatif limbah pascakonser. Pada akhirnya, kampanye ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi sarana penyampaian pesan keberlanjutan, tetapi juga berperan dalam membentuk representasi realitas yang lebih ditonjolkan serta memengaruhi cara audiens memahami isu tersebut. Kata Kunci: Konstruksi Wacana, Kampanye Keberlanjutan, Upcycling, Industri Musik, Teun A. van Dijk.
Analisis Kepuasan Pelanggan Terhadap Citra Perusahaan PT Indofod CBP Sukses Makmur Tbk Divisi Mi Cabang Jawa Timur Cindy Rahma Tsania; Ade Firmannandya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81383

Abstract

Kepuasan pelanggan merupakan faktor penting bagi keberlangsunan bisnis terutama pada perusahaan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keluhan pelanggan terkait ketidaksesuaian kualitas produk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Divisi Mi Cabang Jawa Timur berpotensi memengaruhi tingkat kepuasan pelanggan serta citra perusahaan dimata publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepuasan pelanggan terhadap citra perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif penelitian regresi linier sederhana. Penelitian ini dilaksanakan secara daring dengan lokasi penelitian di Kota Surabaya, Jawa Timur. Sumber data diperoleh dari populasi seluruh konsumen produk mi instan produk Indofood yang berdomisili Kota Surabaya dan sumber data diperoleh dari pelanggan yang pernah mengalami ketidaksesuaian kualitas produk dengan teknik pengambilan sample menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi non-pastisipan. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan realibilitasnya serta dinyatakan valid dan realibel. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji asumsi klasik serta analisis regresi linier sederhana untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra perusahaan. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kepuasan pelanggan, semakin positif citra perusahaan yang terbentu. Perusahaan disarankan meningkatkan komunikasi yang responsif dan informatif. Kemudian, penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain seperti loyalitas dan kepercayaan pelanggan.
PENGARUH KUALITAS KONTEN DAN INTERAKTIVITAS KONTEN TERHADAP BRAND AWARENESS PRODUK SHIHLIN TAIWAN STREET SNACKS DI PLATFORM TIKTOK (STUDI PADA KONTEN “YAREUUU” @JANICE.KAORI) Miftahul Rohmah; Ade Firmannandya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81417

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah mendorong perubahan strategi komunikasi pemasaran dalam membangun brand awareness. Salah satu fenomena yang menarik perhatian adalah viralnya konten "Yareuuu" yang diunggah oleh akun TikTok @janice.kaori dan menampilkan produk Shihlin Taiwan Street Snacks. Konten yang berkualitas dan interaktif diyakini mampu menarik perhatian audiens, menciptakan keterlibatan, serta meningkatkan kesadaran terhadap suatu merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas konten dan interaktivitas konten terhadap brand awareness produk Shihlin Taiwan Street Snacks pada konten "Yareuuu" di platform TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan responden yang merupakan pengguna TikTok, mengetahui, dan pernah menonton konten "Yareuuu". Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda setelah memenuhi uji instrumen penelitian dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas konten berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness. Interaktivitas konten juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness. Selain itu, kualitas konten dan interaktivitas konten secara simultan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap brand awareness produk Shihlin Taiwan Street Snacks. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik kualitas konten yang disajikan dan semakin tinggi interaktivitas yang terbangun dengan audiens, maka semakin tinggi pula tingkat kesadaran merek yang terbentuk. Oleh karena itu, pelaku usaha dan praktisi pemasaran digital perlu mengoptimalkan penyajian konten yang kreatif, informatif, relevan, dan interaktif sebagai strategi komunikasi pemasaran untuk meningkatkan brand awareness melalui platform TikTok.
Analisis Resepsi Khalayak terhadap Pengibaran Bendera One Piece pada Akun Instagram @felix.siauw Jelita Dewi Nur'Aini; Ade Firmannandya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81430

Abstract

Fenomena pengibaran bendera One Piece menjelang HUT RI ke-80 memicu perdebatan tentang kritik sosial, kebebasan berekspresi, dan penghormatan terhadap simbol negara. Penelitian ini menganalisis resepsi khalayak terhadap konstruksi makna dalam lima konten Instagram @felix.siauw periode 2–11 Agustus 2025 menggunakan pendekatan kualitatif dan model encoding-decoding Stuart Hall. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan sepuluh informan yang dipilih secara purposif, observasi konten, dan dokumentasi digital. Hasil menunjukkan enam informan berada pada posisi dominan, tiga pada posisi negosiasi, dan satu pada posisi oposisi. Posisi dominan menerima bendera One Piece sebagai simbol kritik dan kepedulian terhadap bangsa; posisi negosiasi menerimanya dengan batasan etika, konteks, dan framing figur publik; sedangkan posisi oposisi menolak penggunaannya pada momentum kebangsaan dan menilai konten cenderung provokatif. Temuan menunjukkan bahwa Instagram menjadi ruang produksi dan kontestasi makna, sementara simbol budaya populer dapat memperoleh fungsi sosial-politik baru, tetapi makna yang ditawarkan figur publik tetap terbuka untuk diterima, dinegosiasikan, maupun ditolak oleh khalayak.
Praktik Jurnalisme Partisipatif dalam Produksi Artikel Berbasis Riset di The Conversation Indonesia (Studi Kasus Kolaborasi Akademisi dan Jurnalis) Erza Angelia Putri; Ade Firmannandya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81441

Abstract

Kesenjangan komunikasi antara dunia akademik dan ruang publik sering kali menempatkan akademisi sekadar sebagai narasumber pasif di media konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik jurnalisme partisipatif dalam produksi artikel berbasis riset di The Conversation Indonesia (TCID) melalui dimensi akses, interaksi, dan partisipasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap penulis dan editor TCID, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TCID menerapkan model jurnalisme partisipatif yang tidak setara dalam bentuk partisipasi terbatas, bukan partisipasi penuh. Dimensi akses terwujud secara eksklusif melalui penyediaan platform dashboard digital dengan seleksi filter kepakaran yang ketat sejak tahap pitching. Dimensi interaksi berjalan melalui hubungan "tarik-menarik" profesional antara editor dan akademisi, di mana Editor Eksekutif memegang otoritas tertinggi sebagai pemegang keputusan akhir jika terjadi kebuntuan. Dimensi partisipasi hanya memberikan kekuasaan teknis redaksional kepada akademisi melalui mekanisme final approval di level mikro produksi artikel, tanpa adanya keterlibatan publik dalam pengelolaan mandiri (self-management) organisasi di level makro kelembagaan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa praktik kolaborasi di TCID sepenuhnya berjalan di bawah kontrol dan regulasi institusi pers, bukan sebagai kemitraan yang setara secara penuh.
Uncertainty, Everyday Mobility, and Urban Citizenship: Civic Storytelling of Public Transport Use in Surabaya, Indonesia Dwi Prasetyo; Teguh Dwi Putranto; Ade Firmannandya
Jogjakarta Communication Conference (JCC) Vol. 4 No. 1 (2026): The 7th Jogjakarta Communication Conference (JCC)
Publisher : Jogjakarta Communication Conference (JCC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Public transportation is often evaluated through technical indicators such as punctuality, coverage, affordability, and integration. However, these approaches do not fully capture how mobility is experienced in everyday urban life. This article examines how users of the Suroboyo Bus and Wira-Wiri Feeder services in Surabaya interpret and narrate their daily journeys, and assesses civic storytelling as an analytical lens for revealing the gap between transportation modernization policy narratives and the realities of use. This study employs an interpretive qualitative case study that combines phenomenological sensitivity, narrative inquiry, and contextual observation. Eight active users were interviewed in depth regarding their entire travel chain, from accessing the service to arriving at their destination. The findings indicate that uncertainty constitutes a central condition shaping everyday mobility experiences. User evaluations are not limited to in-vehicle experiences, but encompass stages of access, waiting, boarding, intermodal transfer, and arrival. Participants’ narratives are structured around five interrelated themes: distributed security, everyday adaptation, experienced accessibility, emotional burden, and the construction of citizenship. The most positive assessments are directed toward the bus interiors, while negative experiences are concentrated at the periphery of the system, particularly along access routes, waiting points, and transfer processes. This article argues that public transportation functions as an infrastructure of experience, emotion, and urban citizenship, and underscores the importance of more human-centered transportation evaluations that incorporate users’ lived experiences and narrative evidence.
PERENCANAAN EVENT KREATIF SEBAGAI MEDIA PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN LOYALITAS PELANGGAN DI MOMENTS CAFE & SPACE Fazar Ramadhan; Ade Firmannandya; Velda Aurelia Putri; Idfiana Zahra; Muhammad Fikri H
The Commercium Vol 10 No 2 (2026): The Commercium - April 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i2.76778

Abstract

Persaingan industri cafe yang mendukung pelaku usaha untuk menciptakan sebuah inovasi kreatif yang berorientasi pada pengalaman pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sebuah event kreatif sebagai salah satu media pemasaran untuk meningkatkan loyalitas pelanggan di Moments Cafe & Space, dengan menggunakan pendekatan bersifat kualitatif, metode penelitian ini dirancang melalui kajian teori sebagai landasan konseptual, penentuan waktu dan tempat penelitian, penentuan subjek penelitian, teknik pengumpulan data, serta teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan event kreatif, mampu menciptakan engagement yang lebih kuat antara pelanggan dan brand. Event tersebut tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga membangun emotional bonding yang berdampak pada peningkatan loyalitas pelanggan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa event kreatif dapat menjadi salah satu media pemasaran yang efektif dalam meningkatkan loyalitas pelanggan apabila dirancang secara strategis, relevan dengan target pasar, serta mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi pelanggan.
Pengaruh Terpaan Sinetron Asmara Gen Z Terhadap Persepsi Komunikasi Empatik Pada Generasi Z Vita Achmada; Ade Firmannandya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.82359

Abstract

Media massa tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga berperan dalam membentuk persepsi individu terhadap realitas sosial. Sinetron Asmara Gen Z merupakan salah satu tayangan yang banyak dikonsumsi Generasi Z dan mengangkat berbagai dinamika kehidupan remaja yang sarat dengan nilai emosional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terpaan sinetron Asmara Gen Z terhadap persepsi komunikasi empatik pada Generasi Z berdasarkan Teori Kultivasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 117 responden Generasi Z yang pernah menonton Asmara Gen Z. Variabel terpaan sinetron diukur melalui dimensi frekuensi, durasi, dan atensi, sedangkan persepsi komunikasi empatik diukur berdasarkan konsep Carl R. Rogers yang meliputi empathic understanding, congruence, dan unconditional positive regard. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terpaan sinetron berada pada kategori tinggi (61,5%) dan persepsi komunikasi empatik juga berada pada kategori tinggi (70,9%). Uji regresi menunjukkan bahwa terpaan sinetron Asmara Gen Z berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi komunikasi empatik (Sig. = 0,000; t = 15,490 > 1,657). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,676 menunjukkan bahwa 67,6% variasi persepsi komunikasi empatik dapat dijelaskan oleh terpaan sinetron, sedangkan 32,4% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi terpaan terhadap Asmara Gen Z, semakin tinggi pula persepsi komunikasi empatik pada Generasi Z.